Shahih Muslim — Hadis #14950
Hadis #14950
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ الْهُجَيْمِيُّ أَبُو عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا قُرَّةُ، حَدَّثَنَا سَيَّارٌ أَبُو الْحَكَمِ، حَدَّثَنَا الشَّعْبِيُّ، قَالَ دَخَلْنَا عَلَى فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ فَأَتْحَفَتْنَا بِرُطَبٍ يُقَالُ لَهُ رُطَبُ ابْنِ طَابٍ وَأَسْقَتْنَا سَوِيقَ سُلْتٍ فَسَأَلْتُهَا عَنِ الْمُطَلَّقَةِ، ثَلاَثًا أَيْنَ تَعْتَدُّ قَالَتْ طَلَّقَنِي بَعْلِي ثَلاَثًا فَأَذِنَ لِيَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ أَعْتَدَّ فِي أَهْلِي - قَالَتْ - فَنُودِيَ فِي النَّاسِ إِنَّ الصَّلاَةَ جِامِعَةً - قَالَتْ - فَانْطَلَقْتُ فِيمَنِ انْطَلَقَ مِنَ النَّاسِ - قَالَتْ - فَكُنْتُ فِي الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ مِنَ النِّسَاءِ وَهُوَ يَلِي الْمُؤَخَّرَ مِنَ الرِّجَالِ - قَالَتْ - فَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَخْطُبُ فَقَالَ " إِنَّ بَنِي عَمٍّ لِتَمِيمٍ الدَّارِيِّ رَكِبُوا فِي الْبَحْرِ " . وَسَاقَ الْحَدِيثَ وَزَادَ فِيهِ قَالَتْ فَكَأَنَّمَا أَنْظُرُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَأَهْوَى بِمِخْصَرَتِهِ إِلَى الأَرْضِ وَقَالَ " هَذِهِ طَيْبَةُ " . يَعْنِي الْمَدِينَةَ .
Al-Sha'bi meriwayatkan: Kami mengunjungi Fatimah bin Qais dan beliau menyajikan kurma segar yang disebut rutab dan juga jelai. Saya bertanya kepadanya tentang wanita yang telah dicerai tiga kali, berapa lama masa iddah yang harus dihitungnya. Beliau berkata: Suami saya telah menceraikan saya tiga kali dan Rasulullah ﷺ mengizinkan saya untuk menjalani masa iddah di keluarga saya. (Pada masa itu) diumumkan agar orang-orang melaksanakan salat di Masjid yang lebih besar. Saya pergi ke sana bersama orang-orang dan saya berada di barisan depan yang diperuntukkan bagi wanita dan bersebelahan dengan barisan terakhir laki-laki dan saya mendengar Rasulullah ﷺ menyampaikan khutbah sambil duduk di mimbar. Beliau bersabda: Sepupu Tamim (Dari) berlayar di lautan. Sisa haditsnya sama tetapi dengan tambahan ini: "(Saya melihat) seolah-olah saya melihat Rasulullah ﷺ mengarahkan tongkatnya ke daratan (dan berkata): Itu adalah Taiba, yaitu Madinah.
Sumber
Shahih Muslim # 54/7387
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 54: Fitnah dan Tanda Kiamat