282 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 11/2759
عَن الْمِقْدَاد بْنِ مَعْدِي كَرِبَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عمل يَدَيْهِ» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari riwayat Al-Miqdad bin Maadi Karib beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorangpun yang pernah makan makanan yang lebih baik dari pada makanan yang dibuat oleh tangannya sendiri.” Dan Nabi Allah, Daud, saw, biasa makan dari hasil karyanya sendiri.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
02
Misykatul Mashabih # 11/2760
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَأَنَّ اللَّهَ أَمَرَ المؤْمنينَ بِمَا أمرَ بِهِ المرسَلينَ فَقَالَ: (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ واعْمَلوا صَالحا)
وَقَالَ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ)
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟ ". رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari hadis Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima apa pun kecuali yang baik, dan Allah memerintahkan orang-orang yang beriman sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya.” Rasul, dan dia berkata: (Wahai para rasul, makanlah yang baik-baik dan lakukan amal shaleh) dan dia berkata: (Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari
03
Misykatul Mashabih # 11/2761
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلَالِ أم من الْحَرَام» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Mengenai wewenangnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Akan tiba suatu masanya manusia tidak lagi peduli dengan apa yang diambilnya, baik halal maupun haram.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
04
Misykatul Mashabih # 11/2762
وَعَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْحَلَالُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشبهاب استبرَأَ لدِينهِ وعِرْضِهِ ومَنْ وقَعَ فِي الشبُّهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلَا وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُله أَلا وَهِي الْقلب»
Dari riwayat Al-Numan bin Bashir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: Yang diperbolehkan itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang diragukan yang tidak diketahuinya. Banyak orang, maka siapa yang terhindar dari keragu-raguan, maka akan bersih agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus ke dalam keragu-raguan, maka terjerumus ke dalam keharaman, seperti seorang penggembala yang merumput selama setahun. Demam akan segera menyerang dirinya. Sesungguhnya setiap malaikat menderita demam. Sesungguhnya Allah menjaga benda suci-Nya. Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging yang jika sehat maka seluruh tubuh pun sehat. Dan jika rusak, maka rusaklah seluruh tubuh, itulah hati.”
05
Misykatul Mashabih # 11/2763
وَعَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ثَمَنُ الْكَلْبِ خَبِيثٌ وَمَهْرُ الْبَغِيِّ خَبِيثٌ وَكَسْبُ الْحَجَّامِ خَبِيثٌ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Rafi’ bin Khadij beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Harga seekor anjing itu jahat, mahar seorang pelacur itu jahat, dan penghasilan seorang tukang bekam adalah jahat.” “Berbahaya.” Diriwayatkan oleh Muslim
06
Misykatul Mashabih # 11/2764
وَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ
Berdasarkan hadis Abu Masoud Al-Ansari, bahwa Rasulullah SAW, melarang harga seekor anjing, mahar seorang pelacur, dan pembayaran seorang peramal.
07
Misykatul Mashabih # 11/2765
وَعَن أبي حجيفة أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الدَّمِ وَثَمَنِ الْكَلْبِ وَكَسْبِ الْبَغِيِّ وَلَعَنَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ وَالْمُصَوِّرَ. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Abu Hujayfah, Rasulullah SAW, mengharamkan harga darah, harga seekor anjing, penghasilan seorang penindas, dan melaknat orang yang mengkonsumsi riba, orang yang membayarnya, dan orang yang melakukan penipuan. Dan ahli tato dan fotografer. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
08
Misykatul Mashabih # 11/2766
وَعَنْ جَابِرٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَامَ الْفَتْحِ وَهُوَ بِمَكَّةَ: «إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالْأَصْنَامِ» . فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ؟ فَإِنَّهُ تُطْلَى بِهَا السُّفُنُ وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ؟ فَقَالَ: «لَا هُوَ حَرَامٌ» . ثُمَّ قَالَ عِنْدَ ذَلِكَ: «قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا أَجْمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ»
Berdasarkan hadis Jabir bahwa dia mendengar Rasulullah SAW, bersabda pada tahun penaklukan ketika dia berada di Mekah: “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang penjualan anggur.” Dan binatang-binatang mati, babi-babi, dan berhala-berhala.” Dikatakan: Wahai Rasulullah, pernahkah kamu melihat lemak pada mayat? Untuk kapal dilapisi dan dicat. Kulit dan orang menggunakannya sebagai berjemur? Dia berkata: “Tidak, itu dilarang.” Kemudian dia berkata: “Tuhan membunuh orang-orang Yahudi. Ketika Allah mengharamkan lemak mereka, mereka memotongnya, lalu menjualnya dan memakan harganya.”
09
Misykatul Mashabih # 11/2767
وَعَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ: «قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمُ الشُّحُومُ فجملوها فَبَاعُوهَا»
Atas wewenang Umar radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Semoga Tuhan memerangi orang-orang Yahudi. Lemak diharamkan bagi mereka, maka mereka mempercantiknya dan menjualnya."
10
Misykatul Mashabih # 11/2768
وَعَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَالسِّنَّوْرِ. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Jabir, Rasulullah SAW, melarang harga anjing dan kucing. Diriwayatkan oleh Muslim
11
Misykatul Mashabih # 11/2769
وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: حَجَمَ أَبُو طَيْبَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُمِرَ لَهُ بِصَاعٍ مِنْ تَمْرٍ وَأَمَرَ أَهْلَهُ أَنْ يُخَفِّفُوا عَنْهُ مِنْ خراجه
Atas wewenang Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Abu Tayba membuat Rasulullah SAW seukuran batu, maka dia memerintahkannya secangkir kurma dan memerintahkan keluarganya untuk membebaskannya dari pajaknya.
12
Misykatul Mashabih # 11/2770
Aisyah (RA)
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلْتُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ وَإِنَّ أَوْلَادَكُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ. وَفِي رِوَايَةِ أَبِي دَاوُدَ وَالدَّارِمِيِّ: «إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَإِنَّ وَلَده من كَسبه»
Atas wewenang Aisyah, dia berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Yang terbaik dari apa yang kamu makan adalah dari penghasilanmu, dan anak-anakmu dari penghasilanmu.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Dan dalam riwayat Abu Dawud dan Al-Darimi: “Sebaik-baiknya seseorang makan adalah dari penghasilannya, dan anak-anaknya dari hasil penghasilannya.
13
Misykatul Mashabih # 11/2771
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يكْسب عبد مَال حرَام فتيصدق مِنْهُ فَيُقْبَلُ مِنْهُ وَلَا يُنْفِقُ مِنْهُ فَيُبَارَكُ لَهُ فِيهِ وَلَا يَتْرُكُهُ خَلْفَ ظَهْرِهِ إِلَّا كَانَ زَادَهُ إِلَى النَّارِ. إِنَّ اللَّهَ لَا يَمْحُو السَّيِّئَ بِالسَّيِّئِ وَلَكِنْ يَمْحُو السَّيِّئَ بِالْحَسَنِ إِنَّ الْخَبِيثَ لَا يَمْحُو الْخَبِيثَ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَكَذَا فِي شرح السّنة
Atas wewenang Abdullah bin Masoud, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Seorang hamba tidak mencari uang haram lalu ia bersedekah dan itu diterima darinya dan ia tidak menafkahkan sebagiannya.” Kemudian dia mendapat berkah karenanya, dan dia tidak akan meninggalkannya kecuali jika hal itu menambahkannya ke dalam api neraka. Allah tidak menghapus keburukan dengan keburukan, namun Dia menghapus keburukan dengan kebaikan, karena keburukan tidak melenyapkan keburukan. “Diriwayatkan oleh Ahmad dan demikianlah dalam Sharḥ al-Sunnah
14
Misykatul Mashabih # 11/2772
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نبَتَ منَ السُّحْتِ وكلُّ لحمٍ نبَتَ منَ السُّحْتِ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالدَّارِمِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ
Dari hadis Jabir, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Daging yang berasal dari makanan haram tidak akan masuk surga, dan daging yang berasal dari makanan haram tidak akan masuk surga. Neraka akan lebih baik.” Dengan itu. Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Darimi dan Al-Bayhaqi dalam Shu’ab Al-Iman
15
Misykatul Mashabih # 11/2773
al-Hasan bin Ali (RA)
وَعَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَرَوَى الدَّارِمِيُّ الْفَصْل الأول
Atas otoritas Al - Hasan bin Ali, semoga Tuhan senang dengan mereka berdua, dia berkata: Aku belajar dari Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: “Tinggalkan apa yang meragukanmu untuk apa yang tidak meragukanmu, karena Kejujuran adalah kepastian, dan dusta adalah kecurigaan.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Al - Tirmidzi, dan Al -Nasa'i, dan Al - Darimi meriwayatkan bab pertama.
16
Misykatul Mashabih # 11/2774
وَعَن وابصَةَ بن مَعْبدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَا وَابِصَةُ جِئْتَ تَسْأَلُ عَنِ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ؟» قُلْتُ: نَعَمْ قَالَ: فَجَمَعَ أَصَابِعَهُ فَضَرَبَ صَدْرَهُ وَقَالَ: «اسْتَفْتِ نَفْسَكَ اسْتَفْتِ قَلْبَكَ» ثَلَاثًا «الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ والدارمي
Aku berkata: Ya, dia berkata: Dia mengatupkan jari-jarinya, lalu dia memukul dadanya dan berkata: “Sudahkah kamu melihat jiwamu, sudahkah kamu melihat hatimu?” Aku berkata: “Ya, dia mengatupkan jari-jarinya, lalu dia memukul dadanya dan berkata:” Pernahkah kamu memperhatikan hatimu? “Hati dan dosa tidak pernah gatal di jiwa dan bergema di dada, dan jika orang membunuhmu,” kenang Ahmad dan Al-Darmi.
17
Misykatul Mashabih # 11/2775
وَعَن عطيَّةَ السَّعدِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَبْلُغُ الْعَبْدُ أَنْ يَكُونَ مِنَ المتَّقينَ حَتَّى يدَعَ مَا لَا بَأْسَ بِهِ حَذَرًا لِمَا بِهِ بأسٌ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وابنُ مَاجَه
Atas otoritas Attiya al - Saadi, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata: “Seorang hamba tidak akan mencapai tingkat berada di antara orang - orang saleh sampai dia meninggalkan apa yang tidak berbahaya karena takut akan apa “Tidak ada salahnya.” Diriwayatkan oleh Al - Tirmidzi dan Ibnu Majah
18
Misykatul Mashabih # 11/2776
Anas bin Malik (RA)
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَمْرِ عَشَرَةً: عَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَالْمُشْتَرِي لَهَا وَالْمُشْتَرَى لَهُ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Dari riwayat Anas beliau bersabda: Rasulullah SAW melaknat sepuluh orang sehubungan dengan anggur: yang memeras, yang memeras, yang meminumnya, yang membawa, dan yang membawa. Baginya, bagi yang membawanya, bagi yang menjualnya, bagi yang memakan harganya, bagi yang membelinya, dan kepada siapa ia dibeli. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah
19
Misykatul Mashabih # 11/2777
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقَيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Dari Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah melaknat khamar, peminumnya, pelayannya, penjualnya, pembelinya, dan pemerasnya.” Dan orang yang memerasnya, orang yang membawanya, dan orang yang dibawanya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
20
Misykatul Mashabih # 11/2778
وَعَن محيصة أَنَّهُ اسْتَأْذَنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أُجْرَةِ الْحَجَّامِ فَنَهَاهُ فَلَمْ يَزَلْ يَسْتَأْذِنُهُ حَتَّى قَالَ: «اعْلِفْهُ نَاضِحَكَ وَأَطْعِمْهُ رَقِيقَكَ» . رَوَاهُ مَالِكٌ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Dan Muhaisah mengatakan bahwa dia meminta izin dari Rasulullah, semoga doa dan salam Allah untuknya, dalam pahala peziarah, jadi dia menyelesaikannya, jadi dia masih tidak meminta izinnya sampai dia berkata: "Sadarlah akan hal itu, sudah matang, dan beri makan dengan kelembutanmu." Diriwayatkan oleh Malik, Al - Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah
21
Misykatul Mashabih # 11/2779
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وكسْبِ الزَّمارةِ. رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Dari Abu Hurairah beliau bersabda: Rasulullah SAW, melarang harga seekor anjing dan penghasilan zamara. Diriwayatkan dalam Sharh Al-Sunnah
22
Misykatul Mashabih # 11/2780
Abu Umama (RA)
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لَا تَبِيعُوا الْقَيْنَاتِ وَلَا تَشْتَرُوهُنَّ وَلَا تُعَلِّمُوهُنَّ وَثَمَنُهُنَّ حَرَامٌ وَفِي مِثْلِ هَذَا نَزَلَتْ: (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لهْوَ الحَديثِ)
رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَعلي بن يزِيد الرواي يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ
Dari Abu Umamah beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu menjual Qaynat, jangan pula membelinya, dan jangan pula mengajarkannya kepada mereka, karena harganya haram, dan seperti inilah diturunkannya: (Dan di antara manusia ada orang yang membeli omong kosong). Yazid, sang perawi, lemah dalam hadis.
23
Misykatul Mashabih # 11/2781
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَلَبُ كَسْبِ الْحَلَالِ فَرِيضَةٌ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شعب الْإِيمَان
Atas otoritas Abdullah bin Masoud, ia berkata: Rasulullah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata: “Berusaha mendapatkan apa yang diizinkan adalah kewajiban setelah kewajiban.” Diriwayatkan oleh Al - Bayhaqi dalam Syu'abAl- Iman
24
Misykatul Mashabih # 11/2782
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ أُجْرَةِ كِتَابَةِ الْمُصْحَفِ فَقَالَ: لَا بَأْسَ إِنَّمَا هُمْ مُصَوِّرُونَ وَإِنَّهُمْ إِنَّمَا يَأْكُلُونَ من عمل أَيْديهم. رَوَاهُ رزين
Atas otoritas Ibnu Abbas, semoga Tuhan berkenan dengan mereka berdua, dia ditanya tentang biaya untuk menulis Al -Qur'an, dan dia berkata: Tidak ada masalah, mereka hanya mesin fotokopi, dan mereka hanya Mereka memakan karya tangan mereka sendiri. Diriwayatkan oleh Razin
25
Misykatul Mashabih # 11/2783
وَعَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ؟ قَالَ: «عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ
Atas otoritas Rafi’ bin Khadij, ia berkata: Dikatakan: Ya Rasulullah, pendapatan seperti apa yang lebih baik? Dia berkata: “Pekerjaan seorang pria adalah dengan tangannya sendiri, dan setiap penjualan dapat diterima.” Diriwayatkan oleh Ahmed
26
Misykatul Mashabih # 11/2784
وَعَن أبي بكرِ بنِ أبي مريمَ قَالَ: كَانَتْ لِمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ جَارِيَةٌ تَبِيعُ اللَّبَنَ وَيَقْبِضُ الْمِقْدَامُ ثَمَنَهُ فَقِيلَ لَهُ: سُبْحَانَ اللَّهِ أَتَبِيعُ اللَّبَنَ؟ وَتَقْبِضُ الثَّمَنَ؟ فَقَالَ نَعَمْ وَمَا بَأْسٌ بِذَلِكَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَنْفَعُ فِيهِ إِلَّا الدِّينَارُ وَالدِّرْهَم» . رَوَاهُ أَحْمد
Dari hadis Abu Bakar bin Abi Maryam beliau berkata: Miqdam bin Maadi Karb mempunyai seorang budak perempuan yang menjual susu, dan Miqdam menerima harganya, dan dikatakan kepadanya: Maha Suci Allah, bolehkah aku menjualnya? Susu? Dan Anda mengumpulkan harganya? Beliau menjawab: Ya, dan tidak ada salahnya melakukan hal itu. Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Mereka akan datang.” Bagi manusia, ada saatnya yang berguna hanya dinar dan mata uangnya. “Diriwayatkan oleh Ahmad
27
Misykatul Mashabih # 11/2785
وَعَنْ نَافِعٍ قَالَ: كُنْتُ أُجَهِّزُ إِلَى الشَّامِ وَإِلَى مِصْرَ فَجَهَّزْتُ إِلَى الْعِرَاقِ فَأَتَيْتُ إِلَى أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ فَقُلْتُ لَهَا: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ كُنْتُ أُجَهِّزُ إِلَى الشَّامِ فَجَهَّزْتُ إِلَى العراقِ فقالتْ: لَا تفعلْ مالكَ وَلِمَتْجَرِكَ؟ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا سَبَّبَ اللَّهُ لِأَحَدِكُمْ رِزْقًا مِنْ وَجْهٍ فَلَا يَدَعْهُ حَتَّى يَتَغَيَّرَ لَهُ أَوْ يَتَنَكَّرَ لَهُ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَه
Dari riwayat Nafi’ beliau berkata: Aku sedang mempersiapkan diri menuju Syam dan Mesir, lalu aku bersiap menuju Irak, dan aku mendatangi Bunda Orang Beriman, Aisyah, lalu aku berkata kepadanya: Wahai Ibu Orang Beriman: Aku sedang bersiap menuju Syam, lalu aku bersiap menuju Irak, dan dia berkata: Jangan lakukan apa yang kamu punya untuk uangmu dan untuk simpananmu? Karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Jika Allah memberikan rezeki kepada salah seorang di antara kalian dengan suatu cara, maka janganlah ia meninggalkannya hingga berubah baginya atau ia mengingkarinya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah
28
Misykatul Mashabih # 11/2786
