Bab 10
Kembali ke Bab
01
Misykatul Mashabih # 10/2505
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:: خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فُرِضَ عَلَيْكُمُ الْحَجُّ فَحُجُّوا» فَقَالَ رَجُلٌ: أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلَاثًا فَقَالَ: " لَوْ قُلْتُ: نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ " ثُمَّ قَالَ: ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْء فدَعُوه ". رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW, menyapa kami dan bersabda: “Wahai manusia, haji telah diwajibkan atas kalian, maka lakukanlah haji.” Lalu ada seorang laki-laki bertanya: Apakah itu biasa wahai Rasulullah? Beliau terdiam sampai beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali, lalu beliau bersabda: “Seandainya saya mengatakan: Ya, maka itu wajib dan kamu tidak akan mampu.” Kemudian dia berkata: Tinggalkan aku selama aku meninggalkanmu, karena hanya mereka yang dulu yang akan binasa. sebelum kamu karena banyak pertanyaan mereka dan perselisihan mereka terhadap nabi-nabi mereka. Maka jika aku memerintahkanmu untuk melakukan sesuatu, lakukanlah itu semampumu, dan jika aku melarangmu melakukan sesuatu, maka tinggalkanlah.” Diriwayatkan oleh Muslim
02
Misykatul Mashabih # 10/2506
وَعَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ» قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: «الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ» . قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: «حَجٌّ مبرورٌ»
Atas wewenangnya, beliau berkata: Rasulullah SAW ditanya: Pekerjaan manakah yang terbaik? Beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Dikatakan: Lalu apa? Dia berkata: “Jihad demi Tuhan.” Dikatakan: Lalu apa? Dia berkata: “Haji yang diterima.”
03
Misykatul Mashabih # 10/2507
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «مِنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أمه»
Mengenai hadisnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menunaikan haji dan tidak melakukan kecabulan atau kemaksiatan, maka ia akan kembali seperti pada hari ibunya melahirkannya.”
04
Misykatul Mashabih # 10/2510
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «إِن عمْرَة فِي رَمَضَان تعدل حجَّة»
وَعَنْهُ قَالَ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: «مَنِ الْقَوْمُ؟» قَالُوا: الْمُسْلِمُونَ. فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: «رَسُولُ اللَّهِ» فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ؟ قَالَ: «نَعَمْ وَلَكِ أَجَرٌ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
وَعَنْهُ قَالَ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: «مَنِ الْقَوْمُ؟» قَالُوا: الْمُسْلِمُونَ. فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: «رَسُولُ اللَّهِ» فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ؟ قَالَ: «نَعَمْ وَلَكِ أَجَرٌ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Ibnu Abbas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji.”
Atas wewenangnya, dia berkata: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bertemu dengan sekelompok roh yang berkeliling dan berkata: “Siapakah orang-orang itu?” Mereka menjawab: Muslim. Mereka berkata: Siapa kamu? Dia berkata: “Utusan Allah.” Kemudian seorang wanita mengangkat seorang anak laki-laki kepadanya dan berkata: Apakah ini haji? Dia berkata: “Ya, dan kamu akan mendapat pahala.” Diriwayatkan oleh Muslim
05
Misykatul Mashabih # 10/2512
وَعَنْهُ قَالَ: أَتَى رَجُلٌ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ أُخْتِي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ وَإِنَّهَا مَاتَتْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَوْ كَانَ عَلَيْهَا دَيْنٌ أَكَنْتَ قَاضِيَهُ؟» قَالَ: نَعَمْ قَالَ: «فَاقْضِ دَيْنَ اللَّهِ فَهُوَ أَحَقُّ بِالْقَضَاءِ»
Dari hadis tersebut beliau bersabda: Seorang laki-laki mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan berkata: Adikku bersumpah untuk menunaikan haji, namun dia meninggal, maka Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: Jika dia mempunyai hutang, apakah kamu akan melunasinya? Dia berkata: Ya. Beliau bersabda: “Penuhilah hutang Allah, karena Dialah yang lebih berhak untuk melunasinya.”
06
Misykatul Mashabih # 10/2513
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ وَلَا تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ» . فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا وَخَرَجَتِ امْرَأَتِي حَاجَّةً قَالَ: «اذهبْ فاحجُجْ مَعَ امرأتِكَ»
Mengenai wewenangnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorang laki-laki boleh berduaan dengan seorang wanita, dan tidak seorang wanita boleh bepergian kecuali dia didampingi oleh mahramnya.” Kemudian seorang laki-laki berkata: Ya Rasulullah, aku direkrut untuk ekspedisi ini dan itu, dan istriku berangkat haji. Dia berkata: “Pergilah menunaikan haji bersama istrimu.”
07
Misykatul Mashabih # 10/2514
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْجِهَادِ. فَقَالَ: «جهادكن الْحَج»
Atas otoritas Aisha, dia berkata: Saya bertanya kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, izin untuk melakukan jihad. Dia berkata: “Jihadmu adalah haji.”
08
Misykatul Mashabih # 10/2515
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُسَافِرُ امْرَأَةٌ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو محرم»
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh seorang wanita melakukan perjalanan jauh sehari atau semalam kecuali dia didampingi oleh mahramnya.”
