Bab 25
Kembali ke Bab
01
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/150
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلِ بْنِ عَسْكَرٍ، وَعَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالا: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلالٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: نِعْمَ الإِدَامُ الْخَلُّ، قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، فِي حَدِيثِهِ: نِعْمَ الإِدَامُ أَوِ الأُدْمُ الْخَلُّ.
Muhammad ibn Sahl ibn Askar dan Abdullah ibn Abd al-Rahman meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Yahya ibn Hassan meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Sulayman ibn Bilal meriwayatkan kepada kami, dari Hisham ibn Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Cuka adalah bumbu yang sangat baik.” Abdullah ibn Abd al-Rahman berkata dalam riwayatnya: “Cuka adalah bumbu yang sangat baik.” Bumbu yang dimaksud adalah cuka.
02
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/151
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، قَالَ: سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ، يَقُولُ: أَلَسْتُمْ فِي طَعَامٍ وَشَرَابٍ مَا شِئِتُمْ؟ لَقَدْ رَأَيْتُ نَبِيَّكُمْ صلى الله عليه وسلم، وَمَا يَجِدُ مِنَ الدَّقَلِ مَا يَمْلأُ بَطْنَهُ.
Qutaybah memberi tahu kami, katanya: Abu al-Ahwas memberi tahu kami, dari Simak ibn Harb, yang berkata: Aku mendengar al-Nu’man ibn Bashir berkata: “Bukankah kalian makan dan minum apa pun yang kalian inginkan? Aku melihat Nabi kalian, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, dan beliau tidak dapat menemukan cukup kurma untuk mengisi perutnya.”
03
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/152
حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْخُزَاعِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: نِعْمَ الإِدَامُ: الْخَلُّ.
Abda ibn Abd Allah al-Khuza’i memberi tahu kami: Mu’awiya ibn Hisham memberi tahu kami, dari Sufyan, dari Muharib ibn Dithar, dari Jabir ibn Abd Allah, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Cuka adalah bumbu yang sangat baik.”
04
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/153
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلابَةَ، عَنْ زَهْدَمٍ الْجَرْمِيِّ، قَالَ: كُنَّا عِنْدَ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ، فَأُتِيَ بِلَحْمِ دَجَاجٍ فَتَنَحَّى رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ، فَقَالَ: مَا لَكَ؟ فَقَالَ: إِنِّي رَأَيْتُهَا تَأْكُلُ شَيْئًا فَحَلَفْتُ أَنْ لا آكُلَهَا.
Hannad memberi tahu kami, Waki' memberi tahu kami, dari Sufyan, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Zahdam al-Jarmi, yang berkata: Kami bersama Abu Musa al-Ash'ari, dan daging ayam dibawa kepadanya. Seorang pria dari kelompok itu menjauh, dan dia berkata: Ada apa denganmu? Dia berkata: Aku melihatnya memakan sesuatu, jadi aku bersumpah bahwa aku tidak akan memakannya.
05
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/154
حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ الأَعْرَجُ الْبَغْدَادِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَهْدِيٍّ، عَنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُمَرَ بْنِ سَفِينَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ: أَكَلْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَحْمَ حُبَارَى.
Al-Fadl ibn Sahl al-A’raj al-Baghdadi memberi tahu kami: Ibrahim ibn Abd al-Rahman ibn Mahdi memberi tahu kami, berdasarkan riwayat Ibrahim ibn Umar ibn Safinah, berdasarkan riwayat ayahnya, berdasarkan riwayat kakeknya, yang berkata: Aku makan daging burung bustard bersama Rasulullah, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan.
06
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/155
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنِ الْقَاسِمِ التَّمِيمِيِّ، عَنْ زَهْدَمٍ الْجَرْمِيِّ، قَالَ: كُنَّا عِنْدَ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ، قَالَ: فَقَدَّمَ طَعَامَهُ وَقَدَّمَ فِي طَعَامِهِ لَحْمَ دَجَاجٍ وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَيْمِ اللهِ أَحْمَرُ كَأَنَّهُ مَوْلًى، قَالَ: فَلَمْ يَدْنُ فَقَالَ لَهُ أَبُو مُوسَى: ادْنُ، فَإِنِّي قَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَكَلَ مِنْهُ، فَقَالَ: إِنِّي رَأَيْتُهُ يَأْكُلُ شَيْئًا، فَقَذِرْتُهُ فَحَلَفْتُ أَنْ لا أَطْعَمَهُ أَبَدًا.
