Misykatul Mashabih — Hadis #37449

Hadis #37449
وَعَن معَاذ أَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَفْضَلِ الْإِيمَانِ قَالَ: «أَنْ تُحِبَّ لِلَّهِ وَتُبْغِضَ لِلَّهِ وَتُعْمِلَ لِسَانَكَ فِي ذِكْرِ اللَّهِ قَالَ وماذا يَا رَسُول الله قَالَ وَأَن تحب للنَّاس مَا تحب لنَفسك وَتَكْرَهُ لَهُمْ مَا تَكْرَهُ لِنَفْسِكَ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ
Beliau juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang berzina maka ia tidak beriman, jika mencuri maka ia tidak beriman, jika minum anggur maka ia tidak beriman, jika seseorang menjarah karena orang-orang memandangnya maka ia bukan beriman, dan jika salah seorang di antara kalian menipu maka ia tidak beriman; maka berhati-hatilah, waspadalah!” (Bukhari dan Muslim.) Versi Ibnu ‘Abbas memuat “Jika seseorang melakukan pembunuhan maka dia tidak beriman.” ‘Ikrimah berkata bahwa dia bertanya kepada Ibnu Abbas bagaimana keimanan bisa direnggut darinya, dan dia menjawab “Demikianlah (menjalin jari-jarinya lalu memisahkannya), tetapi jika dia bertaubat, maka iman itu akan kembali kepadanya,” dan dia menjalin jari-jarinya. Aba ‘Abdallah1 mengatakan bahwa orang tersebut bukanlah mukmin yang sempurna dan tidak memiliki cahaya iman. Ini adalah kata-kata Bukhari. 1 yaitu 'Ikrima, Abu Abdullah menjadi kunya-nya.
Diriwayatkan oleh
Mu'adh bin Jabal (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 1/48
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bab 1: Iman
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait