Sunan Ibnu Majah — Hadis #30200
Hadis #30200
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي حَيَّةَ أَبُو جَنَابٍ الْكَلْبِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ " لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ " . فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ الْبَعِيرَ يَكُونُ بِهِ الْجَرَبُ فَيُجْرِبُ الإِبِلَ كُلَّهَا قَالَ " ذَلِكُمُ الْقَدَرُ فَمَنْ أَجْرَبَ الأَوَّلَ " .
Diriwayatkan dari Ibnu 'Umar berkata:"Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Tidak ada 'Adwa (penularan), tidak ada Tiyarah (pertanda buruk) dan tidak ada Hamah.' Seorang laki-laki Badui berdiri dan berkata: 'Ya Rasulullah, apa pendapatmu tentang seekor unta yang menderita kudis dan kemudian semua unta lainnya terkena kudis?' Beliau bersabda: 'Itu karena Ketetapan Ilahi. Bagaimana lagi yang pertama bisa terkena kudis?'" Catatan: Mayoritas ulama menafsirkan ini berarti bahwa hal-hal ini di dalam dan dari dirinya sendiri tidak menularkan atau menyebabkan bahaya melalui cara gaib atau tersembunyi tetapi bahwa Allah pada akhirnya memegang kendali dan takhayul yang menakutkan seputar hal ini adalah salah.
Sumber
Sunan Ibnu Majah # 86
Tingkat
Daif
Kategori
Bab : Introduction