Ali ibn Hujr meriwayatkan kepada kami: Ismail ibn Ibrahim meriwayatkan kepada kami, dari Ayyub, dari al-Qasim al-Tamimi, dari Zahdam al-Jarmi, yang berkata: Kami bersama Abu Musa al-Ash'ari. Dia berkata: Dia menyajikan makanannya, dan di antara makanannya ada daging ayam. Di antara orang-orang itu ada seorang pria dari Banu Taym Allah, berkulit merah, seolah-olah dia adalah seorang budak yang telah dibebaskan. Dia berkata: Dia tidak mendekat, lalu Abu berkata kepadanya Musa berkata: Mendekatlah, karena aku melihat Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam memakannya. Dia berkata: Aku melihat beliau makan sesuatu, dan aku merasa jijik, jadi aku bersumpah bahwa aku tidak akan pernah memakannya lagi.
07
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/156
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، وَأَبُو نُعَيْمٍ، قَالا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عِيسَى، عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ، يُقَالُ: لَهُ عَطَاءٌ، عَنْ أَبِي أَسِيدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: كُلُوا الزَّيْتَ، وَادَّهِنُوا بِهِ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ.
Mahmud ibn Ghaylan memberi tahu kami, katanya: Abu Ahmad al-Zubayri dan Abu Nu’aym memberi tahu kami, katanya: Sufyan memberi tahu kami, dari Abdullah ibn Isa, dari seorang pria dari kaum Syam, yang bernama Ata’, dari Abu Asid, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: Makanlah minyak zaitun dan oleskanlah pada diri kalian, karena ia berasal dari pohon yang diberkahi.
08
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/157
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوا بِهِ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ.
Yahya bin Musa memberi tahu kami, katanya: Abd al-Razzaq memberi tahu kami, katanya: Ma’mar memberi tahu kami, dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dari Umar bin al-Khattab, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Makanlah minyak zaitun dan urapilah dirimu dengannya, karena ia berasal dari pohon yang diberkahi.”
09
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/158
حَدَّثَنَا السِّنْجِيُّ وَهُوَ أَبُو دَاوُدَ سُلَيْمَانُ بْنُ مَعْبَدٍ السِّنْجِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ، وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عُمَرَ.
Al-Sinji, yang merupakan Abu Dawud Sulayman ibn Ma’bad al-Sinji, mengatakan kepada kami: Abd al-Razzaq mengatakan kepada kami, berdasarkan riwayat Ma’mar, berdasarkan riwayat Zayd ibn Aslam, berdasarkan riwayat ayahnya, berdasarkan riwayat Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, sesuatu yang serupa, dan dia tidak menyebutkan di dalamnya berdasarkan riwayat Umar.
10
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/159
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالا: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ الدُّبَّاءُ فَأُتِيَ بِطَعَامٍ، أَوْ دُعِيَ لَهُ فَجَعَلْتُ أَتَتَبَّعُهُ، فَأَضَعُهُ بَيْنَ يَدَيْهِ لِمَا أَعْلَمُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ.
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, demikianlah yang dikatakan Muhammad bin Ja'far dan Abd al-Rahman bin Mahdi meriwayatkan kepada kami, demikianlah yang dikatakan Shu'bah meriwayatkan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas bin Malik, yang berkata: Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, menyukai labu. Maka makanan dibawakan kepadanya, atau beliau diundang untuk makan, dan aku akan mengikutinya dan meletakkannya di depannya karena aku tahu bahwa beliau menyukainya.
11
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/160
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنُ أَبِي خَالِدٍ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَرَأَيْتُ عِنْدَهُ دُبَّاءً يُقَطَّعُ، فَقُلْتُ: مَا هَذَا؟ قَالَ: نُكَثِّرُ بِهِ طَعَامَنَا.
قال أبو عيسى: وجابر هذا هو جابر بن طارق، ويقال ابن أبي طارق وهو رجل من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا نعرف له إلا هذا الحديث الواحد وأبو خالد اسمه سعد.
قال أبو عيسى: وجابر هذا هو جابر بن طارق، ويقال ابن أبي طارق وهو رجل من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا نعرف له إلا هذا الحديث الواحد وأبو خالد اسمه سعد.
Qutaybah ibn Sa'id meriwayatkan kepada kami, katanya: Hafs ibn Ghiyath meriwayatkan kepada kami, dari Isma'il ibn Abi Khalid, dari Hakim ibn Jabir, dari ayahnya, yang berkata: Aku masuk menemui Nabi (shalawat dan salam kepadanya) dan melihat labu sedang dipotong. Aku bertanya, "Apa ini?" Beliau menjawab, "Kami menggunakannya untuk menambah jumlah makanan kami."
Abu 'Isa berkata: Jabir ini adalah Jabir ibn Tariq, juga dikenal sebagai Ibn Abi Tariq. Dia adalah salah satu Sahabat Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya), dan kami tidak mengetahui hadits lain yang diriwayatkan olehnya selain hadits ini. Nama Abu Khalid adalah Sa'd.
12
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/161
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، عَنِ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ: إِنَّ خَيَّاطًا دَعَا رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، لِطَعَامٍ صَنَعَهُ، قَالَ أَنَسٌ: فَذَهَبْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِلَى ذَلِكَ الطَّعَامِ، فَقَرَّبَ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم خُبْزًا مِنْ شَعِيرٍ، وَمَرَقًا فِيهِ دُبَّاءٌ وَقَدِيدٌ، قَالَ أَنَسُ: فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ حَوَالَيِ الْقَصْعَةِ فَلَمْ أَزَلْ أُحِبُّ الدُّبَّاءَ مِنْ يَوْمِئِذٍ.
Qutaybah ibn Sa’id meriwayatkan kepada kami, dari Malik ibn Anas, dari Ishaq ibn Abdullah ibn Abi Talhah, bahwa ia mendengar Anas ibn Malik berkata: Seorang penjahit mengundang Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam untuk makan yang telah ia siapkan. Anas berkata: Maka aku pergi bersama Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam ke makan tersebut. Ia membawakan kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam roti yang terbuat dari jelai, dan kaldu berisi labu dan daging kering. Anas berkata: Aku melihat Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam memisahkan potongan labu dari mangkuk, dan sejak hari itu aku menyukai labu.
13
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/162
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، وَسَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، وَمَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ، قَالُوا: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُحِبُّ الْحَلْوَاءَ وَالْعَسَلَ.
Ahmad ibn Ibrahim al-Dawraqi, Salamah ibn Shabib, dan Mahmud ibn Ghaylan memberi tahu kami: Abu Usamah memberi tahu kami, dari Hisham ibn Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, yang berkata: Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, menyukai permen dan madu.
14
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/163
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ أَخْبَرَهُ، أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ، أَنَّهَا قَرَّبَتْ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، جَنْبًا مَشْوِيًّا، فَأَكَلَ مِنْهُ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاةِ، وَمَا تَوَضَّأَ.
Al-Hasan ibn Muhammad al-Za`farani memberi tahu kami, katanya: Al-Hajjaj ibn Muhammad memberi tahu kami, katanya: Ibn Jurayj berkata: Muhammad ibn Yusuf memberitahuku bahwa Ata’ ibn Yasar memberitahunya bahwa Umm Salamah memberitahunya bahwa dia membawa kacang lentil panggang kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, dan beliau memakannya, kemudian beliau berdiri untuk shalat, dan beliau tidak berwudhu.
15
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/164
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ زِيَادٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَارِثِ، قَالَ: أَكَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم شِوَاءً فِي الْمَسْجِدِ.
Qutaybah memberi tahu kami, katanya: Ibnu Lahi'ah memberi tahu kami, dari Sulayman bin Ziyad, dari Abdullah bin al-Harith, yang berkata: Kami makan daging panggang bersama Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam di masjid.
16
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/165
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ، عَنْ أَبِي صَخْرَةَ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ: ضِفْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَأُتِيَ بِجَنْبٍ مَشْوِيٍّ، ثُمَّ أَخَذَ الشَّفْرَةَ فَجَعَلَ يَحُزُّ، فَحَزَّ لِي بِهَا مِنْهُ، قَالَ: فَجَاءَ بِلالٌ يُؤْذِنُهُ بِالصَّلاةِ فَأَلْقَى الشَّفْرَةَ، فَقَالَ: مَا لَهُ تَرِبَتْ يَدَاهُ؟، قَالَ: وَكَانَ شَارِبُهُ قَدْ وَفَى، فَقَالَ لَهُ: أَقُصُّهُ لَكَ عَلَى سِوَاكٍ أَوْ قُصُّهُ عَلَى سِوَاكٍ.
Mahmud ibn Ghaylan meriwayatkan kepada kami, katanya: Waki’ meriwayatkan kepada kami, katanya: Mis’ar meriwayatkan kepada kami, dari Abu Sakhra Jami’ ibn Shaddad, dari al-Mughirah ibn ‘Abd Allah, dari al-Mughirah ibn Shu’bah, yang berkata: Suatu malam aku menjadi tamu Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, dan disuguhi daging domba panggang. Kemudian beliau mengambil pisau dan mulai memotongnya, dan beliau memotong sebagian untukku dengan pisau itu. Beliau berkata: Kemudian Bilal datang untuk memberitahukan tentang salat, lalu beliau melempar pisau itu. Beliau bertanya: Ada apa dengannya, mungkin tangannya tertutup debu? Beliau menjawab: Kumisnya sudah panjang, lalu beliau berkata kepadanya: Aku akan memotongnya untukmu dengan siwak atau memotongnya dengan siwak.
17
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/166
حَدَّثَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ أَبِي حَيَّانَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: أُتِيَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِلَحْمٍ، فَرُفِعَ إِلَيْهِ الذِّرَاعُ، وَكَانَتْ تُعْجِبُهُ، فَنَهَسَ مِنْهَا.
Wasil ibn Abd al-A’la memberi tahu kami, katanya: Muhammad ibn Fudayl memberi tahu kami, dari Abu Hayyan al-Taymi, dari Abu Zur’ah, dari Abu Hurayrah, yang berkata: Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, dikaruniai daging, dan kaki depan dikaruniai kepadanya, dan beliau menyukainya, lalu beliau menggigitnya.
18
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/167
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، عَنْ زُهَيْرٍ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ، عَنِ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عِيَاضٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ الذِّرَاعُ، قَالَ: وَسُمَّ فِي الذِّرَاعِ، وَكَانَ يَرَى أَنَّ الْيَهُودَ سَمُّوهُ.
Muhammad ibn Bashar memberi tahu kami, katanya: Abu Dawud memberi tahu kami, dari Zuhair, yaitu Ibn Muhammad, dari Abu Ishaq, dari Sa'd ibn `Iyad, dari Ibn Mas'ud, yang berkata: Nabi, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya, menyukai kaki depan. Beliau berkata: Kaki depan itu diracuni, dan beliau mengira bahwa orang-orang Yahudi telah meracuninya.
19
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/168
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ، قَالَ: طَبَخْتُ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قِدْرًا، وَقَدْ كَانَ يُعْجِبُهُ الذِّرَاعُ، فَنَاوَلْتُهُ الذِّرَاعَ، ثُمَّ قَالَ: نَاوِلْنِي الذِّرَاعَ، فَنَاوَلْتُهُ، ثُمَّ قَالَ: نَاوِلْنِي الذِّرَاعَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَمْ لِلشَّاةِ مِنْ ذِرَاعٍ، فَقَالَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ سَكَتَّ لَنَاوَلْتَنِي الذِّرَاعَ مَا دَعَوْتُ.
Muhammad ibn Bashar meriwayatkan kepada kami, katanya: Muslim ibn Ibrahim meriwayatkan kepada kami, katanya: Aban ibn Yazid meriwayatkan kepada kami, dari Qatadah, dari Shahr ibn Hawshab, dari Abu Ubaidah, yang berkata: Aku memasak sepanci makanan untuk Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, dan beliau menyukai kaki depan, maka aku memberikannya kepadanya kaki depan, lalu beliau berkata: Berikanlah kepadaku kaki depan, maka aku memberikannya kepadanya, lalu beliau berkata: Berikanlah kepadaku kaki depan. Maka aku berkata: Wahai Rasulullah, berapa banyak kaki depan yang dimiliki seekor domba? Beliau menjawab: Demi Dia yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya engkau diam, engkau pasti akan memberikan kepadaku kaki depan yang kuminta.
20
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/169
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عَبَّادٍ، عَنْ فُلَيْحِ بْنِ سُلَيْمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنِي رَجُلٌ، مِنْ بَنِي عَبَّادٍ يُقَالَ لَهُ: عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ يَحْيَى بْنُ عَبَّادٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: مَا كَانَتِ الذِّرَاعُ أَحَبَّ اللَّحْمِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَلَكِنَّهُ كَانَ لا يَجِدُ اللَّحْمَ إِلا غِبًّا، وَكَانَ يَعْجَلُ إِلَيْهَا، لأَنَّهَا أَعْجَلُهَا نُضْجًا.
Al-Hasan ibn Muhammad al-Za'farani memberi tahu kami: Yahya ibn 'Abbad memberi tahu kami, dari Fulayh ibn Sulayman, yang berkata: Seorang pria dari Banu 'Abbad, bernama 'Abd al-Wahhab ibn Yahya ibn 'Abbad, memberi tahu saya, dari 'Abd Allah ibn al-Zubayr, dari Aisyah, yang berkata: Paha depan bukanlah daging yang paling disukai Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya), tetapi beliau tidak dapat menemukannya. Beliau hanya makan daging setiap dua hari sekali, dan beliau akan bergegas memakannya karena bagian itu paling cepat matang.
21
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/170
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ، قَالَ: سَمِعْتُ شَيْخًا، مِنْ فَهْمٍ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ جَعْفَرٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، يَقُولُ: إِنَّ أَطْيَبَ اللَّحْمِ لَحْمُ الظَّهْرِ.
Mahmud ibn Ghaylan memberi tahu kami, katanya: Abu Ahmad memberi tahu kami, katanya: Mis’ar memberi tahu kami, katanya: Aku mendengar seorang syekh dari Fahm berkata: Aku mendengar Abdullah ibn Ja’far berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: Daging yang paling baik adalah daging punggung.
22
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/171
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْمَؤَمَّلِ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنْ عَائِشَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: نِعْمَ الإِدَامُ الْخَلُّ.
Sufyan ibn Waki’ meriwayatkan kepada kami, dan Zayd ibn al-Hubab meriwayatkan kepada kami, berdasarkan riwayat Abdullah ibn al-Mu’ammal, berdasarkan riwayat Ibn Abi Mulayka, berdasarkan riwayat Aisyah: bahwa Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, bersabda: “Cuka adalah bumbu yang sangat baik.”
23
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/172
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاءِ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ ثَابِتٍ أَبِي حَمْزَةَ الثُّمَالِيِّ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ أُمِّ هَانِئِ، قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: أَعِنْدَكِ شَيْءٌ؟ فَقُلْتُ: لا، إِلا خُبْزٌ يَابِسٌ، وَخَلٌّ فَقَالَ: هَاتِي، مَا أَقْفَرَ بَيْتٌ مِنْ أُدُمٍ فِيهِ الخل.
Abu Kurayb Muhammad ibn al-Ala’ meriwayatkan kepada kami: Abu Bakr ibn Ayyash meriwayatkan kepada kami, dari Thabit Abu Hamza al-Thumali, dari al-Sha’bi, dari Umm Hani’, yang berkata: Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, mendatangi saya dan berkata: Apakah kamu memiliki sesuatu? Saya berkata: Tidak, kecuali beberapa roti kering dan cuka. Beliau berkata: Bawalah, tidak ada rumah yang pernah tanpa bumbu yang mengandung cuka.
24
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/173
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ مُرَّةَ الْهَمْدَانِيِّ، عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: فَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ.
