Hadits Tentang Honest
102 hadits shahih ditemukan
Riyadhus Shalihin : 81
Buraidah (RA)
Sahih
وعن بريدة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:
"من حلف بالأمانة، فليس منا". ((حديث صحيح رواه أبو داود بإسناد صحيح))
Atas wewenang Buraydah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa pun yang bersumpah jujur, bukanlah salah satu dari kami.” ((Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan rangkaian riwayat yang shahih))
Al-Adab Al-Mufrad : 82
Sahih
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ دَاوُدَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ يَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَالْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا.
Musaddad menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Dawud menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Amash, atas wewenang Abu Wa'il, atas wewenang Abdullah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: Itu ada pada kamu. Dengan kejujuran, karena kejujuran membawa kepada kebenaran, dan kebenaran membawa ke surga, dan seseorang mengatakan kebenaran sampai ia dicatat di sisi Allah. jujur, dan hati-hati terhadap kebohongan, karena kebohongan membawa kepada maksiat, dan maksiat membawa ke neraka, dan sesungguhnya manusia akan berbohong sampai dia dicatat padahal Allah adalah pembohong…
Al-Adab Al-Mufrad : 83
Sahih
حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ خُمَيْرٍ قَالَ: سَمِعْتُ سُلَيْمَ بْنَ عَامِرٍ، عَنْ أَوْسَطَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَعْدَ وَفَاةِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: قَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَامَ أَوَّلَ مَقَامِي هَذَا، ثُمَّ بَكَى أَبُو بَكْرٍ، ثُمَّ قَالَ: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّهُ مَعَ الْبِرِّ، وَهُمَا فِي الْجَنَّةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّهُ مَعَ الْفُجُورِ، وَهُمَا فِي النَّارِ، وَسَلُوا اللَّهَ الْمُعَافَاةَ، فَإِنَّهُ لَمْ يُؤْتَ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرٌ مِنَ الْمُعَافَاةِ، وَلاَ تَقَاطَعُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا.
Adam menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu`bah menceritakan kepada kami, dia berkata: Yazid bin Khumayr menceritakan kepada kami, dia berkata: Saya mendengar Sulaim bin Amir, atas wewenang Awsat bin Ismail. Dia berkata: Saya mendengar Abu Bakar Al-Siddiq radhiyallahu 'anhu, setelah kematian Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bangkit pada tahun pertama Begitulah pendirianku, lalu Abu Bakar menangis, lalu dia berkata: Kamu harus jujur, karena itu dengan kesalehan, dan mereka berdua akan masuk surga, dan berhati-hatilah terhadap kebohongan, karena itu dengan maksiat, sementara mereka akan berada di neraka, dan meminta perlindungan kepada Allah, karena tidak ada yang lebih baik didatangkan setelah kepastian daripada perlindungan, dan jangan saling mengganggu, dan tidak pula Saling bersahabat, tidak iri satu sama lain, tidak saling membenci, dan jadilah hamba Tuhan sebagai saudara.
Misykatul Mashabih : 84
Sahih
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ الْخَطْمِيِّ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَسْتَوْدِعَ الْجَيْشَ قَالَ: «أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكُمْ وأمانتكم وخواتيم أَعمالكُم» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Berdasarkan wewenang Abdullah Al-Khattimi, beliau bersabda: Kapanpun Rasulullah SAW ingin mempercayakan tentara, beliau akan berkata: “Saya mempercayakan agamamu kepada Tuhan.” Dan kejujuranmu dan akhir amalmu.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
Misykatul Mashabih : 85
Sahih
وَعَن عبدِ الله بنِ عَمْروٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الصِّحَّةَ وَالْعِفَّةَ والأمانةَ وحُسنَ الْخلق والرضى بِالْقدرِ»
Dari Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda: “Ya Allah, aku mohon kesehatan, kesucian, kejujuran, budi pekerti yang baik, dan kepuasan terhadap takdir.”
