Hadits Tentang Forgiveness

490 hadits shahih ditemukan

Sunan An-Nasa'i : 181
Abu Umayah al-Makhzumi (RA)
Daif
أَخْبَرَنَا ​سُوَيْدُ ​بْنُ ‌نَصْرٍ، ​قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَبِي الْمُنْذِرِ، مَوْلَى أَبِي ذَرٍّ عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الْمَخْزُومِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أُتِيَ بِلِصٍّ اعْتَرَفَ اعْتِرَافًا وَلَمْ يُوجَدْ مَعَهُ مَتَاعٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَا إِخَالُكَ سَرَقْتَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ بَلَى ‏.‏ قَالَ ‏"‏ اذْهَبُوا بِهِ فَاقْطَعُوهُ ثُمَّ جِيئُوا بِهِ ‏"‏ ‏.‏ فَقَطَعُوهُ ثُمَّ جَاءُوا بِهِ فَقَالَ لَهُ ‏"‏ قُلْ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ‏"‏ ‏.‏ فَقَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ ‏"‏ ‏.‏
Telah ​mengabarkan ​kepada ‌kami ​[Suwaid bin Nashr] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] dari [Hammad bin Salamah] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah] dari [Abu Al Mundzir], budak Abu Dzar yang sudah dimerdekakan, dari [Abu Umayyah Al Makhzumi] bahwa dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seorang pencuri yang memberikan sebuah pengakuan, padahal tidak didapatkan barang bersamanya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Saya kira engkau tidak mencuri." Kemudian orang tersebut mengatakan; "Benar (saya mencuri). Beliau bersabda: "Bawalah orang ini dan potonglah tangannya." Kemudian mereka memotongnya lalu dihadapkan kembali kepada beliau. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Katakanlah, saya meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya." Maka orang tersebut mengatakan; "Saya meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya." Beliau bersabda: "Ya Allah, terimalah taubatnya
Abu Umayah al-Makhzumi (RA) Sunan An-Nasa'i #4877 Daif
Sunan An-Nasa'i : 182
It Was
Sahih Isnaad
أَخْبَرَنَا ‌عِمْرَانُ ‌بْنُ ​بَكَّارٍ، ‌قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ شُعَيْبٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتِ اسْتَعَارَتِ امْرَأَةٌ عَلَى أَلْسِنَةِ أُنَاسٍ يُعْرَفُونَ - وَهِيَ لاَ تُعْرَفُ - حُلِيًّا فَبَاعَتْهُ وَأَخَذَتْ ثَمَنَهُ فَأُتِيَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَسَعَى أَهْلُهَا إِلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَكَلَّمَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِيهَا فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يُكَلِّمُهُ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَتَشْفَعُ إِلَىَّ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ فَقَالَ أُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَشِيَّتَئِذٍ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ ‏"‏ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّمَا هَلَكَ النَّاسُ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ الشَّرِيفُ فِيهِمْ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ الضَّعِيفُ فِيهِمْ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ قَطَعَ تِلْكَ الْمَرْأَةَ ‏.‏
Telah ‌mengkhabarkan ‌kepada ​kami ‌[Imran bin Bakkar], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Syu'aib], dia berkata; telah mengkhabarkan kepadaku [ayahku] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Aisyah], dia berkata; "Seorang wanita meminjam perhiasan melalui lisan orang-orang yang dikenal sedang dia tidak dikenal. Lalu dia jual perhiasan tersebut dan ia ambil uangnya. Kemudian dia dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi was sallam. Lalu keluarganya berusaha menemui Usamah bin Zaid. Usamah kemudian berbicara kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi was sallam tentang wanita tersebut. Maka meronalah wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi was sallam sementara Usamah berbicara. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi was sallam bersabda; "Apakah kamu hendak meminta syafa'at (keringanan) kepadaku atas hokum yang ditetapkan Allah?" Usamah berkata; "Mohonkanlah ampunan untukku, wahai Rasul Allah." Sontak Rasulullah shallallahu 'alaihi was sallam berdiri lalu memuji pada Alloh 'azza wajalla dengan pujian yang menjadi hakNya kemudian bersabda, "Amma ba'du, Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena apabila ada orang yang mulia di antara mereka mencuri mereka membiarkannya, sedang apabila orang yang lemah di antara mereka mencuri mereka tegakkan had (hukuman) atasnya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri niscaya aku potong tangannya." Lalu dipotonglah tangan wanita tersebut
It Was Sunan An-Nasa'i #4898 Sahih Isnaad
Sunan An-Nasa'i : 183
It Was
Sahih
أَخْبَرَنَا ‌سُوَيْدٌ، ​قَالَ ​أَنْبَأَنَا ​عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ امْرَأَةً، سَرَقَتْ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي غَزْوَةِ الْفَتْحِ - مُرْسَلٌ - فَفَزِعَ قَوْمُهَا إِلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ يَسْتَشْفِعُونَهُ - قَالَ عُرْوَةُ - فَلَمَّا كَلَّمَهُ أُسَامَةُ فِيهَا تَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏"‏ أَتُكَلِّمُنِي فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ فَلَمَّا كَانَ الْعَشِيُّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَطِيبًا فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ ‏"‏ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّمَا هَلَكَ النَّاسُ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِيَدِ تِلْكَ الْمَرْأَةِ فَقُطِعَتْ فَحَسُنَتْ تَوْبَتُهَا بَعْدَ ذَلِكَ ‏.‏ قَالَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها وَكَانَتْ تَأْتِينِي بَعْدَ ذَلِكَ فَأَرْفَعُ حَاجَتَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Telah ‌mengkhabarkan ​kepada ​kami ​[Suwaid], dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Yunus] dari [Az Zuhri], dia berkata; telah mengkhabarkan kepadaku ['Urwah bin Az Zubair] bahwa seorang wanita pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mencuri pada saat terjadi perang Penaklukan Mekkah, Kemudian kaumnya datang kepada Usamah bin Zaid meminta pertolongan kepadanya. Urwah berkata; "Kemudian tatkala Usamah berbicara kepadanya mengenai wanita tersebut wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berubah dan beliau bersabda: "Apakah engkau mengajakku bicara mengenai hukuman di antara hukuman-hukuman Allah?" Usamah berkata; "Mintakanlah ampunan untukku wahai Rasulullah! Kemudian tatkala sore hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah, beliau memuji Allah dengan pujian yang menjadi hakNya. Kemudian beliau bersabda: "Adapun selanjutnya, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena apabila ada orang mulia diantara mereka yang mencuri maka mereka membiarkannya dan apabila ada orang lemah di antara mereka yang mencuri maka mereka menegakkan hukuman kepadanya. Demi Dzat, yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri niscaya saya potong tangannya." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar tangan wanita tersebut dipotong. Kemudian setelah itu dia memperbaiki taubatnya. [Aisyah radliallahu 'anha] berkata; "Setelah itu dia datang kepadaku dan saya laporkan keperluannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
It Was Sunan An-Nasa'i #4903 Sahih
Sunan An-Nasa'i : 184
Shaddad bin Aws (RA)
Sahih
أَخْبَرَنَا ‌عَمْرُو ‌بْنُ ​عَلِيٍّ، ‌قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ، - وَهُوَ ابْنُ زُرَيْعٍ - قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ بُشَيْرِ بْنِ كَعْبٍ، عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ إِنَّ سَيِّدَ الاِسْتِغْفَارِ أَنْ يَقُولَ الْعَبْدُ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ فَإِنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَإِنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي مُوقِنًا بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ‏"‏ ‏.‏ خَالَفَهُ الْوَلِيدُ بْنُ ثَعْلَبَةَ ‏.‏
Telah ‌mengabarkan ‌kepada ​kami ‌[Amru bin Ali] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid] -yaitu Ibnu Zurai'- ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Husain Al Mu'allim] dari [Abdullah bin Buraidah] dari [Busyair bin Ka'b] dari [Syaddad bin Aus] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya istighfar yang paling baik adalah; jika seorang hamba mengucapkan: "ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA KHALAQTANI WA ANA 'ABDUKA WA ANA 'ALA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHA'TU A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA'TU ABUU`U LAKA BIDZANBI WA ABUU`U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA FAGHFIRLI FA INNAHU LAA YAGHFIRU ADZ DZUNUUBA ILLA ANTA (Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu) '. Jika ia mengucapkan di waktu subuh dengan penuh keyakinan lalu meninggal, maka ia akan masuk surga. Dan jika ia membacanya di waktu sore dengan penuh keyakinan lalu meninggal, maka ia akan masuk surga." Namun Al Walid bin Tsa'labah menyelisihi riwayat hadits ini
Shaddad bin Aws (RA) Sunan An-Nasa'i #5522 Sahih
Sunan An-Nasa'i : 185
It Was
Sahih
أَخْبَرَنَا ​إِبْرَاهِيمُ ​بْنُ ​يَعْقُوبَ، ‌قَالَ حَدَّثَنِي الْعَلاَءُ بْنُ هِلاَلٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ زَيْدٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ الأَجْدَعِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ طَلَبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي فِرَاشِي فَلَمْ أُصِبْهُ فَضَرَبْتُ بِيَدِي عَلَى رَأْسِ الْفِرَاشِ فَوَقَعَتْ يَدِي عَلَى أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ فَإِذَا هُوَ سَاجِدٌ يَقُولُ ‏ "‏ أَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ وَأَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ‏"‏ ‏.‏
Telah ​mengabarkan ​kepada ​kami ‌[Ibrahim bin Ya'qub] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al 'Ala bin Hilal] ia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah] dari [Zaid] dari ['Amru bin Murrah] dari [Al Qasim bin Abdurrahman] dari [Masruq Al Ajda'] dari ['Aisyah] ia berkata; "Suatu malam aku mencari-cari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari kasurku namun aku tidak menemukannya. Aku lalu memukulkan tanganku ke pangkal kasur hingga tanganku mengenai telapak kaki beliau, ternyata beliau waktu itu sedang sujud. Beliau membaca: "A'UUDZU BI 'AFWIKA MIN 'IQAABIKA WA A'UUDZU BI RIDLAAKA MIN SAKHATIKA WA A'UUDZU BIKA MINKA (Aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dengan ridla-Mu dari murka-Mu dan dengan-Mu dari diri-Mu)
It Was Sunan An-Nasa'i #5534 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 186
Aisyah (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ‌مُحَمَّدُ ​بْنُ ‌إِسْمَاعِيلَ، ​حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ إِسْرَائِيلَ بْنِ يُونُسَ، عَنْ يُوسُفَ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، رضى الله عنها قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا خَرَجَ مِنَ الْخَلاَءِ قَالَ ‏ "‏ غُفْرَانَكَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ إِسْرَائِيلَ عَنْ يُوسُفَ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ ‏.‏ وَأَبُو بُرْدَةَ بْنُ أَبِي مُوسَى اسْمُهُ عَامِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ الأَشْعَرِيُّ ‏.‏ وَلاَ نَعْرِفُ فِي هَذَا الْبَابِ إِلاَّ حَدِيثَ عَائِشَةَ رضى الله عنها عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Muhammad ‌bin ​Ismail ‌menceritakan ​kepada kami, Malik bin Ismail menceritakan kepada kami, atas otoritas Israel bin Yunus, atas otoritas Yusuf bin Abi Burdah, atas otoritas ayahnya, atas otoritas Aisha, radhiyallahu 'anhu, bersabda bahwa ketika Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, keluar dari toilet, dia akan berkata, "Maafkanmu." Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik. Dia adalah orang asing dan kami tidak mengenalnya kecuali dari hadis Israel dari Yusuf bin Abi Burdah. Dan nama Abu Burdah bin Abi Musa adalah Amer bin Abdullah bin Qais Al-Ash'ari. Kami tidak mengetahui tentang topik ini kecuali hadits Aisha radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
Aisyah (RA) Jami at-Tirmidzi #7 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 187
Abu Ayyub Al-Ansari (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ‌سَعِيدُ ​بْنُ ​عَبْدِ ‌الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلاَ بَوْلٍ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا ‏"‏ ‏.‏ فَقَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَا الشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ قَدْ بُنِيَتْ مُسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةِ فَنَنْحَرِفُ عَنْهَا وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيِّ وَمَعْقِلِ بْنِ أَبِي الْهَيْثَمِ وَيُقَالُ مَعْقِلُ بْنُ أَبِي مَعْقِلٍ وَأَبِي أُمَامَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَسَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي أَيُّوبَ أَحْسَنُ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَصَحُّ ‏.‏ وَأَبُو أَيُّوبَ اسْمُهُ خَالِدُ بْنُ زَيْدٍ ‏.‏ وَالزُّهْرِيُّ اسْمُهُ مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ شِهَابٍ الزُّهْرِيُّ وَكُنْيَتُهُ أَبُو بَكْرٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو الْوَلِيدِ الْمَكِّيُّ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ الشَّافِعِيُّ إِنَّمَا مَعْنَى قَوْلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ لاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلاَ بِبَوْلٍ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا ‏"‏ ‏.‏ إِنَّمَا هَذَا فِي الْفَيَافِي وَأَمَّا فِي الْكُنُفِ الْمَبْنِيَّةِ لَهُ رُخْصَةٌ فِي أَنْ يَسْتَقْبِلَهَا ‏.‏ وَهَكَذَا قَالَ إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ‏.‏ وَقَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ رَحِمَهُ اللَّهُ إِنَّمَا الرُّخْصَةُ مِنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي اسْتِدْبَارِ الْقِبْلَةِ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ وَأَمَّا اسْتِقْبَالُ الْقِبْلَةِ فَلاَ يَسْتَقْبِلُهَا ‏.‏ كَأَنَّهُ لَمْ يَرَ فِي الصَّحْرَاءِ وَلاَ فِي الْكُنُفِ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ ‏.‏
Saeed ‌bin ​Abdul-Rahman ​Al-Makhzoumi ‌menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Ata' bin Yazid Al-Laythi, atas wewenang Abu Ayoub Al-Ansari berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu pergi ke toilet, jangan menghadap kiblat saat buang air besar atau kecil.” Dan janganlah kamu menoleh ke belakang, tetapi pergilah ke arah timur atau barat.” Abu Ayyub berkata, “Maka kami mendekati Syam dan menemukan jamban yang dibangun menghadap kiblat.” Maka marilah kita menyimpang darinya dan memohon ampun kepada Allah. Abu Issa berkata, dan atas wewenang Abdullah bin Al-Harits bin Juza’ Al-Zubaidi dan Maqil Ibnu Abi Al-Haytham, dan disebut Maqil bin Abi Maqil, Abu Umamah, Abu Hurairah, dan Sahl bin Hunaif. Abu Issa mengatakan hadits Abu Ayyub Yang terbaik dan benar dalam hal ini adalah: Nama Abu Ayyub adalah Khaled bin Zaid. Nama Al-Zuhri adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaid Allah. Ibnu Shihab Al-Zuhri, yang akrab dipanggil Abu Bakar. Abu Al-Walid Al-Makki berkata. Abu Abdullah Muhammad Ibnu Idris Al-Syafi’i berkata, “Maknanya hanyalah Rasulullah SAW bersabda: “Jangan menghadap kiblat saat buang air besar dan kecil, dan jangan berpaling darinya.” Ini hanya ada di Al-Fayafi. Adapun selimut yang dibuat untuknya, dia mempunyai izin untuk menerimanya. Inilah yang dikatakan Ishaq bin Ibrahim. Dan Ahmad bin Hanbal berkata. Semoga Tuhan mengampuni dia. Izin Nabi Muhammad SAW adalah membelakangi kiblat ketika buang air besar dan besar. Adapun menghadap kiblat, tidak Dia menghadapinya, seolah-olah dia belum pernah melihat dirinya menghadap kiblat di padang pasir atau di padang pasir.
Abu Ayyub Al-Ansari (RA) Jami at-Tirmidzi #8 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 188
Ibnu Abbas (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ‌الْحُسَيْنُ ​بْنُ ​حُرَيْثٍ، ​أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ أَبِي حَمْزَةَ السُّكَّرِيِّ، عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ، عَنْ مِقْسَمٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ إِذَا كَانَ دَمًا أَحْمَرَ فَدِينَارٌ وَإِذَا كَانَ دَمًا أَصْفَرَ فَنِصْفُ دِينَارٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ الْكَفَّارَةِ فِي إِتْيَانِ الْحَائِضِ قَدْ رُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ مَوْقُوفًا وَمَرْفُوعًا ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ ‏.‏ وَبِهِ يَقُولُ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ ‏.‏ وَقَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ يَسْتَغْفِرُ رَبَّهُ وَلاَ كَفَّارَةَ عَلَيْهِ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ نَحْوُ قَوْلِ ابْنِ الْمُبَارَكِ عَنْ بَعْضِ التَّابِعِينَ مِنْهُمْ سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ وَإِبْرَاهِيمُ النَّخَعِيُّ وَهُوَ قَوْلُ عَامَّةِ عُلَمَاءِ الأَمْصَارِ ‏.‏
Al-Hussein ‌bin ​Harits ​menceritakan ​kepada kami, Al-Fadl bin Musa menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Hamzah Al-Sukkari, atas wewenang Abdul Karim, atas wewenang Muqassam, atas wewenang Ibnu Abbas, Atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Jika darah merah, maka satu dinar, dan jika darah kuning, maka setengah dinar.” Abu Issa mengatakan sebuah hadis. Hukum kafir menyetubuhi wanita yang sedang haid diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dengan kasus yang ditangguhkan atau nominatif. Inilah pendapat sebagian orang yang berilmu. Dan dia mengatakan tentang hal itu. Ahmad dan Ishaq. Dan Ibnu al-Mubarak berkata, “Dia meminta ampun kepada Tuhannya, dan tidak ada ampun baginya.” Hal serupa dengan perkataan Ibnu al-Mubarak diriwayatkan berdasarkan otoritas beberapa pengikut Diantaranya adalah Saeed bin Jubayr dan Ibrahim Al-Nakhai, dan ini adalah pendapat umum para ulama Mesir.
Ibnu Abbas (RA) Jami at-Tirmidzi #137 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 189
Abdullah bin Umar (RA)
Mawdu
حَدَّثَنَا ​أَحْمَدُ ‌بْنُ ​مَنِيعٍ، ‌حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ الْوَلِيدِ الْمَدَنِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ الْوَقْتُ الأَوَّلُ مِنَ الصَّلاَةِ رِضْوَانُ اللَّهِ وَالْوَقْتُ الآخِرُ عَفْوُ اللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى ابْنُ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَلِيٍّ وَابْنِ عُمَرَ وَعَائِشَةَ وَابْنِ مَسْعُودٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أُمِّ فَرْوَةَ لاَ يُرْوَى إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ الْعُمَرِيِّ وَلَيْسَ هُوَ بِالْقَوِيِّ عِنْدَ أَهْلِ الْحَدِيثِ وَاضْطَرَبُوا عَنْهُ فِي هَذَا الْحَدِيثِ وَهُوَ صَدُوقٌ وَقَدْ تَكَلَّمَ فِيهِ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ ‏.‏
Ahmad ​bin ‌Mani’ ​menceritakan ‌kepada kami, Ya’qub bin al-Walid al-Madani menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Umar, atas wewenang Nafi’, atas wewenang Ibnu Umar, beliau bersabda: Rasulullah bersabda: Allah SWT bersabda, “Sholat yang pertama adalah ridha Allah, dan yang terakhir adalah ampunan Allah.” Abu Issa mengatakan hadis ini. Aneh. Ibnu Abbas meriwayatkan hal serupa atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Katanya, dan di bab tentang kekuasaan Ali, Ibnu Omar, Aisha, dan Ibnu Masoud. Dia berkata. Abu Issa Hadits Ummu Farwa hanya diriwayatkan dari hadits Abdullah bin Omar Al-Amri, dan beliau tidak kuat menurut ahli hadits. Mereka bingung tentang hadits ini, mana yang shahih, dan Yahya bin Saeed membicarakannya sebelum dia menghafalnya.
Abdullah bin Umar (RA) Jami at-Tirmidzi #172 Mawdu
Jami at-Tirmidzi : 190
Abu Hurairah (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ​قُتَيْبَةُ، ​حَدَّثَنَا ​عَبْدُ ‌الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ وَأَبِي سَعِيدٍ وَأُبَىٍّ وَعَائِشَةَ وَالْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ وَأَنَسٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ كَانَ يَسْتَغْفِرُ لِلصَّفِّ الأَوَّلِ ثَلاَثًا وَلِلثَّانِي مَرَّةً ‏.‏
Qutaibah ​menceritakan ​kepada ​kami, ‌Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, atas wewenang Suhail bin Abi Shalih, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata Salam dan berkah Allah besertanya: “Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang pertama dan yang terburuk adalah yang terakhir, dan yang terbaik bagi wanita adalah yang terakhir dan yang terburuk adalah yang pertama.” Dia berkata, “Dan masuk Bab tentang kewibawaan Jabir, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abu Saeed, Ubayy, Aisha, Al-Irbad bin Sariyah, dan Anas. Abu Issa mengatakan Hadits Abu Hurairah mempunyai hadits yang baik dan shahih. Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, bahwa beliau biasa memohon ampun pada anak kelas satu sebanyak tiga kali dan kelas kedua satu kali. .