Muhammad ibn al-Muthanna memberi tahu kami, katanya: Muhammad ibn Ja`far memberi tahu kami, katanya: Shu`bah memberi tahu kami, dari Amr ibn Murrah, dari Murrah al-Hamdani, dari Abu Musa al-Ash`ari, dari Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, yang berkata: “Keunggulan Aisyah atas wanita lain seperti keunggulan tharid (sejenis roti yang direndam dalam kaldu) atas makanan lain.”
25
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/174
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَعْمَرٍ الأَنْصَارِيُّ أَبُو طُوَالَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: فَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ.
Ali ibn Hujr memberi tahu kami, katanya: Ismail ibn Ja`far memberi tahu kami, katanya: Abdullah ibn Abd al-Rahman ibn Ma`mar al-Ansari Abu Tuwalah memberi tahu kami bahwa dia mendengar Anas ibn Malik berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Keunggulan Aisyah atas wanita lain seperti keunggulan Tharid (sejenis roti yang direndam dalam kaldu) atas makanan lain.”
26
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/175
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنِ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، تَوَضَّأَ مِنْ أَكْلِ ثَوْرِ أَقِطٍ، ثُمَّ رَآهُ أَكَلَ مِنْ كَتِفِ شَاةٍ، ثُمَّ صَلَّى، وَلَمْ يَتَوَضَّأْ.
Qutaybah ibn Sa’id memberi tahu kami: ‘Abd al-‘Aziz ibn Muhammad memberi tahu kami, dari Suhayl ibn Abi Salih, dari ayahnya, dari Abu Hurayrah, bahwa dia melihat Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam berwudhu setelah makan yogurt kering, kemudian dia melihat beliau makan daging dari bahu domba, lalu beliau shalat, dan beliau tidak berwudhu.
27
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/176
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ وَائِلِ بْنِ دَاوُدَ، عَنِ ابْنِهِ، وَهُوَ بَكْرُ بْنُ وَائِلٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: أَوْلَمَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى صَفِيَّةَ بِتَمْرٍ وَسَوِيقٍ.
Ibn Abi Umar memberi tahu kami: Sufyan ibn Uyaynah memberi tahu kami, dari Wael ibn Dawud, dari putranya, yaitu Bakr ibn Wael, dari al-Zuhri, dari Anas ibn Malik, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam mengadakan pesta pernikahan untuk Safiyyah dengan kurma dan bubur jelai.
28
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/177
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَصْرِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنِي فَائِدٌ، مَوْلَى عُبَيْدِ اللهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي رَافِعٍ مَوْلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ جَدَّتِهِ سَلْمَى، أَنَّ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ، وَابْنَ عَبَّاسٍ، وَابْنَ جَعْفَرٍ أَتَوْهَا فَقَالُوا لَهَا: اصْنَعِي لَنَا طَعَامًا مِمَّا كَانَ يُعْجِبُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَيُحْسِنُ أَكْلَهُ فَقَالَتْ: يَا بُنَيَّ لا تَشْتَهِيهِ الْيَوْمَ، قَالَ: بَلَى اصْنَعِيهِ لَنَا قَالَ: فَقَامَتْ فَأَخَذَتْ مِنْ شَعِيرٍ فَطَحَنَتْهُ، ثُمَّ جَعَلَتْهُ فِي قِدْرٍ، وَصَبَّتْ عَلَيْهِ شَيْئًا مِنْ زَيْتٍ، وَدَقَّتِ الْفُلْفُلَ، وَالتَّوَابِلَ، فَقَرَّبَتْهُ إِلَيْهِمْ، فَقَالَتْ: هَذَا مِمَّا كَانَ يُعْجِبُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَيُحْسِنُ أَكْلَهُ.