Misykatul Mashabih : 86
al-Hasan bin Ali (RA)
Sahih
وَعَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَرَوَى الدَّارِمِيُّ الْفَصْل الأول
Atas otoritas Al - Hasan bin Ali, semoga Tuhan senang dengan mereka berdua, dia berkata: Aku belajar dari Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: “Tinggalkan apa yang meragukanmu untuk apa yang tidak meragukanmu, karena Kejujuran adalah kepastian, dan dusta adalah kecurigaan.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Al - Tirmidzi, dan Al -Nasa'i, dan Al - Darimi meriwayatkan bab pertama.
Misykatul Mashabih : 87
Sahih
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ معَ النبِّيِينَ والصِّدِّيقينَ والشهداءِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالدَّارَقُطْنِيّ.
وَرَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ عَنِ ابْنِ عُمَرَ. وَقَالَ التِّرْمِذِيّ: هَذَا حَدِيث غَرِيب
Atas wewenang Abu Saeed, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Pedagang yang jujur dan terpercaya itu bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Daraqutni.
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah atas wewenang Ibnu Umar. Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadis yang aneh.
Misykatul Mashabih : 88
Sahih
وَعَن حَكِيم بن حزَام قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُوِرَكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا»
Dari hadis Hakim bin Hazzam, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jual beli pilihan adalah selama keduanya tidak berpisah. Jika mereka jujur dan menjelaskannya, maka mereka akan diberkati.” Dalam penjualannya, sekalipun mereka menyembunyikan dan berdusta, maka batal keberkahan penjualannya.”
Misykatul Mashabih : 89
Sahih
وَعَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَلَفَ بِالْأَمَانَةِ فَلَيْسَ منا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Buraydah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersumpah jujur, ia tidak termasuk di antara kami.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
Misykatul Mashabih : 90
Sahih
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِالْأَمِيرِ خَيْرًا جَعَلَ لَهُ وَزِيرَ صِدْقٍ إِنْ نَسِيَ ذَكَّرَهُ وَإِنْ ذَكَرَ أَعَانَهُ. وَإِذَا أَرَادَ بِهِ غَيْرَ ذَلِكَ جَعَلَ لَهُ وَزِيرَ سُوءٍ إِنْ نَسِيَ لَمْ يُذَكِّرْهُ وَإِنْ ذَكَرَ لَمْ يُعِنْهُ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Atas wewenang Aisha, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika Tuhan menghendaki kebaikan bagi pangeran, Dia akan mengangkat baginya seorang menteri yang jujur, dan jika dia lupa, dia akan mengingatkannya.” Dan jika dia ingat, dia membantunya. Dan jika dia bermaksud selain itu, maka diangkatlah baginya seorang menteri yang jahat. Jika dia lupa, dia tidak mengingatkannya, dan jika dia ingat, dia tidak membantunya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood dan Al-Nasa'i
Misykatul Mashabih : 91
Sahih
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: لَقِيَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ - يَعْنِي ابْنَ صَيَّادٍ - فِي بَعْضِ طُرُقِ الْمَدِينَةِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ؟» فَقَالَ هُوَ: أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولَ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «آمَنْتُ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ مَاذَا تَرَى؟» قَالَ: أَرَى عَرْشًا عَلَى الْمَاءُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَرَى عَرْشَ إِبْلِيسَ عَلَى الْبَحْرِ وَمَا تَرَى؟» قَالَ: أَرَى صَادِقَيْنِ وَكَاذِبًا أَوْ كَاذِبَيْنِ وَصَادِقًا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لُبِسَ عَلَيْهِ فَدَعُوهُ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan Abu Bakar dan Omar - artinya Ibnu Sayyad - bertemu dengannya di beberapa jalan Madinah. Kemudian Rasulullah SAW berkata kepadanya: “Apakah kamu bersaksi bahwa saya adalah Utusan Allah?” Lalu dia berkata: Apakah kamu bersaksi bahwa aku adalah Utusan Allah? Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Aku beriman kepada Tuhan dan para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Apa yang kamu lihat?” Dia berkata: Saya melihat singgasana di atas air. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Kamu melihat singgasana setan di laut, dan apa yang kamu lihat?” Dia berkata: Saya melihat dua orang jujur dan satu pembohong atau dua pembohong. Dan jujur. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Dia kebingungan, maka mereka meninggalkannya.” Diriwayatkan oleh Muslim
Bulughul Maram : 92
Ubada bin al-Samit (RA)
وَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ اَلصَّامِتِ - رضى الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -{
"لَا تَغُلُّوا; فَإِنَّ اَلْغُلُولَ نَارٌ وَعَارٌ عَلَى أَصْحَابِهِ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ" } رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ 1 .1 - حسن. انظر "الأصل".
Atas wewenang Ubadah ibn al-Samit - radhiyallahu 'anhu - dia berkata: Rasulullah - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - berkata: {
“Jangan berlebihan, karena penipuan adalah api dan aib bagi sahabatnya di dunia dan di akhirat.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Nasa'i, dan disahkan oleh Ibnu Hibban 1. 1 - Hassan. Lihat "asli"..
Bulughul Maram : 93
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ - رضى الله عنه - [قَالَ] سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -يَقُولُ: { مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اَللَّهُ رَعِيَّةً, يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ, وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ, إِلَّا حَرَّمَ اَللَّهُ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. 1 .1 - صحيح. رواه البخاري (13 / 126- 127 / فتح)، ومسلم (142) واللفظ لمسلم.
Atas wewenang Maqil bin Yasar - radhiyallahu 'anhu - [dia berkata] Saya mendengar Rasulullah - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - mengatakan: {Tidak ada hamba yang dilindungi Tuhan sebagai subjek, yang mati. Pada hari dia meninggal karena menipu umatnya, maka Allah akan mengharamkan baginya surga.” Disepakati. 1.1 - Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (13/126-127/Fath), dan Muslim. (142) Dan kata-katanya Bagi seorang muslim...
Misykatul Mashabih : 94
Abu Hurairah (RA)
وَعَن عبيد بنِ رفاعةَ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «التُّجَّارُ يُحْشَرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلَّا مَنِ اتَّقَى وَبَرَّ وَصَدَقَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْن مَاجَه
وَرَوَى الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ. عَنِ الْبَرَاءِ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Atas wewenang Ubaid bin Rifa’ah, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Para pedagang akan dikumpulkan sebagai orang-orang yang fasik pada hari kiamat, kecuali orang-orang yang shaleh, shaleh, dan jujur.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan Al-Bayhaqi meriwayatkannya dalam Shu’ab Al-Iman. Berdasarkan hadis Al-Bara’, Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadis yang baik. benar
Misykatul Mashabih : 95
Masruq (RA)
وَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: «أَدُّوا الْخِيَاطَ وَالْمِخْيَطَ وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُولَ فَإِنَّهُ عَارٌ عَلَى أَهْلِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» . رَوَاهُ الدَّارِمِيُّ
وَرَوَاهُ النَّسَائِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ
Berdasarkan riwayat Ubadah bin al-Samit, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Lepaskan penjahit dan benangnya, dan hati-hatilah terhadap tipu daya, karena hal itu merupakan aib bagi keluarganya di hari kiamat.” Diriwayatkan oleh Al-Darimi
Al-Nasa’i meriwayatkan dari Amr bin Shuaib, dari bapaknya, dari kakeknya.
