Bab 6
Kembali ke Bab
01
Misykatul Mashabih # 6/1772
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ: «إِنَّك تَأتي قوما من أهل الْكتاب. فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. فَإِنْ هُمْ أطاعوا لذَلِك. فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ. فَإِنْ هم أطاعوا لذَلِك فأعلمهم أَن الله قد فرض عَلَيْهِم صَدَقَة تُؤْخَذ من أغنيائهم فَترد فِي فُقَرَائِهِمْ. فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ. فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَين الله حجاب»
Berdasarkan hadis Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW mengutus Muadz ke Yaman seraya bersabda: "Kalian datang kepada suatu kaum Ahli Kitab. Maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah. Jika mereka menaatinya. Maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah memerintahkan kepada mereka shalat lima waktu pada siang dan malam hari. Jika mereka menaatinya, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah membebankan kepada mereka sedekah yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka. dan diberikan kepada orang-orang miskin di antara mereka. Jika mereka menaatinya, maka waspadalah terhadap besarnya harta mereka, dan takutlah terhadap do’a orang-orang yang tertindas, karena tidak ada penghalang antara mereka dengan Allah.”
02
Misykatul Mashabih # 6/1773
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وجبينه وظهره كلما بردت أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيُرَى سَبِيلُهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ» قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ فَالْإِبِلُ؟ قَالَ: «وَلَا صَاحِبُ إِبِلٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا وَمِنْ حَقِّهَا حَلْبُهَا يَوْمَ وِرْدِهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ بُطِحَ لَهَا بِقَاعٍ قَرْقَرٍ أَوْفَرَ مَا كَانَت لَا يفقد مِنْهَا فصيلا وَاحِدًا تَطَؤُهُ بِأَخْفَافِهَا وَتَعَضُّهُ بِأَفْوَاهِهَا كُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ أولاها رد عَلَيْهِ أخراها فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيُرَى سَبِيلُهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّار» قيل: يَا رَسُول الله فَالْبَقَرُ وَالْغَنَمُ؟ قَالَ: «وَلَا صَاحِبُ بَقْرٍ وَلَا غَنَمٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ بُطِحَ لَهَا بِقَاعٍ قَرْقَرٍ لَا يَفْقِدُ مِنْهَا شَيْئًا لَيْسَ فِيهَا عَقْصَاءُ وَلَا جَلْحَاءُ وَلَا عَضْبَاءُ تَنْطِحُهُ بِقُرُونِهَا وَتَطَؤُهُ بِأَظْلَافِهَا كُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ أُولَاهَا رُدَّ عَلَيْهِ أُخْرَاهَا فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيُرَى سَبِيلُهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ» . قِيلَ: يَا رَسُول الله فالخيل؟ قَالَ: " الْخَيل ثَلَاثَةٌ: هِيَ لِرَجُلٍ وِزْرٌ وَهِيَ لِرَجُلٍ سِتْرٌ وَهِيَ لِرَجُلٍ أَجْرٌ. فَأَمَّا الَّتِي هِيَ لَهُ وِزْرٌ فَرَجُلٌ رَبَطَهَا رِيَاءً وَفَخْرًا وَنِوَاءً عَلَى أَهْلِ الْإِسْلَامِ فَهِيَ لَهُ وِزْرٌ. وَأَمَّا الَّتِي لَهُ سِتْرٌ فَرَجُلٌ رَبَطَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَمْ يَنْسَ حَقَّ اللَّهِ فِي ظُهُورِهَا وَلَا رِقَابِهَا فَهِيَ لَهُ سِتْرٌ. وَأَمَّا الَّتِي هِيَ لَهُ أَجْرٌ فَرَجُلٌ رَبَطَهَا فِي سَبِيلِ الله لأهل الْإِسْلَام فِي مرج أَو رَوْضَة فَمَا أَكَلَتْ مِنْ ذَلِكَ الْمَرْجِ أَوِ الرَّوْضَةِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا كُتِبَ لَهُ عَدَدَ مَا أَكَلَتْ حَسَنَاتٌ وَكُتِبَ لَهُ عَدَدَ أَرْوَاثِهَا وَأَبْوَالِهَا حَسَنَاتٌ وَلَا تَقْطَعُ طِوَلَهَا فَاسْتَنَّتْ شَرَفًا أَوْ شَرَفَيْنِ إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عَدَدَ آثَارِهَا وأوراثها حَسَنَاتٍ وَلَا مَرَّ بِهَا صَاحِبُهَا عَلَى نَهْرٍ فَشَرِبَتْ مِنْهُ وَلَا يُرِيدُ أَنْ يَسْقِيَهَا إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عَدَدَ مَا شَرِبَتْ حَسَنَاتٍ " قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ فَالْحُمُرُ؟ قَالَ: " مَا أُنْزِلَ عَلَيَّ فِي الْحُمُرِ شَيْءٌ إِلَّا هَذِهِ الْآيَةُ الْفَاذَّةُ الْجَامِعَةُ (فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ)
الزلزلة. رَوَاهُ مُسلم
الزلزلة. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada pemilik emas atau perak yang tidak membayar apa yang menjadi haknya." Kecuali pada hari kiamat nanti dibentangkan lempengan-lempengan api di atasnya, kemudian dia dibakar di api neraka, lalu bagian samping, dahi, dan punggungnya dibakar dengan itu setiap kali didinginkan dan dibawa kembali kepadanya dalam satu hari, setara dengan lima puluh ribu tahun, sampai dia diadili di antara para hamba dan terlihat jalannya, ke surga atau ke neraka. Dikatakan: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan unta? Beliau bersabda: “Tidak ada seorangpun pemilik unta yang tidak membayar haknya, dan mereka berhak memerah susunya pada hari mereka dibawa pulang, kecuali pada hari kiamat nanti, ia akan dihadapkan pada gemericik dasar yang melimpah, tidak akan ada satu spesies pun yang hilang, yang akan diinjak-injak dengan telapak kakinya dan digigit dengan mulutnya setiap kali ia lewat. Yang pertama akan dikembalikan kepadanya, dan yang terakhir akan dikembalikan kepadanya dalam satu hari, yang setara dengan lima puluh ribu tahun, sampai antara hamba-hamba itu dan jalannya terlihat atau menuju surga. Atau ke Neraka? Dikatakan: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan sapi dan domba? Beliau bersabda: “Tidak ada pemilik sapi atau domba yang tidak membayar haknya kecuali pada hari kiamat, mereka dibaringkan di tempat tidur kosong tanpa kehilangan satupun.” Tidak ada di antara mereka yang cacat, yang berkulit, atau yang tidak tahu berterima kasih, yang menanduknya dan menginjak-injaknya. Dengan kukunya, setiap kali yang pertama lewat olehnya, yang terakhir akan dikembalikan kepadanya dalam satu hari yang setara dengan lima puluh ribu tahun, sampai ia dilewatkan di antara para hamba dan ia terlihat. Jalannya menuju surga atau neraka.” Dikatakan: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan kuda? Beliau bersabda, “Ada tiga jenis kuda: mereka menjadi beban bagi manusia, dan menjadi pelindung bagi manusia.” Ini adalah hadiah bagi seorang pria. Adapun apa yang menjadi beban baginya, maka seseorang mengikatnya karena kemunafikan, kesombongan, dan kesusahan terhadap