Sunan An-Nasa'i — Hadis #20782
Hadis #20782
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ، قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ مُعَاذَةَ الْعَدَوِيَّةِ، قَالَتْ سَأَلَتِ امْرَأَةٌ عَائِشَةَ أَتَقْضِي الْحَائِضُ الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قَدْ كُنَّا نَحِيضُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلاَ نَقْضِي وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءٍ .
Telah mengabarkan kepada kami [Amr bin Zurarah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Mu'adzah Al 'Adawiyah] dari dia berkata; "Seorang perempuan bertanya kepada [Aisyah], 'Apakah orang haidl harus mengqadla shalat? ' dia menjawab, 'Apakah kamu orang Haruriyah? Kita dahulu mengalami haidl pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan kita tidak mengqadlanya, dan juga tidak disuruh mengqadlanya
Diriwayatkan oleh
Mu'adhah al-Adawiyyah (RA)
Sumber
Sunan An-Nasa'i # 3/382
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 3: Haid dan Istihadhah