Bab 5
Kembali ke Bab
01
Misykatul Mashabih # 5/1523
عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيض وفكوا العاني» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Abu Musa beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Memberi makan kepada yang lapar, menjenguk yang sakit, dan meringankan yang tertindas.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
02
Misykatul Mashabih # 5/1524
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدعْوَة وتشميت الْعَاطِس "
" حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدعْوَة وتشميت الْعَاطِس "
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda:
“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu membalas salam, mendampingi orang sakit, menghadiri pemakaman, menjawab ajakan, dan mengumandangkan bersin.”
03
Misykatul Mashabih # 5/1525
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ» . قِيلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam." Ditanyakan: Apakah itu wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Jika kamu bertemu dengannya, sapalah dia, dan jika dia memanggilmu, jawablah dia, dan jika dia meminta nasihatmu, berilah nasihat, dan jika dia bersin, syukurlah.” Maka ciumlah dia, dan jika dia sakit, kunjungilah dia, dan jika dia mati, ikutilah dia.” Diriwayatkan oleh Muslim
04
Misykatul Mashabih # 5/1526
وَعَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: أَمَرَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا: بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَرَدِّ السَّلَامِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَنَهَانَا عَنْ خَاتَمِ الذَّهَبِ وَعَنِ الْحَرِيرِ والْإِسْتَبْرَقِ وَالدِّيبَاجِ وَالْمِيثَرَةِ الْحَمْرَاءِ وَالْقَسِّيِّ وَآنِيَةِ الْفِضَّةِ وَفِي رِوَايَةٍ وَعَنِ الشُّرْبِ فِي الْفِضَّةِ فَإِنَّهُ مَنْ شَرِبَ فِيهَا فِي الدُّنْيَا لم يشرب فِيهَا فِي الْآخِرَة
Dari riwayat Al-Baraa bin Azib beliau berkata: Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita melakukan tujuh hal dan melarang kita melakukan tujuh hal. Beliau memerintahkan kepada kita: menjenguk orang sakit dan mengikuti pemakaman, menghormati orang yang bersin, membalas salam, menjawab permohonan, menghalalkan pemisah, menolong orang yang tertindas, dan mengharamkan penggunaan cincin emas. Dan tentang sutera, brokat, brokat, mitra merah, busur, dan bejana perak, dan dalam satu riwayat, dan tentang minum dari perak, karena darinya Dia meminumnya di dunia, tetapi dia tidak meminumnya di akhirat.
05
Misykatul Mashabih # 5/1527
وَعَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسلم لم يزل فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari hadis Thawban beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika seorang muslim kembali kepada saudaranya yang muslim, maka dia akan tetap berada di surga sampai dia kembali.” Diriwayatkan oleh Muslim
06
Misykatul Mashabih # 5/1528
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" إِن الله عز وَجل يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي قَالَ: يَا رَبِّ كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: أَمَّا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلَانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ؟ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ؟ يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي قَالَ: يَا رَبِّ كَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِي فُلَانٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ؟ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي؟ يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي قَالَ: يَا رَبِّ كَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: اسْتَسْقَاكَ عَبْدِي فُلَانٌ فَلَمْ تَسْقِهِ أما إِنَّك لَو سقيته لوجدت ذَلِك عِنْدِي ". رَوَاهُ مُسلم
" إِن الله عز وَجل يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي قَالَ: يَا رَبِّ كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: أَمَّا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلَانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ؟ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ؟ يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي قَالَ: يَا رَبِّ كَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِي فُلَانٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ؟ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي؟ يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي قَالَ: يَا رَبِّ كَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: اسْتَسْقَاكَ عَبْدِي فُلَانٌ فَلَمْ تَسْقِهِ أما إِنَّك لَو سقيته لوجدت ذَلِك عِنْدِي ". رَوَاهُ مُسلم
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan Yang Maha Kuasa akan berfirman pada hari kiamat: Wahai anak Adam, apakah kamu pernah jatuh sakit? Tapi kamu tidak menjenguk-Ku. Dia bersabda: Ya Tuhan, bagaimana aku dapat menjenguk-Mu padahal Engkau adalah Tuhan semesta alam? Beliau bersabda: Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku ini dan itu sedang sakit dan kamu tidak menjenguknya? Tahukah kamu bahwa jika kamu kembali kepadanya, kamu akan menemukan Aku bersamanya? Wahai anak Adam, Aku meminta makanan kepadamu tetapi kamu tidak memberi Aku makan. Dia berkata: Ya Tuhan, bagaimana aku bisa memberi makan kepada-Mu padahal Engkau adalah Tuhan semesta alam? Dia berkata: Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba hamba-Ku ini meminta makanan kepadamu dan kamu tidak memberinya makan, maka kamu akan menemukannya bersama-Ku? Dia berkata: Ya Tuhan, bagaimana aku memberimu air padahal Engkau adalah Tuhan semesta alam? Dia akan berkata: Hamba-Ku ini memintamu minum, padahal kamu tidak memberinya rezeki, niscaya kamu akan menemukannya bersama-Ku. Diriwayatkan oleh Muslim.
07
Misykatul Mashabih # 5/1529
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ وَكَانَ إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ قَالَ: «لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» فَقَالَ لَهُ: «لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» . قَالَ: كَلَّا بَلْ حُمَّى تَفُورُ عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ تزيره الْقُبُور. فَقَالَ: «فَنعم إِذن» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari riwayat Ibnu Abbas: Nabi Muhammad SAW mengunjungi seorang Badui untuk menjenguknya, dan setiap kali beliau menjenguk orang sakit, beliau menjenguknya, beliau bersabda: “Tidak ada salahnya bersuci jika Allah menghendakinya.” Beliau berkata kepadanya: “Tidak ada salahnya bersuci, Insya Allah.” Beliau menjawab: Tidak, melainkan demam yang timbul pada orang yang sudah lanjut usia dan kuburan mengunjunginya. Dia berkata: “Ya, kalau begitu.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
08
Misykatul Mashabih # 5/1530
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اشْتَكَى مِنَّا إِنْسَانٌ مَسَحَهُ بِيَمِينِهِ ثُمَّ قَالَ: «أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا»
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Setiap kali Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengeluh tentang kami, dia akan menyekanya dengan tangan kanannya dan kemudian berkata: "Hilangkan penderitaan, Tuhan manusia, dan sembuhkan, Engkaulah Penyembuhnya. Tidak ada obat kecuali kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit apa pun. "
09
Misykatul Mashabih # 5/1531
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ إِذَا اشْتَكَى الْإِنْسَانُ الشَّيْءَ مِنْهُ أَوْ كَانَتْ بِهِ قَرْحَةٌ أَوْ جُرْحٌ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأُصْبُعِهِ: «بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا لِيُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذن رَبنَا»
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Setiap kali seseorang mengeluh tentang sesuatu atau menderita bisul atau luka, Nabi Muhammad SAW bersabda: Dia, saw, berkata dengan jarinya: "Dengan nama Allah, tanah tanah kami adalah air liur sebagian kami, agar penyakit kami dapat disembuhkan, dengan izin Tuhan kami."
10
Misykatul Mashabih # 5/1532
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اشْتَكَى نَفَثَ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَمَسَحَ عَنْهُ بِيَدِهِ فَلَمَّا اشْتَكَى وَجَعَهُ الَّذِي تُوُفِّيَ فِيهِ كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ الَّتِي كَانَ يَنْفِثُ وَأَمْسَحُ بِيَدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ قَالَتْ: كَانَ إِذَا مَرِضَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ نَفَثَ عَلَيْهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ قَالَتْ: كَانَ إِذَا مَرِضَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ نَفَثَ عَلَيْهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ
Atas otoritas Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Setiap kali Nabi, sallallahu 'alaihi wa sallam, mengeluh, dia akan menyemprot dirinya dengan pengusir setan dan memusnahkannya. Dengan tangannya, dan ketika dia mengeluhkan kesakitan yang menyebabkan kematiannya, Aku biasa meniupkan padanya pengusir setan yang biasa dia hirup, dan Aku menyekanya dengan tangan Nabi. Semoga doa dan kedamaian Tuhan menyertainya. Dan dalam riwayat Muslim, dia berkata: Jika salah satu anggota keluarganya jatuh sakit, dia akan meledakkannya dengan pengusir setan.
11
Misykatul Mashabih # 5/1533
وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ أَنَّهُ شَكَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعًا يَجِدُهُ فِي جَسَدِهِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي يَأْلَمُ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ ". قَالَ: فَفَعَلْتُ فَأَذْهَبَ اللَّهُ مَا كَانَ بِي. رَوَاهُ مُسلم
" ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي يَأْلَمُ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ ". قَالَ: فَفَعَلْتُ فَأَذْهَبَ اللَّهُ مَا كَانَ بِي. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Utsman bin Abi Al-Aas, dia mengadu kepada Rasulullah SAW, tentang rasa sakit yang didapatinya pada tubuhnya, maka Rasulullah SAW, berkata kepadanya: Salam dan berkah Allah besertanya: “Letakkan tanganmu di bagian tubuhmu yang sakit dan ucapkan: Dengan menyebut nama Tuhan tiga kali dan ucapkan tujuh kali: Saya berlindung pada kemuliaan Tuhan.” Dan Dia melindunginya dari kejahatan yang aku takuti.” Dia berkata: Maka aku melakukannya, dan Allah menghilangkan apa yang ada dalam diriku. Diriwayatkan oleh Muslim.
12
Misykatul Mashabih # 5/1534
وَعَن أبي سعيد الْخُدْرِيّ أَن جِبْرِيلَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَشْتَكَيْتَ؟ فَقَالَ: «نَعَمْ» . قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شرك كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِسم الله أرقيك. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri, bahwa Jibril mendatangi Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata: Wahai Muhammad, apakah kamu mengeluh? Dia berkata: “Ya.” Beliau bersabda: Dengan menyebut nama Allah, aku ruqyah untukmu dari segala sesuatu yang merugikanmu, dari kemusyrikan setiap jiwa atau mata yang dengki. Semoga Tuhan menyembuhkanmu. Bismillah, aku ruqyah untukmu. Diriwayatkan oleh Muslim
13
Misykatul Mashabih # 5/1535
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم يعوذ الْحسن وَالْحسن: «أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ» وَيَقُولُ: «إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يعوذ بهما إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ» . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَفِي أَكْثَرِ نُسَخِ المصابيح: «بهما» على لفظ التَّثْنِيَة
Atas wewenang Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, biasa berlindung kepada Al-Hassan dan Al-Hassan: “Aku berlindung kepadamu dengan kalimat Tuhan yang sempurna dari setiap setan dan binatang dan dari “Setiap mata adalah suatu bangsa.” Dan dia berkata: “Sesungguhnya ayahmu dulu berlindung pada mereka pada Ismail dan Ishak.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan di sebagian besar salinan Lampu: “bersama mereka” menurut kata ganda
14
Misykatul Mashabih # 5/1536
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka ia akan mendapat pahala." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
15
Misykatul Mashabih # 5/1537
وَعَن أبي هُرَيْرَة وَأبي سَعِيدٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بهَا من خطاياه»
Atas wewenang Abu Hurairah dan Abu Sa`id, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: "Tidak ada keletihan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, celaka, atau kesedihan yang menimpa seorang muslim. Sekalipun ia tertusuk duri, maka Allah akan menghapuskan sebagian dosanya karenanya."
16
Misykatul Mashabih # 5/1538
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُوعَكُ فَمَسِسْتُهُ بِيَدِي فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَجَلْ إِنِّي أُوعَكُ كَمَا يُوعَكُ رَجُلَانِ مِنْكُمْ» . قَالَ: فَقُلْتُ: ذَلِكَ لِأَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ؟ فَقَالَ: «أَجَلْ» . ثُمَّ قَالَ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ تَعَالَى بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا»
Dari wewenang Abdullah bin Masoud, dia berkata: Aku masuk ke hadapan Nabi SAW, ketika dia sedang tidak sehat, maka aku menyentuhnya dengan tanganku dan berkata: Wahai Rasulullah, kamu sedang tidak sehat. Sangat sakit. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ya, aku merasa lemah seperti dua orang di antara kalian.” Dia berkata: Maka aku berkata: Apakah itu karena kamu mempunyai dua pahala? Dia berkata: “Ya.” Kemudian beliau bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang ditimpa musibah, baik sakit atau apa pun, melainkan Allah SWT menghapuskan dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daunnya.”
17
Misykatul Mashabih # 5/1539
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ أَحَدًا الْوَجَعُ عَلَيْهِ أَشَدُّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Atas wewenang Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Saya belum pernah melihat orang yang menderita sakit yang lebih parah daripada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian.
18
Misykatul Mashabih # 5/1540
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَاتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ حَاقِنَتِي وَذَاقِنَتِي فَلَا أَكْرَهُ شِدَّةَ الْمَوْتِ لِأَحَدٍ أَبَدًا بَعْدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Nabi Muhammad SAW meninggal di antara wajah dan seleraku, maka aku tidak akan pernah membenci beratnya kematian bagi siapa pun. Setelah Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
19
Misykatul Mashabih # 5/1541
وَعَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الْخَامَةِ مِنَ الزَّرْعِ تُفَيِّئُهَا الرِّيَاح تصرعها مرّة وتعدلها أُخْرَى حَتَّى يَأْتِيهِ أَجَلُهُ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ كَمَثَلِ الْأَرْزَةِ الْمُجْذِيَةِ الَّتِي لَا يُصِيبُهَا شَيْءٌ حَتَّى يَكُونَ انْجِعَافُهَا مَرَّةً وَاحِدَة»
Dari hadis Ka’b bin Malik beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan seorang mukmin ibarat bahan mentah dari hasil panen yang lain hingga tiba waktunya, dan perumpamaan orang munafik ibarat pohon aras yang berbuah, yang tidak akan terjadi apa-apa hingga ia menjadi dingin sekali.”
