Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah — Hadis #48117
Hadis #48117
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلالٍ الصَّوَّافُ الْبَصْرِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: لَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الَّذِي دَخَلَ فِيهِ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْمَدِينَةَ أَضَاءَ مِنْهَا كُلُّ شَيْءٍ، فَلَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ أَظْلَمَ مِنْهَا كُلُّ شَيْءٍ، وَمَا نَفَضْنَا أَيْدِيَنَا مِنَ التُّرَابِ، وَإِنَا لَفِي دَفْنِهِ صلى الله عليه وسلم، حَتَّى أَنْكَرْنَا قُلُوبَنَا.
Bishr ibn Hilal al-Sawwaf al-Basri meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Ja`far ibn Sulaiman meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Tsabit, atas wewenang Anas, dia berkata: Ketika hari itu tiba Pada hari itu, Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memasuki kota dan segala sesuatu diterangi darinya, tetapi ketika hari kematiannya tiba, segalanya menjadi gelap darinya, dan kami tidak melepaskan tangan kami. Dari debu, dan kami menguburkannya, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, sampai hati kami tidak berkenan.
Diriwayatkan oleh
Anas bin Malik (RA)
Sumber
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 54/393
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 54: Bab 54