umat Islam, sehingga menjadi beban baginya. Adapun barangsiapa yang mempunyai penutup, diikatkan oleh laki-laki di jalan Allah, kemudian tidak melupakan hak-hak Allah mengenai penampilan atau lehernya, maka itu adalah penutup baginya. Adapun apa yang ada pahala baginya. Seorang laki-laki mengikatnya karena Allah untuk umat Islam di padang rumput atau padang rumput, dan dia tidak makan apa pun dari padang rumput atau padang rumput itu kecuali yang dicatat untuknya sejumlah tertentu. Dia memakan amal shaleh, lalu dicatat baginya jumlah kotoran dan air kencingnya sebagai amal shaleh, dan panjangnya tidak dipotong, maka dia menunggu satu atau dua kehormatan, kecuali Allah mencatat baginya. Dia memperhitungkan harta benda dan warisannya sebagai amal shaleh, dan pemiliknya tidak melewati sungai lalu dia meminumnya, dan dia juga tidak mau mengairinya kecuali Allah mencatat baginya jumlah minuman yang diminumnya. “Perbuatan baik.” Dikatakan: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan keledai? Beliau bersabda: “Tidak ada satupun yang diwahyukan kepadaku mengenai keledai kecuali ayat yang unik dan komprehensif ini (Maka siapa “Siapapun yang mengerjakan kebaikan seberat atom pun akan melihatnya, dan siapa pun yang mengerjakan keburukan seberat atom pun akan melihatnya.” Al-Zalzalah. Diriwayatkan oleh Muslim
03
Misykatul Mashabih # 6/1774
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَأْخُذ بِلِهْزِمَتَيْهِ - يَعْنِي بشدقيه - يَقُولُ: أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ ". ثُمَّ تَلَا هَذِه الْآيَة: (وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ من فَضله)
إِلَى آخر الْآيَة. رَوَاهُ البُخَارِيّ
" مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَأْخُذ بِلِهْزِمَتَيْهِ - يَعْنِي بشدقيه - يَقُولُ: أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ ". ثُمَّ تَلَا هَذِه الْآيَة: (وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ من فَضله)
إِلَى آخر الْآيَة. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Abu Hurairah beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang diberi uang oleh Allah, namun dia tidak membayar zakatnya, maka hartanya akan hangus baginya, seperti orang yang berani membayar banyak untuk itu.” Dua buah kismis akan mengelilinginya pada hari kiamat, dan dia akan mengambilnya dengan dua buah kismis - artinya di pipi - dan berkata: Akulah hartamu. Aku adalah hartamu.” Kemudian beliau membacakan ayat ini: (Dan janganlah kamu mengira bahwa mereka pelit dengan apa yang telah Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya) sampai akhir ayat tersebut. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
04
Misykatul Mashabih # 6/1775
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ رَجُلٍ يَكُونُ لَهُ إِبِلٌ أَوْ بَقَرٌ أَوْ غَنَمٌ لَا يُؤَدِّي حَقَّهَا إِلَّا أَتَى بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أعظم مَا يكون وَأَسْمَنَهُ تَطَؤُهُ بِأَخْفَافِهَا وَتَنْطِحُهُ بِقُرُونِهَا كُلَّمَا جَازَتْ أُخْرَاهَا رُدَّتْ عَلَيْهِ أُولَاهَا حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاس»
Atas wewenang Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Nabi SAW, beliau bersabda: "Tidak ada seorang pun pemilik unta, sapi, atau domba yang tidak membayar iurannya." Kecuali pada hari kiamat Dia akan mendatangkan wanita itu sehebat dan segemuk yang dia bisa. Dia akan menginjak-injaknya dengan sepatunya dan menanduknya dengan tanduknya. Setiap kali dia lewat, yang lain akan didorong mundur. Yang pertama ada padanya sampai diputuskan di antara manusia.”
05
Misykatul Mashabih # 6/1776
وَعَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «إِذا أَتَاكُمُ الْمُصَدِّقُ فَلْيَصْدُرْ عَنْكُمْ وَهُوَ عَنْكُمْ رَاضٍ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari riwayat Jarir bin Abdullah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika seorang notaris datang kepadamu, biarlah dia meninggalkannya atas namamu selama dia puas denganmu.” Diriwayatkan oleh Muslim
06
Misykatul Mashabih # 6/1777
وَعَنْ عَبْدُ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ قَالَ: «اللَّهُمَّ صلى على آل فلَان» . فَأَتَاهُ أبي بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ: «اللَّهُمَّ صلى الله على آل أبي أوفى»
وَفِي رِوَايَة: " إِذا أَتَى الرجل النَّبِي بِصَدَقَتِهِ قَالَ: «اللَّهُمَّ صلي عَلَيْهِ»
وَفِي رِوَايَة: " إِذا أَتَى الرجل النَّبِي بِصَدَقَتِهِ قَالَ: «اللَّهُمَّ صلي عَلَيْهِ»
Dari Abdullah bin Abi Awfa radhiyallahu 'anhu kepada mereka berdua, beliau bersabda: Setiap kali ada orang yang datang kepadanya dengan sedekahnya, Nabi Muhammad SAW akan bersabda: "Ya Allah, berkahilah keluarga si fulan." Maka ayahku mendatanginya dengan membawa sedekahnya dan berkata: “Ya Allah, semoga keberkahan Allah tercurah kepada keluarga ayahku secara penuh.” Dan dalam riwayatnya: “Ketika laki-laki itu membawa sedekahnya kepada Nabi, dia berkata: “Ya Allah, berkahilah dia”
07
Misykatul Mashabih # 6/1778
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ. قَالَ: بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُمَرَ عَلَى الصَّدَقَةِ. فَقِيلَ: مَنَعَ ابْنُ جَمِيلٍ وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ وَالْعَبَّاسُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا يَنْقِمُ ابْنُ جَمِيلٍ إِلَّا أَنَّهُ كَانَ فَقِيرًا فَأَغْنَاهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ. وَأَمَّا خَالِدٌ فَإِنَّكُمْ تَظْلِمُونَ خَالِدًا. قَدِ احْتَبَسَ أَدْرَاعَهُ وَأَعْتُدَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. وَأَمَّا الْعَبَّاسُ فَهِيَ عَلَيَّ. وَمِثْلُهَا مَعَهَا» . ثُمَّ قَالَ: «يَا عُمَرُ أَمَا شَعَرْتَ أَن عَم الرجل صنوا أَبِيه؟»
Atas wewenang Abu Hurairah. Dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengutus Omar untuk beramal. Dikatakan: Ibnu Jamil, Khalid bin Al-Walid dan Al-Abbas dicegah. Rasulullah SAW bersabda: “Ibnu Jamil tidak akan merasa kecewa kecuali dia miskin dan Allah serta Rasul-Nya telah memperkayanya.” Adapun Khaled, Anda menganiaya Khaled. Dia telah mempertahankan senjata dan perlengkapannya di jalan Tuhan. Adapun Al-Abbas adalah Ali. Dan hal yang sama terjadi padanya. Lalu beliau berkata: “Wahai Umar, tidakkah kamu merasa bahwa paman laki-laki itu seperti ayahnya?”
08
Misykatul Mashabih # 6/1779
عَن أبي حميد السَّاعِدِيّ: اسْتَعْمَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنَ الأزد يُقَال لَهُ ابْن اللتبية الأتبية عَلَى الصَّدَقَةِ فَلَمَّا قَدِمَ قَالَ: هَذَا لَكُمْ وَهَذَا أُهْدِيَ لِي فَخَطَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأثْنى عَلَيْهِ وَقَالَ:
" أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي أَسْتَعْمِلُ رِجَالًا مِنْكُمْ عَلَى أُمُور مِمَّا ولاني الله فَيَأْتِي أحدكُم فَيَقُول: هَذَا لكم وَهَذَا هَدِيَّةٌ أُهْدِيَتْ لِي فَهَلَّا جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ أَوْ بَيْتِ أُمِّهِ فَيَنْظُرُ أَيُهْدَى لَهُ أَمْ لَا؟ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَأْخُذُ أَحَدٌ مِنْهُ شَيْئًا إِلَّا جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى رَقَبَتِهِ إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ أَوْ بَقْرًا لَهُ خُوَارٌ أَوْ شَاة تَيْعر " ثمَّ رفع يَدَيْهِ حَتَّى رَأينَا عفرتي إِبِطَيْهِ ثُمَّ قَالَ: «اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَل بلغت» . . قَالَ الْخَطَّابِيُّ: وَفِي قَوْلِهِ: «هَلَّا جَلَسَ فِي بَيْتِ أُمِّهِ أَوْ أَبِيهِ فَيَنْظُرُ أَيُهْدَى إِلَيْهِ أَمْ لَا؟» دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ كُلَّ أَمْرٍ يُتَذَرَّعُ بِهِ إِلَى مَحْظُورٍ فَهُوَ مَحْظُورٌ وَكُلُّ دخل فِي الْعُقُودِ يُنْظَرُ هَلْ يَكُونُ حُكْمُهُ عِنْدَ الِانْفِرَادِ كَحُكْمِهِ عِنْدَ الِاقْتِرَانِ أَمْ لَا؟ هَكَذَا فِي شرح السّنة
" أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي أَسْتَعْمِلُ رِجَالًا مِنْكُمْ عَلَى أُمُور مِمَّا ولاني الله فَيَأْتِي أحدكُم فَيَقُول: هَذَا لكم وَهَذَا هَدِيَّةٌ أُهْدِيَتْ لِي فَهَلَّا جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ أَوْ بَيْتِ أُمِّهِ فَيَنْظُرُ أَيُهْدَى لَهُ أَمْ لَا؟ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَأْخُذُ أَحَدٌ مِنْهُ شَيْئًا إِلَّا جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى رَقَبَتِهِ إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ أَوْ بَقْرًا لَهُ خُوَارٌ أَوْ شَاة تَيْعر " ثمَّ رفع يَدَيْهِ حَتَّى رَأينَا عفرتي إِبِطَيْهِ ثُمَّ قَالَ: «اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَل بلغت» . . قَالَ الْخَطَّابِيُّ: وَفِي قَوْلِهِ: «هَلَّا جَلَسَ فِي بَيْتِ أُمِّهِ أَوْ أَبِيهِ فَيَنْظُرُ أَيُهْدَى إِلَيْهِ أَمْ لَا؟» دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ كُلَّ أَمْرٍ يُتَذَرَّعُ بِهِ إِلَى مَحْظُورٍ فَهُوَ مَحْظُورٌ وَكُلُّ دخل فِي الْعُقُودِ يُنْظَرُ هَلْ يَكُونُ حُكْمُهُ عِنْدَ الِانْفِرَادِ كَحُكْمِهِ عِنْدَ الِاقْتِرَانِ أَمْ لَا؟ هَكَذَا فِي شرح السّنة
Dari Abu Hamid al-Sa’idi: Nabi Muhammad SAW menunjuk seorang laki-laki dari Azd bernama Ibnu al-Latbiyyah untuk bersedekah. Ketika dia datang, dia berkata: Ini untukmu, dan ini diberikan sebagai hadiah. Maka Nabi Muhammad SAW menyapaku dan dia mengucap syukur kepada Allah dan memuji-Nya seraya bersabda: "Adapun yang berikut ini, aku akan mengangkat laki-laki di antara kalian untuk melaksanakan urusan yang telah ditetapkan Allah kepadaku. Kemudian salah satu dari kalian datang dan berkata: Ini untukmu dan ini adalah hadiah yang diberikan kepadaku. Maka apakah dia tidak akan duduk di rumah bapaknya atau di rumah ibunya? Maka dia akan melihat apakah hadiah itu akan diberikan kepadanya atau tidak? Demi Dzat yang ada di tangan-Ku." jiwa, maka tidak ada seorangpun yang mengambil sesuatu darinya melainkan akan membawanya pada hari kiamat dengan menggendongnya di lehernya, baik itu unta yang mengembik, atau sapi yang mengembik, atau domba yang mengembik.” Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya hingga kami melihat tulang punggung ketiaknya, lalu beliau bersabda: “Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan risalah tersebut. Namun demikian, setiap perkara yang menjadikan suatu hal yang haram sebagai alasan adalah haram, dan setiap perkara yang dibuat dalam akad harus diperiksa apakah hukumnya secara privat sama dengan hukumnya dalam Berpasangan atau tidak? Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Sunnah
09
Misykatul Mashabih # 6/1780
وَعَنْ عَدِيِّ بْنِ عُمَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُم على عمر فَكَتَمَنَا مِخْيَطًا فَمَا فَوْقَهُ كَانَ غُلُولًا يَأْتِي بِهِ يَوْم الْقِيَامَة» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Adi bin Umayrah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Siapa diantara kalian yang kami gunakan pada Umar lalu kami sembunyikan satu jahitan, dan apa pun yang diatasnya adalah penipuan.” Dia akan membawanya pada hari kiamat.” Diriwayatkan oleh Muslim
10
Misykatul Mashabih # 6/1781
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ (وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ)
كَبُرَ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ. فَقَالَ عُمَرُ أَنَا أُفَرِّجُ عَنْكُمْ فَانْطَلَقَ. فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ قد كبر على أَصْحَابك هَذِه الْآيَة. فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ لم يفْرض الزَّكَاة إِلَّا ليطيب بهَا مَا بَقِيَ مِنْ أَمْوَالِكُمْ وَإِنَّمَا فَرَضَ الْمَوَارِيثَ وَذكر كلمة لتَكون لمن بعدكم» قَالَ فَكَبَّرَ عُمَرُ. ثُمَّ قَالَ لَهُ: «أَلَا أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حفظته» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
كَبُرَ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ. فَقَالَ عُمَرُ أَنَا أُفَرِّجُ عَنْكُمْ فَانْطَلَقَ. فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ قد كبر على أَصْحَابك هَذِه الْآيَة. فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ لم يفْرض الزَّكَاة إِلَّا ليطيب بهَا مَا بَقِيَ مِنْ أَمْوَالِكُمْ وَإِنَّمَا فَرَضَ الْمَوَارِيثَ وَذكر كلمة لتَكون لمن بعدكم» قَالَ فَكَبَّرَ عُمَرُ. ثُمَّ قَالَ لَهُ: «أَلَا أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حفظته» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu keduanya, beliau bersabda: Ketika "Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak" diturunkan, hal ini menjadi sulit bagi umat Islam. Omar berkata, “Saya akan melepaskanmu.” Jadi dia berangkat. Beliau bersabda: Wahai Nabi Allah, ayat ini dianggap terlalu agung bagi para sahabatmu. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Allah tidak mewajibkan zakat melainkan untuk memperkaya sisa hartamu, melainkan Dia mewariskan dan menyebutkan satu kalimat agar menjadi milik orang-orang setelah kamu. Jika laki-laki itu memandangnya, maka perempuan itu merasa senang, dan bila laki-laki itu memerintahkannya, maka perempuan itu menurutinya.” Dan jika dia tidak hadir, “Dia menyimpannya darinya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
11
Misykatul Mashabih # 6/1782
عَن جَابِرِ بْنِ عَتِيكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَيَأْتِيكُمْ رُكَيْبٌ مُبَغَّضُونَ فَإِذا جاؤكم فَرَحِّبُوا بِهِمْ وَخَلُّوا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَبْتَغُونَ فَإِنْ عَدَلُوا فَلِأَنْفُسِهِمْ وَإِنْ ظَلَمُوا فَعَلَيْهِمْ وَأَرْضُوهُمْ فَإِنَّ تَمَامَ زَكَاتِكُمْ رِضَاهُمْ وَلْيَدْعُوا لَكُمْ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari hadis Jabir bin Atik yang berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang kepadamu orang-orang yang dibenci, maka ketika mereka datang kepadamu, sambutlah mereka dan berdualah dengan mereka.” Dan apa saja yang mereka kehendaki, maka jika mereka adil, maka itu untuk diri mereka sendiri, tetapi jika mereka zalim, maka itu bertentangan dengan mereka dan kepuasan mereka. Maka lengkapnya zakatmu itu menjadi kepuasan mereka, dan hendaklah mereka berdoa. "Untukmu." Diriwayatkan oleh Abu Dawood
12
Misykatul Mashabih # 6/1783
عَن جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: جَاءَ نَاسٌ يَعْنِي مِنَ الْأَعْرَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا: إِنَّ نَاسًا مِنَ المصدقين يَأْتُونَا فيظلمونا قَالَ: فَقَالَ: «أَرْضُوا مُصَدِّقِيكُمْ وَإِنْ ظُلِمْتُمْ» رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Dari riwayat Jarir bin Abdullah beliau berkata: Beberapa orang, yaitu sebagian orang Badui, mendatangi Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan mereka berkata: Sesungguhnya, sebagian orang beriman datang kepada kami dan menindas kami. Dia berkata: Maka dia berkata: “Puaskanlah orang-orang yang beriman kepadamu, meskipun kamu dianiaya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
13
Misykatul Mashabih # 6/1784
وَعَنْ بَشِيرِ بْنِ الْخَصَاصِيَّةِ قَالَ: قُلْنَا: أَنَّ أَهْلَ الصَّدَقَةِ يَعْتَدُونَ عَلَيْنَا أَفَنَكْتُمُ مِنْ أَمْوَالِنَا بِقَدْرِ مَا يَعْتَدُونَ؟ قَالَ: «لَا» رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Berdasarkan wewenang Bashir bin al-Khasasiyah, dia berkata: Kami berkata: Orang-orang amal sedang menyerang kami. Sudahkah Anda menghindarkan kami dari kekayaan kami sesuai dengan apa yang mereka serang? Dia berkata: “Tidak.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
14
Misykatul Mashabih # 6/1785
وَعَن رَافع بن خديح قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْعَامِلُ عَلَى الصَّدَقَةِ بِالْحَقِّ كَالْغَازِي فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالتِّرْمِذِيّ
Dari hadis Rafi’ bin Khudaih beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang bekerja bersedekah dengan hak adalah seperti orang yang berperang di jalan Allah sampai dia kembali ke rumahnya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood dan Al-Tirmidzi
15
Misykatul Mashabih # 6/1786
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا جَلَبَ وَلَا جَنَبَ وَلَا تُؤْخَذُ صَدَقَاتُهُمْ إِلَّا فِي دُورِهِمْ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, atas wewenang Nabi Muhammad SAW yang bersabda: “Tidak ada jin atau junub, dan sedekah mereka tidak diambil kecuali pada “Giliran mereka”. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
16
Misykatul Mashabih # 6/1787
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ اسْتَفَادَ مَالًا فَلَا زَكَاة فِيهِ حَتَّى يحول عيه الْحَوْلُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَذَكَرَ جَمَاعَةٌ أَنَّهُمْ وَقَفُوهُ على ابْن عمر
Dari riwayat Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mengambil keuntungan dari harta, maka tidak ada zakat atasnya sampai lewat satu tahun.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, dan ada sekelompok yang menyebutkan bahwa mereka mengaitkannya dengan Ibnu Umar.
17
Misykatul Mashabih # 6/1788
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ الْعَبَّاسَ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَعْجِيل صَدَقَة قَبْلَ أَنْ تَحِلَّ: فَرَخَّصَ لَهُ فِي ذَلِكَ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ
Atas wewenang Ali radhiyallahu 'anhu: Al-Abbas bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, tentang mempercepat pembayaran zakat sebelum jatuh tempo: maka dia memberinya izin untuk melakukannya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Darimi
18
Misykatul Mashabih # 6/1789
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ فَقَالَ: «أَلَا مَنْ وَلِيَ يَتِيمًا لَهُ مَالٌ فَلْيَتَّجِرْ فِيهِ وَلَا يَتْرُكْهُ حَتَّى تَأْكُلَهُ الصَّدَقَةُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: فِي إِسْنَادِهِ مقَال: لِأَن الْمثنى بن الصَّباح ضَعِيف
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda kepada manusia: “Kecuali orang yang mengasuh anak yatim yang mempunyai harta, maka hendaklah dia memperdagangkannya dan jangan meninggalkannya hingga zakatnya habis.” Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Dalam rantai penularannya ada pernyataan: Karena Al-Muthanna bin Al-Sabbah lemah.
19
Misykatul Mashabih # 6/1790
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: لَمَّا تُوُفِّيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنَ الْعَرَبِ قَالَ عُمَرُ: يَا أَبَا بَكْرٍ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ على الله ". قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا كَانُوا يُؤَدُّونَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهَا. قَالَ عُمَرُ: فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَن رَأَيْت أَن قد شرح الله صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ
" أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ على الله ". قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا كَانُوا يُؤَدُّونَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهَا. قَالَ عُمَرُ: فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَن رَأَيْت أَن قد شرح الله صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ
Dari hadis Abu Hurairah beliau bersabda: Ketika Nabi Muhammad SAW wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai penggantinya, dan siapa pun di antara orang-orang Arab yang kafir maka Umar berkata: Wahai Abu Bakar, bagaimana kamu berperang melawan manusia padahal Rasulullah SAW bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka berkata: Tidak ada tuhan.” Kecuali Allah. Barangsiapa mengatakan: Tidak ada Tuhan selain Allah, maka harta dan nyawanya akan dilindungi dariku, kecuali sesuai dengan haknya dan perhitungannya ada pada Allah.” Abu Bakar berkata: “Demi Allah, aku akan memerangi orang-orang yang membedakan antara shalat dan zakat, karena zakat adalah hak atas uang. Demi Tuhan, jika mereka menahan satu pelukan pun dariku, maka mereka akan memberikannya kepada Rasulullah. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Saya akan melawan mereka untuk mencegahnya. Omar berkata: Demi Tuhan, aku hanya melihat bahwa Tuhan telah menjelaskan keinginan Abu Bakar untuk berperang, jadi aku tahu bahwa itu adalah kebenaran.
20
Misykatul Mashabih # 6/1791
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَكُونُ كَنْزُ أَحَدِكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ يَفِرُّ مِنْهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يَطْلُبُهُ حَتَّى يُلْقِمَهُ أَصَابِعه» . رَوَاهُ أَحْمد
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Harta salah satu dari kalian pada hari kiamat adalah salah satu harta yang paling berani dan paling berani. Pemiliknya akan lari darinya saat dia mencarinya hingga dia menggigitnya dengan jari." Diriwayatkan oleh Ahmed
21
Misykatul Mashabih # 6/1792
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ رَجُلٍ لَا يُؤَدِّي زَكَاةَ مَالِهِ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي عُنُقِهِ شُجَاعًا» ثُمَّ قَرَأَ عَلَيْنَا مِصْدَاقَهُ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ: (وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يبلخون بِمَا آتَاهُم الله من فَضله)
الْآيَة. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه
الْآيَة. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه
Atas wewenang Ibnu Masoud, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Tidak ada seorang pun yang tidak membayar zakat hartanya tanpa Allah mengalungkannya di lehernya pada hari kiamat. Berani.” Kemudian dia membacakan kepada kami apa yang disabdakan dari Kitab Allah: (Dan janganlah kamu mengira bahwa mereka menipu tentang apa yang telah Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya) ayat tersebut. Beliau meriwayatkannya Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah
22
Misykatul Mashabih # 6/1793
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا خَالَطَتِ الزَّكَاةُ مَالًا قَطُّ إِلَّا أَهْلَكَتْهُ» . رَوَاهُ الشَّافِعِيُّ وَالْبُخَارِيُّ فِي تَارِيخِهِ وَالْحُمَيْدِيُّ وَزَادَ قَالَ: يَكُونُ قَدْ وَجَبَ عَلَيْكَ صَدَقَةٌ فَلَا تُخْرِجْهَا فَيُهْلِكُ الْحَرَامُ الْحَلَالَ. وَقَدِ احْتَجَّ بِهِ من يرى تعلق الزَّكَاةِ بِالْعَيْنِ هَكَذَا فِي الْمُنْتَقَى
وَرَوَى الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ بِإِسْنَادِهِ إِلَى عَائِشَةَ. وَقَالَ أَحْمَدُ فِي «خَالَطَتْ» : تَفْسِيرُهُ أَنَّ الرَّجُلَ يَأْخُذُ الزَّكَاةَ وَهُوَ مُوسِرٌ أَو غَنِي وَإِنَّمَا هِيَ للْفُقَرَاء
وَرَوَى الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ بِإِسْنَادِهِ إِلَى عَائِشَةَ. وَقَالَ أَحْمَدُ فِي «خَالَطَتْ» : تَفْسِيرُهُ أَنَّ الرَّجُلَ يَأْخُذُ الزَّكَاةَ وَهُوَ مُوسِرٌ أَو غَنِي وَإِنَّمَا هِيَ للْفُقَرَاء
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Zakat tidak pernah tercampur dengan harta kecuali" Itu menghancurkannya. Diriwayatkan oleh Al-Syafi’i, Al-Bukhari dalam riwayatnya, dan Al-Humaydi, yang menambahkan: Bisa jadi kamu wajib bersedekah, maka jangan kamu bersedekah, nanti kamu binasa. Yang terlarang adalah yang diperbolehkan. Mereka yang meyakini bahwa zakat itu melekat pada harta, telah menyebutkan hal ini sebagai dalil dalam Al-Muntaqa, dan Al-Bayhaqi meriwayatkan dalam Shu’ab Al-Iman dari riwayat Ahmad bin Hanbal dengan risalahnya kepada Aisyah. Ahmad berkata dalam “Khalat”: Tafsirnya adalah seseorang mengambil zakat pada saat ia berkecukupan atau kaya, tetapi itu untuk orang miskin.
23
Misykatul Mashabih # 6/1794
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسَةِ أَوْسُقٍ مِنَ التَّمْرِ صَدَقَةٌ وَلَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ مِنَ الْوَرِقِ صَدَقَةٌ وَلَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ ذَوْدٍ من الْإِبِل صَدَقَة»
Dari hadis Abu Saeed Al-Khudri beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada sedekah yang kurang dari lima wasq kurma, dan tidak ada sedekah yang kurang dari lima wasq kurma.” Lima ons kertas adalah zakat, dan tidak ada zakat yang kurang dari lima ekor unta.”
24
Misykatul Mashabih # 6/1795
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ عَلَى الْمُسْلِمِ صَدَقَةٌ فِي عَبْدِهِ وَلَا فِي فَرَسِهِ» . وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ: «لَيْسَ فِي عَبْدِهِ صَدَقَةٌ إِلَّا صَدَقَةُ الْفِطْرِ»
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim tidak wajib membayar zakat atas budaknya atau atas kudanya.” Dalam sebuah riwayat beliau bersabda: “Tidak ada sedekah yang diberikan kepada hambanya kecuali zakat fitrah.”
25
Misykatul Mashabih # 6/1796
وَعَن أنس بن مَالك: أَن أَبَا بكر رَضِي الله عَنهُ كَتَبَ لَهُ هَذَا الْكِتَابَ لَمَّا وَجَّهَهُ إِلَى الْبَحْرِينِ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ هَذِهِ فَرِيضَةُ الصَّدَقَةِ الَّتِي فَرَضَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ وَالَّتِي أَمَرَ اللَّهُ عز وَجل بهَا رَسُوله فَمن سَأَلَهَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى وَجْهِهَا فَلْيُعْطِهَا وَمَنْ سُئِلَ فَوْقَهَا فَلَا يُعْطِ: فِي أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنَ الْإِبِل فَمَا دونهَا خَمْسٍ شَاةٌ. فَإِذَا بَلَغَتْ خَمْسًا وَعِشْرِينَ إِلَى خَمْسٍ وَثَلَاثِينَ فَفِيهَا بِنْتُ مَخَاضٍ أُنْثَى فَإِذَا بلغت سِتا وَثَلَاثِينَ فَفِيهَا بنت لبون أُنْثَى. فَإِذا بلغت سِتَّة وَأَرْبَعين إِلَى سِتِّينَ فَفِيهَا حِقَّةٌ طَرُوقَةُ الْجَمَلِ فَإِذَا بَلَغَتْ وَاحِدَةً وَسِتِّينَ فَفِيهَا جَذَعَة. فَإِذا بلغت سِتا وَسبعين فَفِيهَا بِنْتَا لَبُونٍ. فَإِذَا بَلَغَتْ إِحْدَى وَتِسْعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِيهَا حِقَّتَانِ طَرُوقَتَا الْجَمَلِ. فَإِذَا زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ بِنْتُ لَبُونٍ وَفِي كُلِّ خَمْسِينَ حِقَّةٌ. وَمَنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ إِلَّا أَرْبَعٌ مِنَ الْإِبِلِ فَلَيْسَ فِيهَا صَدَقَةٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا. فَإِذَا بَلَغَتْ خَمْسًا فَفِيهَا شَاةٌ وَمَنْ بَلَغَتْ عِنْدَهُ مِنَ الْإِبِلِ صَدَقَةَ الْجَذَعَةِ وَلَيْسَتْ عِنْده جَذَعَة وَعِنْده حقة فَإِنَّهَا تقبل مِنْهُ الْحِقَّةُ وَيُجْعَلُ مَعَهَا شَاتَيْنِ إِنِ اسْتَيْسَرَتَا لَهُ أَوْ عِشْرِينَ دِرْهَمًا. وَمَنْ بَلَغَتْ عِنْدَهُ صَدَقَةَ الْحِقَّةِ وَلَيْسَتْ عِنْدَهُ الْحِقَّةُ وَعِنْدَهُ الْجَذَعَةُ فَإِنَّهَا تُقْبَلُ مِنْهُ الْجَذَعَةُ وَيُعْطِيهِ الْمُصَدِّقُ عِشْرِينَ دِرْهَمًا أَوْ شَاتَيْنِ. وَمَنْ بَلَغَتْ عِنْدَهُ صَدَقَةَ الْحِقَّةِ وَلَيْسَت إِلَّا عِنْده بِنْتُ لَبُونٍ فَإِنَّهَا تُقْبَلُ مِنْهُ بِنْتُ لَبُونٍ وَيُعْطِي مَعهَا شَاتَيْنِ أَوْ عِشْرِينَ دِرْهَمًا. وَمَنْ بَلَغَتْ صَدَقَتُهُ بنت لبون وَعِنْده حقة فَإِنَّهَا تقبل مِنْهُ الْحِقَّةُ وَيُعْطِيهِ الْمُصَدِّقُ عِشْرِينَ دِرْهَمًا أَوْ شَاتَيْنِ. وَمَنْ بَلَغَتْ صَدَقَتُهُ بَنْتَ لِبَوْنٍ وَلَيْسَتْ عِنْدَهُ وَعِنْدَهُ بِنْتُ مَخَاضٍ فَإِنَّهَا تُقْبَلُ مِنْهُ بِنْتُ مَخَاضٍ وَيُعْطَى مَعَهَا عِشْرِينَ دِرْهَمًا أَوْ شَاتَيْنِ. وَمَنْ بَلَغَتْ صَدَقَتُهُ بَنْتَ مَخَاضٍ وَلَيْسَتْ عِنْدَهُ وَعِنْدَهُ بِنْتُ لَبُونٍ فَإِنَّهَا تُقْبَلُ مِنْهُ وَيُعْطِيهِ الْمُصَدِّقُ عِشْرِينَ دِرْهَمًا أَوْ شَاتَيْنِ. فَإِنْ لَمْ تَكُنْ عِنْدَهُ بِنْتُ مَخَاضٍ عَلَى وَجْهِهَا وَعِنْدَهُ ابْن لَبُونٍ فَإِنَّهُ يُقْبَلُ مِنْهُ وَلَيْسَ مَعَهُ شَيْءٌ. وَفِي صَدَقَةِ الْغَنَمِ فِي سَائِمَتِهَا إِذَا كَانَتْ أَرْبَعِينَ فَفِيهَا شَاة إِلَى عشْرين وَمِائَة شَاة فَإِن زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ إِلَى مِائَتَيْنِ فَفِيهَا شَاتَان. فَإِن زَادَتْ عَلَى مِائَتَيْنِ إِلَى ثَلَاثِمِائَةٍ فَفِيهَا ثَلَاثُ شِيَاهٍ. فَإِذَا زَادَتْ عَلَى ثَلَاثِمِائَةٍ فَفِي كُلِّ مِائَةٍ شَاةٌ. فَإِذَا كَانَتْ سَائِمَةُ الرَّجُلِ نَاقِصَةً مِنْ أَرْبَعِينَ شَاةً وَاحِدَةً فَلَيْسَ فِيهَا صَدَقَةٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا. وَلَا تُخْرَجَ فِي الصَّدَقَة هرمة وَلَا ذَات عور وَلَا تَيْسٌ إِلَّا مَا شَاءَ الْمُصَدِّقُ. وَلَا يجمع بَين متفرق وَلَا يفرق بَين مُجْتَمع خَشْيَةَ الصَّدَقَةِ وَمَا كَانَ مِنْ خَلِيطَيْنِ فَإِنَّهُمَا يَتَرَاجَعَانِ بَيْنَهُمَا بِالسَّوِيَّةِ. وَفِي الرِّقَةِ رُبُعُ الْعُشْرِ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ إِلَّا تِسْعِينَ وَمِائَةً فَلَيْسَ فِيهَا شَيْءٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Anas bin Malik: Abu Bakar radhiyallahu 'anhu menulis surat ini kepadanya ketika dia mengarahkannya ke Bahrain: Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, ini adalah kewajiban. Amal yang Rasulullah SAW wajibkan kepada kaum muslimin dan yang diperintahkan Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya, maka barang siapa yang meminta kepada orang-orang yang telah masuk Islam sesuai dengan syarat-syaratnya, maka hendaklah dia memberikannya, dan barang siapa yang diminta lebih dari itu, janganlah dia memberi: untuk dua puluh empat ekor unta, atau kurang dari itu, lima ekor domba. Jika dia mencapai usia dua puluh lima hingga tiga puluh lima tahun, maka dia memiliki binti makhad perempuan, dan jika dia mencapai usia tiga puluh enam, maka dia memiliki binti labun perempuan. Jika mencapai empat puluh enam sampai enam puluh, ia memiliki Haqqah seperti unta, dan jika mencapai enam puluh satu, maka ia memiliki Jada'ah. Jika umurnya mencapai tujuh puluh enam, maka di dalamnya terdapat dua orang anak perempuan Laban. Jika mencapai sembilan puluh satu sampai seratus dua puluh, itu berisi dua hqāqāt suku kata unta. Jika melebihi seratus dua puluh, maka di setiap empat puluh Bint Labun, dan ada hqqah untuk setiap lima puluh. Dan barangsiapa yang mempunyai empat ekor unta, maka tidak ada zakat atas unta-unta itu kecuali pemiliknya menghendakinya. Jika sampai lima tahun, maka itu adalah seekor domba, dan siapa yang memiliki unta yang berumur lima tahun, maka zakatnya satu judah, dan dia tidak memiliki satu judah, dan dia memiliki hadqah, maka diterima hidqah darinya. Dan dia akan menaruh bersamanya dua ekor domba, jika ada, atau dua puluh dirham. Dan barang siapa yang zakatnya berjumlah Haqqa, namun tidak memiliki Haqqa dan memiliki Jad’ah, maka dia Jad’ah akan diterima darinya dan pemberinya akan memberikannya kepadanya. Dua puluh dirham atau dua ekor domba. Dan barang siapa yang berhak bersedekah Dia hanya bersama Binti Labun, maka dia menerima Binti Labun darinya dan dia memberinya dua ekor domba atau dua puluh dirham. Barangsiapa mempunyai zakat sebesar Binti Labun dan mempunyai hak, maka hak tersebut akan diterima darinya dan pemberi zakat akan memberinya dua puluh dirham atau dua ekor domba. Dan barangsiapa sedekahnya sampai ke Binti Labun dan tidak bersama dia dan Binti Makhad, maka akan diterima Binti Makhad darinya dan dia akan memberinya dua puluh dirham atau dua ekor domba. Dan barang siapa yang memiliki Binti Makhad dalam sedekahnya tetapi ia tidak memiliki Binti Labun, maka diterima darinya dan pemberi sedekah akan memberinya dua puluh dirham atau dua ekor domba. Jika tidak, Dia mempunyai anak perempuan yang sedang bersalin di mukanya, dan Dia mempunyai seorang anak laki-laki bernama Labun, maka diterimalah itu darinya dan dia tidak mempunyai apa-apa bersamanya. Adapun zakat kambing dalam kawanannya, jika jumlahnya empat puluh, maka ada satu banding dua puluh seratus ekor domba, dan jika lebih dari dua puluh, seratus sampai dua ratus ekor domba. Ada dua domba di dalamnya. Jika melebihi dua ratus Hingga tiga ratus, termasuk tiga ekor domba. Jika melebihi tiga ratus, maka untuk setiap seratus ada seekor domba. Jika domba seseorang kurang dari empat puluh satu ekor domba, maka tidak ada zakat atasnya kecuali Tuhannya menghendaki. Janganlah kamu bersedekah seorang perempuan tua, seekor betina bermata satu, atau seekor kambing betina, kecuali jika pemberinya menghendaki. Dia tidak menggabungkan apa yang terpisah, dan Dia tidak membeda-bedakan gabungan karena takut akan amal, dan apa pun yang merupakan campuran keduanya, maka keduanya akan bersatu. Dan di Raqqa seperempatnya. Jika hanya seratus sembilan puluh, maka tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali Tuhan menghendakinya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
26
Misykatul Mashabih # 6/1797
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «فِيمَا سَقَتِ السَّمَاءُ وَالْعُيُونُ أَوْ كَانَ عَثَرِيًّا الْعُشْرُ. وَمَا سقِِي بالنضح نصف الْعشْر» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Abdullah bin Umar, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Saat langit dan mata berair, atau saat bumi lemah, yang kesepuluh.” Dan yang diairi dengan irigasi adalah setengah sepersepuluhnya.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
27
Misykatul Mashabih # 6/1798
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «العجماء جرحها جَبَّار والبشر جَبَّار والمعدن جَبَّار وَفِي الرِّكَاز الْخمس»
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Luka orang buta itu dahsyat, manusia pun perkasa, logamnya perkasa, dan lima bijihnya."
28
Misykatul Mashabih # 6/1799
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " قَدْ عَفَوْتُ عَنِ الْخَيْلِ وَالرَّقِيقِ فَهَاتُوا صَدَقَةً الرِّقَةِ: مِنْ كُلِّ أَرْبَعِينَ دِرْهَمًا دِرْهَمٌ وَلَيْسَ فِي تِسْعِينَ وَمِائَةٍ شَيْءٌ فَإِذَا بَلَغَتْ مِائَتَيْنِ فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَفِي رِوَايَةٍ لأبي دَاوُد عَن الْحَارِث عَنْ عَلِيٍّ قَالَ زُهَيْرٌ أَحْسَبُهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: " هَاتُوا رُبْعَ الْعُشْرِ مِنْ كُلِّ أَرْبَعِينَ دِرْهَمًا دِرْهَمٌ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ شَيْءٌ حَتَّى تَتِمَّ مِائَتَيْ دِرْهَمٍ. فَإِذَا كَانَتْ مِائَتَيْ دِرْهَمٍ فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ. فَمَا زَادَ فَعَلَى حِسَابِ ذَلِكَ. وَفِي الْغَنَمِ فِي كُلِّ أَرْبَعِينَ شَاةً شَاةٌ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَة ز فَإِن زَادَت وَاحِدَة فشاتان إِلَى مِائَتَيْنِ. فَإِن زَادَتْ فَثَلَاثُ شِيَاهٍ إِلَى ثَلَاثِمِائَةٍ فَإِذَا زَادَتْ على ثَلَاث مائَة فَفِي كُلِّ مِائَةٍ شَاةٌ. فَإِنْ لَمْ تَكُنْ إِلَّا تِسْعٌ وَثَلَاثُونَ فَلَيْسَ عَلَيْكَ فِيهَا شَيْءٌ
وَفِي الْبَقَرِ: فِي كُلِّ ثَلَاثِينَ تَبِيعٌ وَفِي الْأَرْبَعين مُسِنَّة وَلَيْسَ على العوامل شَيْء "
وَفِي الْبَقَرِ: فِي كُلِّ ثَلَاثِينَ تَبِيعٌ وَفِي الْأَرْبَعين مُسِنَّة وَلَيْسَ على العوامل شَيْء "
Atas wewenang Ali radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Aku telah mengampuni kuda dan budaknya, maka berilah mereka sedekah." Al-Raqqah : dari semua Empat puluh dirham itu satu dirham, tetapi seratus sembilan puluh dirham tidak ada apa-apanya. Jika mencapai dua ratus, maka di dalamnya ada lima dirham.” Beliau meriwayatkan Al-Tirmidzi dan Abu Dawud, dan dalam riwayat Abu Dawud dari Al-Harits, dari Ali, Zuhair berkata: Saya kira itu berdasarkan wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bahwa dia bersabda: Berikan seperempat persepuluh dari setiap empat puluh dirham, dan Anda tidak berhutang apa pun sampai Anda menyelesaikan dua ratus dirham, jadi jika dua ratus Dirham, maka ada lima dirham di dalamnya. Apa pun yang dia tambahkan, dia membayar pada rekening itu. Dan di antara domba, untuk setiap empat puluh domba, ada satu sampai dua puluh domba, dan seratus zine, dan jika bertambah satu, maka dua ekor domba, sampai dua ratus. Jika lebih dari tiga ekor domba, maka untuk setiap seratus ekor domba, kemudian untuk setiap seratus ekor domba. Kalau saja tidak demikian. Dan dalam kasus sapi: untuk setiap tiga puluh sembilan yang kau jual, dan untuk empat puluh tidak ada kewajiban atas para pekerja.
