Bab 16
Kembali ke Bab
01
Adabul Mufrad # 0/1067
لا حرج أن الله يعلم ما تبدون وما تكتمون» (سورة النور: 29). قال ابن عباس رضي الله عنهما: الأمر بهذه الآية الأخيرة استثناء من الأمر الذي قبله. (الطبري)
Tidak ada salahnya, karena Allah mengetahui apa yang kamu ungkapkan dan apa yang kamu sembunyikan” (QS. An-Nur: 29). Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata: Perintah pada ayat terakhir ini merupakan pengecualian terhadap perintah sebelumnya. (Al-Tabari)
02
Adabul Mufrad # 0/1068
(قوله تعالى: «فليستأذنك الذين ملكوا يمينك») سورة النور: 58. فقال: هذا الأمر للرجال وليس للنساء.
(Firman Allah) “Hendaklah orang-orang yang memiliki tangan kananmu meminta izin kepadamu” (QS. Nur : 58). Katanya, instruksi ini untuk laki-laki, bukan untuk perempuan.
03
Adabul Mufrad # 0/1069
وكان إذا كان له أولاد فرق بينهم (بيشة النسائي). ولم يستطع أن يدخلها دون إذن.
Jika dia mempunyai anak, dia akan memisahkan mereka (Bisha Nasa'i). Dia tidak bisa memasukinya tanpa izin.
04
Adabul Mufrad # 0/1072
دخلت غرفة أمي مع والدي. لقد تبعته عندما دخل. فرجع فضرب صدري بقوة وأجلسني على فخذي، ثم قال: دخلت بغير استئذان؟
Aku memasuki kamar ibuku bersama ayahku. Aku mengikutinya ketika dia masuk. Dia kembali dan memukul dadaku dengan keras dan membuatku duduk di pahaku. Lalu dia berkata: Apakah kamu masuk tanpa izin?
05
Adabul Mufrad # 0/1073
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ أَشْعَثَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: يَسْتَأْذِنُ الرَّجُلُ عَلَى وَلَدِهِ، وَأُمِّهِ - وَإِنْ كَانَتْ عَجُوزًا - وَأَخِيهِ، وَأُخْتِهِ، وَأَبِيهِ\n---\n[قال الشيخ الألباني] : \nضعيف الإسناد موقوفا
Ismail bin Aban meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Ali bin Mushar meriwayatkan kepada kami, berdasarkan otoritas Asy'ath, berdasarkan otoritas Abu Al-Zubayr, berdasarkan otoritas Jabir, yang mengatakan: Seorang laki-laki meminta izin kepada putranya, ibunya - meskipun dia sudah tua - saudara laki-lakinya, saudara perempuannya, dan ayahnya\n---\n[Syekh Al-Albani berkata]:\nRantai penularan yang lemah, terhenti
06
Adabul Mufrad # 0/1075
سوف يطلب الناس الإذن من والديهم وإخوتهم. (الطبري)
Orang akan meminta izin kepada orang tua dan saudara kandungnya. (Tabari)
07
Adabul Mufrad # 0/1078
وإذا دخل أحد دون أن يسلم، تقول، حتى يأتي بالمفتاح، أي حتى يسلم. (المؤنث يمكن أن يكون مفتوحا)
Kalau ada yang masuk tanpa memberi hormat, katamu sampai dia membawa kunci, yaitu sampai dia memberi hormat. (feminin bisa dibuka)
08
Adabul Mufrad # 0/1079
قال النبي صلى الله عليه وسلم: إذا اطلع رجل في بيتك فرميته بحصاة فلا جناح عليك أن تصيب عينه. -(البخاري، مسلم، أبو داود، النسائي، أحمد)
Nabi SAW bersabda: Jika seseorang mengintip ke dalam rumahmu dan kamu melemparkan kerikil ke arahnya, maka tidak ada salahnya bagimu jika kerikil itu mengenai matanya. -(Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa'i, Ahmad)
09
Adabul Mufrad # 0/1080
وكان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي قائما. ثم ينظر الرجل إلى غرفته. فأخذ السهم من جعبته وصوبه نحو عينيه. -(البخاري، مسلم، الترمذي، النسائي، أبو داود)
Nabi SAW sedang salat sambil berdiri. Kemudian seorang pria mengintip ke dalam kamarnya. Dia mengambil anak panah dari tabungnya dan mengarahkannya ke matanya. -(Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Dawud)
10
Adabul Mufrad # 0/1081
أطلع رجل من باب بيت النبي . وكان النبي صلى الله عليه وسلم يمشط رأسه بمشط من حديد. فرآه النبي فقال: لو كنت أعلم أنك تنظر إلي لضربت عينيك بهذا المشط. فعلت (البخاري، مسلم، الترمذي، النسائي)
Seorang laki-laki mengintip melalui pintu rumah Nabi. Nabi (SAW) sedang menyisir kepalanya dengan sisir besi. Nabi melihatnya dan berkata: Seandainya aku tahu kamu (mengintip) ke arahku, niscaya aku akan memukul matamu dengan sisir ini. Aku melakukannya (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i)
11
Adabul Mufrad # 0/1082
وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا جُعِلَ الْإِذْنُ مِنْ أَجْلِ الْبَصَرِ»
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Telinga diciptakan untuk melihat.”
12
Adabul Mufrad # 0/1085
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: إِذَا دُعِيَ الرَّجُلُ فَقَدْ أُذِنَ لَهُ\n---\n[قال الشيخ الألباني] : \nصحيح الإسناد موقوفا
Suleiman bin Harb meriwayatkan kepada kami, ia berkata: Syu'bah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Ishaq, atas wewenang Abu Al-Ahwas, atas wewenang Abdullah, yang mengatakan: Jika seseorang dipanggil, ia diberi izin\n---\n[Syekh Al-Albani berkata]:\nRantai transmisinya asli, tetapi ditangguhkan.
13
Adabul Mufrad # 0/1086
قال النبي صلى الله عليه وسلم: إذا دعا أحدكم وجاء بالرسول فأذن له. -(البخاري، وأبو داود، والبزار، وابن حبان)
Nabi SAW bersabda: Jika salah seorang di antara kalian dipanggil dan dia datang bersama seorang rasul, maka itu izin baginya. -(Bukhari, Abu Dawud, Bazaar, Ibnu Hibban)
14
Adabul Mufrad # 0/1089
وإذا اقترب أحد يريد الاستئذان فلا ينبغي له أن يقف مقابل الباب، بل يقف قليلاً عن اليمين أو عن اليسار. فالأفضل أن يؤذن له وإلا فإنه يرجع. (أبو داود، أحمد)
Apabila seseorang mendekat dengan maksud meminta izin masuk, hendaknya ia tidak berdiri menghadap pintu, melainkan berdiri agak ke kanan atau ke kiri. Lebih baik dia diizinkan, kalau tidak dia akan kembali. (Abu Dawud, Ahmad)
15
Adabul Mufrad # 0/1090
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ قَالَ: حَدَّثَنِي ابْنُ شُرَيْحٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُ سَمِعَ وَاهِبَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْمَعَافِرِيَّ يَقُولُ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُعَاوِيَةَ بْنِ حُدَيْجٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَدِمْتُ عَلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَاسْتَأْذَنْتُ عَلَيْهِ، فَقَالُوا لِي: مَكَانَكَ حَتَّى يَخْرُجَ إِلَيْكَ، فَقَعَدْتُ قَرِيبًا مِنْ بَابِهِ، قَالَ: فَخَرَجَ إِلَيَّ فَدَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ، ثُمَّ مَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ، فَقَالَ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، أَمِنَ الْبَوْلِ هَذَا؟ قَالَ: مِنَ الْبَوْلِ، أَوْ مِنْ غَيْرِهِ
Abdullah bin Saleh menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Shurayh Abdul Rahman menceritakan kepadaku, bahwa dia mendengar Wahib bin Abdullah Al-Maafiri berkata: Abdul memberitahuku Al-Rahman bin Muawiyah bin Hudayj, atas wewenang ayahnya, berkata: Aku datang kepada Umar bin Al-Khattab, ra dengan dia, dan aku meminta izin untuk datang kepadanya. Maka mereka berkata kepadaku: Di tempatmu sampai dia keluar kepadamu, maka aku duduk di dekat pintunya. Beliau berkata: Lalu beliau keluar menemuiku dan meminta air, berwudhu, lalu mengusap kaus kakinya. Beliau bertanya: Wahai Amirul Mukminin, apakah air kencing ini aman? Beliau menjawab: Dari air kencing, atau dari sesuatu yang lain.