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ لِأَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ غُلَامٌ يُخْرِّجُ لَهُ الْخَرَاجَ فَكَانَ أَبُو بَكْرٍ يَأْكُلُ مِنْ خَرَاجِهِ فَجَاءَ يَوْمًا بشيءٍ فأكلَ مِنْهُ أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ لَهُ الْغُلَامُ: تَدْرِي مَا هَذَا؟ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَمَا هُوَ؟ قَالَ: كُنْتُ تَكَهَّنْتُ لِإِنْسَانٍ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَمَا أُحسِنُ الكهَانةَ إِلاَّ أَنِّي خدَعتُه فلَقيَني فَأَعْطَانِي بِذَلِكَ فَهَذَا الَّذِي أَكَلْتَ مِنْهُ قَالَتْ: فَأَدْخَلَ أَبُو بَكْرٍ يَدَهُ فَقَاءَ كُلَّ شَيْءٍ فِي بَطْنه. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas otoritas Aisyah, dia berkata: Abu Bakar, semoga Tuhan senang dengannya, memiliki seorang anak laki - laki yang membayar pajak kepadanya, dan Abu Bakar biasa makan dari pajaknya, jadi dia datang. Suatu hari, Abu Bakar memakannya, dan anak itu berkata kepadanya: Apakah kamu tahu apa ini? Abu Bakar berkata: Apa itu? Dia berkata: Saya dulu ilahi untuk seseorang di masa pra - Islam dan seterusnya. Aku berbuat baik kepada imamat, tetapi aku menipunya, jadi dia menemuiku dan memberiku itu. Inilah yang kau makan darinya. Dia berkata: Jadi anak sulung dari tangannya masuk, dan semuanya ada di perutnya. Diriwayatkan oleh Al - Bukhari
29
Misykatul Mashabih # 11/2787
وَعَنْ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِّيَ بالحرَامِ» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيّ فِي شعب الْإِيمَان
Dan dari ayahku, anak sulung, radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan masuk surga siapa pun yang diberi makan di tempat yang haram." Dikisahkan Albinisme pada Umat Beriman
30
Misykatul Mashabih # 11/2788
وَعَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ أَنَّهُ قَالَ: شَرِبَ عمر بن الْخطاب لَبَنًا وَأَعْجَبَهُ وَقَالَ لِلَّذِي سَقَاهُ: مَنْ أَيْنَ لَكَ هَذَا اللَّبَنُ؟ فَأَخْبَرَهُ أَنَّهُ وَرَدَ عَلَى مَاءٍ قَدْ سَمَّاهُ فَإِذَا نَعَمٌ مِنْ نَعَمِ الصَّدَقَةِ وَهُمْ يَسْقُونَ فَحَلَبُوا لِي مِنْ أَلْبَانِهَا فَجَعَلْتُهُ فِي سِقَائِيَ وَهُو هَذَا فَأَدْخَلَ عُمَرُ يَدَهُ فاسْتقاءَه. رَوَاهُ الْبَيْهَقِيّ فِي شعب الْإِيمَان
Dari riwayat Zaid bin Aslam beliau berkata: Umar bin Al-Khattab meminum susu dan menyukainya, lalu berkata kepada orang yang memberinya minum: Dari mana kamu mendapatkan susu ini? Maka dia menceritakan kepadanya bahwa dia menemukan air yang dia beri nama, dan lihatlah, salah satu berkah sedekah, dan mereka memberiku air, lalu mereka memerah susuku, jadi aku memasukkannya ke dalam kaleng penyiramku, dan dia Umar ini memasuki tangannya untuk mengambil dirinya sendiri. Dikisahkan Albinisme pada Umat Beriman
31
Misykatul Mashabih # 11/2789
وَعَن ابنِ عُمَرَ قَالَ: مَنِ اشْتَرَى ثَوْبًا بِعَشَرَةِ دَرَاهِمَ وَفِيهِ دِرْهَمٌ حَرَامٌ لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ لَهَ صَلَاةً مَا دَامَ عَلَيْهِ ثُمَّ أَدْخَلَ أُصْبَعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ وَقَالَ صُمَّتَا إِنْ لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُهُ يَقُولُهُ. رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ. وَقَالَ: إِسْنَادُهُ ضَعِيف
Atas otoritas Ibnu Umar, ia berkata: Barangsiapa membeli pakaian seharga sepuluh dirham dan ada dirham terlarang di dalamnya, Allah tidak akan menerima doanya selama ia memakainya, kemudian ia memasukkan kedua jarinya ke dalamnya. Telinganya dan dia berkata diam jika Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tidak mendengar dia mengatakannya. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al - Bayhaqi dalam Iman Syu'ab. Dia berkata: Rantai transmisinya lemah
32
Misykatul Mashabih # 11/2790
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى
رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Jabir, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Semoga Allah merahmati orang yang bertoleransi ketika berjualan, ketika membeli, dan ketika membutuhkan. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
33
Misykatul Mashabih # 11/2792
وَعَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" إِنَّ رَجُلًا كَانَ فِيمَنْ قَبْلَكُمْ أَتَاهُ الْمَلَكُ لِيَقْبِضَ رُوحَهُ فَقيل لَهُ: هَل علمت مَنْ خَيْرٍ؟ قَالَ: مَا أَعْلَمُ. قِيلَ لَهُ انْظُرْ قَالَ: مَا أَعْلَمُ شَيْئًا غَيْرَ أَنِّي كُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ فِي الدُّنْيَا وَأُجَازِيهِمْ فَأُنْظِرُ الْمُوسِرَ وَأَتَجَاوَزُ عَنِ الْمُعْسِرِ فَأَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ "
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ نَحْوَهُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ وَأَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ «فَقَالَ اللَّهُ أَنَا أَحَق بذا مِنْك تجاوزوا عَن عَبدِي»
Hudhayfah berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ada seorang laki-laki sebelum kamu yang datang menghadap Raja untuk menerima ruhnya, lalu dia berkata kepadanya: Tahukah kamu siapa yang baik? Dan dalam riwayat serupa dari Muslim, dari Uqba bin Amir dan Ubayy Masoud Al-Ansari, "Kemudian Allah berfirman, 'Aku lebih berhak atas hal ini daripada kamu. Mereka telah menelantarkan hamba-Ku.'"
34
Misykatul Mashabih # 11/2793
وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِي الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ» . رَوَاهُ مُسلم
Atas otoritas Abu Qatada, dia berkata: Rasulullah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, “Waspadalah terhadap bersumpah terlalu banyak dalam penjualan, karena dia membelanjakan dan kemudian memenuhi tugasnya.” Diriwayatkan oleh Muslim
35
Misykatul Mashabih # 11/2794
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «الْحلف منفقعة للسلعة ممحقة للبركة»
Dari ayahku Hurairah beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sumpah itu dibelanjakan untuk suatu barang dagangan, dan itu layak untuk diberkahi.”
36
Misykatul Mashabih # 11/2795
وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ» . قَالَ أَبُو ذَرٍّ: خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانٌ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحلف الْكَاذِب» . رَوَاهُ مُسلم
Beliau bersabda: “Tiga hal yang Allah tidak akan ucapkan kepada mereka pada hari kiamat, Dia tidak melihat mereka, dan tidak mensucikan mereka, dan mereka akan mendapat siksa yang pedih.” Abu Dharr bertanya: Kecewa dan tersesat siapakah mereka wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Cara dan rasa syukurnya Dan orang yang menghambur-hamburkan hartanya dengan sumpah serapah . “Diriwayatkan oleh Muslim
37
Misykatul Mashabih # 11/2797
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ معَ النبِّيِينَ والصِّدِّيقينَ والشهداءِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالدَّارَقُطْنِيّ.
وَرَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ عَنِ ابْنِ عُمَرَ. وَقَالَ التِّرْمِذِيّ: هَذَا حَدِيث غَرِيب
Atas wewenang Abu Saeed, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Pedagang yang jujur ​​dan terpercaya itu bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Daraqutni. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah atas wewenang Ibnu Umar. Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadis yang aneh.
