Muwaththa Malik — Hadis #35330
Hadis #35330
حَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، كَانَ يَقُولُ مَنْ لَمْ يَقِفْ بِعَرَفَةَ مِنْ لَيْلَةِ الْمُزْدَلِفَةِ قَبْلَ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ فَقَدْ فَاتَهُ الْحَجُّ وَمَنْ وَقَفَ بِعَرَفَةَ مِنْ لَيْلَةِ الْمُزْدَلِفَةِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْحَجَّ .
Malik ditanya tentang bolehkah seorang laki-laki berdiri di Arafah, atau di Muzdalifah, atau melempari jamra, atau berkata antara Safa dan Marwa jika dia tidak sedang berwudhu, lalu beliau menjawab, “Setiap amalan haji yang boleh diikuti oleh wanita yang sedang haid, boleh dilakukan oleh laki-laki yang tidak berwudhu dan tidak ada hak apa pun darinya untuk itu. praktek umum tentang hal itu." Malik ditanya apakah orang yang menungganginya harus turun untuk melakukan berdiri di Arafah atau apakah dia boleh berdiri sambil menungganginya, dan dia berkata, “Dia boleh berdiri sambil menungganginya, kecuali dia atau hewan tunggangannya sakit, dalam hal ini Allah-lah yang paling sering menerima alasan.” Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik dari Nafi bahwa Abdullah bin Umar pernah berkata, “Barangsiapa yang tidak berdiri di Arafah pada malam Muzdalifa sebelum fajar menyingsing, maka ia ketinggalan haji, dan seseorang yang berdiri di Arafah pada malam Muzdalifa sebelum fajar menyingsing, ia telah menunaikan haji.
Sumber
Muwaththa Malik # 20/875
Tingkat
Mauquf Sahih
Kategori
Bab 20: Haji
Topik:
#Hajj