111 Hadis
01
Jami at-Tirmidzi # 36/2304
Ibnu Abbas (RA)
حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، وَسُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ صَالِحٌ حَدَّثَنَا وَقَالَ، سُوَيْدٌ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ ‏"‏ ‏.‏
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ‏.‏ وَقَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَرَوَاهُ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ فَرَفَعُوهُ وَأَوْقَفَهُ بَعْضُهُمْ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ ‏.‏
Saleh bin Abdullah dan Suwayd bin Nasr menceritakan kepada kami, Saleh menceritakan kepada kami dan berkata, Suwayd menceritakan kepada kami Abdullah bin Al-Mubarak, atas wewenang Abd Allah bin Saeed bin Abi Hind, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda, “Dua berkah yang banyak di antaranya tidak dapat dibenarkan.” Masyarakat, kesehatan, dan waktu luang.” Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Yahya bin Saeed menceritakan kepada kami, Abdullah bin Saeed bin Abi Hind menceritakan kepada kami, atas otoritas bapaknya, atas otoritas Ibnu Abbas, atas otoritas Nabi Muhammad SAW, dan sejenisnya. Katanya, dan pada bab tentang kekuasaan Anas bin Malik. Katanya ini adalah hadis yang baik dan shahih. Lebih dari satu orang meriwayatkannya dari Abdullah bin Saeed bin Abi Hind, sehingga mereka mengaitkannya dengan Nabi, namun ada pula yang mengaitkannya dengan Abdullah bin Saeed bin Abi Hind. India...
02
Jami at-Tirmidzi # 36/2305
Hasan (RA)
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلاَلٍ الصَّوَّافُ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ أَبِي طَارِقٍ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَنْ يَأْخُذُ عَنِّي هَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ فَيَعْمَلُ بِهِنَّ أَوْ يُعَلِّمُ مَنْ يَعْمَلُ بِهِنَّ ‏"‏ ‏.‏ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقُلْتُ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَخَذَ بِيَدِي فَعَدَّ خَمْسًا وَقَالَ ‏"‏ اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ جَعْفَرِ بْنِ سُلَيْمَانَ ‏.‏ وَالْحَسَنُ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ شَيْئًا هَكَذَا رُوِيَ عَنْ أَيُّوبَ وَيُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ وَعَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ قَالُوا لَمْ يَسْمَعِ الْحَسَنُ مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ وَرَوَى أَبُو عُبَيْدَةَ النَّاجِيُّ عَنِ الْحَسَنِ هَذَا الْحَدِيثَ قَوْلَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Bishr bin Hilal Al-Sawwaf Al-Basri meriwayatkan kepada kami, Ja’far bin Sulaiman meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Tariq, atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Abu Hurairah, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT, semoga Allah SWT shalawat dan salam menyertainya, bersabda: “Barang siapa yang mengambil perkataan ini dariku dan mengamalkannya atau mengajarkan siapa saja yang mengamalkannya?” kata Abu. Anak kucing, maka aku berkata, ya Rasulullah, lalu dia memegang tanganku dan menghitung lima dan berkata, “Waspadalah terhadap inses, maka kamu akan menjadi orang yang paling bertaqwa, dan berpuaslah dengan apa yang telah Tuhan berikan kepadamu dan kamu akan menjadi.” Jadilah orang yang paling kaya, berbuat baiklah terhadap sesamamu, beriman, dan cintailah orang lain seperti kamu mencintai dirimu sendiri, jadilah muslim, dan jangan banyak tertawa, karena Tertawa berlebihan membunuh hati.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang aneh. Kita tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Ja’far bin Sulaiman. Dan Al-Hasan tidakkah Dia mendengar hal seperti ini dari Abu Hurairah. Diriwayatkan dari Ayyub, Yunus bin Ubaid, dan Ali bin Zayd. Mereka berkata: Al-Hasan tidak mendengar kabar dari Abu Hurairah. Abu Ubaidah Al-Naji meriwayatkan hadits ini atas wewenang Al-Hasan, namun ia tidak menyebutkan di dalamnya atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW.
03
Jami at-Tirmidzi # 36/2306
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو مُصْعَبٍ الْمَدَنِيُّ، عَنْ مُحَرَّرِ بْنِ هَارُونَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ سَبْعًا هَلْ تَنْظُرُونَ إِلاَّ فَقْرًا مُنْسِيًا أَوْ غِنًى مُطْغِيًا أَوْ مَرَضًا مُفْسِدًا أَوْ هَرَمًا مُفَنِّدًا أَوْ مَوْتًا مُجْهِزًا أَوِ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ أَوِ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ الأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ مُحَرَّرِ بْنِ هَارُونَ وَقَدْ رَوَى بِشْرُ بْنُ عُمَرَ وَغَيْرُهُ عَنْ مُحَرَّرِ بْنِ هَارُونَ هَذَا ‏.‏ وَقَدْ رَوَى مَعْمَرٌ هَذَا الْحَدِيثَ عَمَّنْ سَمِعَ سَعِيدًا الْمَقْبُرِيَّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏ وَقَالَ تَنْتَظِرُونَ ‏.‏
Abu Musab Al-Madani menceritakan kepada kami, atas wewenang Muharrar bin Harun, atas wewenang Abdul-Rahman Al-Araj, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Segeralah beramal shaleh. Apakah kamu tidak melihat apa-apa selain kemiskinan yang terlupakan, atau kekayaan yang berlimpah, atau penyakit yang merusak, atau usia tua yang merusak, atau kematian?” Atau Dajjal yang tidak hadir dan menunggu keburukan, atau Hari Kiamat, karena Hari Kiamat itu lebih buruk lagi pahitnya.” Dia berkata, “Ini adalah hadis yang bagus dan aneh. Kami tidak mengetahuinya sebagai sebuah hadis.” Al-Araj dari Abu Hurairah, kecuali hadits Muharrar bin Harun, dan Bishr bin Umar dan lain-lain meriwayatkan dari Muharrar bin Harun. Muammar meriwayatkan hadits ini dari seseorang yang mendengar Saeed al-Maqbari dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad SAW, dan dia berkata, “Tunggu.”
04
Jami at-Tirmidzi # 36/2307
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ‏"‏ ‏.‏ يَعْنِي الْمَوْتَ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan menceritakan kepada kami, Al-Fadl bin Musa menceritakan kepada kami, atas otoritas Muhammad bin Amr, atas otoritas Abu Salamah, atas otoritas Abu Hurairah, Rasulullah, saw, bersabda Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: “Sering-seringlah menyebut orang yang mencari kesenangan.” Ini berarti kematian. Katanya, dan pada bab tentang kekuasaan Abu Sa’id. Abu Issa mengatakan hal ini. Sebuah hadis yang bagus dan aneh...
05
Jami at-Tirmidzi # 36/2308
Hani (RA)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَحِيرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ هَانِئًا، مَوْلَى عُثْمَانَ قَالَ كَانَ عُثْمَانُ إِذَا وَقَفَ عَلَى قَبْرٍ بَكَى حَتَّى يَبُلَّ لِحْيَتَهُ فَقِيلَ لَهُ تُذْكَرُ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلاَ تَبْكِي وَتَبْكِي مِنْ هَذَا فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلاَّ وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ هِشَامِ بْنِ يُوسُفَ ‏.‏
Hanad menceritakan kepada kami, Yahya bin Mu’in menceritakan kepada kami, Hisyam bin Yusuf menceritakan kepada kami, Abdullah bin Buhair menceritakan kepada saya bahwa dia mendengar dengan baik, Mawla Usman berkata: Setiap kali Usman berdiri di atas kuburan, dia akan menangis sampai janggutnya basah, dan dikatakan kepadanya: Ingatlah Surga dan Neraka, maka janganlah kamu menangis dan menangis karenanya. Beliau bersabda bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kuburan adalah tahap pertama dari akhirat, maka jika dia selamat darinya, maka apa yang terjadi setelahnya lebih mudah darinya, dan jika dia tidak lolos darinya, maka apa yang terjadi setelahnya.” “Setelah dia, keadaannya akan lebih parah dari sebelumnya.” Dia berkata, “Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata, ‘Saya belum pernah melihat pemandangan kecuali kuburannya lebih buruk dari itu.’” Dia berkata: Ini adalah hadis yang baik dan aneh. Kita tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Hisyam bin Yusuf.
06
Jami at-Tirmidzi # 36/2309
Ubada bin al-Samit (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا، يُحَدِّثُ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَ وَأَنَسٍ وَأَبِي مُوسَى ‏.‏ قَالَ حَدِيثُ عُبَادَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan memberi tahu kami, Abu Dawud memberi tahu kami, Shu`bah memberi tahu kami, atas otoritas Qatada, dia berkata, Saya mendengar Anas, berbicara tentang Ubadah ibn al-Samit, Atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dia berkata: “Barangsiapa senang bertemu dengan Tuhan, maka Tuhan akan senang bertemu dengan-Nya, dan siapa pun yang benci bertemu dengan Tuhan, maka Tuhan akan benci bertemu dengan-Nya.” Katanya, dan atas wewenang Abu Hurairah, Aisyah, Anas, dan Abu Musa. Katanya, sebuah hadis ibadah, sebuah hadis yang baik dan shahih.
07
Jami at-Tirmidzi # 36/2310
Aisyah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو الأَشْعَثِ، أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطُّفَاوِيُّ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ ‏:‏ ‏(‏ وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ ‏)‏ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ يَا صَفِيَّةُ بِنْتَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ إِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا سَلُونِي مِنْ مَالِي مَا شِئْتُمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي مُوسَى وَابْنِ عَبَّاسٍ ‏.‏ قَالَ حَدِيثُ عَائِشَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏ هَكَذَا رَوَى بَعْضُهُمْ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ نَحْوَ هَذَا وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُرْسَلاً لَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَائِشَةَ ‏.‏
Abu Al-Ash’ath meriwayatkan kepada kami, Ahmad bin Al-Miqdam Al-Ijli meriwayatkan kepada kami, Muhammad bin Abdul-Rahman Al-Taffawi meriwayatkan kepada kami, Hisyam bin Urwa meriwayatkan kepada kami, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Aisyah, dia berkata ketika ayat ini diturunkan: (Dan ingatkanlah keluarga terdekatmu) Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Wahai Safiyya binti Abdul Muttalib, wahai Fathimah binti Muhammad, wahai anak-anak Abdul Muttalib, aku tidak memiliki apapun untukmu dari Allah. Tanyakan kepada saya tentang kekayaan saya, berapa pun yang Anda inginkan. Katanya, dan atas wewenang Abu Hurairah, Abu Musa, dan Ibnu Abbas. Katanya hadis Aisyah adalah hadis yang baik dan hadis yang ganjil. Ada yang meriwayatkan dari Hisyam bin Urwa, kira-kira seperti ini, dan ada pula yang meriwayatkan dari Hisyam, dari ayahnya, dari Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, sebagai seorang rasul yang di dalamnya dia tidak menyebutkan tentang Aisyah.
08
Jami at-Tirmidzi # 36/2311
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمَسْعُودِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ وَلاَ يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي رَيْحَانَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ هُوَ مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ وَهُوَ مَدَنِيٌّ ثِقَةٌ رَوَى عَنْهُ شُعْبَةُ وَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ ‏.‏
Hanad menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdul Rahman bin Abdullah Al-Masoudi, atas wewenang Muhammad bin Abdul Rahman, atas wewenang Issa bin Thalhah, atas wewenang Abu Hurairah, bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang menangis karena takut kepada Allah tidak akan masuk Neraka sampai dia Susu kembali ke ambing, dan tidak ada debu yang terkumpul demi Allah, dan tidak ada asap Neraka.” Katanya, dan atas wewenang Abu Rayhanah dan Ibnu Abbas. Katanya ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Muhammad bin Abdul Rahman adalah klien dari keluarga Thalhah dan dia adalah seorang Madani yang dapat dipercaya. Syu'bah meriwayatkan dari dia dan Sufyan Revolusioner...
09
Jami at-Tirmidzi # 36/2312
Abu Dzar Al-Ghifari (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْمُهَاجِرِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ مُوَرِّقٍ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ وَأَسْمَعُ مَا لاَ تَسْمَعُونَ أَطَّتِ السَّمَاءُ وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلاَّ وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا وَمَا تَلَذَّذْتُمْ بِالنِّسَاءِ عَلَى الْفُرُشِ وَلَخَرَجْتُمْ إِلَى الصُّعُدَاتِ تَجْأَرُونَ إِلَى اللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ لَوَدِدْتُ أَنِّي كُنْتُ شَجَرَةً تُعْضَدُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَنَسٍ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَيُرْوَى مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ أَنَّ أَبَا ذَرٍّ قَالَ لَوَدِدْتُ أَنِّي كُنْتُ شَجَرَةً تُعْضَدُ ‏.‏
Ahmad bin Mani` menceritakan kepada kami, Abu Ahmad al-Zubayri menceritakan kepada kami, Israel menceritakan kepada kami, atas wewenang Ibrahim bin al-Muhajir, atas wewenang Mujahid, atas wewenang Muwarriq, Atas wewenang Abu Dzar, Rasulullah SAW, bersabda, “Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat dan mendengar apa yang tidak kamu dengar. Untuk mengelilingi apa yang ada di dalamnya tempat empat jari, kecuali malaikat yang meletakkan keningnya, sujud kepada Allah. Jika Anda tahu apa yang saya ketahui, Anda akan tertawa sedikit. “Dan kamu banyak menangis, dan kamu tidak bersenang-senang dengan wanita di ranjang, tetapi kamu pergi ke tempat tinggi, berani kepada Tuhan.” Aku berharap aku menjadi pohon. Itu didukung. Abu Issa berkata: Atas wewenang Abu Hurairah, Aisha, Ibnu Abbas, dan Anas, dia berkata: Ini adalah hadis yang bagus dan aneh. Hal ini diriwayatkan. Selain itu, Abu Dzar berkata: Seandainya aku menjadi pohon yang dapat ditopang.
10
Jami at-Tirmidzi # 36/2313
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو حَفْصٍ، عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ الْفَلاَّسُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا ‏"‏ ‏.‏ هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Abu Hafs menceritakan kepada kami, Amr bin Ali Al-Fallas menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab Al-Thaqafi menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Amr, atas wewenang Abu Salamah, atas wewenang Abu Hurairah, Beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, “Sekiranya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Ini adalah hadis shahih. .
11
Jami at-Tirmidzi # 36/2314
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Ibnu Abi Adi meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Ishaq, Muhammad bin Ibrahim meriwayatkan kepadaku, atas wewenang Issa bin Thalhah, atas wewenang ayahku Hurairah, Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Seseorang mengucapkan sepatah kata pun tanpa melihat ada bahaya di dalamnya, dan dia akan membuat tujuh puluh orang terjatuh karenanya.” Musim gugur di Neraka. Dia berkata: Ini adalah hadis yang baik dan aneh dari sudut pandang ini.
12
Jami at-Tirmidzi # 36/2315
Bahz bin Hakim (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ جَدِّي، قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ بِالْحَدِيثِ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ فَيَكْذِبُ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Yahya bin Saeed meriwayatkan kepada kami, Bahz bin Hakim meriwayatkan kepada kami, ayahku meriwayatkan kepadaku, atas wewenang kakekku, dia berkata, Aku mendengar Nabi Muhammad SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, katakanlah, “Celakalah orang yang bercerita untuk membuat orang tertawa, lalu dia berbohong. Celakalah dia, celakalah dia.” Dia berkata, dan atas otoritas ayahku Hurairah. Dia berkata, “Ini adalah hadis yang bagus.”