38
Misykatul Mashabih # 11/2798
Qais bin Abu Gharaza (RA)
وَعَن قيس بن أبي غَرزَة قَالَ: كُنَّا نُسَمَّى فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّمَاسِرَةَ فَمَرَّ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمَّانَا بِاسْمٍ هُوَ أَحْسَنُ مِنْهُ فَقَالَ: «يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ إِنَّ الْبَيْعَ يَحْضُرُهُ اللَّغْوُ وَالْحَلِفُ فَشُوبُوهُ بِالصَّدَقَةِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ
Dan Qais bin Abi Ghurza berkata: Dulu kami dipanggil pada zaman Rasulullah SAW, dan beliau menyerahkan perantara, maka kami menghadap Rasulullah SAW, dan beliau menamai kami dengan nama yang lebih baik darinya, lalu beliau bersabda: “Wahai para pedagang zakat, sesungguhnya jual beli itu dihadiri oleh pembicara dan sumpahnya, maka dia tersandung. dengan sedekah. “HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Al-Nisa’i dan Ibnu Majah
39
Misykatul Mashabih # 11/2800
وَعَن عبيد بنِ رفاعةَ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «التُّجَّارُ يُحْشَرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلَّا مَنِ اتَّقَى وَبَرَّ وَصَدَقَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْن مَاجَه
وَرَوَى الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ. عَنِ الْبَرَاءِ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Dari riwayat ‘Ubayd bin Rifa’ah radhiyallahu ‘alaihi wa sallam, dari bapaknya, Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat akan dikumpulkan para pedagang, dan mereka itu fasik, kecuali orang-orang yang shaleh dan bertakwa.” Diriwayatkan oleh al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan diriwayatkan oleh al-Bayhaqī dalam Shu 'b al-Iman. Tentang kepolosan dan muridnya berkata: Ini pembicaraan yang bagus, benar
40
Misykatul Mashabih # 11/2801
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمُتَبَايِعَانِ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِالْخِيَارِ عَلَى صَاحِبِهِ مَا لَمْ يَتَّفَرَقَا إِلَّا بيع الْخِيَار»
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: «إِذَا تَبَايَعَ الْمُتَبَايِعَانِ فَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِالْخِيَارِ مِنْ بَيْعِهِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ يَكُونَ بَيْعُهُمَا عَنْ خِيَارٍ فَإِذَا كانَ بيعُهما عَن خيارٍ فقد وَجَبَ»
وَفَى رِوَايَةٍ لِلتِّرْمِذِيِّ: «الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ يَخْتَارَا» . وَفِي الْمُتَّفَقِ عَلَيْهِ:
" أَوْ يَقُولَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ: اخْتَرْ «بَدَلَ» أَوْ يختارا "
Dari riwayat Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Dua pihak yang berbaiat, masing-masing dengan pilihan tetangganya, selama keduanya tidak berpisah kecuali dengan menjual opsi tersebut.” Dan dalam riwayat Muslim: “Jika kedua pihak saling menjual menjualnya, masing-masing mempunyai pilihan untuk menjualnya kecuali mereka akan berpisah, atau penjualannya berdasarkan pilihan. Jika penjualan mereka berdasarkan pilihan, maka wajib.” Dan dalam riwayat Al-Tirmidzi: “Kedua belah pihak akan menjual dengan pilihan selama mereka tidak berpisah. Atau mereka memilih.” Dan dalam apa yang disepakati: “Atau salah seorang di antara mereka berkata kepada yang lain: Pilihlah “sebaliknya” atau mereka yang memilih.”
41
Misykatul Mashabih # 11/2802
وَعَن حَكِيم بن حزَام قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُوِرَكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا»
Dari hadis Hakim bin Hazzam, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jual beli pilihan adalah selama keduanya tidak berpisah. Jika mereka jujur ​​dan menjelaskannya, maka mereka akan diberkati.” Dalam penjualannya, sekalipun mereka menyembunyikan dan berdusta, maka batal keberkahan penjualannya.”
42
Misykatul Mashabih # 11/2803
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أُخْدَعُ فِي الْبُيُوعِ فَقَالَ:
" إِذَا بَايَعْتَ فَقُلْ: لَا خلابة " فَكَانَ الرجل يَقُوله
Putra Umar berkata, “Seseorang berkata kepada Nabi, semoga Allah SWT dan saw, 'Saya tertipu dalam penjualan,' dan dia berkata, ' ' Saat kamu berjanji setia, dia berkata, "Tidak, indah sekali." Pria itu akan berkata,
43
Misykatul Mashabih # 11/2804
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا إِلَّا أَنْ يَكُونَ صَفْقَةَ خِيَارٍ وَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يُفَارِقَ صَاحِبَهُ خَشْيَةَ أَنْ يَسْتَقِيلَهُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
‘Umar bin Syu’ayb, atas nama bapaknya, atas nama kakeknya, bersabda bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang menjual karena suatu pilihan, tidaklah ia berpisah melainkan karena suatu pilihan, dan tidak boleh baginya berpisah dengan temannya karena khawatir ia akan mengundurkan diri.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawood dan Al-Nisa'i
44
Misykatul Mashabih # 11/2805
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَتَفَرَّقَنَّ اثْنَانِ إِلَّا عنْ تراضٍ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dan dari ayahku, Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Tidak ada dua orang di antara keduanya yang akan dipisahkan kecuali dengan persetujuan.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
45
Misykatul Mashabih # 11/2806
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسلم خيَّرَ أعرابيَّاً بَعْدَ الْبَيْعِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيب
Atas wewenang Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW memberinya pilihan seorang Badui setelah penjualan. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan berkata: Ini adalah hadits yang hasan, shahih, dan ganjil.
46
Misykatul Mashabih # 11/2807
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: لَعَنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكَلَ الرِّبَا وَمُوَكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ: «هُمْ سَوَاءٌ» . رَوَاهُ مُسلم
Demi Jabir radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) mengutuk, dan saw, dan dia memakan Tuhan dan Pelindungnya, dan ahli kitabnya dan kedua saksinya, dan dia berkata: "Mereka lurus." Seorang Muslim meriwayatkannya
47
Misykatul Mashabih # 11/2808
وَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْملح بالملح مثلا بِمثل سَوَاء بسَواءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الْأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ» . رَوَاهُ مُسلم
Dan ketika memuja anak orang yang diam itu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Emas dengan emas, perak dengan perak, kebajikan dengan jelai, jelai dengan jelai, dan kegigihan dengan kurma dan garam, misalnya, adalah serupa satu sama lain, saling bergandengan tangan, maka jika jenis-jenis itu berbeda, lalu bagaimana mereka dapat diselamatkan?” “Terserah kamu maunya, asalkan bergandengan tangan.” Diriwayatkan oleh Muslim
48
Misykatul Mashabih # 11/2809
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلًا بِمِثْلٍ يَدًا بِيَدٍ فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى الْآخِذُ وَالْمُعْطِي فِيهِ سَوَاءٌ» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Emas dengan emas dan perak dengan perak." Dan gandum dengan gandum, dan jelai dengan jelai, dan kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, seolah-olah, saling bergandengan tangan. “Yang menerima dan yang memberi sama saja.” Diriwayatkan oleh Muslim
49
Misykatul Mashabih # 11/2810
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ إِلَّا مِثْلًا بِمِثْلٍ وَلَا تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ وَلَا تَبِيعُوا الْوَرِقَ بِالْوَرِقِ إِلَّا مِثْلًا بِمِثْلٍ وَلَا تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ وَلَا تبِيعُوا مِنْهَا غَائِبا بناجز»
وَفِي رِوَايَةٍ: «لَا تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ وَلَا الْوَرق بالورق إِلَّا وزنا بِوَزْن»
Mengenai hadisnya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali yang sejenis, dan jangan menukarkan satu dengan yang lain, dan jangan pula kamu menjual kertas dengan kertas kecuali yang sejenis, dan jangan menukarkan sebagian dari yang lain, dan jangan menjual sebagian dari yang tidak ada dengan yang lengkap.” Dan dalam riwayatnya: “Tidak, “Kamu akan menjual emas dengan emas, atau kertas dengan kertas, kecuali beratnya dengan beratnya.”
50
Misykatul Mashabih # 11/2811
وَعَنْ مَعْمَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: كُنْتُ أسمع رَسُول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «الطَّعَامُ بِالطَّعَامِ مِثْلاً بمثْلٍ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Muammar bin Abdullah, dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Makanan untuk makanan, seperti untuk suka.” Diriwayatkan oleh Muslim