Al-Husayn ibn Muhammad al-Basri memberi tahu kami: Al-Fudayl ibn Sulayman memberi tahu kami: Fa'id, budak yang dibebaskan oleh 'Ubayd Allah ibn 'Ali ibn Abi Rafi', budak yang dibebaskan oleh Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya), memberi tahu saya: 'Ubayd Allah ibn 'Ali memberi tahu saya, dari neneknya Salma, bahwa al-Hasan ibn 'Ali, Ibn 'Abbas, dan Ibn Ja'far datang kepadanya dan berkata kepadanya: "Siapkan sesuatu untuk kami..." Dia meminta kepadanya beberapa makanan yang biasa disukai dan dinikmati oleh Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya). Dia berkata, "Anakku, kau tidak menginginkannya hari ini." Dia menjawab, "Ya, buatkan untuk kami." Maka dia bangun, mengambil beberapa jelai, menggilingnya, memasukkannya ke dalam panci, menuangkan sedikit minyak di atasnya, dan menggiling merica dan rempah-rempah. Kemudian dia menyajikannya kepada mereka dan berkata, "Ini adalah bagian dari apa yang dulu..." Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menyukainya dan menikmati makanannya.
29
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/178
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَسْوَدِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ نُبَيْحٍ الْعَنَزِيِّ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: أَتَانَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فِي مَنْزِلِنَا، فَذَبَحْنَا لَهُ شَاةً، فَقَالَ: كَأَنَّهُمْ عَلِمُوا أَنَّا نُحِبُّ اللَّحْمَ وَفِي الْحَدِيثِ قِصَّةٌ.
Mahmud ibn Ghaylan memberi tahu kami, katanya: Abu Ahmad memberi tahu kami, katanya: Sufyan memberi tahu kami, dari Al-Aswad ibn Qays, dari Nubayh Al-Anzi, dari Jabir ibn Abdullah, yang berkata: Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, datang ke rumah kami, dan kami menyembelih seekor domba untuknya. Beliau berkata: Seolah-olah mereka tahu bahwa kami menyukai daging. Dan ada kisah dalam hadits ini.
30
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/179
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، أَنَّهُ سمعَ جَابِرًا (ح) قَالَ سُفْيَانُ: وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَأَنَا مَعَهُ فَدَخَلَ عَلَى امْرَأَةٍ مِنَ الأَنْصَارِ، فذَبَحَتْ لَهُ شَاةً، فَأَكَلَ مِنْهَا، وَأَتَتْهُ بِقِنَاعٍ مِنْ رُطَبٍ، فَأَكَلَ مِنْهُ، ثُمَّ تَوَضَّأَ لِلظُّهْرِ، وَصَلَّى، صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ انْصَرَفَ، فَأَتَتْهُ بِعُلالَةٍ مِنْ عُلالَةِ الشَّاةِ، فَأَكَلَ ثُمَّ صَلَّى الْعَصْرَ، وَلَمْ يَتَوَضَّأْ.
Ibn Abi Umar meriwayatkan kepada kami, katanya: Sufyan meriwayatkan kepada kami, katanya: Abdullah bin Muhammad bin Aqil meriwayatkan kepada kami bahwa dia mendengar Jabir (H). Sufyan berkata: Dan Muhammad bin Al-Munkadir meriwayatkan kepada kami, dari Jabir, katanya: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam keluar, dan aku bersamanya, lalu beliau menemui seorang wanita dari kaum Ansar, dan wanita itu menyembelih seekor domba untuk beliau, dan beliau memakan sebagiannya, lalu wanita itu membawakan sekeranjang kurma segar untuk beliau. Beliau memakan sebagiannya, kemudian berwudhu untuk shalat Zuhur, dan shalat shalla Allahu alaihi wa sallam, lalu beliau pergi. Wanita itu membawakan sisa-sisa daging domba, lalu beliau memakannya dan kemudian shalat Ashar, tanpa berwudhu.
31
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/180
حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ أَبِي يَعْقُوبَ، عَنْ أُمِّ الْمُنْذِرِ، قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَمَعَهُ عَلِيٌّ، وَلَنَا دَوَالٍ مُعَلَّقَةٌ، قَالَتْ: فَجَعَلَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَأْكُلُ وَعَلِيٌّ مَعَهُ يَأْكُلُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، لِعَلِيٍّ: مَهْ يَا عَلِيُّ، فَإِنَّكَ نَاقَةٌ، قَالَتْ: فَجَلَسَ عَلِيٌّ، وَالنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَأْكُلُ، قَالَتْ: فَجَعَلْتُ لَهُمْ سِلْقًا وَشَعِيرًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لِعَلِيٍّ: مِنْ هَذَا فَأَصِبْ فَإِنَّ هَذَا أَوْفَقُ لَكَ.