Abu Hurairah (RA) Jami at-Tirmidzi #224 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 191
Thawban (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ​أَحْمَدُ ‌بْنُ ​مُحَمَّدِ ‌بْنِ مُوسَى، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنِي شَدَّادٌ أَبُو عَمَّارٍ، حَدَّثَنِي أَبُو أَسْمَاءَ الرَّحَبِيُّ، قَالَ حَدَّثَنِي ثَوْبَانُ، مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنْصَرِفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ ‏ "‏ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَأَبُو عَمَّارٍ اسْمُهُ شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ ‏.‏
Ahmad ​bin ‌Muhammad ​bin ‌Musa menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, Al-Awza'i menceritakan kepada kami, Shaddad Abu Ammar menceritakan kepadaku, Abu Asma Al-Rahbi, dia berkata, Thawban, klien Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, memberitahuku. Dia berkata, “Kapanpun Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menginginkannya Ia menyelesaikan shalatnya, memohon ampun kepada Allah sebanyak tiga kali, lalu bersabda, "Ya Allah, Engkaulah kedamaian dan kedamaian dari-Mu. Berbahagialah Engkau, Wahai Pemilik keagungan dan kehormatan." Abu Issa berkata, "Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Dan nama Abu Ammar adalah Shaddad bin Abdullah."
Thawban (RA) Jami at-Tirmidzi #300 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 192
Aisyah (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ‌هَارُونُ ‌بْنُ ‌إِسْحَاقَ ​الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْكِلاَبِيُّ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ يُصَلِّي فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى وَهُوَ يَنْعَسُ لَعَلَّهُ يَذْهَبُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبَّ نَفْسَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَنَسٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Harun ‌bin ‌Ishaq ‌Al-Hamdani ​menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman Al-Kalabi menceritakan kepada kami, atas wewenang Hisyam bin Urwa, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Aisyah bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah satu dari kalian tidur sambil shalat, maka hendaklah ia berbaring hingga rasa kantuk hilang darinya, karena jika salah satu dari kalian Dia shalat. Dan dia mengantuk, mungkin dia akan pergi mencari pengampunan dan mengutuk dirinya sendiri.” Katanya, dan atas wewenang Anas dan Abu Hurairah. Abu Issa mengatakan sebuah hadits Aisyah, sebuah hadits yang baik dan shahih.
Aisyah (RA) Jami at-Tirmidzi #355 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 193
Asma Bin Al-Hakam Al-Fazari
Hasan
حَدَّثَنَا ‌قُتَيْبَةُ، ​حَدَّثَنَا ‌أَبُو ‌عَوَانَةَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ بْنِ الْحَكَمِ الْفَزَارِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا، يَقُولُ إِنِّي كُنْتُ رَجُلاً إِذَا سَمِعْتُ مِنْ، رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَدِيثًا نَفَعَنِي اللَّهُ مِنْهُ بِمَا شَاءَ أَنْ يَنْفَعَنِي بِهِ وَإِذَا حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ اسْتَحْلَفْتُهُ فَإِذَا حَلَفَ لِي صَدَّقْتُهُ وَإِنَّهُ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ وَصَدَقَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ ‏:‏ ‏(‏وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ‏)‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَأَبِي الدَّرْدَاءِ وَأَنَسٍ وَأَبِي أُمَامَةَ وَمُعَاذٍ وَوَاثِلَةَ وَأَبِي الْيَسَرِ وَاسْمُهُ كَعْبُ بْنُ عَمْرٍو ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَلِيٍّ حَدِيثٌ حَسَنٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ عُثْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ ‏.‏ وَرَوَى عَنْهُ شُعْبَةُ وَغَيْرُ وَاحِدٍ فَرَفَعُوهُ مِثْلَ حَدِيثِ أَبِي عَوَانَةَ ‏.‏ وَرَوَاهُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَمِسْعَرٌ فَأَوْقَفَاهُ وَلَمْ يَرْفَعَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَقَدْ رُوِيَ عَنْ مِسْعَرٍ هَذَا الْحَدِيثُ مَرْفُوعًا أَيْضًا ‏.‏ وَلاَ نَعْرِفُ لأَسْمَاءَ بْنِ الْحَكَمِ حَدِيثًا مَرْفُوعًا إِلاَّ هَذَا ‏.‏
Qutaibah ‌menceritakan ​kepada ‌kami, ‌Abu Awanah menceritakan kepada kami, atas wewenang Utsman bin Al-Mughirah, atas wewenang Ali bin Rabi'ah, atas wewenang Asma bin Al-Hakam Al-Fazari, beliau berkata bahwa aku mendengar Ali berkata, “Aku adalah seorang laki-laki yang ketika aku mendengar sebuah hadis dari Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, Tuhan memberi manfaat kepadaku sebagaimana Dia menghendakinya bermanfaat bagiku.” Dengan itu, jika ada seorang laki-laki di antara para sahabatnya yang meriwayatkan kepadaku, maka aku suruh dia bersumpah kepadanya, dan jika dia bersumpah kepadaku, maka aku beriman kepadanya, dan bahwa Abu Bakar meriwayatkan kepadaku, dan Abu Bakar mengatakan kebenaran, mengatakan bahwa aku mendengar Rasulullah SAW, bersabda, “Tidak ada orang yang berbuat maksiat, lalu bangun dan bersuci, lalu shalat, lalu memohon ampun kepada Allah, namun dia akan mengampuni.” Tuhan adalah miliknya. Kemudian dia membacakan ayat ini: (Dan orang-orang yang jika mereka melakukan kecabulan atau menganiaya dirinya sendiri, mengingat Tuhan dan memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapakah yang bisa mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak bertahan dalam apa yang mereka lakukan sementara mereka mengetahuinya.) Dia berkata, dan dalam bab tentang wewenang Ibnu Masoud dan Abi Al-Darda', Anas, Abu Umamah, Mu'adh, Wathilah, dan Abu Al-Yusr, yang bernama Ka'b bin Amr. Abu Issa mengatakan hadits Ali adalah hadits yang baik, tidak. Kita mengenalnya hanya dari sudut pandang ini, dari hadis Utsman bin al-Mughirah. Syu’bah dan lebih dari satu orang meriwayatkan darinya, sehingga mereka menghubungkannya dengan hadits yang sama dengan hadits Ubayy. Awanah. Hal itu diriwayatkan oleh Sufyan Al-Thawri dan Mas’ar, namun mereka menolaknya dan tidak merujuknya kepada Nabi Muhammad SAW. Hadits ini diriwayatkan dengan rantai penularan yang dapat ditelusuri hingga Masa’ar. Selain itu, kita tidak mengetahui hadits marfu’ dari Asmaa ibn al-Hakam kecuali yang ini.
Asma Bin Al-Hakam Al-Fazari Jami at-Tirmidzi #406 Hasan
Jami at-Tirmidzi : 194
Abu Hurairah (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ​قُتَيْبَةُ، ​حَدَّثَنَا ‌يَعْقُوبُ ‌بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الإِسْكَنْدَرَانِيُّ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ يَنْزِلُ اللَّهُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا كُلَّ لَيْلَةٍ حِينَ يَمْضِي ثُلُثُ اللَّيْلِ الأَوَّلُ فَيَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ مَنْ ذَا الَّذِي يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ ذَا الَّذِي يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ ذَا الَّذِي يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ فَلاَ يَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُضِيءَ الْفَجْرُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ وَأَبِي سَعِيدٍ وَرِفَاعَةَ الْجُهَنِيِّ وَجُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ وَابْنِ مَسْعُودٍ وَأَبِي الدَّرْدَاءِ وَعُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ أَوْجُهٍ كَثِيرَةٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَرُوِيَ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ ‏"‏ يَنْزِلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ ‏"‏ ‏.‏ وَهُوَ أَصَحُّ الرِّوَايَاتِ ‏.‏
Qutaibah ​meriwayatkan ​kepada ‌kami, ‌Yaqoub bin Abd al-Rahman al-Iskandarani meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Suhail bin Abi Shalih, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW, bersabda, “Allah turun ke surga yang paling bawah setiap malam setelah sepertiga malam pertama berlalu, dan Dia berfirman, ‘Aku Raja : Siapakah yang berseru kepada-Ku, maka Aku menjawabnya? Siapakah orang yang meminta kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya? Siapakah orang yang meminta ampun kepada-Ku, lalu Aku ampuni dia? Dan dia tidak berhenti. Demikian pula sampai fajar tiba.” Katanya, dan atas wewenang Ali bin Abi Thalib, Abu Sa’id, Rifa’ah al-Juhani, Jubayr bin Mut’im, dan Ibnu Masoud, Abu Darda, dan Utsman bin Abi Al-Aas. Abu Issa berkata: Hadits Abu Hurairah adalah hadits yang baik dan shahih. Hadits ini diriwayatkan dalam banyak cara, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Diriwayatkan dari beliau bahwa beliau bersabda, “Allah SWT turun ketika Dia masih ada “Sepertiga malam terakhir.” Ini adalah riwayat yang paling benar.
Abu Hurairah (RA) Jami at-Tirmidzi #446 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 195
Abdullah ibn Abi Awfa (RA)
Very Daif
حَدَّثَنَا ​عَلِيُّ ​بْنُ ‌عِيسَى ​بْنِ يَزِيدَ الْبَغْدَادِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ السَّهْمِيُّ، ‏.‏ وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَكْرٍ، عَنْ فَائِدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ ثُمَّ لْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لْيُثْنِ عَلَى اللَّهِ وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ لْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَفِي إِسْنَادِهِ مَقَالٌ ‏.‏ فَائِدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ وَفَائِدٌ هُوَ أَبُو الْوَرْقَاءِ ‏.‏
Ali ​bin ​Issa ‌bin ​Yazid Al-Baghdadi meriwayatkan kepada kami, Abdullah bin Bakr Al-Sahmi meriwayatkan kepada kami, dan Abdullah bin Munir meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abd Allah bin Bakar, atas wewenang Faid bin Abdul Rahman, atas wewenang Abdullah bin Abi Awfa, sabda Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata, “Siapakah yang Jika dia membutuhkan Allah atau salah satu anak Adam, hendaklah dia berwudhu dan mengerjakannya dengan baik, kemudian shalat dua rakaat, lalu memuji Allah dan berdoa. Tentang Nabi Muhammad SAW, lalu bersabda: Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Penguasa Arsy yang Agung. Segala puji bagi Tuhan. Ya Rabb semesta alam, aku mohon kepada-Mu alasan rahmat-Mu dan peneguhan ampunan-Mu serta rampasan segala kebenaran dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah tinggalkan dosa bagiku kecuali Engkau telah mengampuninya, dan tidak ada kekhawatiran kecuali Engkau meringankannya, dan tidak ada kebutuhan yang bisa engkau penuhi kecuali engkau menunaikannya, wahai Yang Maha Penyayang lagi Maha Penyayang.” Abu Issa mengatakan hadis ini. Hasan Gharib, dan ada pasal dalam rantai penularannya. Fa’id ibn Abd al-Rahman lemah dalam hadits, dan Fa’id adalah Abu al-Warqa’.
Abdullah ibn Abi Awfa (RA) Jami at-Tirmidzi #479 Very Daif
Jami at-Tirmidzi : 196
Abu Hurairah (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ‌عَلِيُّ ‌بْنُ ​حُجْرٍ، ​أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَعَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ وَعَمَّارٍ وَأَبِي طَلْحَةَ وَأَنَسٍ وَأُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَرُوِيَ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَغَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالُوا صَلاَةُ الرَّبِّ الرَّحْمَةُ وَصَلاَةُ الْمَلاَئِكَةِ الاِسْتِغْفَارُ ‏.‏
Ali ‌bin ‌Hajar ​menceritakan ​kepada kami, Ismail bin Jafar menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Ala’ bin Abdul Rahman, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Abu Hurairah, beliau bersabda, beliau bersabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang melimpahkan berkah kepadaku, semoga berkah Allah atasnya sepuluh kali lipat.” Katanya, dan dalam bab tentang kekuasaan Abd al-Rahman ibn Awf. Dan Aamir bin Rabi’ah, Ammar, Abu Thalhah, Anas, dan Ubayy bin Ka’b. Abu Issa mengatakan hadits Abu Hurairah adalah hadits yang baik dan shahih. Diriwayatkan atas wewenang Sufyan Al-Thawri dan lebih dari satu orang ilmuan. Mereka berkata: Doa Bapa Kami untuk memohon ampun dan doa para malaikat untuk memohon ampun.
Abu Hurairah (RA) Jami at-Tirmidzi #485 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 197
Narator Bukan (RA)
Very Daif
سَمِعْتُ ‌أَحْمَدَ ​بْنَ ‌الْحَسَنِ، ‌يَقُولُ كُنَّا عِنْدَ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ فَذَكَرُوا عَلَى مَنْ تَجِبُ الْجُمُعَةُ فَلَمْ يَذْكُرْ أَحْمَدُ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم شَيْئًا ‏.‏ قَالَ أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ فَقُلْتُ لأَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ فِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ فَقَالَ أَحْمَدُ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قُلْتُ نَعَمْ ‏.‏ قَالَ أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ نُصَيْرٍ حَدَّثَنَا مُعَارِكُ بْنُ عَبَّادٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ الْجُمُعَةُ عَلَى مَنْ آوَاهُ اللَّيْلُ إِلَى أَهْلِهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَغَضِبَ عَلَىَّ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَقَالَ لِي اسْتَغْفِرْ رَبَّكَ اسْتَغْفِرْ رَبَّكَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى إِنَّمَا فَعَلَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ هَذَا لأَنَّهُ لَمْ يَعُدَّ هَذَا الْحَدِيثَ شَيْئًا وَضَعَّفَهُ لِحَالِ إِسْنَادِهِ ‏.‏
Saya ‌mendengar ​Ahmad ‌ibn ‌al-Hasan berkata, “Kami bersama Ahmad ibn Hanbal, dan mereka menyebutkan siapa yang wajib melakukan hari Jumat.” Ahmad tidak menyebutkannya atas wewenang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan dia mengatakan sesuatu. Ahmad ibn al-Hasan berkata, “Aku berkata kepada Ahmad ibn Hanbal tentang hal itu, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Ahmad, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Saya menjawab ya. Ahmad ibn al-Hasan berkata, Hajjaj ibn Nusayr meriwayatkan kepada kami, Ma'arik ibn Abbad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Saeed Al-Maqbari, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, bersabda: “Jumat adalah hari Jumat bagi orang yang menaunginya di malam hari hingga... “Keluarganya.” Dia berkata, "Ahmad ibn Hanbal menjadi marah kepadaku dan berkata kepadaku, 'Minta ampun kepada Tuhanmu. Mintalah ampun kepada Tuhanmu.' Abu Issa berkata, 'Ahmad hanya melakukannya.'" Ibnu Hanbal mengatakan hal ini karena dia tidak menganggap hadis ini sebagai sesuatu pun dan dia menganggapnya lemah karena rantai penularannya.
Narator Bukan (RA) Jami at-Tirmidzi #502 Very Daif
Jami at-Tirmidzi : 198
Umm Hani (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ​قُتَيْبَةُ، ‌حَدَّثَنَا ‌أَبُو ​الأَحْوَصِ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنِ ابْنِ أُمِّ هَانِئٍ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ، قَالَتْ كُنْتُ قَاعِدَةً عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَ مِنْهُ ثُمَّ نَاوَلَنِي فَشَرِبْتُ مِنْهُ فَقُلْتُ إِنِّي أَذْنَبْتُ فَاسْتَغْفِرْ لِي ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ وَمَا ذَاكِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَتْ كُنْتُ صَائِمَةً فَأَفْطَرْتُ ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ أَمِنْ قَضَاءٍ كُنْتِ تَقْضِينَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَتْ لاَ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَلاَ يَضُرُّكِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَعَائِشَةَ ‏.‏
Qutaibah ​meriwayatkan ‌kepada ‌kami, ​Abu Al-Ahwas meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Samak bin Harb, atas wewenang Ibnu Ummu Hani, atas wewenang Ummu Hani, dia berkata: Aku sedang duduk di hadapan Nabi Muhammad SAW, dibawakan minuman dan dia meminumnya, kemudian dia menyerahkannya kepadaku dan aku meminumnya. Saya berkata, “Saya telah berdosa, maka mohonlah ampun untuk saya.” Dia berkata, “Dan apakah itu?” Dia berkata, “Saya sedang berpuasa, jadi saya berbuka.” Dia berkata, “Apakah itu bagian dari pemenuhan yang Anda penuhi?” Dia berkata, “Tidak.” Dia berkata, “Itu tidak akan merugikanmu.” Dia berkata, dan atas wewenang Abu Saeed dan Aisha.
Umm Hani (RA) Jami at-Tirmidzi #731 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 199
Abdullah Bin Mas'ud
Sahih
حَدَّثَنَا ​قُتَيْبَةُ، ​حَدَّثَنَا ​عَبْثَرُ ​بْنُ الْقَاسِمِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ عَلَّمَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم التَّشَهُّدَ فِي الصَّلاَةِ وَالتَّشَهُّدَ فِي الْحَاجَةِ قَالَ ‏"‏ التَّشَهُّدُ فِي الصَّلاَةِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ‏"‏ ‏.‏ وَالتَّشَهُّدُ فِي الْحَاجَةِ ‏"‏ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا فَمَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ‏"‏ ‏.‏ وَيَقْرَأُ ثَلاَثَ آيَاتٍ ‏.‏ قَالَ عَبْثَرٌ فَفَسَّرَهُ لَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ ‏:‏ ‏(‏اتَّقوا الله حقَّ تقاتهِ ولا تموتنَّ إلاَّ وأنتمْ مسلمونَ‏)‏‏.‏ ‏(‏اتّقوا الله الَّذي تساءلونَ بهِ والأرحامَ إنَّ اللهَ كانَ عليكُم رقيباً‏)‏‏.‏ ‏(‏اتَّقوا الله وقولوا قولاً سديداً‏)‏‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ حَدِيثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ الأَعْمَشُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَرَوَاهُ شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَكِلاَ الْحَدِيثَيْنِ صَحِيحٌ لأَنَّ إِسْرَائِيلَ جَمَعَهُمَا فَقَالَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ وَأَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَقَدْ قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِنَّ النِّكَاحَ جَائِزٌ بِغَيْرِ خُطْبَةٍ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَغَيْرِهِ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ ‏.‏
Qutaibah ​meriwayatkan ​kepada ​kami, ​Abther bin Al-Qasim meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-A'mash, atas wewenang Abu Ishaq, atas wewenang Abu Al-Ahwas, atas wewenang Abdullah, beliau bersabda: Rasulullah mengajarkan kepada kami Allah SWT, semoga Allah merahmatinya dan memberinya kedamaian, membaca tashahhud dalam shalat dan membaca tashahhud pada saat dibutuhkan. Beliau berkata, “Bacaan tashahhud dalam shalat, salam kepada Allah dan doa.” Dan yang bagus. Salam sejahtera wahai Nabi, rahmat dan berkah Allah SWT. Salam sejahtera bagi kami dan atas hamba-hamba Allah yang shaleh. Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. “Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.” Dan tashahhud yang membutuhkan. “Sesungguhnya puji bagi Allah, kami mohon pertolongan-Nya.” Kita memohon ampunan-Nya, dan kita berlindung kepada Allah dari keburukan diri kita dan keburukan amal kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. “Dan aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.” Dan dia membacakan tiga ayat. Kata Abathar, jadi dia menjelaskannya kepada kami. Sufyan Al-Thawri : (Takutlah kepada Allah sebagaimana Dia patut ditakuti, dan janganlah kamu mati kecuali kamu beragama Islam). (Takutlah kepada Allah yang kamu minta, dan kepada sanak saudara. Sesungguhnya Allah Maha Penjaga atas kamu.) (Takutlah kepada Allah, dan ucapkanlah perkataan yang benar). Dia berkata. Atas wewenang Adi bin Hatim. Abu Issa berkata: Hadits Abdullah adalah hadits baik yang diriwayatkan olehnya. Al-Amash, atas otoritas Abu Ishaq, atas otoritas Abu Al-Ahwas, atas otoritas Abdullah, atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Syu’bah meriwayatkannya atas wewenang Abu Ishaq, atas wewenang Abu Ubaidah. Atas wewenang Abdullah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dan kedua hadits tersebut shahih karena Israel menggabungkannya dan mengatakan, berdasarkan otoritas Abu Ishaq, atas otoritas Abu Al-Ahwas dan Abu Ubaidah atas wewenang Abdullah bin Masoud atas wewenang Nabi Muhammad saw. Sebagian ulama mengatakan bahwa pernikahan diperbolehkan tanpa khotbah. Demikian pendapat Sufyan al-Thawri dan ulama lainnya.
Abdullah Bin Mas'ud Jami at-Tirmidzi #1105 Sahih
Jami at-Tirmidzi : 200
Abu Hurairah (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا ‌أَبُو ​كُرَيْبٍ، ‌حَدَّثَنَا ​إِسْحَاقُ بْنُ سُلَيْمَانَ الرَّازِيُّ، عَنْ مُغِيرَةَ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ سَمْحَ الْبَيْعِ سَمْحَ الشِّرَاءِ سَمْحَ الْقَضَاءِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يُونُسَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏
Abu ‌Kuraib ​meriwayatkan ‌kepada ​kami, Ishaq bin Sulaiman Al-Razi meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Mughirah bin Muslim, atas wewenang Yunus, atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai jual beli yang halal, pembelian yang halal, dan keputusan yang halal.” Katanya, dan di bab tentang kekuasaan Jabir. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh. Sebagian dari mereka meriwayatkan hadits ini berdasarkan wewenang Yunus, berdasarkan wewenang Sa`id al-Maqbari, dan berdasarkan wewenang Abu Hurairah.
Abu Hurairah (RA) Jami at-Tirmidzi #1319 Sahih