13
Jami at-Tirmidzi # 36/2316
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ الْبَغْدَادِيُّ، حَدَّثَنَاَ عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ تُوُفِّيَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ يَعْنِي رَجُلٌ أَبْشِرْ بِالْجَنَّةِ ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ أَوَلاَ تَدْرِي فَلَعَلَّهُ تَكَلَّمَ فِيمَا لاَ يَعْنِيهِ أَوْ بَخِلَ بِمَا لاَ يَنْقُصُهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Suleiman bin Abdul-Jabbar Al-Baghdadi meriwayatkan kepada kami, Umar bin Hafs bin Ghayath meriwayatkan kepada kami, ayahku meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-A’mash, atas wewenang Anas bin Malik, Beliau berkata, salah satu sahabatnya meninggal dunia, maka beliau berkata, maksudnya, seorang laki-laki yang diberi kabar gembira tentang surga. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kamu tidak mengetahuinya? Mungkin saja Dia berbicara tentang apa yang tidak menjadi perhatiannya atau pelit dengan apa yang tidak dia miliki.” Dia berkata: Ini adalah hadis yang aneh.
14
Jami at-Tirmidzi # 36/2317
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ نَصْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ، وَغَيْرُ، وَاحِدٍ، قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُسْهِرٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَمَاعَةَ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ قُرَّةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Ahmad bin Nasr al-Naysaburi, dan lebih dari satu orang, meriwayatkan kepada kami. Mereka berkata, Abu Mushar meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ismail bin Abdullah bin Sama’ah, atas wewenang Al-Awza’i, atas wewenang Qurra, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Abu Salamah, atas wewenang Abu Hurairah, bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Dari Islam yang baik “Seseorang meninggalkan apa yang bukan urusannya.” Beliau bersabda, “Ini adalah sebuah hadis yang aneh yang tidak kita ketahui dari hadis Abu Salamah, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, kecuali bagi mereka yang Wajah ini...
15
Jami at-Tirmidzi # 36/2318
Ali bin al-Husain (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكَهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَكَذَا رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَصْحَابِ الزُّهْرِيِّ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَ حَدِيثِ مَالِكٍ مُرْسَلاً وَهَذَا عِنْدَنَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ وَعَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ لَمْ يُدْرِكْ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Malik bin Anas meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Ali bin Husain, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Sesungguhnya dari Islam yang baik Seseorang meninggalkan apa yang tidak ada gunanya.” Abu Issa berkata, maka dari itu lebih dari satu sahabat Al-Zuhri meriwayatkan dari riwayat Al-Zuhri di atas riwayat Ali. Bin Husein atas wewenang Rasulullah SAW dan memberinya shalawat, serupa dengan hadis mursal Malik, dan ini menurut kami lebih shahih dibandingkan dengan hadis Abu Salamah wewenang Abu Hurairah. Dan Ali bin Husein tidak bertemu dengan Ali bin Abi Thalib.
16
Jami at-Tirmidzi # 36/2319
Muhammad bin Amr (RA)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ جَدِّي، قَالَ سَمِعْتُ بِلاَلَ بْنَ الْحَارِثِ الْمُزَنِيَّ، صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ فَيَكْتُبُ اللَّهُ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ فَيَكْتُبُ اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا سَخَطَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَهَكَذَا رَوَاهُ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو نَحْوَ هَذَا قَالُوا عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ بِلاَلِ بْنِ الْحَارِثِ ‏.‏ وَرَوَى هَذَا الْحَدِيثَ مَالِكٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِيهِ عَنْ بِلاَلِ بْنِ الْحَارِثِ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ جَدِّهِ ‏.‏
Hanad meriwayatkan kepada kami, Abdah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Amr, ayahku meriwayatkan kepadaku, atas wewenang kakekku, dia berkata: Aku mendengar Bilal bin Al-Harits Al-Muzani, sahabat Rasulullah. Ya Allah, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya, mengatakan: Saya mendengar Rasulullah, semoga doa dan damai Allah besertanya, mengatakan, “Salah satu dari kalian mengucapkan kata-kata yang diridhai Allah. Dia berpikir bahwa dia akan mencapai apa yang telah dicapainya, dan Allah akan mencatat kepuasan-Nya terhadapnya sampai hari dia bertemu dengannya. Sesungguhnya salah seorang di antara kalian mengucapkan sepatah kata pun karena marah. Allah tidak menyangka bahwa ia akan mencapai apa yang telah diraihnya, maka Allah akan mencatat kemurkaan-Nya atas dirinya sampai pada hari ia bertemu dengannya.” Katanya, dan atas kewenangan Ummu Habibah Katanya Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Dan lebih dari satu orang meriwayatkannya berdasarkan otoritas Muhammad ibn Amr. Demikian pula mereka mengatakan tentang wewenang Muhammad bin Amr tentang wewenang ayahnya, Atas wewenang kakeknya, dan atas wewenang Bilal bin Al-Harits. Hadits ini diriwayatkan oleh Malik atas wewenang Muhammad bin Amr, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Bilal bin Al-Harits, namun di dalamnya ia tidak menyebutkan tentang Temukan...
17
Jami at-Tirmidzi # 36/2320
Sahl bin Sa'd (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Abd al-Hamid bin Sulaiman meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Hazim, atas wewenang Sahl bin Saad, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Jika di mata Allah, dunia ini setara dengan sayap nyamuk. Dia tidak pernah memberi minum air darinya kepada orang kafir.” Dan atas wewenang Abu Hurairah, Abu Hurairah berkata: Ya Tuhan, ini adalah hadis yang otentik dan aneh dari sudut pandang ini.
18
Jami at-Tirmidzi # 36/2321
al-Mustawrid bin Shaddad (RA)
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ مُجَالِدٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنِ الْمُسْتَوْرِدِ بْنِ شَدَّادٍ، قَالَ كُنْتُ مَعَ الرَّكْبِ الَّذِينَ وَقَفُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى السَّخْلَةِ الْمَيِّتَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَتَرَوْنَ هَذِهِ هَانَتْ عَلَى أَهْلِهَا حِينَ أَلْقَوْهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا مِنْ هَوَانِهَا أَلْقَوْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَالدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ عَلَى أَهْلِهَا ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ وَابْنِ عُمَرَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ الْمُسْتَوْرِدِ حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏
Suwayd bin Nasr menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, atas otoritas Mujalid, atas otoritas Qays bin Abi Hazim, atas otoritas Al-Mustarid bin Shaddad, Dia berkata, “Saya bersama kelompok yang berdiri bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, di bukit mati.” Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata, Apakah Anda melihat bahwa wanita ini mempermalukan keluarganya ketika mereka membuangnya? Mereka berkata, “Karena kehinaannya, buanglah dia ya Rasulullah.” Dia berkata, “Untuk dunia ini.” Hal ini lebih tidak berarti bagi Tuhan daripada bagi umatnya.” Berdasarkan riwayat Jabir dan Ibnu Umar, Abu Issa mengatakan hadis pengimpor adalah hadis yang baik. .
19
Jami at-Tirmidzi # 36/2322
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ الْمُكْتِبُ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ ثَابِتٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتِ بْنِ ثَوْبَانَ، قَالَ سَمِعْتُ عَطَاءَ بْنَ قُرَّةَ، قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ ضَمْرَةَ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالاَهُ وَعَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Muhammad bin Hatim Al-Muttab memberitahu kami, Ali bin Thabit memberitahu kami, Abd al-Rahman bin Thabit bin Thaban memberitahu kami, dia berkata, aku mendengar Ata bin Qurra, dia berkata, aku mendengar Abdullah bin Damra, dia berkata, aku mendengar Abu Hurairah, berkata, Aku mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan, “Kecuali itu “Terlaknatlah dunia ini, terkutuklah segala yang ada di dalamnya kecuali mengingat Allah dan apa yang diikuti Allah, baik ulama maupun pembelajar.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan aneh.”
