Shahih Muslim — Hadis #11305

Hadis #11305
وَحَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ حَفْصَةَ، عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ، قَالَتْ كُنَّا نُنْهَى أَنْ نُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلاَثٍ إِلاَّ عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا وَلاَ نَكْتَحِلُ وَلاَ نَتَطَيَّبُ وَلاَ نَلْبَسُ ثَوْبًا مَصْبُوغًا وَقَدْ رُخِّصَ لِلْمَرْأَةِ فِي طُهْرِهَا إِذَا اغْتَسَلَتْ إِحْدَانَا مِنْ مَحِيضِهَا فِي نُبْذَةٍ مِنْ قُسْطٍ وَأَظْفَارٍ ‏.‏
Umm 'Atiyya (semoga Allah meridainya) berkata: Kami dilarang berkabung untuk orang yang meninggal lebih dari tiga hari kecuali dalam kasus suami (di mana diperbolehkan) selama empat bulan sepuluh hari, dan (selama periode ini) kami tidak boleh menggunakan celak mata, tidak boleh menyentuh parfum, dan tidak boleh mengenakan pakaian yang diwarnai. Namun, diberikan kelonggaran kepada wanita ketika salah seorang dari kami telah selesai haid untuk menggunakan sedikit dupa atau wewangian.
Sumber
Shahih Muslim # 18/3742
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 18: Penyusuan
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait