Shahih Al-Bukhari — Hadis #3360
Hadis #3360
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ لَمَّا نَزَلَتِ {الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ} قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّنَا لاَ يَظْلِمُ نَفْسَهُ قَالَ " لَيْسَ كَمَا تَقُولُونَ {لَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ} بِشِرْكٍ، أَوَلَمْ تَسْمَعُوا إِلَى قَوْلِ لُقْمَانَ لاِبْنِهِ {يَا بُنَىَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ }".
Ketika ayat: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (yaitu menyekutukan Allah dalam penyembahan)" (6.83) diturunkan, kami bertanya, "Wahai Rasulullah ﷺ! Siapakah di antara kami yang tidak berbuat zalim terhadap dirinya sendiri?" Beliau menjawab, "Bukannya seperti yang kalian katakan, karena 'kezaliman' dalam ayat dan 'tidak mencampuradukkan iman mereka' dengan kezaliman berarti 'SYIRK' (yaitu menyekutukan Allah dalam penyembahan). Tidakkah kalian mendengar perkataan Luqman kepada anaknya, 'Wahai anakku! Janganlah kamu menyekutukan Allah dalam penyembahan, sesungguhnya menyekutukan Allah dalam penyembahan adalah suatu kezaliman yang besar.'" (31.13)
Diriwayatkan oleh
Abdullah (RA)
Sumber
Shahih Al-Bukhari # 60/3360
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 60: Nabi-nabi
Topik:
#Mother