Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah — Hadis #47986
Hadis #47986
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ، عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ، قَالَ: اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا، وَإِذَا اسْتَيْقَظَ، قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانًا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ.
Mahmoud bin Ghaylan menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Razzaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdul Malik bin Umair, atas wewenang Rabi’ bin Harash, atas wewenang Hudhayfah, bersabda: Setiap kali Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, pergi tidur, dia akan berkata: Ya Tuhan, dengan namamu aku mati dan hidup, dan ketika Beliau bangun dan berkata: Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah Dia mematikan kami, dan milik-Nya lah kebangkitan.
Diriwayatkan oleh
Hudhaifa bin Al-Yaman (RA)
Sumber
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 39/255
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 39: Bab 39