Al-Abbas ibn Muhammad al-Duri meriwayatkan kepada kami: Yunus ibn Muhammad meriwayatkan kepada kami: Fulayh ibn Sulayman meriwayatkan kepada kami, berdasarkan riwayat Uthman ibn Abd al-Rahman, berdasarkan riwayat Yaqub ibn Abi Yaqub, berdasarkan riwayat Umm al-Mundhir, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam masuk menemuiku, dan bersamanya ada Ali, dan kami memiliki beberapa kurma yang digantung. Dia berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam mulai makan, dan Ali bersamanya. Dia sedang makan, lalu Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam berkata kepada Ali: “Berhentilah, Ali, karena engkau adalah seekor unta.” Dia berkata: Maka Ali duduk, dan Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam sedang makan. Dia berkata: "Maka aku membuatkan mereka sawi dan jelai, dan Nabi, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, berkata kepada Ali: 'Ambillah sebagian dari ini, karena ini lebih cocok untukmu.'"
32
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/181
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى، عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَأْتِينِي فَيَقُولُ: أَعِنْدَكِ غَدَاءٌ؟ فَأَقُولُ: لا قَالَتْ: فَيَقُولُ: إِنِّي صَائِمٌ قَالَتْ: فَأَتَانِي يَوْمًا، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّهُ أُهْدِيَتْ لَنَا هَدِيَّةٌ، قَالَ: وَمَا هِيَ؟ قُلْتُ: حَيْسٌ، قَالَ: أَمَا إِنِّي أَصْبَحْتُ صَائِمًا، قَالَتْ: ثُمَّ أَكَلَ.
Mahmud ibn Ghaylan meriwayatkan kepada kami, katanya: Bishr ibn al-Sari meriwayatkan kepada kami, dari Sufyan, dari Talhah ibn Yahya, dari Aisyah bint Talhah, dari Aisyah, Ibu Kaum Beriman, yang berkata: Nabi, صلى الله عليه وسلم, biasa datang kepadaku dan bertanya: Apakah engkau punya makanan untuk makan siang? Aku menjawab: Tidak. Dia berkata: Kemudian beliau berkata: Aku sedang berpuasa. Dia berkata: Kemudian suatu hari beliau datang kepadaku, dan aku berkata: Wahai Rasulullah, kami telah diberi hadiah. Beliau bertanya: Apa itu? Aku menjawab: Hays (sejenis makanan manis). Beliau berkata: Tetapi aku sudah mulai berpuasa. Dia berkata: Kemudian beliau makan.
33
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/182
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى الأَسْلَمِيِّ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ الأَعْوَرِ، عَنْ يُوسُفَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلامٍ، قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَخَذَ كِسْرَةً مِنْ خُبْزِ الشَّعِيرِ فَوَضَعَ عَلَيْهَا تَمْرَةً وَقَالَ: هَذِهِ إِدَامُ هَذِهِ، وأكل.
Abdullah ibn Abdur-Rahman meriwayatkan kepada kami, katanya: Umar ibn Hafs ibn Ghiyath meriwayatkan kepada kami, katanya: Ayahku meriwayatkan kepada kami, dari Muhammad ibn Abi Yahya al-Aslami, dari Yazid ibn Abi Umayya al-Awar, dari Yusuf ibn Abdullah ibn Salam, yang berkata: Aku melihat Nabi, semoga kedamaian dan berkah Allah tercurah kepadanya, mengambil sepotong roti jelai, meletakkan kurma di atasnya, dan berkata: Ini adalah makanan yang nikmat. Kemudian beliau memakannya.
34
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 25/183
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ الْعَوَّامِ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُعْجِبُهُ الثُّفْلُ، قَالَ عَبْدُ اللهِ: يَعْنِي مَا بَقِيَ مِنَ الطَّعَامِ.
Abdullah ibn Abd al-Rahman memberi tahu kami: Saeed ibn Sulayman memberi tahu kami, dari Abbad ibn al-Awwam, dari Humayd, dari Anas: bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menyukai sisa makanan. Abdullah berkata: maksudnya adalah sisa makanan yang masih ada.