29
Misykatul Mashabih # 6/1800
وَعَنْ مُعَاذٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا وَجَّهَهُ إِلَى الْيَمَنِ أَمْرَهُ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ الْبَقَرَة: مِنْ كُلِّ ثَلَاثِينَ تَبِيعًا أَوْ تَبِيعَةً وَمِنْ كل أَرْبَعِينَ مُسِنَّةً. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ والدارمي
Berdasarkan otoritas Muadh: Ketika Nabi Muhammad SAW mengarahkannya ke Yaman, beliau memerintahkannya untuk mengambil dari sapi: dari setiap tiga puluh ta’bi’ah atau ta’bi`ah. Dan dari setiap empat puluh wanita lanjut usia. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, dan Al-Darimi.
30
Misykatul Mashabih # 6/1801
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمُعْتَدِي فِي الصَّدَقَةِ كَمَانِعِهَا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالتِّرْمِذِيّ
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang melanggar amal ibarat orang yang menahannya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood dan Al-Tirmidzi
31
Misykatul Mashabih # 6/1802
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ فِي حَبٍّ وَلَا تَمْرٍ صَدَقَةٌ حَتَّى يَبْلُغَ خَمْسَةَ أَوْسُقٍ» . رَوَاهُ النَّسَائِيّ
Dari hadis Abu Saeed Al-Khudri, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak ada zakat atas biji-bijian atau kurma hingga mencapai lima wasq.” Diriwayatkan oleh Al-Nasa'i
32
Misykatul Mashabih # 6/1803
وَعَنْ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ قَالَ: عِنْدَنَا كِتَابُ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: إِنَّمَا أَمَرَهُ أَنْ يَأْخُذَ الصَّدَقَةَ مِنَ الْحِنْطَةِ وَالشَّعِيرِ وَالزَّبِيبِ وَالتَّمْرِ. مُرْسل رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Dari Musa bin Thalhah beliau berkata: Kami mempunyai kitab Muadh bin Jabal dari Nabi Muhammad SAW, bahwa beliau bersabda: Dia hanya memerintahkannya untuk bersedekah. Dari gandum, barley, kismis dan kurma. Mursal diriwayatkan dalam Sharh Al-Sunnah
33
Misykatul Mashabih # 6/1804
وَعَنْ عَتَّابِ بْنِ أَسِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي زَكَاةِ الْكُرُومِ: «إِنَّهَا تُخْرَصُ كَمَا تُخْرَصُ النَّخْلُ ثُمَّ تُؤَدَّى زَكَاتُهُ زَبِيبًا كَمَا تُؤَدَّى زَكَاةُ النَّخْلِ تَمْرًا» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد
Dari riwayat Attab bin Asid, Rasulullah SAW bersabda mengenai zakat kebun anggur: “Harusnya dipanen seperti halnya pohon kurma dipanen, barulah dikeluarkan zakatnya.” kismis, sebagaimana zakat pohon kurma dibayarkan seperti kurma.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawood
34
Misykatul Mashabih # 6/1805
وَعَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ حَدَّثَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: «إِذَا خَرَصْتُمْ فَخُذُوا وَدَعُوا الثُّلُثَ فَإِنْ لَمْ تَدَعُوا الثُّلُثَ فَدَعُوا الرُّبُعَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Dari hadis Sahl bin Abi Hathamah, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu telah menghasilkan banyak, maka ambillah dan tinggalkan sepertiganya. Kamu meminta sepertiga, maka mereka meminta seperempat.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Al-Nasa’i.
35
Misykatul Mashabih # 6/1806
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يبْعَث عبد الله ابْن رَوَاحَةَ إِلَى يَهُودٍ فَيَخْرُصُ النَّخْلَ حِينَ يَطِيبُ قَبْلَ أَنْ يُؤْكَلَ مِنْهُ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Atas wewenang Aisha, dia berkata: Nabi, sallallahu 'alaihi wa sallam, biasa mengirim Abdullah bin Rawaha kepada orang-orang Yahudi, dan dia akan menebang pohon palem ketika sudah matang sebelum dimakan. Dari dia. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
36
Misykatul Mashabih # 6/1807
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم فِي الْعَمَل: «فِي كُلِّ عَشْرَةِ أَزُقٍّ زِقٌّ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: فِي إِسْنَادِهِ مَقَالٌ وَلَا يَصِحُّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْبَاب كثير شَيْء
Dari riwayat Ibnu Omar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda tentang pekerjaan: “Untuk setiap sepuluh jalur ada satu jalur.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan dia berkata: Ada artikel dalam rantai transmisinya, tetapi tidak ada yang otentik berdasarkan otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
37
Misykatul Mashabih # 6/1808
وَعَنْ زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَتْ: خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَلَوْ مِنْ حُلِيِّكُنَّ فَإِنَّكُنَّ أَكْثَرُ أَهْلِ جَهَنَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Zainab istri Abdullah, dia berkata: Rasulullah SAW, menyapa kami dan bersabda: “Wahai wanita, bersedekahlah, meskipun itu dari perhiasanmu.” Kalian akan menjadi mayoritas penghuni Neraka pada hari kiamat.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
38
Misykatul Mashabih # 6/1809
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ: أَنَّ امْرَأَتَيْنِ أَتَتَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي أَيْدِيهِمَا سِوَارَانِ مِنْ ذَهَبٍ فَقَالَ لَهُمَا: «تُؤَدِّيَانِ زَكَاتَهُ؟» قَالَتَا: لَا. فَقَالَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتُحِبَّانِ أَنْ يُسَوِّرَكُمَا اللَّهُ بِسِوَارَيْنِ مِنْ نَارٍ؟» قَالَتَا: لَا. قَالَ: «فَأَدِّيَا زَكَاتَهُ» رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيث قد رَوَاهُ الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ نَحْوَ هَذَا وَالْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ وَابْنُ لَهِيعَةَ يُضَعَّفَانِ فِي الْحَدِيثِ وَلَا يَصِحُّ فِي هَذَا الْبَابِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْء
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya: Dua orang wanita mendatangi Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan di tangan mereka ada gelang Dia pergi dan berkata kepada mereka: “Apakah kamu membayar zakatnya?” Mereka menjawab: Tidak. Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada mereka: "Apakah kalian ingin dia memagari kalian? Tuhan dengan dua gelang api? Mereka berkata: Tidak. Dia berkata: "Jadi dia membayar zakatnya." Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Muthanna bin Al-Sabbah atas wewenang Amr bin Shuaib, serupa dengan ini dan Al-Muthanna Ibn al-Sabbah dan Ibnu Lahi’ah lemah dalam hadits tersebut, dan tidak ada kesahihan dalam hal ini berdasarkan wewenang Nabi. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian
39
Misykatul Mashabih # 6/1810
وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: كُنْتُ أَلْبَسُ أَوْضَاحًا مِنْ ذَهَبٍ فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكَنْزٌ هُوَ؟ فَقَالَ: «مَا بلغ أَن يُؤدى زَكَاتُهُ فَزُكِّيَ فَلَيْسَ بِكَنْزٍ» . رَوَاهُ مَالِكٌ وَأَبُو دَاوُد