Sunan Ad-Darimi : 96
أَخْبَرَنَا يَعْلَى ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيل ، عَنْ عَامِرٍ ، قَالَ : جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى عَلِيٍّ تُخَاصِمُ زَوْجَهَا طَلَّقَهَا، فَقَالَتْ : قَدْ حِضْتُ فِي شَهْرٍ ثَلَاثَ حِيَضٍ، فَقَالَ عَلِيٌّ لِشُرَيْحٍ : اقْضِ بَيْنَهُمَا، قَالَ : يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، وَأَنْتَ هَا هُنَا؟، قَالَ : اقْضِ بَيْنَهُمَا، فَقَالَ : يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، وَأَنْتَ هَا هُنَا؟، قَالَ : اقْضِ بَيْنَهُمَا، فَقَالَ :" إِنْ جَاءَتْ مِنْ بِطَانَةِ أَهْلِهَا مِمَّنْ يُرْضَى دِينُهُ وَأَمَانَتُهُ تَزْعُمُ أَنَّهَا حَاضَتْ ثَلَاثَ حِيَضٍ، تَطْهُرُ عِنْدَ كُلِّ قُرْءٍ وَتُصَلِّي، جَازَ لَهَا وَإِلَّا فَلَا "، فَقَالَ عَلِيٌّ : قَالُونُ، وَقَالُونُ بِلِسَانِ الرُّومِ : أَحْسَنْتَ
Ali menceritakan kepada kami, Ismail menceritakan kepada kami, atas wewenang Amer, dia berkata: Seorang wanita datang kepada Ali, berselisih dengan suaminya yang menceraikannya, dan dia berkata: Saya telah haid selama Sebulan adalah haid yang ketiga. Kemudian Ali berkata kepada Shurayh: Putuskanlah di antara mereka. Beliau bertanya: Wahai Amirul Mukminin, dan apakah kamu ada di sini? Dia berkata: Putuskanlah di antara keduanya. Dia berkata: Wahai Amirul Mukminin. Orang-orang yang beriman, dan Anda di sini? Dia berkata: Hakimlah di antara mereka. Beliau bersabda: Jika dia berasal dari keluarganya yang terpuaskan agama dan kejujurannya, maka dia akan mengaku telah mendapat haid tiga kali, bersuci pada setiap bacaan dan shalat. Hal ini dibolehkan baginya, jika tidak, maka tidak boleh.” Kemudian Ali berkata: “Mereka berkata, dan mereka berkata dalam bahasa Romawi: Bagus sekali.”
Sunan Ad-Darimi : 97
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ، عَنْ بَرِيدَ ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ ، عَنْ أَبِي مُوسَى ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" رَأَيْتُ فِي رُؤْيَايَ هَذِهِ أَنِّي هَزَزْتُ سَيْفًا فَانْقَطَعَ صَدْرُهُ، فَإِذَا هُوَ مَا أُصِيبَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ أُحُدٍ، ثُمَّ هَزَزْتُهُ أُخْرَى فَعَادَ كَأَحْسَنِ مَا كَانَ، فَإِذَا هُوَ مَا جَاءَ اللَّهُ بِهِ مِنْ الْفَتْحِ وَاجْتِمَاعِ الْمُؤْمِنِينَ، وَرَأَيْتُ فِيهَا أَيْضًا بَقَرًا وَاللَّهِ خَيْرٌ، فَإِذَا هُوَ النَّفَرُ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ أُحُدٍ، وَإِذَا الْخَيْرُ مَا جَاءَ اللَّهُ بِهِ مِنْ الْخَيْرِ، وَثَوَابِ الصِّدْقِ الَّذِي آتَانَا بَعْدَ يَوْمِ بَدْرٍ "
Abdullah bin Saeed menceritakan kepada kami, Abu Usama menceritakan kepada kami, atas otoritas Burayd, atas otoritas Abu Burdah, atas otoritas Abu Musa, atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dan dia berkata: "Aku melihat dalam penglihatan ini, aku mengayunkan pedang dan terpotong dadanya. Maka, inilah yang terjadi pada orang-orang beriman pada hari Uhud. Lalu aku mengguncangkannya Di lain waktu, dan dia kembali seperti semula, dan inilah yang Allah hadirkan dalam penaklukan dan pengumpulan orang-orang yang beriman, dan aku juga melihat sapi di dalamnya, dan Tuhan itu baik. Kemudian kelompok orang-orang beriman pada hari Uhud, dan ketika itu adalah kebaikan-kebaikan yang Allah datangkan bersamanya, dan pahala atas kejujuran yang Dia berikan kepada kita setelah hari kiamat. "Badr"
Sunan Ad-Darimi : 98
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ ، أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ زَاذَانَ ، عَنْ ابْنِ سِيرِينَ ، عَنْ أَبِي الْعَجْفَاءِ السُّلَمِيِّ ، قَالَ : سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ خَطَبَ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمّ قَالَ :" أَلَا لَا تُغَالُوا فِي صُدُقِ النِّسَاءِ، فَإِنَّهَا لَوْ كَانَتْ مَكْرُمَةً فِي الدُّنْيَا، أَوْ تَقْوَى عِنْدَ اللَّهِ، كَانَ أَوْلَاكُمْ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَصْدَقَ امْرَأَةً مِنْ نِسَائِهِ، وَلَا أُصْدِقَتِ امْرَأَةٌ مِنْ بَنَاتِهِ فَوْقَ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أُوقِيَّةً، أَلَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيُغَالِي بِصَدَاقِ امْرَأَتِهِ حَتَّى يَبْقَى لَهَا فِي نَفْسِهِ عَدَاوَةٌ حَتَّى يَقُولَ : كَلِفْتُ علَيْكِ عَلَقَ الْقِرْبَةِ أَوْ عَرَقَ الْقِرْبَةِ "
Amr bin Aoun menceritakan kepada kami, Husyaym menceritakan kepada kami, atas wewenang Mansour bin Zazan, atas wewenang Ibnu Sirin, atas wewenang Abu Al-Ajfa Al-Sulami, dia berkata: Aku mendengar Umar bin Al-Khattab menyampaikan pidato, dan dia bersyukur kepada Allah dan memuji-Nya, lalu dia berkata: “Janganlah kamu membesar-besarkan kejujuran wanita, karena jika mereka dimuliakan dalam Dunia ini, atau takwa di mata Tuhan. Kalian yang paling layak mendapatkannya. Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Dia tidak memercayai satu pun istrinya, dan dia juga tidak memercayai satu pun istrinya. Seorang wanita dari anak perempuannya lebih dari dua belas uqiya. Sesungguhnya salah seorang di antara kalian bersikap ekstrem terhadap persahabatan istrinya sehingga ia menyimpannya dalam dirinya sendiri. Permusuhan sampai-sampai dia mengatakan: Aku telah mengenakan kepadamu jubah kantong air atau keringat kantong air.”
Sunan Ad-Darimi : 99
أَخْبَرَنَا قَبِيصَةُ ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ أَبِي حَمْزَةَ ، عَنْ الْحَسَنِ ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ ".
قَالَ عَبْدُ اللَّهِ : لَا عِلْمَ لِي بِهِ إِنَّ الْحَسَنَ سَمِعَ مِنْ أَبِي سَعِيدٍ، وَقَالَ : أَبُو حَمْزَةَ هَذَا، هُوَ صَاحِبُ إِبْرَاهِيمَ، وَهُوَ : مَيْمُونٌ الْأَعْوَرُ
Qubaisa menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Hamzah, atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Abu Saeed, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Pedagang yang jujur dan beriman itu bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada.” Abdullah berkata: Saya tidak mengetahui hal itu. Al-Hasan mendengar dari Abu Saeed. Dia berkata: Abu Hamzah ini adalah sahabat Ibrahim, dan dia adalah: Maymun yang bermata satu.
Sunan Ad-Darimi : 100
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ ، عَنْ سَعِيدٍ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ صَالِحٍ أَبِي الْخَلِيلِ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ : أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا، بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا، مُحِقَ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا ".
أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ قَتَادَةَ ، بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ
Saeed bin Amir menceritakan kepada kami, atas wewenang Saeed, atas wewenang Qatada, atas wewenang Salih Abi Al-Khalil, atas wewenang Abdullah bin Al-Harits, atas wewenang Hakim bin Hizam: Rasulullah SAW bersabda: “Penjualan itu boleh, selama keduanya tidak berpisah, maka jika mereka jujur dan menjelaskan, berkahilah keduanya.” menjualnya, Dan jika mereka berdusta dan menyembunyikannya, maka penjualan mereka mendapat keberkahan.” Abu Al-Walid memberi tahu kami, Shu'bah memberi tahu kami, atas otoritas Qatada, dengan rantai penularan serupa.