09
Misykatul Mashabih # 10/2516
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: وَقَّتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ: ذَا الْحُلَيْفَةِ وَلِأَهْلِ الشَّامِ: الْجُحْفَةَ وَلِأَهْلِ نَجْدٍ: قَرْنَ الْمَنَازِلِ وَلِأَهْلِ الْيَمَنِ: يَلَمْلَمَ فَهُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهِنَّ لِمَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَمَنْ كَانَ دُونَهُنَّ فَمُهَلُّهُ مِنْ أَهْلِهِ وَكَذَاكَ وَكَذَاكَ حَتَّى أهل مَكَّة يهلون مِنْهَا
Dari hadis Ibnu Abbas beliau bersabda: Rasulullah SAW, yang ditunjuk untuk penduduk Madinah: Dhu al-Hulayfah, dan untuk penduduk Syam: al-Juhfa, dan penduduk Najd: Qarn al-Manazil, dan untuk penduduk Yaman: Yalamlam, maka itu untuk mereka dan bagi siapa saja yang datang kepada mereka dari selain keluarga mereka, bagi siapa saja yang ingin menunaikan haji dan umrah. Maka siapapun yang berada di bawah mereka, maka keluarganya akan memperbolehkannya masuk ke dalam suatu jangka waktu, dan ini dan itu, bahkan penduduk Mekkah pun akan diberi jangka waktu darinya.
10
Misykatul Mashabih # 10/2517
وَعَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مُهَلُّ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ وَالطَّرِيقُ الْآخَرُ الْجُحْفَةُ وَمُهَلُّ أَهْلِ الْعِرَاقِ مِنْ ذَاتِ عِرْقٍ وَمُهَلُّ أَهْلِ نَجْدٍ قَرْنٌ وَمُهَلُّ أَهْلِ الْيَمَنِ يَلَمْلَمُ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Atas wewenang Jabir, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Jeda bagi penduduk Madinah adalah dari Dzul-Hulayfah, dan jalan yang lain adalah Al-Juhfah, dan jeda bagi penduduk Madinah adalah dari Dzul-Hulayfah.” adalah Yalamlam.” Diriwayatkan oleh Muslim
11
Misykatul Mashabih # 10/2518
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعٌ عُمَرٍ كُلُّهُنَّ فِي ذِي الْقَعْدَةِ إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ: عُمْرَةً مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ وَعُمْرَةً مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ وَعُمْرَةً مِنَ الْجِعْرَانَةِ حَيْثُ قَسَّمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي الْقَعْدَةِ وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ "
Dari riwayat Anas beliau bersabda: Rasulullah SAW melakukan umrah empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah, kecuali yang terjadi pada saat hajinya: satu kali umrah. Al-Hudaybiyyah pada bulan Dzul-Qa'dah, dan umrah pada tahun berikutnya pada bulan Dzul-Qa'dah, dan umrah dari Al-Ji'ranah, dimana beliau membagi harta rampasan Hunayn pada bulan Dzul-Qa'dah. Dan umrah dengan hajinya.”
12
Misykatul Mashabih # 10/2519
وَعَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذِي الْقَعْدَةِ قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ مَرَّتَيْنِ ". رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari hadis Al-Baraa bin Azib beliau berkata: Rasulullah SAW melakukan umrah pada bulan Dzulqa’dah sebelum menunaikan haji sebanyak dua kali. “Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
13
Misykatul Mashabih # 10/2520
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ» . فَقَامَ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كُلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ:
" لَوْ قُلْتُهَا: نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَوْ وَجَبَتْ لَمْ تَعْمَلُوا بِهَا وَلَمْ تَسْتَطِيعُوا وَالْحَجُّ مَرَّةٌ فَمَنْ زَادَ فَتَطَوُّعٌ ". رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيّ والدارمي
" لَوْ قُلْتُهَا: نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَوْ وَجَبَتْ لَمْ تَعْمَلُوا بِهَا وَلَمْ تَسْتَطِيعُوا وَالْحَجُّ مَرَّةٌ فَمَنْ زَادَ فَتَطَوُّعٌ ". رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيّ والدارمي
Dari Ibnu Abbas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Wahai manusia, Allah telah menetapkan haji bagimu.” Al-Aqra’ bin Habis berdiri dan berkata: Apakah setiap tahun wahai Rasulullah? Dia berkata:
“Seandainya aku mengatakannya: Ya, itu wajib. Dan jika itu menjadi wajib, niscaya kamu tidak akan mengamalkannya dan tidak mampu. Haji hanya satu kali saja, maka siapa yang lebih banyak, maka lakukanlah dengan sukarela.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Nasa’i dan Al-Darimi
14
Misykatul Mashabih # 10/2521
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَمْ يَحُجَّ فَلَا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا وَذَلِكَ أَنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ: (وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حَجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِليهِ سَبِيلا)
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ. وَفِي إِسْنَادِهِ مَقَالٌ وَهِلَالُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ مَجْهُولٌ والْحَارث يضعف فِي الحَدِيث
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ. وَفِي إِسْنَادِهِ مَقَالٌ وَهِلَالُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ مَجْهُولٌ والْحَارث يضعف فِي الحَدِيث
Atas wewenang Ali radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa mempunyai rezeki dan seekor unta untuk mengantarnya ke Rumah Allah, namun tidak menunaikan haji, maka ia tidak boleh menunaikan haji." Ia harus mati sebagai orang Yahudi atau Nasrani, dan itu karena Allah SWT berfirman: (Dan Allah mempunyai kewajiban bagi manusia untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah, siapa saja yang mampu memberi jalan ke sana.)
Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits yang aneh. Ada pasal dalam rantai penularannya, Hilal bin Abdullah tidak diketahui, dan Al-Harits lemah dalam hadisnya.
15
Misykatul Mashabih # 10/2522
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
لَا صَرُورَةَ فِي الإِسلامِ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
لَا صَرُورَةَ فِي الإِسلامِ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
Tidak ada kebenaran dalam Islam.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
16
Misykatul Mashabih # 10/2523
وَعَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَرَادَ الْحَجَّ فَلْيُعَجِّلْ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد والدارمي
Atas wewenangnya, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa ingin menunaikan haji, hendaklah ia bersegera.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Darimi
17
Misykatul Mashabih # 10/2525
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلَّا الْجَنَّةَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ
وَرَوَاهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ عَنْ عُمَرَ إِلَى قَوْله: «خبث الْحَدِيد»
وَرَوَاهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ عَنْ عُمَرَ إِلَى قَوْله: «خبث الْحَدِيد»
Atas wewenang Ibnu Masoud, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Lanjutkan haji dan umrah, karena keduanya akan menghilangkan kemiskinan dan dosa.” Tungku tersebut menghilangkan kotoran dari besi, emas, dan perak, dan tidak ada pahala bagi haji mabrur kecuali surga.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Nasa'i
Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah dari riwayat Umar, hingga beliau berkata: “Sampah besi.”
18
Misykatul Mashabih # 10/2526
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا يُوجِبُ الْحَجَّ؟ قَالَ: «الزَّادُ وَالرَّاحِلَة» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Dari Ibnu Umar beliau berkata: Seorang laki-laki mendatangi Nabi Muhammad SAW, dan berkata: Wahai Rasulullah, apa yang mewajibkan haji? Beliau menjawab: “Bekal dan unta.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah
19
Misykatul Mashabih # 10/2527
وَعَنْهُ قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: مَا الْحَاج؟ فَقَالَ: «الشعث النَّفْل» . فَقَامَ آخَرُ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْحَجِّ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «الْعَجُّ وَالثَّجُّ» . فَقَامَ آخَرُ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا السَّبِيلُ؟ قَالَ: «زَادٌ وَرَاحِلَةٌ» رَوَاهُ فِي شَرْحِ السُّنَّةِ. وَرَوَى ابْنُ مَاجَهْ فِي سُنَنِهِ إِلَّا أَنَّهُ لَمْ يذكر الْفَصْل الْأَخير
Atas wewenangnya, beliau berkata: Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: Apa itu peziarah? Beliau berkata: “Al-Sha’ath adalah yang berlebihan.” Kemudian seorang laki-laki yang lain berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, haji manakah yang lebih utama? Dia berkata: “Es dan es.” Kemudian seorang laki-laki yang lain berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana jalannya? Beliau menjawab: “Rezeki dan seekor unta.” Beliau meriwayatkannya dalam Sharh al-Sunnah. Ibnu Majah meriwayatkannya dalam Sunan-nya, namun ia tidak menyebutkan bab terakhirnya.
20
Misykatul Mashabih # 10/2528
وَعَنْ أَبِي رَزِينٍ الْعُقَيْلِيِّ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي شَيْخٌ كَبِيرٌ لَا يَسْتَطِيعُ الْحَجَّ وَلَا الْعُمْرَةَ وَلَا الظَّعْنَ قَالَ: «حُجَّ عَنْ أَبِيكَ وَاعْتَمِرْ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Atas wewenang Abu Razin Al-Uqaili, dia mendatangi Nabi Muhammad SAW, dan berkata: Ya Rasulullah, ayahku sudah tua dan tidak mampu menunaikan haji, umrah, atau tidak. Beliau bersabda: “Lakukanlah haji atas nama ayahmu dan umrahlah.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Al-Nasa’i, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang hasan dan shahih.
21
Misykatul Mashabih # 10/2529
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ قَالَ: «مَنْ شُبْرُمَةُ» قَالَ: أَخٌ لِي أَوْ قَرِيبٌ لِي قَالَ: «أَحَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ؟» قَالَ: لَا قَالَ: «حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ» . رَوَاهُ الشَّافِعِيُّ وَأَبُو دَاوُد وابنُ مَاجَه
Atas otoritas Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mendengar seorang pria berkata kepada ayahmu atas otoritas Shubrumah. Dia berkata: “Dari Shubrumah.” Dia berkata: Saudara laki-lakiku. Atau salah satu kerabatku berkata: “Apakah kamu menunaikan haji atas namamu sendiri?” Dia berkata: Tidak. Dia berkata: “Lakukanlah haji atas namamu sendiri, kemudian lakukanlah haji atas nama Shubrumah.” Diriwayatkan oleh Al-Syafi’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah
22
Misykatul Mashabih # 10/2530
وَعَنْهُ قَالَ: وَقَّتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَهْلِ الْمَشْرِقِ الْعَقِيقَ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُد
Atas wewenangnya, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengangkat aqiq kepada orang-orang Timur. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawood
23
Misykatul Mashabih # 10/2531
وَعَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَّتَ لِأَهْلِ الْعِرَاقِ ذَاتَ عِرْقٍ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Atas wewenang Aisha, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menunjuk masyarakat Irak untuk menikah dengan Dhat Irq. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i
24
Misykatul Mashabih # 10/2532
وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ أَهَلَّ بِحَجَّةٍ أَوْ عُمْرَةٍ مِنَ الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى إِلَى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ أَوْ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Dari hadis Ummu Salamah, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan Ihram Haji atau Umrah dari Masjid Al-Aqsa ke Masjidil Haram, maka diampuni segala dosanya yang lalu dan yang akan datang, atau dijamin baginya surga.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah.