20
Jami at-Tirmidzi # 36/2323
Qa'is bin Abi Hazim (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ، حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ أَبِي حَازِمٍ، قَالَ سَمِعْتُ مُسْتَوْرِدًا، أَخَا بَنِي فِهْرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ مَا الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَاذَا يَرْجِعُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ يُكْنَى أَبَا عَبْدِ اللَّهِ وَوَالِدُ قَيْسٍ أَبُو حَازِمٍ اسْمُهُ عَبْدُ بْنُ عَوْفٍ وَهُوَ مِنَ الصَّحَابَةِ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Yahya bin Saeed meriwayatkan kepada kami, Ismail bin Abi Khaled meriwayatkan kepada kami, Qais bin Abi Hazim meriwayatkan kepada kami, dia berkata aku mendengar secara Impor, saudara Bani Fihr berkata: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Dunia di akhirat tidak lain hanyalah seperti salah satu dari kalian yang memasukkan jarinya ke dalamnya. “Biarkan dia melihat dengan apa dia akan kembali.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang hasan dan shahih.” Ismail bin Abi Khaled dijuluki Abu Abd. Demi Tuhan, ayah Qais adalah Abu Hazim, namanya Abd ibn Awf, dan dia termasuk salah satu Sahabat.
21
Jami at-Tirmidzi # 36/2324
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Qutaibah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Ala’ bin Abdul Rahman, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Abu Hurairah, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: Ya Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, “Dunia adalah penjaranya orang-orang beriman dan surganya orang-orang kafir.” Dan atas wewenang Abdullah bin Amr. Abu Issa mengatakan hal ini. Sebuah hadits yang baik dan shahih
22
Jami at-Tirmidzi # 36/2325
Abu Kabshah al-Anmari (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا عُبَادَةُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ خَبَّابٍ، عَنْ سَعِيدٍ الطَّائِيِّ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ، أَنَّهُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو كَبْشَةَ الأَنْمَارِيُّ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ ثَلاَثَةٌ أُقْسِمُ عَلَيْهِنَّ وَأُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا فَاحْفَظُوهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ وَلاَ ظُلِمَ عَبْدٌ مَظْلِمَةً فَصَبَرَ عَلَيْهَا إِلاَّ زَادَهُ اللَّهُ عِزًّا وَلاَ فَتَحَ عَبْدٌ بَابَ مَسْأَلَةٍ إِلاَّ فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ بَابَ فَقْرٍ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا وَأُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا فَاحْفَظُوهُ قَالَ ‏"‏ إِنَّمَا الدُّنْيَا لأَرْبَعَةِ نَفَرٍ عَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِي فِيهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَيَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ عِلْمًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالاً فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِي مَالاً لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَلَمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًا فَهُوَ يَخْبِطُ فِي مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لاَ يَتَّقِي فِيهِ رَبَّهُ وَلاَ يَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَلاَ يَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ لَمْ يَرْزُقْهُ اللَّهُ مَالاً وَلاَ عِلْمًا فَهُوَ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِي مَالاً لَعَمِلْتُ فِيهِ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُمَا سَوَاءٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Muhammad bin Ismail meriwayatkan kepada kami, Abu Nu'aym meriwayatkan kepada kami, Ubadah bin Muslim meriwayatkan kepada kami, Yunus bin Khabab meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Sa'id al-Tai Abi Al-Bakhtari, bahwa dia berkata, Abu Kabsha Al-Anmari menceritakan kepadaku, bahwa dia mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, katakanlah, “Tiga, aku bersumpah Dan aku akan menceritakan kepadamu sebuah hadits, maka hafallah.” Beliau bersabda, “Tidak ada seorang hamba yang hartanya berkurang karena sedekah, dan tidak ada seorang hamba yang berbuat zalim melainkan bersabar di dalamnya kecuali Semoga Allah menambah kemuliaannya, dan tidak ada seorang hamba yang membukakan pintu pertanyaan kecuali Allah membukakan baginya pintu kemiskinan atau sejenisnya. Saya akan menceritakan sebuah hadits kepada anda, maka hafallah. Beliau bersabda, “Dunia itu untuk empat orang: seorang hamba yang dianugerahkan Allah harta dan ilmu, dan di dalamnya dia bertakwa kepada Tuhannya, menjaga tali silaturahmi, dan mengakui ilmu Allah di dalamnya.” Sesungguhnya ini adalah salah satu tempat terbaik, dan hamba yang diberi ilmu oleh Allah, namun tidak diberi uang, maka dia mempunyai niat yang ikhlas. Dia berkata, “Kalau saja saya punya uang.” Aku akan melakukan pekerjaan si fulan, dan itu adalah niatnya, maka pahala mereka sama. Adapun seorang hamba yang dibekali Allah dengan harta namun tidak diberi ilmu, maka ia mengacak-acak hartanya secara zalim. Ilmu yang mana dia tidak bertakwa kepada Rabbnya dan tidak memelihara tali silaturahmi serta tidak mengetahui bahwa Allah berhak atasnya. Ini adalah tempat paling hina dan hamba yang tidak disediakan Allah. Baik kekayaan maupun pengetahuan. Dia berkata, ‘Jika saya mempunyai kekayaan, saya akan mengerjakan pekerjaan ini dan itu. Dia putrinya, tapi beban mereka sama.’” Kata Abu Issa, ini adalah hadis yang baik dan shahih
23
Jami at-Tirmidzi # 36/2326
Ibnu Mas'ud (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ بَشِيرٍ أَبِي إِسْمَاعِيلَ، عَنْ سَيَّارٍ، عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ مَنْ نَزَلَتْ بِهِ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ وَمَنْ نَزَلَتْ بِهِ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِاللَّهِ فَيُوشِكُ اللَّهُ لَهُ بِرِزْقٍ عَاجِلٍ أَوْ آجِلٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Abd al-Rahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Bashir Abi Ismail, atas wewenang Sayyar, atas wewenang Tariq bin Shihab, atas wewenang Abdullah bin Masoud, yang berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa dilanda kemiskinan, maka ia menimpakan kepada manusia, maka hal itu tidak dapat dicegah.” Dan barangsiapa yang tertimpa musibah, diturunkannya oleh Allah, maka Allah akan segera memberinya rezeki, baik dalam waktu dekat maupun di kemudian hari.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang bagus. Anehnya benar...
24
Jami at-Tirmidzi # 36/2327
Abu Wa'il (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَنْصُورٍ، وَالأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، قَالَ جَاءَ مُعَاوِيَةُ إِلَى أَبِي هَاشِمِ بْنِ عُتْبَةَ وَهُوَ مَرِيضٌ يَعُودُهُ فَقَالَ يَا خَالُ مَا يُبْكِيكَ أَوَجَعٌ يُشْئِزُكَ أَمْ حِرْصٌ عَلَى الدُّنْيَا قَالَ كُلٌّ لاَ وَلَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَهِدَ إِلَىَّ عَهْدًا لَمْ آخُذْ بِهِ قَالَ ‏
"‏ إِنَّمَا يَكْفِيكَ مِنْ جَمْعِ الْمَالِ خَادِمٌ وَمَرْكَبٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ وَأَجِدُنِي الْيَوْمَ قَدْ جَمَعْتُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى زَائِدَةُ وَعَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ سَهْمٍ قَالَ دَخَلَ مُعَاوِيَةُ عَلَى أَبِي هَاشِمٍ فَذَكَرَ نَحْوَهُ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ بُرَيْدَةَ الأَسْلَمِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan menceritakan kepada kami, Abdul Razzaq menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Mansour, dan Al-A’mash, atas wewenang Abu Wa’il, dia berkata: Muawiyah datang ketika dia sakit, Abu Hasyim bin Utbah menjenguknya dan berkata, “Paman, apa yang membuatmu menangis? Apakah rasa sakit yang membuatmu muak atau hasrat pada dunia?” Semua orang berkata, “Tidak, tapi.” Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, membuat perjanjian dengan saya yang tidak saya ikuti. Beliau bersabda, “Sesungguhnya akumulasi uang itu cukup bagimu sebagai hamba dan pengendara di jalan Allah.” Dan ternyata hari ini aku telah mengumpulkannya... Abu Issa berkata: Zaida dan Ubaidah bin Humaid meriwayatkan berdasarkan wewenang Mansour, berdasarkan wewenang Abu Wael, berdasarkan wewenang Samurah bin Anak panah Dia berkata: Muawiyah menemui Abu Hasyim dan menyebutkan hal serupa. Dan pada bab tentang otoritas Buraydah Al-Aslami, tentang otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
25
Jami at-Tirmidzi # 36/2328
Abdullah (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ شِمْرِ بْنِ عَطِيَّةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ سَعْدِ بْنِ الأَخْرَمِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ لاَ تَتَّخِذُوا الضَّيْعَةَ فَتَرْغَبُوا فِي الدُّنْيَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, Sufyan meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Amash, atas wewenang Shimr bin Atiya, atas wewenang Al-Mughirah bin Saad bin Al-Ahram, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Abdullah bin Masoud, bersabda: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Janganlah kamu mengambil harta warisan untuk kepentingan ini. dunia.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik.
26
Jami at-Tirmidzi # 36/2329
Abdullah bin Busr (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ، أَنَّ أَعْرَابِيًّا، قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ ‏
"‏ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَجَابِرٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Zayd bin Hubab menceritakan kepada kami, atas wewenang Muawiyah bin Shalih, atas wewenang Amr bin Qais, atas wewenang Abdullah bin Busr, bahwa orang Badui, Beliau bersabda, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?” Beliau bersabda, “Orang yang panjang umur dan beramal shaleh.” Dan atas wewenang Abu Hurairah dan Jabir. Abu Ya Tuhan, ini adalah hadis yang bagus dan aneh dari sudut pandang ini.
27
Jami at-Tirmidzi # 36/2330
Abd Al-Rahman Bin Abi-Bakrah
حَدَّثَنَا أَبُو حَفْصٍ، عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَجُلاً، قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ ‏"‏ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ ‏"‏ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Abu Hafs meriwayatkan kepada kami, Amr bin Ali meriwayatkan kepada kami, Khalid bin Al-Harits meriwayatkan kepada kami, Syu’bah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ali bin Zayd, atas wewenang Abd al-Rahman bin Abi Besok, atas wewenang ayahnya, ada seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, orang manakah yang terbaik?” Beliau bersabda, “Barang siapa yang berumur panjang dan beramal shaleh.” Dia berkata, “Orang siapa yang jahat?” Beliau bersabda: “Orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
28
Jami at-Tirmidzi # 36/2331
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ، عَنْ كَامِلٍ أَبِي الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ عُمُرُ أُمَّتِي مِنْ سِتِّينَ سَنَةً إِلَى سَبْعِينَ سَنَةً ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏
Ibrahim bin Saeed Al-Jawhari menceritakan kepada kami, Muhammad bin Rabi’ah menceritakan kepada kami, atas otoritas Kamil Abi Al-Ala, atas otoritas Abu Salih, atas otoritas Abu Hurairah, beliau bersabda Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Umur bangsaku adalah dari enam puluh hingga tujuh puluh tahun.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis hasan gharieb.” Hadits Abu Shalih pada wewenang Abu Hurairah, dan diriwayatkan melalui lebih dari satu riwayat, atas wewenang Abu Hurairah.
29
Jami at-Tirmidzi # 36/2332
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْعُمَرِيُّ، عَنْ سَعْدِ بْنِ سَعِيدٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونُ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونُ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونُ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونُ السَّاعَةُ كَالضَّرْمَةِ بِالنَّارِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَسَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ هُوَ أَخُو يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأَنْصَارِيِّ ‏.‏
Abbas bin Muhammad al-Duri menceritakan kepada kami, Khalid bin Mukhlid menceritakan kepada kami, Abdullah bin Omar al-Amri menceritakan kepada kami, atas wewenang Saad bin Saeed al-Ansari, atas wewenang Anas bin Malik berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Hari kiamat tidak akan tiba sampai waktunya semakin dekat dan sunnahnya terpenuhi.” Bagaikan sebulan, sebulan bagaikan hari Jumat, Jumat bagaikan siang hari, sehari bagaikan satu jam, dan satu jam bagaikan nyala api.” Dia berkata. Abu Issa, ini adalah hadis yang aneh jika dilihat dari sudut pandang ini. Saad bin Saeed adalah saudara laki-laki Yahya bin Saeed Al-Ansari.
30
Jami at-Tirmidzi # 36/2333
Mujahid (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ لَيْثٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِمِنْكَبِي فَقَالَ ‏"‏ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَعُدَّ نَفْسَكَ فِي أَهْلِ الْقُبُورِ ‏"‏ ‏.‏ فَقَالَ لِي ابْنُ عُمَرَ إِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تُحَدِّثْ نَفْسَكَ بِالْمَسَاءِ وَإِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تُحَدِّثْ نَفْسَكَ بِالصَّبَاحِ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي يَا عَبْدَ اللَّهِ مَا اسْمُكَ غَدًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ الأَعْمَشُ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ نَحْوَهُ ‏.‏
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ لَيْثٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan memberi tahu kami, Abu Ahmad memberi tahu kami, Sufyan memberi tahu kami, atas otoritas Laith, atas otoritas Mujahid, atas otoritas Ibnu Umar, dia berkata bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengambil Dia memberi salam kepadaku dan berkata, “Jadilah di dunia ini seolah-olah kamu adalah orang asing atau musafir, dan anggaplah dirimu termasuk di antara ahli kubur.” Lalu Ibnu Umar berkata kepadaku: Ketika kamu bangun tidur, janganlah berbicara pada dirimu sendiri di malam hari, dan jika kamu datang di malam hari, jangan berbicara pada dirimu sendiri di pagi hari, dan jagalah kesehatanmu sebelum kamu sakit dan hidupmu sebelum kematianmu, karena kamu tidak tahu wahai Abdullah, siapa namamu besok.” Abu Issa berkata, dan dia meriwayatkan hadits ini, atas wewenang Mujahid atas wewenang Ibnu Omar mirip dengannya. Ahmad bin Abdah al-Dhabi al-Basri meriwayatkan kepada kami, Hammad bin Zayd meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Laith, atas wewenang Mujahid, atas wewenang Ibnu Omar, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melakukan hal yang sama
31
Jami at-Tirmidzi # 36/2334
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ هَذَا ابْنُ آدَمَ وَهَذَا أَجَلُهُ ‏"‏ ‏.‏ وَوَضَعَ يَدَهُ عِنْدَ قَفَاهُ ثُمَّ بَسَطَهَا فَقَالَ ‏"‏ وَثَمَّ أَمَلُهُ وَثَمَّ أَمَلُهُ وَثَمَّ أَمَلُهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ‏.‏
Suwayd bin Nasr menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, atas wewenang Hammad bin Salamah, atas wewenang Ubayd Allah bin Abi Bakr bin Anas, atas wewenang Anas bin Malik berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Inilah anak Adam, dan inilah masa jabatannya.” Dia meletakkan tangannya di belakang kepalanya dan kemudian mengulurkannya. Jadi dia berkata “Dan kemudian harapannya, lalu harapannya, dan kemudian harapannya.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Dan atas wewenang Abu Sa’id.
32
Jami at-Tirmidzi # 36/2335
Abu al-Safr (RA)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي السَّفَرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ مَرَّ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَنَحْنُ نُعَالِجُ خُصًّا لَنَا فَقَالَ ‏"‏ مَا هَذَا ‏"‏ ‏.‏ فَقُلْنَا قَدْ وَهَى فَنَحْنُ نُصْلِحُهُ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ مَا أُرَى الأَمْرَ إِلاَّ أَعْجَلَ مِنْ ذَلِكَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَأَبُو السَّفَرِ اسْمُهُ سَعِيدُ بْنُ يُحْمِدَ وَيُقَالُ ابْنُ أَحْمَدَ الثَّوْرِيُّ ‏.‏
Hanad meriwayatkan kepada kami, Abu Muawiyah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Amash, atas wewenang Abu Al-Safar, atas wewenang Abdullah bin Amr, yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW, melewati kami. Kami sedang mentraktir seseorang yang spesial bagi kami, dan dia berkata, “Apa ini?” Kami berkata, “Ya,” dan kami akan memperbaikinya. Dia berkata, “Saya tidak melihat masalah ini lebih mendesak daripada yang sebenarnya.” "Itu." Abu Issa berkata, “Ini adalah hadits yang baik dan shahih. Nama bapak kitab tersebut adalah Sa’id bin Ahmad, dan beliau juga dipanggil Ibnu Ahmad Al-Thawri.”
33
Jami at-Tirmidzi # 36/2336
Ka'b bin Iyad (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ، حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ، أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرِ، حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ، قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ ‏.‏
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Al-Hasan bin Suwar menceritakan kepada kami, Laith bin Saad menceritakan kepada kami, atas wewenang Muawiyah bin Shalih, bahwa Abd al-Rahman bin Jubair Ibn Nufayr, dia menceritakan kepadanya atas wewenang ayahnya, atas wewenang Ka’b Ibn Iyadh, dia berkata: Saya mendengar Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan, “Sesungguhnya setiap bangsa mempunyai cobaan dan godaan.” “Negara saya adalah uang.” Abu Issa berkata, "Ini adalah hadis yang aneh dan shahih. Kami hanya mengetahuinya dari hadis Muawiyah bin Shalih."
34
Jami at-Tirmidzi # 36/2337
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ لأَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانِيًا وَلاَ يَمْلأُ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ وَأَبِي سَعِيدٍ وَعَائِشَةَ وَابْنِ الزُّبَيْرِ وَأَبِي وَاقِدٍ وَجَابِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Abdullah bin Abi Ziyad meriwayatkan kepada kami, Yaqoub bin Ibrahim bin Saad meriwayatkan kepada kami, ayah saya meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Shalih bin Kaysan, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Anas bin Malik, bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya anak Adam mempunyai lembah emas, dia akan senang memiliki yang kedua dan tidak mengisinya.” “Tidak ada yang lain selain debu, dan Allah akan mengampuni siapa pun yang bertobat.” Dan mengenai hal ini, berdasarkan wewenang Ubayy ibn Ka’b, Abu Sa’id, Aisha, Ibnu al-Zubayr, dan Abu Waqid. Jabir, Ibnu Abbas, dan Abu Hurairah. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik, shahih, dan aneh dari sudut pandang ini.
35
Jami at-Tirmidzi # 36/2338
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ قَلْبُ الشَّيْخِ شَابٌّ عَلَى حُبِّ اثْنَتَيْنِ طُولُ الْحَيَاةِ وَكَثْرَةُ الْمَالِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Al-Layth meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Ajlan, atas wewenang Al-Qaqa’ bin Hakim, atas wewenang Abu Shalih, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad saw. “Hati seorang syekh muda karena cinta dua wanita sepanjang hidupnya dan harta yang melimpah.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
36
Jami at-Tirmidzi # 36/2339
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَيَشِبُّ مِنْهُ اثْنَتَانِ الْحِرْصُ عَلَى الْعُمُرِ وَالْحِرْصُ عَلَى الْمَالِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Qutaibah memberi tahu kami, Abu Awanah memberi tahu kami, atas otoritas Qatada, atas otoritas Anas bin Malik, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata “Anak Adam menjadi tua dan menjadi tua karena dua hal: keserakahan terhadap hidup dan keserakahan terhadap uang.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis shahih.
37
Jami at-Tirmidzi # 36/2340
Abu Dzar Al-Ghifari (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ وَاقِدٍ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ حَلْبَسٍ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ الزَّهَادَةُ فِي الدُّنْيَا لَيْسَتْ بِتَحْرِيمِ الْحَلاَلِ وَلاَ إِضَاعَةِ الْمَالِ وَلَكِنَّ الزَّهَادَةَ فِي الدُّنْيَا أَنْ لاَ تَكُونَ بِمَا فِي يَدَيْكَ أَوْثَقَ مِمَّا فِي يَدَىِ اللَّهِ وَأَنْ تَكُونَ فِي ثَوَابِ الْمُصِيبَةِ إِذَا أَنْتَ أُصِبْتَ بِهَا أَرْغَبَ فِيهَا لَوْ أَنَّهَا أُبْقِيَتْ لَكَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَأَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيُّ اسْمُهُ عَائِذُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ ‏.‏ وَعَمْرُو بْنُ وَاقِدٍ مُنْكَرُ الْحَدِيثِ ‏.‏
Abdullah bin Abdul Rahman meriwayatkan kepada kami, Muhammad bin Al-Mubarak meriwayatkan kepada kami, Amr bin Waqid meriwayatkan kepada kami, Yunus bin Halbas meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Idris Al-Khawlani, atas wewenang Abu Dzar, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, bersabda: “Pertapaan di dunia ini bukanlah dengan melarang apa yang diperbolehkan atau Membuang-buang uang, tapi bertapa di dunia ini adalah tidak lebih percaya diri dengan apa yang ada di tanganmu daripada apa yang ada di tangan Tuhan, dan diberi pahala atas musibah jika kamu. Anda akan menyukainya jika itu disimpan untuk Anda. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh. Kita tidak mengetahuinya kecuali melalui jalur ini. Nama Abu Idris Al-Khawlani adalah Aid Allah bin Abdullah. Amr bin Waqid adalah hadits Munkar.
38
Jami at-Tirmidzi # 36/2341
Utsman bin Affan (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ، حَدَّثَنَا حُرَيْثُ بْنُ السَّائِبِ، قَالَ سَمِعْتُ الْحَسَنَ، يَقُولُ حَدَّثَنِي حُمْرَانُ بْنُ أَبَانَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ لَيْسَ لاِبْنِ آدَمَ حَقٌّ فِي سِوَى هَذِهِ الْخِصَالِ بَيْتٌ يَسْكُنُهُ وَثَوْبٌ يُوَارِي عَوْرَتَهُ وَجِلْفُ الْخُبْزِ وَالْمَاءِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَهُوَ حَدِيثُ الْحُرَيْثِ بْنِ السَّائِبِ ‏.‏ وَسَمِعْتُ أَبَا دَاوُدَ سُلَيْمَانَ بْنَ سَلْمٍ الْبَلْخِيَّ يَقُولُ قَالَ النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ جِلْفُ الْخُبْزِ يَعْنِي لَيْسَ مَعَهُ إِدَامٌ ‏.‏
Abd ibn Humayd meriwayatkan kepada kami, Abd al-Samad ibn Abd al-Warith meriwayatkan kepada kami, Harits ibn al-Sa'ib meriwayatkan kepada kami, dia berkata, saya mendengar Al-Hasan, dia berkata, Humran meriwayatkan kepada saya. Ibnu Aban, berdasarkan wewenang Utsman Ibnu Affan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Anak Adam tidak berhak atas apa pun selain sifat-sifat ini.” “Dia akan terlindung dengan pakaian yang menutupi auratnya, serta roti dan air.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadits yang baik dan shahih, dan itu adalah hadits Al-Harits bin Al-Sa'ib. Dan aku mendengar Abu Dawud Sulaiman bin Salam Al-Balkhi berkata: Al-Nadr bin Shumayl berkata: Rotinya kering, artinya tidak mengandung edamame.
