40 Hadith Qudsi — Hadis #66100
Hadis #66100
عَنْ أَبي أُمامةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَن النَّبِيّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ
قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِنَّ أَغْبَطَ أَوْلِيَائي عِنْدِي لَمُوْمِنُ خَفِيفُ الخَاذِ ذُو حَظِّ مِنَ الصَّلاةِ أَحْسَنَ عِبَادَتَ رَبِّهِ وَ أَطَاعَهُ فِي السَّرِّ وَ كَانَ غَامِضًا فِي النَّاسِ لا يُشارُ إِلَيْهِ بِالأَصابِعِ وَ كَانَ رِزْقُهُ كفافًا فَصَبَرَ عَلى ذَلِكَ ثُمَّ نَفَضَ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ : عُجِّلَتْ مَنِيَّتُهُ قَلَّتْ بَواكِيهِ قَلَّ تُرَاثُهُ
رواه الترمذي (وكذالك أحمد و ابن ماجه) وإسنَاده حسن
Atas wewenang Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Nabi SAW, beliau bersabda: Allah SWT berfirman: Sesungguhnya sahabatku yang paling menjijikkan di mataku adalah seorang mukmin yang rezekinya ringan hatinya. Dari shalat, dia paling baik menyembah Tuhannya dan menaati-Nya secara sembunyi-sembunyi. Dia tidak dikenal di antara manusia dan tidak dapat disebut dengan jari, dan rezekinya demikian Cukuplah, maka dia bersabar dengan hal itu, lalu dia menjabat tangannya seraya berkata: Disegerakan ajalnya, tangisnya berkurang, warisannya berkurang. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi (dan juga oleh Ahmad dan Ibnu Majah) dan rangkaian narasinya adalah hasan.
Sumber
40 Hadith Qudsi # 1/26
Tingkat
[]
Kategori
Bab 1: Bab 1: Chapter 1: Forty Hadith Qudsi