25
Misykatul Mashabih # 10/2533
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ أَهْلُ الْيَمَنِ يَحُجُّونَ فَلَا يَتَزَوَّدُونَ وَيَقُولُونَ: نَحْنُ الْمُتَوَكِّلُونَ فَإِذَا قَدِمُوا مَكَّةَ سَأَلُوا النَّاسَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: (وتزَوَّدُوا فإِنَّ خيرَ الزَّادِ التَّقوى)
رَوَاهُ البُخَارِيّ
رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari riwayat Ibnu Abbas beliau bersabda: Dulunya penduduk Yaman menunaikan haji, namun mereka tidak memberikan bekal, dan mereka berkata: Kamilah orang-orang yang dapat dipercaya. Maka ketika mereka sampai di Mekkah, mereka bertanya kepada orang-orangnya. Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu: (Dan rezeki bagi dirimu sendiri, karena sebaik-baik rezeki adalah takwa.)
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
26
Misykatul Mashabih # 10/2534
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ؟ قَالَ:
" نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ: الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ". رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه
" نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ: الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ". رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه
Atas wewenang Aisyah, dia berkata: Aku berkata: Wahai Rasulullah, apakah jihad wajib dilakukan terhadap wanita? Dia berkata:
“Ya, mereka harus berjihad, bukan berperang: Haji dan Umrah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
27
Misykatul Mashabih # 10/2535
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنَ الْحَجِّ حَاجَةٌ ظَاهِرَةٌ أَوْ سُلْطَانٌ جَائِرٌ أَوْ مَرَضٌ حَابِسٌ فَمَاتَ وَلَمْ يَحُجَّ فَلْيَمُتْ إِنْ شَاءَ يَهُودِيًّا وَإِنْ شَاءَ نَصْرَانِيًّا» . رَوَاهُ الدَّارمِيّ
Dari Abu Umamah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidak terhalang untuk menunaikan haji karena suatu keperluan yang nyata, karena penguasa yang menindas, atau karena penyakit. Diriwayatkan oleh Al-Darimi
28
Misykatul Mashabih # 10/2536
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «الْحَاجُّ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللَّهِ إِنْ دَعَوْهُ أجابَهمْ وإِنِ استَغفروهُ غَفرَ لهمْ» . رَوَاهُ ابْن مَاجَه
Atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, bahwa beliau bersabda: “Haji dan Ammar adalah delegasi Allah, jika mereka menyeru kepada-Nya, Dia akan mengabulkannya, dan jika mereka memohon ampun kepada-Nya, Dia akan mengampuni mereka.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
29
Misykatul Mashabih # 10/2537
وَعَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «وَفْدُ اللَّهِ ثَلَاثَةٌ الْغَازِي وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ» . رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَان
Atas wewenangnya, beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Utusan Allah ada tiga: penyerbu, jamaah haji, dan jamaah umrah.” Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dan Al-Bayhaqi dalam Shu’ab Al-Iman
30
Misykatul Mashabih # 10/2538
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا لَقِيتَ الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَصَافِحْهُ وَمُرْهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتَهُ فَإِنَّهُ مَغْفُورٌ لَهُ» . رَوَاهُ أَحْمد
Dari riwayat Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Bila kamu bertemu dengan seorang peziarah, sambutlah dia, jabat tangannya, dan suruh dia memohon ampun untukmu sebelum dia memasuki rumahnya, maka dia akan diampuni.” Diriwayatkan oleh Ahmed
31
Misykatul Mashabih # 10/2539
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ خَرَجَ حَاجًّا أَوْ مُعْتَمِرًا أَوْ غَازِيًا ثُمَّ مَاتَ فِي طَرِيقِهِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَجْرَ الْغَازِي وَالْحَاجِّ والمعتمِرِ» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ
Dari hadis Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berangkat haji, umrah, atau jamaah haji, lalu meninggal dalam perjalanan, maka Allah akan mencatat baginya pahala penyerbu, haji, dan umrah.” Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi dalam Shu’ab Al-Iman
32
Misykatul Mashabih # 10/2540
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُنْتُ أُطَيِّبُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِإِحْرَامِهِ قَبْلَ أَنْ يُحْرِمَ وَلِحِلِّهِ قَبْلَ أَنْ يَطُوفَ بِالْبَيْتِ بِطِيبٍ فِيهِ مِسْكٌ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى وَبِيصِ الطِّيبِ فِي مَفَارِقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku dulu mengharumkan Rasulullah SAW, untuk masuk ihram sebelum dia masuk ihram dan menyatakan halal sebelum mengelilingi Rumah dengan wewangian yang mengandung musk, seolah-olah aku sedang melihat pancaran wewangian di sendi-sendi Rasulullah SAW, ketika dia sedang ihram.
33
Misykatul Mashabih # 10/2541
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهِلُّ مُلَبِّدًا يَقُولُ: «لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ» . لَا يَزِيدُ عَلَى هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ
Atas wewenang Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu dengan keduanya, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW, menyapa seorang laki-laki sambil berkata: "Siap melayanimu ya Tuhan, atas perintahmu, atas perintahmu. Engkau tidak mempunyai sekutu. Sesungguhnya pujian, rahmat dan kekuasaan adalah milikmu. Engkau tidak mempunyai sekutu." Tidak lebih dari kata-kata ini
34
Misykatul Mashabih # 10/2542
وَعَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَدْخَلَ رِجْلَهُ فِي الْغَرْزِ وَاسْتَوَتْ بِهِ نَاقَتُهُ قَائِمَةً أَهَلَّ منَ عندِ مسجدِ ذِي الحليفة
Mengenai wewenangnya beliau bersabda: Setiap kali Rasulullah SAW memasukkan kakinya ke dalam lubang dan menunggangi unta betinanya, maka keluarga tersebut akan berdiri di dekat Masjid Dzul-Hulayfah.
35
Misykatul Mashabih # 10/2543
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصْرُخُ بِالْحَجِّ صراخا. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri, dia berkata: Kami pergi bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, sambil berteriak tentang haji. Diriwayatkan oleh Muslim
36
Misykatul Mashabih # 10/2544
وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنْتُ رَدِيفَ أَبِي طَلْحَةَ وَإِنَّهُمْ لَيَصْرُخُونَ بهِما جَمِيعًا: الْحَج وَالْعمْرَة. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Saya adalah sahabat Abu Thalhah, dan mereka semua berteriak tentang mereka: Haji dan Umrah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
37
Misykatul Mashabih # 10/2545
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ وَعُمْرَةٍ وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِالْحَجِّ وَأَهَلَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَجِّ فَأَمَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ فَحَلَّ وَأَمَّا مَنْ أَهَلَّ بِالْحَجِّ أَوْ جَمَعَ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَلَمْ يَحِلُّوا حَتَّى كَانَ يَوْمُ النَّحْرِ
Atas wewenang Aisha, dia berkata: Kami pergi bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, di tahun Haji Perpisahan. Ada di antara kami yang memenuhi syarat untuk umrah dan ada pula yang memenuhi syarat untuk menunaikan haji. Dan umrah, dan di antara kita ada yang memenuhi syarat untuk menunaikan haji, dan Rasulullah SAW, telah memenuhi syarat untuk menunaikan haji, adapun yang memenuhi syarat untuk umrah, diperbolehkan, dan adapun yang memenuhi syarat untuk umrah, diperbolehkan. Dengan berhaji atau menggabungkan haji dan umrah, namun tidak diperbolehkan sampai tibanya hari kurban.
38
Misykatul Mashabih # 10/2546
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: تَمَتَّعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ بدأَ فأهلَّ بالعمْرةِ ثمَّ أهلَّ بالحجّ
Dari hadis Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu keduanya, beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Allah SWT memberkatinya dan memberinya kedamaian, dinikmati selama Ibadah Haji Perpisahan, Umrah hingga Haji. Dia memulai dan menunaikan umrah, lalu dia menunaikan umrah. Oleh Haji
39
Misykatul Mashabih # 10/2547
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَجَرَّدَ لِإِهْلَالِهِ وَاغْتَسَلَ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ والدارمي
Atas wewenang Zayd ibn Thabit bahwa dia melihat Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, membuka pakaian untuk bulan sabit dan mandi. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Darimi
40
Misykatul Mashabih # 10/2549
وَعَنْ خَلَّادِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَمَرَنِي أَنْ آمُرَ أَصْحَابِي أَنْ يرفَعوا أصواتَهم بالإِهْلالِ أَو التَّلبيَةِ» . رَوَاهُ مَالِكٌ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ
Atas wewenang Khallad bin Al-Sa'ib, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jibril datang kepadaku dan memerintahkanku untuk memerintahkan teman-temanku untuk meninggikan suara mereka.” Dengan salam atau talbiyah.” Diriwayatkan oleh Malik, Al-Tirmidzi, Abu Dawud, Al-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Darimi.
41
Misykatul Mashabih # 10/2550
وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُلَبِّي إِلَّا لَبَّى مَنْ عَنْ يَمِينِهِ وَشِمَالِهِ: مِنْ حَجَرٍ أَوْ شَجَرٍ أَوْ مَدَرٍ حَتَّى تنقطِعَ الأرضُ منْ ههُنا وههُنا ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
" مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُلَبِّي إِلَّا لَبَّى مَنْ عَنْ يَمِينِهِ وَشِمَالِهِ: مِنْ حَجَرٍ أَوْ شَجَرٍ أَوْ مَدَرٍ حَتَّى تنقطِعَ الأرضُ منْ ههُنا وههُنا ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Atas wewenang Sahl bin Saad, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada seorang muslim pun yang membaca Talbiyah kecuali siapa yang membaca Talbiyah di sebelah kanan dan kirinya: baik itu batu, pohon, atau batu bulat, hingga bumi lenyap di sana-sini.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah
42
Misykatul Mashabih # 10/2551
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْكَعُ بِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ إِذَا اسْتَوَتْ بِهِ النَّاقَةُ قَائِمَةً عِنْدَ مَسْجِدِ ذِي الْحُلَيْفَةِ أَهَلَّ بِهَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ وَيَقُولُ: «لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ فِي يَدَيْكَ لَبَّيْكَ وَالرَّغْبَاءُ إِلَيْكَ وَالْعَمَل» . مُتَّفق عَلَيْهِ وَلَفظه لمُسلم
Dari riwayat Ibnu Umar beliau bersabda: Rasulullah SAW biasa rukuk dua rakaat di Dhu al-Hulayfah, kemudian ketika unta betina itu singgah di sampingnya, berdiri di Masjid Dhu al-Hulayfah disambut dengan kata-kata berikut dan bersabda: “Siap mengabdi ya Allah, atas perintah-Mu dan kebahagiaan-Mu, dan kebaikan di tangan-Mu, atas perintah-Mu. Dan orang-orang yang menghendaki Engkau dan bekerja.” Disepakati dan diucapkan oleh umat Islam
43
Misykatul Mashabih # 10/2552
وَعَنْ عِمَارَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا فَرَغَ مِنْ تَلْبِيَتِهِ سَأَلَ اللَّهَ رِضْوَانَهُ وَالْجَنَّةَ وَاسْتَعْفَاهُ بِرَحْمَتِهِ مِنَ النَّارِ. رَوَاهُ الشَّافِعِي
Dan atas wewenang Amara bin Khuzaymah bin Tsabit, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, agar ketika ia selesai bertalbiyah, ia memohon kepada Allah keridhaan dan surga-Nya, dan dengan rahmat-Nya ia berlindung dari Neraka. Diriwayatkan oleh Al-Syafi’i
44
Misykatul Mashabih # 10/2553
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أَرَادَ الْحَجَّ أَذَّنَ فِي النَّاسِ فَاجْتَمَعُوا فَلَمَّا أَتَى الْبَيْدَاءَ أَحْرَمَ. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Berdasarkan hadis Jabir bahwa ketika Rasulullah SAW hendak menunaikan ibadah haji, beliau mengumandangkan azan kepada masyarakat dan mereka berkumpul, dan sesampainya di Al-Bayda, beliau melakukan ihram. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
45
Misykatul Mashabih # 10/2554
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ الْمُشْرِكُونَ يَقُولُونَ: لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ فَيَقُولُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَيْلَكُمْ قَدْ قَدْ» إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ. يَقُولُونَ هَذَا وَهُمْ يَطُوفُونَ بِالْبَيْتِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas beliau berkata: Orang-orang musyrik biasa berkata: Siap melayanimu, kamu tidak mempunyai sekutu. Kemudian Rasulullah SAW akan berkata: “Celakalah kamu!” Kecuali sekutu yang kepadanya kamu mempunyai hak milik dan dia bukan miliknya. Mereka mengatakan hal ini ketika mereka mengelilingi Ka'bah. Diriwayatkan oleh Muslim
46
Misykatul Mashabih # 10/2556
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ فَلَمَّا قَدِمْنَا مَكَّةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ وَلَمْ يُهْدِ فَلْيَحْلِلْ وَمَنْ أَحْرَمَ بِعُمْرَةٍ وَأَهْدَى فَلْيُهِلَّ بِالْحَجِّ مَعَ العُمرةِ ثمَّ لَا يحل حَتَّى يحل مِنْهَا» . وَفِي رِوَايَةٍ: «فَلَا يَحِلُّ حَتَّى يَحِلَّ بِنَحْرِ هَدْيِهِ وَمَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ فَلْيُتِمَّ حَجَّهُ» . قَالَتْ: فَحِضْتُ وَلَمْ أَطُفْ بِالْبَيْتِ وَلَا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَلَمْ أَزَلْ حَائِضًا حَتَّى كَانَ يَوْمُ عَرَفَةَ وَلَمْ أُهْلِلْ إِلَّا بِعُمْرَةٍ فَأَمَرَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَنْقُضَ رَأْسِي وَأَمْتَشِطَ وَأُهِلَّ بِالْحَجِّ وَأَتْرُكَ الْعُمْرَةَ فَفَعَلْتُ حَتَّى قَضَيْتُ حَجِّي بَعَثَ مَعِي عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي بَكْرٍ وَأَمَرَنِي أَنْ أَعْتَمِرَ مَكَانَ عُمْرَتِي مِنَ التَّنْعِيمِ قَالَتْ: فَطَافَ الَّذِينَ كَانُوا أَهَلُّوا بِالْعُمْرَةِ بِالْبَيْتِ وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ ثُمَّ حَلُّوا ثمَّ طافوا بَعْدَ أَنْ رَجَعُوا مِنْ مِنًى وَأَمَّا الَّذِينَ جَمَعُوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَإِنَّمَا طَافُوا طَوَافًا وَاحِدًا
Atas otoritas Aisha, semoga Tuhan meridhoinya, dia berkata: Kami pergi bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, pada Ziarah Perpisahan. Ada di antara kami yang berhak umrah, dan ada pula yang layak umrah. Beliau melakukan ihram untuk haji, dan ketika kami sampai di Mekkah, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang melakukan ihram untuk umrah namun tidak menunaikan haji, maka hendaklah dia masuk ihram untuk umrah. Dan dalam riwayatnya: "Dia tidak boleh menunaikan haji sampai dia menyembelih hewan kurbannya. Dan siapa pun yang diperbolehkan menunaikan haji, maka hendaklah dia menuntaskan hajinya." Beliau menjawab: Aku sedang haid, namun aku tidak mengelilingi Baitullah, antara Shafa dan Marwah. Aku masih haid sampai hari Arafah, dan aku tidak melakukan ihram kecuali umrah, maka dia memerintahkanku. Rasulullah SAW bersabda kepadaku agar aku melepaskan rambutku, menyisir diriku, menunaikan haji, dan meninggalkan umrah, maka aku melakukannya sampai aku menuntaskan hajiku. Dia mengutus bersamaku seorang hamba Al-Rahman bin Abi Bakar dan memerintahkanku untuk menunaikan umrah menggantikan umrahku dari Tan'im. Dia berkata: Maka orang-orang yang memenuhi syarat untuk umrah mengelilingi Baitullah dan di antara Safa. Dan Al-Marwah, kemudian mereka keluar dan kemudian berkhianat setelah mereka kembali dari Mina, dan adapun orang yang menggabungkan haji dan umrah, mereka hanya melakukan satu kali sunat.
47
Misykatul Mashabih # 10/2557
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: تَمَتَّعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَسَاقَ مَعَهُ الْهَدْيَ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ وَبَدَأَ فَأَهَلَّ بِالْعُمْرَةِ ثُمَّ أَهَلَّ بِالْحَجِّ فَتَمَتَّعَ النَّاسُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَكَانَ مِنَ النَّاسِ مَنْ أَهْدَى وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ يُهْدِ فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ قَالَ لِلنَّاسِ: «مَنْ كَانَ مِنْكُمْ أَهْدَى فَإِنَّهُ لَا يَحِلُّ مِنْ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَجَّهُ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَهْدَى فَلْيَطُفْ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَلْيُقَصِّرْ وَلْيَحْلِلْ ثُمَّ لِيُهِلَّ بِالْحَجِّ وليُهد فمنْ لم يجدْ هَديا فيلصم ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةً إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ» فَطَافَ حِينَ قَدِمَ مَكَّةَ وَاسْتَلَمَ الرُّكْنَ أَوَّلَ شَيْءٍ ثُمَّ خَبَّ ثَلَاثَةَ أَطْوَافٍ وَمَشَى أَرْبَعًا فَرَكَعَ حِينَ قَضَى طَوَافَهُ بِالْبَيْتِ عِنْدَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ فَانْصَرَفَ فَأَتَى الصَّفَا فَطَافَ بِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ سَبْعَةَ أَطْوَافٍ ثُمَّ لَمْ يَحِلَّ مِنْ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ حَتَّى قَضَى حَجَّهُ وَنَحَرَ هَدْيَهُ يَوْمَ النَّحْرِ وَأَفَاضَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ ثُمَّ حَلَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ وَفَعَلَ مِثْلَ مَا فَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَاقَ الْهَدْي من النَّاس
Dari riwayat Abdullah bin Omar radhiyallahu 'anhu keduanya, beliau bersabda: Rasulullah SAW menikmati ibadah haji perpisahan dari umrah ke haji, namun beliau membangkang. Dia membawa hewan kurban dari Dzul-Hulayfah. Dia memulai dan menunaikan umrah, kemudian dia menunaikan haji, dan orang-orang menikmati shalatnya bersama Nabi. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dari umrah hingga haji, dan ada sebagian orang yang terbimbing dan ada pula yang tidak. Ketika Nabi Muhammad SAW datang ke Mekkah, Beliau bersabda kepada orang-orang: “Barangsiapa di antara kamu yang lebih mendapat petunjuk, maka dia tidak boleh melakukan apa pun yang dilarang sampai dia menyelesaikan hajinya. Dan siapa di antara kamu yang tidak, jika ada yang menyembelih hewan kurban, hendaklah dia mengelilingi Ka'bah, Shafa, dan Marwah, dan memendekkan rambutnya, dan melakukan ritual yang diperbolehkan, maka hendaklah dia melakukan Ihram untuk haji, dan biarkan dia melakukan ritual pengorbanan. Barangsiapa tidak dapat menemukan hewan kurban, hendaknya dia berpuasa selama tiga hari pada saat haji, dan tujuh hari ketika dia kembali ke keluarganya. Dia berkhianat ketika dia sampai di Mekkah dan menyentuh Rukun terlebih dahulu, lalu dia melakukan tiga kali mengelilinginya dan berjalan empat kali dia tidak dibolehkan melakukan apa pun yang dirampas darinya sampai dia menyelesaikan hajinya dan menyembelih hewan kurbannya pada Hari Kurban dan meninggalkan serta mengelilingi Ka'bah. semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, lakukan ketika dia membawa hewan kurban dari kalangan masyarakat.
48
Misykatul Mashabih # 10/2558
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «هَذِهِ عُمْرَةٌ اسْتَمْتَعْنَا بِهَا فَمَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ الْهَدْيُ فَلْيَحِلَّ الْحِلَّ كُلَّهُ فَإِنَّ الْعُمْرَةَ قَدْ دَخَلَتْ فِي الْحَجِّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
وَهَذَا الْبَابُ خَالٍ عَنِ الْفَصْلِ الثَّانِي
وَهَذَا الْبَابُ خَالٍ عَنِ الْفَصْلِ الثَّانِي
Dari Ibnu Abbas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Ini adalah umrah yang kami nikmati, maka barangsiapa yang tidak memiliki hewan kurban, maka hendaklah dia melakukannya.” Boleh sepenuhnya, karena umrah termasuk dalam ibadah haji sampai hari kiamat.” Diriwayatkan oleh Muslim
Bagian ini tidak memiliki bab kedua.
49
Misykatul Mashabih # 10/2559
عَنْ عَطَاءٍ قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ فِي نَاسٍ مَعِي قَالَ: أَهْلَلْنَا أَصْحَابَ مُحَمَّد بِالْحَجِّ خَالِصًا وَحْدَهُ قَالَ عَطَاءٌ: قَالَ جَابِرٌ: فَقَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُبْحَ رَابِعَةٍ مَضَتْ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ فَأَمَرَنَا أَنْ نَحِلَّ قَالَ عَطَاءٌ: قَالَ: «حِلُّوا وَأَصِيبُوا النِّسَاءَ» . قَالَ عَطَاءٌ: وَلَمْ يَعْزِمْ عَلَيْهِمْ وَلَكِنْ أَحَلَّهُنَّ لَهُمْ فَقُلْنَا لَمَّا لَمْ يَكُنْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ عَرَفَةَ إِلَّا خَمْسٌ أَمَرَنَا أَنْ نُفْضِيَ إِلَى نِسَائِنَا فَنَأْتِيَ عرَفَةَ تَقْطُرُ مَذَاكِيرُنَا الْمَنِيَّ. قَالَ: «قَدْ عَلِمْتُمْ أَنِّي أَتْقَاكُمْ لِلَّهِ وَأَصْدَقُكُمْ وَأَبَرُّكُمْ وَلَوْلَا هَدْيِي لَحَلَلْتُ كَمَا تَحِلُّونَ وَلَوِ اسْتَقْبَلْتُ مِنْ أَمْرِي مَا اسْتَدْبَرْتُ لَمْ أَسُقِ الْهَدْيَ فَحِلُّوا» فَحَلَلْنَا وَسَمِعْنَا وَأَطَعْنَا قَالَ عَطَاءٌ: قَالَ جَابِرٌ: فَقَدِمَ عَلِيٌّ مِنْ سِعَايَتِهِ فَقَالَ: بِمَ أَهْلَلْتَ؟ قَالَ بِمَا أَهَلَّ بِهِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَأَهْدِ وَامْكُثْ حَرَامًا» قَالَ: وَأَهْدَى لَهُ عَلِيٌّ هَدْيًا فَقَالَ سُرَاقَةُ بْنُ مَالِكِ بْنِ جُعْشُمٍ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ألعامنا هَذَا أم لأبد؟ قَالَ: «لأبد» . رَوَاهُ مُسلم
Berdasarkan riwayat Atha yang berkata: Aku mendengar Jabir bin Abdullah diantara orang-orang yang bersamaku berkata: Kami para sahabat Muhammad menunaikan haji dengan suci dan sendirian. Atha berkata: Jabir berkata: Kemudian Nabi, sallallahu alaihi wa sallam, datang pada pagi keempat bulan Dzulhijjah dan memerintahkan kami untuk membuka kedok. Ata’ berkata: Beliau berkata: “Bukalah kedokmu dan ambillah wanita-wanita itu.” Ata’ berkata: Dia tidak memutuskannya, tapi dia menghalalkannya. Jadi kami berkata, “Ketika hanya ada lima orang antara kami dan Arafat, kami diperintahkan untuk pergi menemui wanita kami.” Jadi kami pergi ke Arafat, meneteskan air mani ke penis kami. Beliau bersabda: "Kalian mengetahui bahwa aku adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian, paling jujur di antara kalian, dan paling bertakwa di antara kalian. Dan seandainya bukan karena bimbinganku, niscaya aku akan halal sebagaimana kalian halal, sekalipun aku menerima salah satu urusanku. Aku berpaling dan tidak membawa hewan kurban untuk diminum, maka hal itu diperbolehkan." Jadi kami diizinkan, dan kami mendengarkan dan menaatinya. Ata’ berkata: Jabir berkata: Lalu Ali kembali dari pencariannya dan berkata: Mengapa? Apakah kamu bahagia? Beliau bersabda, “Dengan apa yang Nabi SAW sampaikan salam.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “Kalau begitu berikanlah hadiah dan tetaplah haram.” Dia berkata: Dan dia membuatkan hadiah untuknya. Ali diberi hadiah, dan Suraqah bin Malik bin Jasham berkata: Ya Rasulullah, apakah ini tahun kita atau selamanya? Dia berkata: “Selamanya.” Diriwayatkan oleh Muslim
50
Misykatul Mashabih # 10/2560
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَرْبَعٍ مَضَيْنَ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ أَوْ خَمْسٍ فَدَخَلَ عَلَيَّ وَهُوَ غَضْبَانُ فَقُلْتُ: مَنْ أَغْضَبَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ. قَالَ: «أَو مَا شَعَرْتِ أَنِّي أَمَرْتُ النَّاسَ بِأَمْرٍ فَإِذَا هُمْ يَتَرَدَّدُونَ وَلَوْ أَنِّي اسْتَقْبَلْتُ مِنْ أَمْرِي مَا اسْتَدْبَرْتُ مَا سُقْتُ الْهَدْيَ مَعِي حَتَّى أَشْتَرِيَهُ ثمَّ أُحلُّ كَمَا حلُّوا» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW datang pada empat atau lima hari terakhir bulan Dzulhijjah dan masuk. Dan dia marah kepadaku, maka aku berkata: Siapapun yang membuatmu marah, ya Rasulullah, maka Allah akan memasukkannya ke neraka. Beliau bersabda: “Tidakkah kalian merasa bahwa aku telah memerintahkan manusia untuk melakukan suatu perkara? Kemudian mereka ragu-ragu, “Seandainya dari urusanku aku telah menerima apa yang telah berhasil aku kerjakan, niscaya aku tidak akan membawa hewan kurban itu bersamaku hingga aku membelinya dan kemudian aku dibolehkan melakukannya sebagaimana mereka dibolehkan.” Diriwayatkan oleh Muslim