953 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 4/922
عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ» . رَوَاهُ النَّسَائِيّ
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendoakanku satu sholawat, semoga keberkahan Tuhan dilimpahkan kepadanya sepuluh kali dan sepuluh salat terabaikan darinya.” dosa dan mengangkatnya sepuluh derajat.” Diriwayatkan oleh Al-Nasa'i
02
Misykatul Mashabih # 4/923
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاة» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari riwayat Ibnu Masoud beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling banyak mendoakanku.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
03
Misykatul Mashabih # 4/924
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ يُبَلِّغُونِي مِنْ أُمَّتِيَ السَّلَامَ» . رَوَاهُ النَّسَائِيّ والدارمي
Dari Ibnu Masoud beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat-malaikat yang bepergian di muka bumi untuk menyampaikan kedamaian kepadaku dari bangsaku.” Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dan Al-Darimi
04
Misykatul Mashabih # 4/925
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ عَلَيَّ رُوحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامُ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي الدَّعَوَاتِ الْكَبِيرِ
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku sampai aku kembali, 'alaihissalam." Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Bayhaqi dalam Al-Dawa’at Al-Kabir
05
Misykatul Mashabih # 4/926
وَعَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَلَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلَاتكُمْ تبلغني حَيْثُ كُنْتُم» . رَوَاهُ النَّسَائِيّ
Atas wewenangnya beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Jangan jadikan rumahmu kuburan, dan jangan jadikan kuburanku sebagai tempat istirahat, dan doakanlah aku, karena doamu akan sampai padaku dimanapun kamu berada.” Diriwayatkan oleh Al-Nasa'i
06
Misykatul Mashabih # 4/927
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكبر أَو أَحدهمَا فَلم يدْخلَاهُ الْجنَّة» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Mengenai wewenangnya beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Walaupun hidung orang yang aku sebutkan di hadapannya, namun dia tidak mendoakanku, dan meskipun hidung orang yang masuk ke dalamnya.” Ramadhan, lalu dia meninggal dunia sebelum mendapat ampunan, padahal ada kemauan dari orang yang orang tuanya atau salah satu di antara mereka menjadi tua dan tidak memasukkannya ke surga.” Dia menceritakannya Al-Tirmidzi
07
Misykatul Mashabih # 4/928
Abu Talha (RA)
وَعَن أبي طَلْحَة أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ ذَاتَ يَوْمٍ وَالْبِشْرُ فِي وَجْهِهِ فَقَالَ:
" إِنَّهُ جَاءَنِي جِبْرِيلُ فَقَالَ: إِنَّ رَبَّكَ يَقُولُ أَمَا يُرْضِيكَ يَا مُحَمَّدُ أَنْ لَا يُصَلِّيَ عَلَيْكَ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِكَ إِلَّا صَلَّيْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا وَلَا يُسَلِّمُ عَلَيْكَ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِكَ إِلَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا؟ ". رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَالدَّارِمِيُّ
Atas wewenang Abu Thalhah, bahwa Rasulullah SAW, datang suatu hari dengan membawa kabar baik di wajahnya dan berkata: “Jibril datang kepadaku dan berkata: Sesungguhnya Tuhanmu Dia bersabda, “Tidakkah engkau senang wahai Muhammad, jika tidak ada seorang pun dari umatmu yang memberikan shalawat kepadamu kecuali aku mendoakannya sepuluh kali, dan tidak ada seorang pun dari Apakah bangsamu tidak menyambutnya sepuluh kali? “HR. Al-Nasa’i dan Al-Darimi
08
Misykatul Mashabih # 4/929
وَعَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي؟ فَقَالَ: «مَا شِئْتَ» قُلْتُ: الرُّبُعَ؟ قَالَ: «مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ» . قُلْتُ: النِّصْفَ؟ قَالَ: «مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ» قُلْتُ: فَالثُّلُثَيْنِ؟ قَالَ: «مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ» قُلْتُ: أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا؟ قَالَ: «إِذا يكفى همك وَيكفر لَك ذَنْبك» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari hadis Ubay bin Ka’b beliau berkata: Aku berkata: Wahai Rasulullah, aku sering mendoakanmu, maka berapa banyak doaku yang harus kupersembahkan untukmu? Dia berkata: “Terserah kamu.” Saya berkata: Seperempat? Beliau bersabda: “Apapun yang kamu inginkan, jika kamu menambahkannya lebih banyak, itu lebih baik bagimu.” Saya berkata: Setengah? Beliau bersabda: “Apapun yang kamu inginkan, dan jika kamu menambahnya, itu lebih baik bagimu.” Saya berkata: Jadi dua pertiganya? Dia berkata: “Apa?” Apapun yang kamu inginkan, jika kamu menambahkan lebih banyak, itu lebih baik bagimu.” Aku berkata: Haruskah aku memanjatkan seluruh doaku untukmu? Beliau bersabda: “Jika kekhawatiranmu cukup dan dosamu diampuni.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
09
Misykatul Mashabih # 4/930
وَعَن فضَالة بن عُبَيْدٍ قَالَ: بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ إِذْ دَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَقَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلِّي إِذَا صَلَّيْتَ فَقَعَدْتَ فَاحْمَدِ اللَّهَ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ وَصَلِّ عَلَيَّ ثُمَّ ادْعُهُ» . قَالَ: ثُمَّ صَلَّى رَجُلٌ آخَرُ بَعْدَ ذَلِكَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيُّهَا الْمُصَلِّي ادْعُ تُجَبْ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَرَوَى أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ نَحوه
Dari hadis Fadalah bin Ubaid, beliau berkata: Ketika Rasulullah SAW sedang duduk, seorang laki-laki masuk dan shalat lalu berkata: Ya Allah, ampunilah aku dan kasihanilah aku, maka Rasulullah bersabda kepada Allah SWT, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya: “Bersegeralah wahai orang yang shalat. Ketika engkau shalat dan duduk, maka bersyukurlah kepada Allah atas apa yang Dia berhak.” Kirimkan berkahmu kepadaku dan kemudian undang dia.” Dia berkata: Kemudian seorang laki-laki lain setelah itu berdoa, mengucap syukur kepada Tuhan dan melimpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan Nabi Muhammad SAW bersabda: “Wahai orang-orang yang shalat.” “Telepon dan itu akan dijawab.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, dan Abu Dawud serta Al-Nasa’i meriwayatkan hal yang sama.
10
Misykatul Mashabih # 4/931
Abdullah Bin Mas'ud
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: كُنْتُ أُصَلِّي وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ مَعَهُ فَلَمَّا جَلَسْتُ بَدَأْتُ بِالثَّنَاءِ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى ثُمَّ الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ دَعَوْتُ لِنَفْسِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَلْ تعطه سل تعطه» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Abdullah bin Masoud, dia berkata: Saya sedang berdoa sementara Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan Abu Bakar dan Omar bersamanya, dan ketika saya duduk, saya mulai memujinya. Tuhan Yang Maha Esa, shalawat tercurah kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, lalu aku berdoa untuk diriku sendiri, dan Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda Damai dan berkah besertanya: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu. Mintalah, maka akan diberikan kepadamu." Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
11
Misykatul Mashabih # 4/932
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَكْتَالَ بِالْمِكْيَالِ الْأَوْفَى إِذَا صَلَّى عَلَيْنَا أَهْلَ الْبَيْتِ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ صَلِّ على مُحَمَّد وَأَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ وَذُرِّيَّتِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حُمَيْدٌ مَجِيدٌ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dia berkata: "Siapa yang akan senang diberi pahala yang lebih penuh ketika Ahl al-Bayt mendoakan kami? Maka hendaklah dia berkata, "Ya Tuhan, berkahilah Muhammad dan istri-istrinya, ibu-ibu orang-orang yang beriman, keturunannya, dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati keluarga Ibrahim." Engkau Terpuji dan Mulia.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
12
Misykatul Mashabih # 4/933
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبَخِيلُ الَّذِي ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَرَوَاهُ أَحْمَدُ عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا. وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ
Atas wewenang Ali radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Orang kikir yang aku sebutkan di hadapannya tidak mendoakanku." Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ahmad meriwayatkan dari Al-Hussein bin Ali radhiyallahu 'anhu keduanya. Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang hasan, shahih, dan ganjil.
13
Misykatul Mashabih # 4/934
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ عِنْدَ قَبْرِي سَمِعْتُهُ وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ نَائِيًا أُبْلِغْتُهُ» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شعب الْإِيمَان
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mendoakanku di kuburku, maka aku akan mendengarkannya, dan siapa pun yang mendoakanku secara sembunyi-sembunyi, aku akan mengabarkannya." Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi dalam Shu’ab Al-Iman
14
Misykatul Mashabih # 4/935
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: مَنْ صَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَمَلَائِكَتُهُ سَبْعِينَ صَلَاةً. رَوَاهُ أَحْمد
Dari hadis Abdullah bin Amr beliau bersabda: Barang siapa yang mengucapakan satu shalawat kepada Nabi SAW, semoga shalawat dan salam Allah besertanya tercurah tujuh puluh kali lipat. Diriwayatkan oleh Ahmed
15
Misykatul Mashabih # 4/936
وَعَن رويفع أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَقَالَ: اللَّهُمَّ أَنْزِلْهُ الْمَقْعَدَ الْمُقَرَّبَ عِنْدَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي ". رَوَاهُ أَحْمد
Berdasarkan hadis Ruwaifa’ bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mendoakan Muhammad dan berkata: Ya Tuhan, suruhlah dia ke tempat yang dekat dengan-Mu pada hari kiamat. Syafaatku diperlukan untuknya.” Diriwayatkan oleh Ahmad
16
Misykatul Mashabih # 4/937
Abd al-Rahman bin Auf (RA)
وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى دَخَلَ نَخْلًا فَسَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ حَتَّى خَشِيتُ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ تَعَالَى قَدْ تَوَفَّاهُ. قَالَ: فَجِئْتُ أَنْظُرُ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: «مَا لَكَ؟» فَذَكَرْتُ لَهُ ذَلِكَ. قَالَ: فَقَالَ:
" إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ لي: أَلا أُبَشِّرك أَن اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ لَكَ مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَاةً صَلَّيْتُ عَلَيْهِ وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سلمت عَلَيْهِ ". رَوَاهُ أَحْمد
Dari hadis Abd al-Rahman bin Awf, beliau berkata: Rasulullah SAW, keluar rumah hingga masuk ke dalam pohon palem, lalu beliau sujud dan sujud begitu lama hingga aku khawatir Tuhan Yang Maha Esa akan merenggut ruhnya. Dia berkata: Saya datang untuk melihat, dan dia mengangkat kepalanya dan berkata: “Ada apa denganmu?” Jadi saya menyebutkan hal itu kepadanya. Dia berkata: Dia berkata: “Sesungguhnya Jibril Beliau bersabda kepadaku: “Maukah aku membawa kabar baik yang akan difirmankan Tuhan Yang Maha Esa kepadamu: Barangsiapa yang melimpahkan berkah kepadamu, maka aku akan mendoakannya, dan siapa yang memberi salam kepadamu, maka aku akan memberinya salam.” Diriwayatkan oleh Ahmad.
17
Misykatul Mashabih # 4/938
وَعَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نبيك. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Omar Ibnu Khattab radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Doa terhenti antara langit dan bumi, dan tidak ada doa yang naik sampai kamu mengirimkan shalawat kepada Nabimu. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
18
Misykatul Mashabih # 4/939
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أعوذ بك من المأثم والمغرم» فَقَالَ لَهُ قَائِل مَا أَكثر مَا تستعيذ من المغرم يَا رَسُول الله فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ»
Dari hadis Aisyah yang bersabda: Rasulullah SAW, biasa berdoa saat shalat, seraya bersabda: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari godaan Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari godaan hidup dan godaan kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan orang yang berhutang." Dia berkata. Beliau bersabda: “Seberapa sering kamu berlindung kepada orang yang terlilit hutang ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Jika seseorang terlilit hutang, ia berdusta dan membuat janji, namun ia mengingkarinya.”
19
Misykatul Mashabih # 4/940
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الْآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian telah selesai membaca tashahhud yang lain, hendaklah dia berlindung kepada Allah dari empat siksa Neraka, dan dari siksa kubur, dan dari godaan hidup dan mati, dan dari keburukan Dajjal.” Diriwayatkan oleh Muslim
20
Misykatul Mashabih # 4/941
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعَلِّمُهُمْ هَذَا الدُّعَاءَ كَمَا يُعَلِّمُهُمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ: «قُولُوا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Atas wewenang Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu: Nabi SAW biasa mengajarkan mereka doa ini sebagaimana beliau mengajari mereka sebuah surah dari Al-Qur'an. Beliau bersabda: “Katakanlah, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari godaan Kristus. Antikristus, dan aku berlindung kepada-Mu dari godaan hidup dan mati.” Diriwayatkan oleh Muslim
21
Misykatul Mashabih # 4/942
وَعَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي قَالَ: «قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عنْدك وارحمني إِنَّك أَنْت الغفور الرَّحِيم»
Atas wewenang Abu Bakr Al-Siddiq radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku berkata, ya Rasulullah, ajari aku sebuah doa agar aku dapat berdoa dalam shalatku. Dia berkata: “Katakanlah, ya Tuhan, aku telah dianiaya.” Aku telah banyak menganiaya diriku sendiri, dan tidak ada yang bisa mengampuni dosaku kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
22
Misykatul Mashabih # 4/943
وَعَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أرى بَيَاض خَدّه. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Amer bin Saad, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Aku biasa melihat Rasulullah SAW, menyapanya di kanan dan kirinya hingga aku bisa melihat bagian putih pipinya. Diriwayatkan oleh Muslim
23
Misykatul Mashabih # 4/944
وَعَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى أَقْبَلَ علينا بِوَجْهِهِ. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari riwayat Samurah bin Jundub beliau berkata: Ketika Rasulullah SAW berdoa, beliau akan menoleh kepada kami dengan wajahnya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
24
Misykatul Mashabih # 4/945
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْصَرِفُ عَنْ يَمِينِهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari riwayat Anas beliau berkata: Nabi Muhammad SAW selalu berbelok ke kanannya. Diriwayatkan oleh Muslim
25
Misykatul Mashabih # 4/946
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: لَا يَجْعَلْ أَحَدُكُمْ لِلشَّيْطَانِ شَيْئًا مِنْ صَلَاتِهِ يَرَى أَنَّ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ لَا يَنْصَرِفَ إِلَّا عَنْ يَمِينِهِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَثِيرًا يَنْصَرِفُ عَن يسَاره
Dari hadis Abdullah bin Masoud, beliau bersabda: Janganlah salah seorang di antara kalian menunaikan sebagian shalatnya kepada setan, mengingat kewajibannya untuk tidak berpaling kecuali dari kanan-Nya: Saya sering melihat Rasulullah SAW, berpaling dari kirinya.
26
Misykatul Mashabih # 4/947
Al-Bara’ said
وَعَنِ الْبَرَاءِ قَالَ: كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ سَوَّلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُونَ عَنْ يَمِينِهِ يُقْبِلُ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ قَالَ: فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: «رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ أَو تجمع عِبَادك» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Al-Baraa beliau berkata: Ketika kami salat di belakang Rasulullah SAW, kami senang berada di sebelah kanannya, dengan wajah menghadap kami. Dia berkata: Maka aku mendengar dia berkata: “Ya Tuhanku, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau dibangkitkan atau pada hari Engkau mengumpulkan hamba-hamba-Mu.” Diriwayatkan oleh Muslim
27
Misykatul Mashabih # 4/948
وَعَن أم سَلمَة قَالَتْ: إِنَّ النِّسَاءَ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنَّ إِذَا سَلَّمْنَ مِنَ الْمَكْتُوبَةِ قُمْنَ وَثَبَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ صَلَّى مِنَ الرِّجَالِ مَا شَاءَ اللَّهُ فَإِذَا قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ الرِّجَالُ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
وَسَنَذْكُرُ حَدِيثَ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ فِي بَاب الضحك إِن شَاءَ الله تَعَالَى
Atas wewenang Ummu Salamah, dia berkata: Para wanita pada masa Rasulullah SAW, akan berdiri dan teguh ketika Rasulullah SAW tetap teguh. Dan barangsiapa di antara laki-laki itu shalat sebagaimana yang dikehendaki Allah, maka apabila Rasulullah SAW, berdiri, maka dia berdiri. laki-laki. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, dan hadits Jabir bin Samurah akan kami sebutkan pada bab tertawa, Insya Allah.
28
Misykatul Mashabih # 4/949
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: أَخَذَ بِيَدِي رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فَقَالَ: «إِنِّي لَأُحِبُّكَ يَا مُعَاذُ» . فَقُلْتُ: وَأَنَا أُحِبُّكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ:
" فَلَا تَدَعْ أَنْ تَقُولَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ: رَبِّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ ". رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ إِلَّا أَنَّ أَبَا دَاوُدَ لَمْ يَذْكُرْ: قَالَ معَاذ وَأَنا أحبك
Atas wewenang Muadh bin Jabal, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, meraih tanganku dan berkata: “Aku mencintaimu, wahai Muadh.” Aku berkata: Dan aku mencintaimu wahai Rasulullah. Beliau bersabda: “Jangan lalai mengucapkan di akhir setiap shalat: Ya Tuhanku, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik.” Diriwayatkan oleh Ahmed dan Abu Dawood Al-Nasa’i, kecuali Abu Dawud tidak menyebutkan: Muadh berkata, “Dan aku mencintaimu.”
29
Misykatul Mashabih # 4/950
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ» حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ الْأَيْمَنِ وَعَنْ يَسَارِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ» حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ الْأَيْسَرِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ وَالتِّرْمِذِيّ وَلَمْ يَذْكُرِ التِّرْمِذِيُّ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ
Dari wewenang Abdullah bin Masoud, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, biasa menyapanya di sisi kanannya: “Damai dan rahmat Tuhan besertamu” sampai dia terlihat. Bagian putih pipi kanannya dan kirinya bertuliskan “Sholawat dan rahmat Allah besertamu” hingga terlihat bagian putih pipi kirinya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Nasa’i dan Al-Tirmidzi, namun Al-Tirmidzi tidak menyebutkan bahwa putih pipinya terlihat.
30
Misykatul Mashabih # 4/951
وَرَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah atas wewenang Ammar bin Yasser
31
Misykatul Mashabih # 4/952
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: كَانَ أَكْثَرُ انْصِرَافِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ صَلَاتِهِ إِلَى شِقِّهِ الْأَيْسَرِ إِلَى حُجْرَتِهِ. رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Dari riwayat Abdullah bin Masoud beliau berkata: Nabi Muhammad SAW sering meninggalkan shalatnya di sisi kiri kamarnya. Diriwayatkan dalam Sharh Al-Sunnah
32
Misykatul Mashabih # 4/953
وَعَن عَطَاءٍ الْخُرَاسَانِيِّ عَنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُصَلِّي الْإِمَامُ فِي الْمَوْضِعِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ حَتَّى يتَحَوَّل» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَقَالَ عَطاء الخرساني لم يدْرك الْمُغيرَة
Atas wewenang Ata' al-Khurasani, atas wewenang al-Mughirah, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Imam tidak shalat di tempat ia shalat sampai ia berubah. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan ia berkata: Ata' Al-Khurasani tidak bertemu dengan Al-Mughirah.
33
Misykatul Mashabih # 4/954
وَعَنْ أَنَسٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَضَّهُمْ عَلَى الصَّلَاةِ وَنَهَاهُمْ أَنْ يَنْصَرِفُوا قَبْلَ انْصِرَافِهِ مِنَ الصَّلَاةِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Dari Anas: Nabi Muhammad SAW menganjurkan mereka untuk salat dan melarang mereka meninggalkan salat sebelum beliau meninggalkan salat. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
34
Misykatul Mashabih # 4/955
وَعَن شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي صَلَاتِهِ: " اللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلك الثَّبَات فِي الْأَمر والعزيمة عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ. رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وروى أَحْمد نَحوه
Dari hadis Shaddad bin Aws, dia berkata: Rasulullah SAW, pernah berkata dalam doanya: “Ya Tuhan, aku memohon kepada-Mu ketabahan dalam urusan dan tekad untuk mengikuti jalan yang benar.” Dan aku mohon kepada-Mu mensyukuri nikmat-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik, dan aku mohon kepada-Mu hati yang sehat dan lisan yang ikhlas, dan aku mohon kepada-Mu yang terbaik dari apa yang Engkau ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan ilmu yang kamu ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas ilmu yang kamu ketahui. Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dan Ahmad meriwayatkan serupa
35
Misykatul Mashabih # 4/956
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي صَلَاتِهِ بَعْدَ التَّشَهُّدِ: «أَحْسَنُ الْكَلَامِ كَلَامُ اللَّهِ وَأَحْسَنُ الْهَدْيِ هدي مُحَمَّد» . رَوَاهُ النَّسَائِيّ
Dari hadis Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW, pernah berkata dalam shalatnya setelah tashahhud: “Ucapan yang paling baik adalah ucapan Allah, dan petunjuk yang paling baik adalah petunjuknya.” Muhammad. Diriwayatkan oleh Al-Nasa'i
36
Misykatul Mashabih # 4/957
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُول الله صلى يُسَلِّمُ فِي الصَّلَاةِ تَسْلِيمَةً تِلْقَاءَ وَجْهِهِ ثُمَّ تميل إِلَى الشق الْأَيْمن شَيْئا. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW, biasa mengucapkan salam dalam shalat, menghadap wajahnya, lalu sedikit condong ke sisi kanan. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
37
Misykatul Mashabih # 4/958
وَعَنْ سَمُرَةَ قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَرُدَّ عَلَى الْإِمَامِ وَنَتَحَابَّ وَأَنْ يُسَلِّمَ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Samurah beliau bersabda: Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menyikapi Imam, saling mencintai, dan saling menyapa. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
38
Misykatul Mashabih # 4/959
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسلم بِالتَّكْبِيرِ
Dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu keduanya, beliau berkata: Aku mengetahui bahwa shalat Rasulullah SAW diakhiri dengan takbir.
39
Misykatul Mashabih # 4/960
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ لَمْ يَقْعُدْ إِلَّا مِقْدَارَ مَا يَقُولُ: «اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجلَال وَالْإِكْرَام» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Ketika Rasulullah SAW biasa mengucapkan salam, dia tidak akan duduk kecuali selama dia mengucapkan: "Ya Tuhan, Engkau damai sejahtera dan dari-Mu damai. Berbahagialah engkau wahai Pemilik keagungan dan kehormatan. Diriwayatkan oleh Muslim
40
Misykatul Mashabih # 4/961
وَعَنْ ثَوْبَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ: «اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجلَال وَالْإِكْرَام» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Thawban radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Ketika Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menyelesaikan shalatnya, dia akan meminta ampun tiga kali dan berkata: "Ya Tuhan, damai sejahtera, dan kedamaian darimu. Berbahagialah kamu, wahai Pemilik keagungan dan kehormatan. Diriwayatkan oleh Muslim
41
Misykatul Mashabih # 4/962
وَعَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ: «لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْك الْجد»
Dari hadis Al-Mughirah bin Syu'bah bahwasanya Nabi Muhammad SAW di akhir setiap shalat wajib bersabda: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah saja. Yang menjadi sekutu bagi-Nya adalah kekuasaan, bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang menghalangi apa yang telah Engkau berikan, tidak ada pemberi apa yang telah Engkau tahan, dan tidak ada yang memberi Kakek akan mendapat manfaat darimu.”
42
Misykatul Mashabih # 4/963
وَعَن عبد الله بن الزبير قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ مِنْ صَلَاتِهِ يَقُولُ بِصَوْتِهِ الْأَعْلَى: «لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه لَا إِلَه إِلَّا الله لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدّين وَلَو كره الْكَافِرُونَ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Abdullah bin Zubair beliau bersabda: Apabila Rasulullah SAW mengucapkan salam dari shalatnya, maka beliau bersabda dengan suara yang paling nyaring: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah saja. Yang menjadi sekutu-Nya adalah kekuasaan dan milik-Nya segala puji-pujian, dan Dia maha kuasa dalam segala hal. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali pada Allah. Tidak ada tuhan selain Allah. Tidak ada tuhan. Tidak ada tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain Dia. Kepunyaan-Nya nikmat, milik-Nya nikmat, dan milik-Nya puji-pujian. Tiada Tuhan selain Allah yang ikhlas dalam beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya.” Diriwayatkan oleh Muslim
43
Misykatul Mashabih # 4/964
وَعَن سعد أَن كَانَ يُعَلِّمُ بَنِيهِ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ وَيَقُولُ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ بِهِنَّ دُبُرَ الصَّلَاةِ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْن وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَاب الْقَبْر» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Saad, ia biasa mengajarkan kata-kata ini kepada putra-putranya dan berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, biasa berlindung kepada mereka setelah shalat: “Ya Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari kepengecutan, aku berlindung kepada-Mu dari kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari kehidupan yang paling sengsara, dan aku berlindung kepada-Mu dari godaan dunia ini. Dan siksa kubur.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
44
Misykatul Mashabih # 4/965
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: (إِنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا: قَدْ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالُوا يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ وَلَا نَتَصَدَّقُ وَيُعْتِقُونَ وَلَا نُعْتِقُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ» قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً» . قَالَ أَبُو صَالِحٍ: فَرَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الْأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا فَفَعَلُوا مِثْلَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ذَلِك فضل الله يؤته من يَشَاء» . وَلَيْسَ قَوْلُ أَبِي صَالِحٍ إِلَى آخِرِهِ إِلَّا عِنْدَ مُسْلِمٍ وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ: «تُسَبِّحُونَ فِي دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا وَتَحْمَدُونَ عَشْرًا وَتُكَبِّرُونَ عشرا» . بدل ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ
Dari hadis Abu Hurairah, beliau bersabda: (Orang-orang muhajirin yang miskin itu datang kepada Rasulullah SAW, seraya berkata: Orang-orang miskin itu telah naik derajatnya. Yang Maha Tinggi dan Kebahagiaan Abadi. Maka beliau bertanya, “Dan apakah itu?” Mereka berkata, “Mereka shalat sebagaimana kami shalat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka memberi sedekah, tetapi kami tidak memberi sedekah.” Mereka dibebaskan, tapi kita tidak dibebaskan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Maukah aku mengajarimu sesuatu yang dengannya kamu bisa mengejar orang-orang sebelum kamu dan dengan itu kamu akan mendahului orang-orang setelah kamu, dan tidak akan ada yang lebih baik darimu kecuali dia yang telah melakukan apa yang telah kamu kerjakan.” Mereka menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” Dia berkata: “Kamu memuliakan Tuhan.” Dan Anda mengucapkan “Allahu Akbar” dan “terima kasih Tuhan” tiga puluh tiga kali setelah setiap shalat. Abu Shalih berkata: Orang-orang muhajirin yang malang itu kembali kepada Rasulullah SAW, dan memberinya kedamaian, dan berkata, “Saudara-saudara kami yang memiliki kekayaan telah mendengar apa yang telah kami lakukan.” Maka mereka melakukan hal yang sama, dan Rasulullah SAW bersabda: Beliau bersabda: “Inilah karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.” Tidak ada ucapan Abu Shalih yang mengakhirinya kecuali menurut Muslim dan riwayat Al-Bukhari: “Hendaklah kamu mengagungkan Tuhan sepuluh kali di akhir setiap shalat dan mengucap syukur sepuluh kali.” Dan kamu memperbesarnya sepuluh kali lipat.” Bukannya tiga puluh tiga
45
Misykatul Mashabih # 4/966
Ka'b bin Ujra (RA)
وَعَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ أَوْ فَاعِلُهُنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَة: ثَلَاث وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَة ثَلَاث وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً ". رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Atas wewenang Ka'b bin Ujrah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Melanjutkan hal-hal yang tidak mengecewakan orang yang mengucapkannya atau orang yang mengerjakannya setelah setiap selesai shalat wajib: tiga puluh tiga tasbihah, tiga puluh tiga tahmidah, dan tiga puluh empat tasbihah.” “Takbir.” Diriwayatkan oleh Muslim
46
Misykatul Mashabih # 4/967
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمَدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ ". رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengagungkan Allah tiga puluh tiga kali setiap selesai shalat dan memuji Allah ada tiga puluh tiga, dan Allah Maha Besar tiga puluh tiga, jadi itu sembilan puluh sembilan, dan yang keseratus berkata: Tidak ada tuhan selain Tuhan itu sendiri, tanpa sekutu. Kepunyaan-Nya kekuasaan dan milik-Nya puji-pujian, dan Dia Mahakuasa dalam segala hal. Dosa-dosanya diampuni, meskipun sebesar buih di lautan.” Diriwayatkan olehnya. Muslim
47
Misykatul Mashabih # 4/968
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ؟ قَالَ: «جَوْفُ اللَّيْلِ الآخر ودبر الصَّلَوَات المكتوبات» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Abu Umamah beliau berkata: Dikatakan: Ya Rasulullah, doa manakah yang harus aku dengar? Beliau bersabda: “Di penghujung malam dan sempurnakanlah shalat yang diwajibkan.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
48
Misykatul Mashabih # 4/969
وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ. رَوَاهُ احْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي الدَّعَوَاتِ الْكَبِيرِ
Dari wewenang Uqba bin Amir, beliau berkata: Rasulullah SAW, memerintahkanku untuk membaca “Al-Mu’awwidhat” di akhir setiap shalat. Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Al-Nasa’i dan Al-Bayhaqi dalam Al-Dawa’at Al-Kabir
49
Misykatul Mashabih # 4/970
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَة» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Karena aku duduk bersama orang-orang yang mengingat Allah dari shalat subuh hingga terbitnya matahari.” Aku ingin sekali memerdekakan keempat keturunan Ismail dan duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah mulai dari shalat Ashar hingga… Terbenamnya matahari lebih aku sukai daripada membebaskan empat orang.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
50
Misykatul Mashabih # 4/971
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ» . قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
Atas hadisnya beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, maka ia shalat dua rakaat.” Baginya pahala haji dan umrah.” Dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Lengkap, lengkap, lengkap.” Dia menceritakannya Al-Tirmidzi