Shahih Muslim — Hadis #10508
Hadis #10508
وَحَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ نَافِعٍ، قَالَ قَدِمْتُ مَكَّةَ مُتَمَتِّعًا بِعُمْرَةٍ قَبْلَ التَّرْوِيَةِ بِأَرْبَعَةِ أَيَّامٍ فَقَالَ النَّاسُ تَصِيرُ حَجَّتُكَ الآنَ مَكِّيَّةً فَدَخَلْتُ عَلَى عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ فَاسْتَفْتَيْتُهُ فَقَالَ عَطَاءٌ حَدَّثَنِي جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيُّ - رضى الله عنهما - أَنَّهُ حَجَّ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَامَ سَاقَ الْهَدْىَ مَعَهُ وَقَدْ أَهَلُّوا بِالْحَجِّ مُفْرَدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " أَحِلُّوا مِنْ إِحْرَامِكُمْ فَطُوفُوا بِالْبَيْتِ وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَقَصِّرُوا وَأَقِيمُوا حَلاَلاً حَتَّى إِذَا كَانَ يَوْمُ التَّرْوِيَةِ فَأَهِلُّوا بِالْحَجِّ وَاجْعَلُوا الَّتِي قَدِمْتُمْ بِهَا مُتْعَةً " . قَالُوا كَيْفَ نَجْعَلُهَا مُتْعَةً وَقَدْ سَمَّيْنَا الْحَجَّ قَالَ " افْعَلُوا مَا آمُرُكُمْ بِهِ فَإِنِّي لَوْلاَ أَنِّي سُقْتُ الْهَدْىَ لَفَعَلْتُ مِثْلَ الَّذِي أَمَرْتُكُمْ بِهِ وَلَكِنْ لاَ يَحِلُّ مِنِّي حَرَامٌ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْىُ مَحِلَّهُ " . فَفَعَلُوا .
Musa bin Nafi meriwayatkan: Aku datang ke Mekah sebagai seorang Mutamattil untuk Umrah (melakukan Umrah terlebih dahulu, kemudian melepas Ihram dan kembali mengenakan Ihram untuk Haji) empat hari sebelum hari Tarwiyah (yaitu pada tanggal 4 Dzul Hijjah). Kemudian orang-orang berkata: Sekarang hajimu adalah haji penduduk Mekah. Aku pergi kepada 'Ata' bin Abi Rabah dan meminta fatwa agamanya. Ata' berkata: Jabir bin Abdullah al-Ansari (semoga Allah meridai mereka) meriwayatkan kepadaku bahwa ia melaksanakan Haji bersama Rasulullah ﷺ pada tahun ketika beliau membawa hewan kurban (yaitu pada tahun ke-10 Hijrah yang dikenal sebagai Haji Perpisahan) dan mereka hanya mengenakan Ihram untuk Haji (sebagai Mufrid). Rasulullah ﷺ bersabda: "Lepaskan ihram dan lakukan tawaf di sekitar Baitullah, dan (berlari) antara Safa dan Marwa, dan potong rambut kalian dan hiduplah dalam keadaan bukan ihram. Ketika tiba hari Tarwiyah, maka kenakan ihram untuk haji dan jadikan ihram untuk mut'ah (kalian telah mengenakan ihram untuk haji, tetapi melepasnya setelah melakukan umrah dan kemudian mengenakan ihram lagi untuk haji)." Mereka bertanya: "Bagaimana kami harus menjadikan ihram sebagai mut'ah padahal kami telah mengenakan ihram atas nama haji?" Beliau bersabda: "Lakukanlah apa pun yang aku perintahkan kepada kalian. Sekiranya aku tidak membawa hewan kurban bersamaku, aku akan melakukan apa yang telah aku perintahkan kepada kalian. Tetapi tidak diperbolehkan bagiku untuk melepas ihram sampai kurban dipersembahkan." Kemudian mereka pun melakukan hal yang sama.
Sumber
Shahih Muslim # 15/2945
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 15: I'tikaf