16
Adabul Mufrad # 0/1091
وكان باب النبي صلى الله عليه وسلم يطرق بالمسامير. (موعد أبو نعيم بأصبهان)
Pintu Nabi (saw) biasa diketuk dengan paku. (Isbahan kencan Abu Naeem)
17
Adabul Mufrad # 0/1093
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من دخل بصره فلا يحل له. (أبو داود، الترمذي، أحمد)
Rasulullah (SAW) bersabda: Jika pandangan seseorang masuk (ke dalam) maka tidak boleh baginya. (Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad)
18
Adabul Mufrad # 0/1096
فاستأذن عمر (رضي الله عنه) من النبي (ص) وقال: السلام على رسول الله، السلام عليكم، هل يستطيع عمر أن يدخل الداخل؟
Umar (R.A.) meminta izin kepada Nabi (S.A.W) dan berkata, Assalamu Ala Rasoolillah, Assalamu Alaikum, bolehkah Umar masuk ke dalam?
19
Adabul Mufrad # 0/1097
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرًا يَقُولُ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دَيْنٍ كَانَ عَلَى أَبِي، فَدَقَقْتُ الْبَابَ، فَقَالَ: «مَنْ ذَا؟» فَقُلْتُ: أَنَا، قَالَ: «أَنَا، أَنَا؟» ، كَأَنَّهُ كَرِهَهُ
Abu Al-Walid meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Syu'bah meriwayatkan kepada kami, atas dasar Muhammad bin Al-Munkadir, yang berkata: Saya mendengar Jabir berkata: Saya datang kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, tentang suatu agama. Itu milik ayahku, jadi aku mengetuk pintunya, dan dia berkata: “Siapa itu?” Maka aku berkata: Aku. Dia berkata: “Aku, aku?” Seolah dia membencinya
20
Adabul Mufrad # 0/1098
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَسْجِدِ، وَأَبُو مُوسَى يَقْرَأُ، فَقَالَ: «مَنْ هَذَا؟» فَقُلْتُ: أَنَا بُرَيْدَةُ، جُعِلْتُ فِدَاكَ، فَقَالَ: «قَدْ أُعْطِيَ هَذَا مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ»
Ali bin Al-Hassan meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Al-Hussein meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Abdullah bin Buraidah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang ayahnya, yang mengatakan: Nabi Muhammad SAW, pergi ke masjid, dan Abu Musa sedang membaca, lalu dia berkata: “Siapa ini?” Saya berkata: Saya Buraida, bolehkah saya menjadi tebusan Anda. Dia berkata: Ini telah diberikan Sebuah mazmur dari mazmur keluarga Daud.”
21
Adabul Mufrad # 0/1099
حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الْفَرَّاءِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُدْعَانَ قَالَ: كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، فَاسْتَأْذَنَ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ، فَقِيلَ: ادْخُلْ بِسَلَامٍ، فَأَبَى أَنْ يَدْخُلَ عَلَيْهِمْ
Raja Ismail berkata kepada kami, “Kami berbicara kepada Israel tentang ayahku, Ja’far, dan orang-orang kafir tentang hamba Yang Maha Pemurah, Ben Jad’an.” Dia berkata, “Aku bersama hamba Allah bin Umar dan dia meminta izin kepada keluarga Beit.” Dia berkata, "Masuklah dengan damai." Dia menolak untuk masuk bersama mereka.
22
Adabul Mufrad # 0/1101
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ نَذِيرٍ قَالَ: اسْتَأْذَنَ رَجُلٌ عَلَى حُذَيْفَةَ فَاطَّلَعَ وَقَالَ: أَدْخُلُ؟ قَالَ حُذَيْفَةُ: أَمَّا عَيْنُكَ فَقَدْ دَخَلَتْ، وَأَمَّا اسْتُكَ فَلَمْ تَدْخُلْ\n---\n[قال الشيخ الألباني] : \nصحيح\n\nوَقَالَ رَجُلٌ: أَسْتَأْذِنُ عَلَى أُمِّي؟ قَالَ: إِنْ لَمْ تَسْتَأْذِنْ رَأَيْتَ مَا يَسُوؤُكَ\n---\n[قال الشيخ الألباني] : \nحسن
Muhammad ibn Kathir menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, atas otoritas Abu Ishaq, atas otoritas Muslim ibn Nazir, yang berkata: Seorang pria meminta izin untuk pergi ke Hudhayfah dan pergi keluar. Dan dia berkata: Haruskah aku masuk? Hudhayfah berkata: Adapun matamu, ia masuk, tetapi untuk mulutmu, ia tidak masuk\ n ---\ n[Syekh Al - Albani berkata]:\nBenar\n\nDan seorang pria berkata: Aku meminta izin kepada ibuku? Dia berkata: Jika Anda tidak meminta izin, Anda akan melihat sesuatu yang akan membuat Anda tidak senang\n ---\n[kata Syekh Al - Albani]:\nBagus
23
Adabul Mufrad # 0/1102
جاء أعرابي إلى بيت النبي صلى الله عليه وسلم فاطلع من الباب. فالتقط سهماً أو عصا مدببة ووجهه نحو البدوي ليفقأ عينيه. فغادر. قال: لو بقيت أنا عينك لأفجرها (النسائي، التحاكيم)
Seorang Badui datang ke rumah Nabi (SAW) dan mengintip melalui pintu. Dia mengambil anak panah atau tongkat runcing dan mengarahkannya ke orang Badui itu untuk mematikan matanya. Jadi dia pergi. Beliau bersabda: Jika kamu diam saja, akulah matamu yang akan aku tiup (Nasa'i, Tahakim)
24
Adabul Mufrad # 0/1103
وقال عمر بن الخطاب (رضي الله عنه): من دخل الغرفة بعينيه قبل أن يؤذن له فقد أثم.
Umar Ibnul Khattab (R.A.) berkata, Jika seseorang memasuki ruangan dengan mata sebelum izin, maka dia berdosa.
25
Adabul Mufrad # 0/1104
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَالِمٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْوَلِيدِ قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ شُرَيْحٍ، أَنَّ أَبَا حَيٍّ الْمُؤَذِّنَ حَدَّثَهُ، أَنَّ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ مُسْلِمٍ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى جَوْفِ بَيْتٍ حَتَّى يَسْتَأْذِنَ، فَإِنْ فَعَلَ فَقَدْ دَخَلَ. وَلَا يَؤُمُّ قَوْمًا فَيَخُصُّ نَفْسَهُ بِدَعْوَةٍ دُونَهُمْ حَتَّى يَنْصَرِفَ. وَلَا يُصَلِّي وَهُوَ حَاقِنٌ حَتَّى يَتَخَفَّفَ» قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: أَصَحُّ مَا يُرْوَى فِي هَذَا الْبَابِ هَذَا الْحَدِيثُ.\n---\n[قال الشيخ الألباني] : \nصحيح دون جملة الإمامة
Ishaq bin Al-Ala’ meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Amr bin Al-Harits meriwayatkan kepadaku, dia berkata: Abdullah bin Salem meriwayatkan kepadaku, atas wewenang Muhammad bin Al-Walid, dia berkata: meriwayatkan kepada kami Yazid bin Shurayh berkata bahwa Abu Hayy al-Mu’adhdhin mengatakan kepadanya bahwa Thuban, hamba Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mengatakan kepadanya bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan berilah dia ketenangan, bersabda: “Tidak boleh seorang muslim melihat ke dalam rumah sampai dia meminta izin. Jika dia melakukannya, maka dia telah masuk.” Janganlah dia memimpin suatu kaum dalam shalat, dengan mengutarakan seruan kepada dirinya sendiri, bukannya kepada mereka, sampai dia berangkat. Janganlah dia shalat dalam keadaan kesusahan sampai dia meringankannya.” Abu Abdullah berkata: Yang paling benar adalah Dalam bab ini, hadits ini diriwayatkan.\n---\n[Syekh Al-Albani berkata]:\nSahih tanpa imamah umum
26
Adabul Mufrad # 0/1105
كان الله كفيلاً لمن خرج إلى المسجد. وكان الله على من يمضي في سبيل الله كفيلاً. -(أبو داود، الحاكم، ابن حبان)
jadilah Allah penjamin bagi orang yang berangkat ke masjid. Allah adalah jaminan bagi orang yang menempuh jalan Allah (Jihad). -(Abu Dawud, Hakim, Ibnu Hibban)
27
Adabul Mufrad # 0/1107
حَدَّثَنَا خَلِيفَةُ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: \" إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِنْ لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ \"
Khalifa memberi tahu kami, dia berkata: Abu Asim memberi tahu kami, dia berkata: Ibnu Jurayj memberi tahu kami, atas otoritas Abu al-Zubayr, atas otoritas Jabir, bahwa dia mendengar Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Beliau bersabda: “Jika seseorang masuk ke rumahnya dan menyebut Tuhan Yang Maha Esa ketika dia masuk dan makan, maka setan berkata: Tidak ada tempat bagimu untuk tinggal.” Dan tidak ada makan malam, dan ketika dia masuk dan tidak menyebut Tuhan ketika dia masuk, Setan berkata: Apakah kamu sudah bermalam? Dan jika dia tidak menyebut Tuhan ketika dia makan, dia berkata kepada setan: Apakah kamu telah sadar akan malam dan makan malam?
28
Adabul Mufrad # 0/1108
وصلنا إلى أنس بن مالك. كان يجلس وحيدا في شرفة منزله. سلم عليه شريكي وقال هل يمكنني الدخول؟ فقال أنس (رضي الله عنه): ادخل. إنه مكان لا يحتاج فيه أحد إلى طلب الإذن بالدخول. عندما تم تقديم الطعام، تناولناه. أحضر الموزع قدرًا كبيرًا من حلوى النبي (شراب التمر). شربه وجعلنا نشرب أيضًا.
Kami mendatangi Anas bin Malek. Dia sedang duduk sendirian di teras rumahnya. Rekan saya menyapanya dan berkata, bolehkah saya masuk? Anas (RA) berkata, Masuk. Ini adalah tempat di mana tidak ada yang perlu meminta izin untuk masuk. kami Ketika makanan disajikan, kami memakannya. Distributor membawa sepanci besar nabi manis (sirup kurma). Dia meminumnya dan membuat kami minum juga.
29
Adabul Mufrad # 0/1109
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ: كَانَ ابْنُ عُمَرَ لَا يَسْتَأْذِنُ عَلَى بُيُوتِ السُّوقِ
Abu Nu`aym menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Ibnu Aoun, atas wewenang Mujahid, yang mengatakan: Ibnu Umar tidak meminta izin pergi ke pasar.
30
Adabul Mufrad # 0/1110
حَدَّثَنَا أَبُو حَفْصِ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ قَالَ: كَانَ ابْنُ عُمَرَ يَسْتَأْذِنُ فِي ظُلَّةِ الْبَزَّازِ
Abu Hafs bin Ali menceritakan kepada kami, dia berkata: Al-Dahhak bin Mukhlid menceritakan kepada kami, atas wewenang Ibnu Jurayj, atas wewenang Ata’, yang mengatakan: Ibnu Umar biasa meminta izin di bawah naungan kotoran.
31
Adabul Mufrad # 0/1112
فكتب أبو موسى (رضي الله عنه) إلى الرحبان وسلم عليه. فقيل له إنه كافر فهل تسلم عليه؟ قال إنه كتب لي وسلم علي. لقد أجبت عليه.
Abu Musa (RA) menulis kepada Rahban dan menyapanya. Dia diberitahu, dia kafir, apakah kamu menyapanya? Dia bilang dia menulis surat kepadaku dan menyapaku. Saya sudah menjawabnya.
32
Adabul Mufrad # 0/1113
فقال النبي صلى الله عليه وسلم: إني أتوجه غداً إلى منطقة اليهود. لذلك لا تستقبلهم أولاً. عندما يسلمون عليك، سوف تحييهم.
Nabi (saw) berkata: Saya akan pergi ke daerah Yahudi besok pagi. Jadi jangan menyapa mereka terlebih dahulu. Ketika mereka menyapa Anda, Anda akan menyapa mereka.