Dari hadis Ummu Salamah, dia berkata: Aku memakai selendang emas, lalu aku berkata: Wahai Rasulullah, apakah itu timbunan? Beliau bersabda: “Apapun yang sampai mengeluarkan zakatnya, maka itu bukanlah harta.” Diriwayatkan oleh Malik dan Abu Dawood
40
Misykatul Mashabih # 6/1811
وَعَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُنَا أَنْ نُخْرِجَ الصَّدَقَةَ مِنَ الَّذِي نُعِدُّ لِلْبَيْعِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Samurah bin Jundub: Rasulullah SAW, pernah memerintahkan kita untuk mengeluarkan zakat dari apa yang kita siapkan untuk dijual. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
41
Misykatul Mashabih # 6/1812
وَعَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْطَعَ لِبِلَالِ بْنِ الْحَارِثِ الْمُزَنِيِّ معادن الْقبلية وَهِيَ مِنْ نَاحِيَةِ الْفُرْعِ فَتِلْكَ الْمَعَادِنُ لَا تُؤْخَذُ مِنْهَا إِلَّا الزَّكَاةُ إِلَى الْيَوْمِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dan atas wewenang Rabi'ah bin Abi Abd al-Rahman, atas wewenang lebih dari satu orang: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memotong mineral untuk Bilal bin al-Harith al-Muzani. Dari pihak suku yang merupakan cabangnya, hanya zakat yang diambil dari bahan galian tersebut hingga saat ini. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
42
Misykatul Mashabih # 6/1813
عَنْ عَلِيٍّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ فِي الْخَضْرَاوَاتِ صَدَقَةٌ وَلَا فِي الْعَرَايَا صَدَقَةٌ وَلَا فِي أَقَلَّ مِنْ خَمْسَةِ أَوْسُقٍ صَدَقَةٌ وَلَا فِي الْعَوَامِلِ صَدَقَةٌ وَلَا فِي الْجَبْهَةِ صَدَقَةٌ» . قَالَ الصَّقْرُ: الْجَبْهَةُ الْخَيل وَالْبِغَال وَالْعَبِيد. رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيّ
Dari hadis Ali, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak ada zakat atas sayur-sayuran, tidak ada zakat pada barang-barang telanjang, tidak ada zakat yang kurang dari lima wasq, dan tidak ada zakat untuk melakukan pekerjaan, tetapi tidak ada zakat untuk bagian depan.” Al-Saqr berkata: Bagian depan berarti kuda, bagal, dan budak. Beliau meriwayatkannya Al-Daraqutni
43
Misykatul Mashabih # 6/1814
وَعَنْ طَاوُسٍ أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ أَتَى بِوَقَصِ الْبَقَرِ فَقَالَ: لَمْ يَأْمُرْنِي فِيهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَيْءٍ. رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيُّ وَالشَّافِعِيُّ وَقَالَ: الْوَقَصُ مَا لَمْ يَبْلُغِ الْفَرِيضَةَ
Berdasarkan hadis Tawus, bahwa Muadh bin Jabal membawa anak sapi tersebut dan berkata: Nabi Muhammad SAW tidak memerintahkanku untuk berbuat apa-apa. Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni dan Al-Syafi’i, beliau berkata: Waq itu selama tidak sampai pada shalat fardhu.
44
Misykatul Mashabih # 6/1815
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاس إِلَى الصَّلَاة
Dari Ibnu Umar beliau bersabda: Rasulullah SAW, telah mewajibkan zakat fitrah, satu saa’ kurma atau satu saa’ jelai pada budak laki-laki, perempuan, dan laki-laki. Dan wanita, tua dan muda di kalangan umat Islam, dan dia memerintahkan agar hal itu dilakukan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.
45
Misykatul Mashabih # 6/1816
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَو صَاعا من شعير أَو صَاعا من تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مَنْ أَقِطٍ أَوْ صَاعًا من زبيب
Dari Abu Sa`id al-Khudri beliau berkata: Kami biasa mengeluarkan Zakat Fitri sebanyak satu saa makanan, atau satu saa jelai, atau satu saa kurma, atau satu saa gandum, atau satu saa kismis.
46
Misykatul Mashabih # 6/1817
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: فِي آخِرِ رَمَضَانَ أخرجُوا صَدَقَة صومكم. فرض رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الصَّدَقَةَ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ شَعِيرٍ أَوْ نِصْفَ صَاعٍ مِنْ قَمْحٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ مَمْلُوكٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Dari hadis Ibnu Abbas beliau bersabda: Di akhir bulan Ramadhan, bersedekahlah puasamu. Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam telah mewajibkan sedekah ini sebesar satu saa' kurma atau jelai atau setengah saa' gandum pada setiap orang merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan. Wanita muda atau tua. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i
47
Misykatul Mashabih # 6/1818
وَعَن ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَ الصِّيَامِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari Ibnu Abbas beliau bersabda, “Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam, menetapkan zakat fitrah untuk mensucikan puasa dari omong kosong dan kata-kata kotor, serta memberi makan kepada orang-orang miskin. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
48
Misykatul Mashabih # 6/1819
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُنَادِيًا فِي فِجَاجِ مَكَّةَ: «أَلَا إِنَّ صَدَقَةَ الْفِطْرِ وَاجِبَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ مُدَّانِ مِنْ قَمْحٍ أَوْ سِوَاهُ أَوْ صَاع من طَعَام» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Amr bin Shuaib, dari bapaknya, dari kakeknya, bahwasanya Nabi Muhammad SAW mengutus seorang seruan ke jalan-jalan Mekkah: “Sesungguhnya zakat fitrah itu wajib bagi setiap muslim, laki-laki atau perempuan, merdeka atau budak, muda atau tua, berhutang gandum atau sejenisnya, atau satu sa’ makanan.” Beliau meriwayatkan Al-Tirmidzi.
49
Misykatul Mashabih # 6/1820
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ ثَعْلَبَةَ أَوْ ثَعْلَبَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي صُعَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَاعٌ مِنْ بُرٍّ أَوْ قَمْحٍ عَنْ كُلِّ اثْنَيْنِ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى. أَمَّا غَنِيُّكُمْ فَيُزَكِّيهِ اللَّهُ. وَأَمَّا فَقِيرُكُمْ فَيَرُدُّ عَلَيْهِ أَكْثَرَ مَا أعطَاهُ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari wewenang Abdullah bin Tha'labah, atau Tha'labah bin Abdullah bin Abi Su'air, atas wewenang bapaknya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Satu saa' gandum atau gandum untuk setiap dua orang budak, muda atau tua, merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan. Adapun laki-lakimu yang kaya, niscaya Allah akan mensucikan dia. Dan adapun, "Dan orang yang paling miskin di antara kamu akan diberikan kembali kepadanya sebagian besar dari apa yang telah dia berikan kepadanya." Diriwayatkan oleh Abu Dawood
50
Misykatul Mashabih # 6/1821
عَنْ أَنَسٍ قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَمْرَةٍ فِي الطَّرِيقِ فَقَالَ: «لَوْلَا أَنِّي أَخَافُ أَنْ تَكُونَ مِنَ الصَّدَقَةِ لأكلتها»
Dari riwayat Anas yang bersabda: Nabi Muhammad SAW, melewati sebuah kurma dalam perjalanan dan bersabda: “Seandainya aku tidak takut bahwa itu adalah sedekah, niscaya aku akan memakannya.”