39
Jami at-Tirmidzi # 36/2342
Mutarrif (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ انْتَهَى إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يَقُولُ ‏:‏ ‏(‏أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ ‏)‏ قَالَ ‏"‏ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي وَهَلْ لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ أَوْ أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan menceritakan kepada kami, Wahb bin Jarir menceritakan kepada kami, Shu'bah menceritakan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Mutarrif, atas wewenang ayahnya, bahwa ia sampai kepada Nabi Muhammad SAW, dan beliau berkata: (Kamu telah teralihkan oleh penggandaan.) Dia berkata: “Anak Adam berkata, ‘Hartaku adalah milikku, dan apakah kamu mendapatkan hartamu kecuali apa yang kamu sedekahkan?’” “Jadi kamu pergi, atau kamu makan, dan kamu melakukannya, atau kamu mengenakan pakaian, dan kamu melakukannya dengan baik.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan shahih.”
40
Jami at-Tirmidzi # 36/2343
Abu 'Umamah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ يُونُسَ، - هُوَ الْيَمَامِيُّ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ إِنْ تَبْذُلِ الْفَضْلَ خَيْرٌ لَكَ وَإِنْ تُمْسِكْهُ شَرٌّ لَكَ وَلاَ تُلاَمُ عَلَى كَفَافٍ وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَشَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ يُكْنَى أَبَا عَمَّارٍ ‏.‏
Muhammad bin Bashar memberitahu kami, Omar bin Yunus memberitahu kami - dia adalah Al-Yamimi, Ikrimah bin Ammar memberitahu kami, Shaddad bin Abdullah memberitahu kami, dia mengatakan saya mendengar Abu Umamah berkata: Rasulullah, semoga Allah SWT sholawat dan saw, bersabda: “Wahai anak Adam, jika kamu melimpahkan kebaikan, itu baik bagimu, tetapi jika kamu menahannya, itu jahat.” Anda tidak akan disalahkan karena menjadi miskin, dan mulailah dengan orang-orang yang Anda dukung, dan pihak yang di atas lebih baik daripada pihak yang di bawah.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Shaddad bin Abdullah dijuluki Abu Ammar.
41
Jami at-Tirmidzi # 36/2344
Umar bin Khattab (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدٍ الْكِنْدِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ حَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ هُبَيْرَةَ، عَنْ أَبِي تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيِّ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَأَبُو تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَالِكٍ ‏.‏
Ali bin Saeed Al-Kindi menceritakan kepada kami, Ibnu Al-Mubarak menceritakan kepada kami, atas wewenang Haywa bin Shurayh, atas wewenang Bakr bin Amr, atas wewenang Abdullah bin Hubayra, atas wewenang Abu Tamim al-Jishani, atas wewenang Omar ibn al-Khattab, bersabda: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Seandainya saja kamu bertawakal “Allah adalah kebenaran dalam amanat-Nya, kamu diberi rezeki sebagaimana kamu memberi rezeki pada burung ketika mereka kelelahan dan pergi dalam keadaan kelelahan.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Tidak.” Kami mengenalnya hanya dari sudut pandang ini. Nama Abu Tamim al-Jishani adalah Abdullah bin Malik.
42
Jami at-Tirmidzi # 36/2345
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِي النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَالآخَرُ يَحْتَرِفُ فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏
"‏ لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Abu Dawud al-Tayalisi meriwayatkan kepada kami, Hammad bin Salamah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Tsabit, atas wewenang Anas bin Malik, dia berkata bahwa itu adalah Dua bersaudara di masa Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Salah satu dari mereka biasa pergi menemui Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan yang lainnya biasa berlatih secara profesional. Profesional itu mengeluh tentang saudaranya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Mungkin kamu akan diberkahi dengan hal itu.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
43
Jami at-Tirmidzi # 36/2346
Salamah bin Ubaidullah bin Mihsan al-Khatmi (RA)
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَالِكٍ وَمَحْمُودُ بْنُ خِدَاشٍ الْبَغْدَادِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي شُمَيْلَةَ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِحْصَنٍ الْخَطْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ مَرْوَانَ بْنِ مُعَاوِيَةَ وَحِيزَتْ جُمِعَتْ حَدَّثَنَا بِذَلِكَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ نَحْوَهُ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ
Amr bin Malik dan Mahmoud bin Khaddash Al-Baghdadi menceritakan kepada kami, mereka berkata, Marwan bin Muawiyah menceritakan kepada kami, Abd al-Rahman bin Abi Shumaila menceritakan kepada kami, mereka berkata: Al-Ansari, atas wewenang Salama bin Ubayd Allah bin Muhsin Al-Khutmi, atas wewenang ayahnya, dan dia mempunyai sahabat. Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan: Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Barang siapa di antara kamu yang bangun dengan selamat di antara kawanannya, sehat jasmaninya, dan mendapat rezeki untuk harinya, maka seolah-olah dunia telah menjadi miliknya. kata Abu Issa. Ini adalah hadis yang bagus dan aneh. Kita tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Marwan bin Muawiyah yang dikumpulkan. Muhammad bin Ismail memberitahu kami hal itu. Al-Humaydi: Marwan bin Muawiyah menceritakan hal serupa kepada kami, dan atas wewenang Abu Al-Darda'.
44
Jami at-Tirmidzi # 36/2347
Abu 'Umamah (RA)
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ، عَنِ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ أَغْبَطَ أَوْلِيَائِي عِنْدِي لَمُؤْمِنٌ خَفِيفُ الْحَاذِ ذُو حَظٍّ مِنَ الصَّلاَةِ أَحْسَنَ عِبَادَةَ رَبِّهِ وَأَطَاعَهُ فِي السِّرِّ وَكَانَ غَامِضًا فِي النَّاسِ لاَ يُشَارُ إِلَيْهِ بِالأَصَابِعِ وَكَانَ رِزْقُهُ كَفَافًا فَصَبَرَ عَلَى ذَلِكَ ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ نَفَضَ بِيَدِهِ فَقَالَ ‏"‏ عُجِّلَتْ مَنِيَّتُهُ قَلَّتْ بَوَاكِيهِ قَلَّ تُرَاثُهُ ‏"‏ ‏.‏
وَبِهَذَا الإِسْنَادِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ عَرَضَ عَلَىَّ رَبِّي لِيَجْعَلَ لِي بَطْحَاءَ مَكَّةَ ذَهَبًا قُلْتُ لاَ يَا رَبِّ وَلَكِنْ أَشْبَعُ يَوْمًا وَأَجُوعُ يَوْمًا أَوْ قَالَ ثَلاَثًا أَوْ نَحْوَ هَذَا فَإِذَا جُعْتُ تَضَرَّعْتُ إِلَيْكَ وَذَكَرْتُكَ وَإِذَا شَبِعْتُ شَكَرْتُكَ وَحَمِدْتُكَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ ‏.‏ وَالْقَاسِمُ هَذَا هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَيُكْنَى أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَهُوَ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ مُعَاوِيَةَ وَهُوَ شَامِيٌّ ثِقَةٌ وَعَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ ضَعِيفُ الْحَدِيثِ وَيُكْنَى أَبَا عَبْدِ الْمَلِكِ ‏.‏
Suwayd bin Nasr meriwayatkan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Ayyub, atas wewenang Ubayd Allah bin Zuhar, atas wewenang Ali bin Yazid, atas wewenang Al-Qasim Abu Abdul Rahman, atas wewenang Abu Umamah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Sesungguhnya sahabatku yang paling murka adalah orang beriman yang ringan.” Orang bijak mempunyai kemampuan berdoa. Dia menyembah Tuhannya dengan baik dan menaati-Nya secara sembunyi-sembunyi. Dia tidak dikenal di antara orang-orang. Dia tidak disebut dengan jari, dan penghidupannya berkecukupan. Jadi dia bersabar dalam hal itu. Kemudian dia menjabat tangannya dan berkata, “Kematiannya cepat, buahnya sedikit, warisannya sedikit.” Dan dengan rangkaian narasi ini pada otoritas Nabi Muhammad SAW bersabda, "Dipersembahkan kepada Tuhanku untuk memberiku emas di Pemandian Mekkah. Aku berkata, 'Tidak, Tuhan. Sebaliknya, suatu hari aku akan kenyang dan lapar di hari berikutnya.' Dan pada bab tentang wewenang Fadalah bin Ubaid. Al-Qasim ini adalah Ibnu Abd al-Rahman, julukannya Abu Abd al-Rahman, dan dia adalah pelayan Abd. Al-Rahman bin Khalid bin Yazid bin Muawiyah, seorang Suriah yang dapat dipercaya, dan Ali bin Yazid, yang hadisnya lemah, dan nama panggilannya Abu Abdul Malik.
45
Jami at-Tirmidzi # 36/2348
Abdullah Ibin Amr (RA)
حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ، عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ شَرِيكٍ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَكَانَ رِزْقُهُ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Al-Abbas bin Muhammad Al-Duri meriwayatkan kepada kami, Abdullah bin Yazid Al-Muqri meriwayatkan kepada kami, Saeed bin Abi Ayyub meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Sharhabeel bin Sharik, Atas wewenang Abu Abd al-Rahman al-Hubli, atas wewenang Abd Allah ibn Amr, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Berbahagialah orang yang memeluk Islam.” Rezekinya cukup, dan Tuhan memuaskannya.” Dia berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan shahih.”
46
Jami at-Tirmidzi # 36/2349
Fadalah bin Ubaid (RA)
حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ، أَخْبَرَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو هَانِئٍ الْخَوْلاَنِيُّ، أَنَّ أَبَا عَلِيٍّ، عَمْرَو بْنَ مَالِكٍ الْجَنْبِيَّ أَخْبَرَهُ عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَقَنِعَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَأَبُو هَانِئٍ اسْمُهُ حُمَيْدُ بْنُ هَانِئٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Al-Abbas bin Muhammad Al-Duri menceritakan kepada kami, Abdullah bin Yazid Al-Muqri menceritakan kepada kami, Haywa bin Shurayh menceritakan kepada kami, Abu Hani menceritakan kepada saya Al-Khawlani, bahwa Abu Ali, Amr bin Malik al-Janabi, menceritakan kepadanya tentang Fadalah bin Ubaid, bahwa ia mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, Beliau bersabda, “Berbahagialah orang yang mendapat petunjuk dalam Islam dan yang rezekinya cukup dan tenteram.” Beliau menjawab, “Dan nama Abu Hani adalah Humaid bin Hani.” Dia berkata. Abu Issa, ini hadis yang bagus dan shahih.
47
Jami at-Tirmidzi # 36/2350
Abdullah bin Maghaffal (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ نَبْهَانَ بْنِ صَفْوَانَ الثَّقَفِيُّ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ أَسْلَمَ، حَدَّثَنَا شَدَّادٌ أَبُو طَلْحَةَ الرَّاسِبِيُّ، عَنْ أَبِي الْوَازِعِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ، قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّكَ ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ انْظُرْ مَاذَا تَقُولُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّكَ ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ انْظُرْ مَاذَا تَقُولُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّكَ ‏.‏ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ ‏"‏ إِنْ كُنْتَ تُحِبُّنِي فَأَعِدَّ لِلْفَقْرِ تِجْفَافًا فَإِنَّ الْفَقْرَ أَسْرَعُ إِلَى مَنْ يُحِبُّنِي مِنَ السَّيْلِ إِلَى مُنْتَهَاهُ ‏"‏ ‏.‏
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ شَدَّادٍ أَبِي طَلْحَةَ، نَحْوَهُ بِمَعْنَاهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَأَبُو الْوَازِعِ الرَّاسِبِيُّ اسْمُهُ جَابِرُ بْنُ عَمْرٍو وَهُوَ بَصْرِيٌّ ‏.‏
Muhammad bin Amr bin Nabhan bin Safwan Al-Thaqafi Al-Basri meriwayatkan kepada kami, Ruh bin Aslam meriwayatkan kepada kami, Shaddad Abu Talha Al-Rasibi meriwayatkan kepada kami, Atas wewenang Abu al-Wazi`, atas wewenang Abdullah bin Mughaffal, dia berkata: Seorang laki-laki berkata kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, ya Rasulullah, demi Tuhan, aku mencintaimu. Dia berkata, “Lihat apa yang kamu katakan.” Dia berkata, “Demi Tuhan, aku mencintaimu.” Dia berkata, “Lihat apa yang kamu katakan.” Dia berkata, “Demi Tuhan, aku mencintaimu.” Tiga kali ia berkata, “Jika kamu mencintaiku, siapkan obat untuk kemiskinan, karena kemiskinan bagi mereka yang mencintaiku lebih cepat dari pada berakhirnya banjir.” Nasr bin Ali menceritakan kepada kami, ayah saya menceritakan kepada kami, atas wewenang Shaddad Abu Thalhah, dengan makna serupa. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang bagus dan aneh. Nama Abu al-Wazi` al-Rasibi adalah Jabir bin Amr, dan dia adalah Basra.
48
Jami at-Tirmidzi # 36/2351
Abu Saeed
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِخَمْسِمِائَةِ سَنَةٍ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَجَابِرٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Muhammad bin Musa Al-Basri meriwayatkan kepada kami, Ziyad bin Abdullah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-A'mash, atas wewenang Atiya, atas wewenang Abu Sa'id, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: Beliau bersabda: “Orang miskin dari para pendatang akan masuk surga lima ratus tahun sebelum orang kaya.” Dan atas wewenang Abu Hurairah. Dan Abdullah bin Amr dan Jabir. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis hasan gharieb dari sudut pandang ini.
49
Jami at-Tirmidzi # 36/2352
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى بْنُ وَاصِلٍ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَابِدُ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ النُّعْمَانِ اللَّيْثِيُّ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‏"‏ ‏.‏ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ‏"‏ إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا يَا عَائِشَةُ لاَ تَرُدِّي الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ يَا عَائِشَةُ أَحِبِّي الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Abd al-Ala bin Wasil al-Kufi meriwayatkan kepada kami, Tsabit bin Muhammad al-Abid al-Kufi meriwayatkan kepada kami, Al-Harits bin al-Nu'man al-Laythi meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, berilah aku hidup sebagai orang miskin, dan matikan aku sebagai orang miskin, dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang miskin.” Pada hari kiamat. Kemudian Aisyah berkata: Mengapa wahai Rasulullah dia berkata? Mereka akan masuk surga empat puluh musim gugur sebelum orang-orang kaya mereka. Wahai Aisyah, janganlah kamu menolak orang miskin, walaupun hanya setengah kurma. Wahai Aisyah, sayangilah orang-orang miskin dan dekatlah dengan mereka, karena Allah akan mendekatkanmu pada hari kiamat.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh.
50
Jami at-Tirmidzi # 36/2353
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ يَدْخُلُ الْفُقَرَاءُ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِخَمْسِمِائَةِ عَامٍ نِصْفِ يَوْمٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan meriwayatkan kepada kami, Qubaisah meriwayatkan kepada kami, Sufyan meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Amr, atas wewenang Abu Salamah, atas wewenang Abu Hurairah, beliau bersabda, beliau bersabda Rasulullah SAW, “Orang miskin akan masuk surga sebelum orang kaya lima ratus tahun setengah hari.” Katanya ini adalah hadis yang bagus. BENAR.