33
Adabul Mufrad # 0/1114
قال النبي صلى الله عليه وسلم: لا تبدأوا بالسلام على أهل الكتاب. اجعلهم يسيرون على الجانب الضيق من الطريق. - (مسلم، الترمذي، أبو داود، أبو أواناسائي، الذهبي، ابن حبان)
Nabi (saw) bersabda: Janganlah kamu menyapa Ahli Kitab terlebih dahulu. Suruh mereka berjalan di sisi jalan yang sempit. -(Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Abu Awanasa'i, Tahabi, Ibnu Hibban)
34
Adabul Mufrad # 0/1116
مر يهودي على النبي صلى الله عليه وسلم فقال: السلام عليك. فلما رد أصحابه السلام قال: قال: مت. وعندما تم القبض على اليهودي اعترف. قال: أنت كما قال، فأجب بذلك. - (مسلم، أبو داود، النسائي، أبو آوى النسائي)
Seorang Yahudi yang lewat Nabi SAW berkata, Assamu Alaikum (semoga kamu mati). Ketika para sahabatnya menjawab salam tersebut, beliau berkata: Beliau berkata, semoga kamu mati. Ketika orang Yahudi itu ditangkap, dia mengaku. Dia berkata: Kamu seperti yang dia katakan Jawablah sesuai. -(Muslim, Abu Dawud, Nasa'i, Abu Awa Nasa'i)
35
Adabul Mufrad # 0/1117
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا سلم عليك أحد من ملة اليهود، فليقل: توفيت. لذلك أنت تقول أيضًا دع نفسك تموت. (البخاري، مسلم، الدارمي، النسائي)
Rasulullah (saw) bersabda: Jika seseorang dari komunitas Yahudi pernah menyapamu, dia harus mengatakan, Semoga kamu mati. Jadi kamu juga bilang, biarkan dirimu mati. (Bukhari, Muslim, Darimi, Nasa'i)
36
Adabul Mufrad # 0/1119
ذهب النبي (صلى الله عليه وسلم) إلى المريض سعد بن عبادة (رضي الله عنه) راكبًا على حمار، وقد فدك ثوب منشور على رحلته، وأسامة بن زيد (رضي الله عنه) جالس خلفه. واقترب من جمع من الناس، وكان عبد الله بن أبي بن سلول حاضرا أيضا، وكان ذلك قبل إسلام عدو الله هذا. وكان المسلمون والمشركون والمشركون حاضرين في الاجتماع. لقد استقبلهم. (البخاري، مسلم، الترمذي)
Nabi (SAW) pergi menemui Saad Ibnu Ubada (RA) yang sedang sakit mengendarai seekor keledai dengan kain terbuat dari Fadak dibentangkan di atas pelana dan Usama bin Zayd (RA) duduk di belakangnya. Beliau mendekati suatu perkumpulan orang, dimana Abdullah bin Ubayy bin Salul juga hadir. Hal ini terjadi sebelum masuknya Islam oleh musuh Allah ini. Muslim, musyrik dan musyrik semuanya hadir dalam pertemuan tersebut. Dia menyapa mereka. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi)
37
Adabul Mufrad # 0/1122
قال النبي صلى الله عليه وسلم: إذا لقيتم المشركين في الطريق فلا تبدأوا بالسلام عليهم، وتجبروهم على السير في ضيق الطريق. - (مسلم، الترمذي، أبو داود، الذهبي، أبو أواناسي، ابن حبان)
Nabi SAW bersabda: Jika kamu bertemu dengan orang-orang musyrik di jalan, janganlah kamu menyapa mereka terlebih dahulu dan memaksa mereka untuk berjalan di jalan yang sempit. -(Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Tahabi, Abu Awanasa'i, Ibnu Hibban)
38
Adabul Mufrad # 0/1124
ولو قال لي فرعون بارك الله فيك لقلت أنت أيضا وإن هلك فرعون.
Seandainya Firaun berkata kepadaku, “Tuhan memberkatimu,” aku juga akan mengatakannya, bahkan jika Firaun binasa.
39
Adabul Mufrad # 0/1126
مر ابن عمر رضي الله عنهما بنصراني فسلم عليه. كما أنها ترد تحيته. وبعد ذلك أُخبر أنه مسيحي. فلما علم رجع وقال ردوا علي السلام.
Ibnu Umar (RA) melewati seorang Nasrani dan memberi salam kepadanya. Dia juga membalas sapaannya. Kemudian dia diberitahu bahwa dia adalah seorang Kristen. Ketika dia mengetahuinya, dia kembali dan berkata, balas salamku.