20
Misykatul Mashabih # 5/1542
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الزَّرْعِ لَا تزَال لاريح تميله وَلَا يزَال الْمُؤمن يصبيه الْبَلَاءُ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ كَمَثَلِ شَجَرَةِ الْأَرْزَةِ لَا تهتز حَتَّى تستحصد»
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan seorang mukmin ibarat tanaman yang ditanam, tidak ada angin yang berhenti menggerakkannya, dan bagi mukmin musibah menimpanya, dan perumpamaan orang munafik seperti pohon aras yang tidak goyang hingga ia menuai.”
21
Misykatul Mashabih # 5/1543
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: دَخَلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُمِّ السَّائِبِ فَقَالَ: «مَالك تُزَفْزِفِينَ؟» . قَالَتِ: الْحُمَّى لَا بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا فَقَالَ: «لَا تَسُبِّي الْحُمَّى فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Jabir, dia berkata: Rasulullah SAW memasuki Umm al-Sa'ib dan berkata: “Mengapa kamu menikah?” . Dia berkata: Demam, semoga Tuhan memberkatinya. Beliau bersabda: “Janganlah kamu mengutuki demam, karena demam dapat menghilangkan dosa anak Adam sebagaimana tungku pembakaran menghilangkan kotoran pada besi.” Diriwayatkan oleh Muslim
22
Misykatul Mashabih # 5/1544
وَعَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ بِمِثْلِ مَا كَانَ يعْمل مُقيما صَحِيحا» رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Abu Musa beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang hamba sakit atau bepergian, maka dicatatlah baginya apa yang dilakukannya, dan apa yang ia lakukan dalam keadaan sehat.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
23
Misykatul Mashabih # 5/1545
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لكل مُسلم»
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Wabah menjadi saksi bagi setiap muslim.”
24
Misykatul Mashabih # 5/1546
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ وَصَاحب الْهدم والشهيد فِي سَبِيل الله»
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Yang syahid ada lima: yang ditikam, yang menderita, yang tenggelam, dan yang syahid dan yang syahid karena Allah."
25
Misykatul Mashabih # 5/1547
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَنِي: «أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ» . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Atas wewenang Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, tentang wabah, dan dia mengatakan kepadaku: "Itu adalah siksa yang ditimpakan Tuhan kepada siapa pun yang Dia kehendaki, dan Tuhan memberinya rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tidak ada seorang pun yang terkena wabah dan tetap tinggal di negaranya dengan sabar dan mencari pahala. Dia mengetahui bahwa tidak akan terjadi apa-apa padanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan baginya, kecuali dia akan mendapat pahala seorang syahid." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
26
Misykatul Mashabih # 5/1548
وَعَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الطَّاعُونُ رِجْزٌ أُرْسِلَ عَلَى طَائِفَةٍ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَوْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ»
Dari hadis Usamah bin Zaid beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Wabah adalah bencana yang ditimpakan kepada sekelompok Bani Israil atau kepada siapa saja.” Hal itu terjadi sebelum kamu, maka jika kamu mendengarnya di suatu negeri, janganlah kamu mendekatinya, dan jika hal itu pecah di suatu negeri ketika kamu berada di dalamnya, janganlah kamu meninggalkannya untuk melarikan diri.”
27
Misykatul Mashabih # 5/1549
وَعَن أَنَسٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
" قَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ ثُمَّ صَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجنَّة " يُرِيد عَيْنَيْهِ. رَوَاهُ البُخَارِيّ
" قَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ ثُمَّ صَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجنَّة " يُرِيد عَيْنَيْهِ. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Anas, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Tuhan Yang Maha Esa berfirman: Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua wanita yang dicintainya lalu dia bersabar, maka Aku akan membalasnya dengan surga.” Maksudnya matanya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
28
Misykatul Mashabih # 5/1550
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُد
Atas wewenang Ali radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang kembali ke muslim lain di pagi hari kecuali tujuh puluh orang telah mendoakannya. Seribu bidadari sampai pagi, dan dia terjatuh di surga.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawud.
29
Misykatul Mashabih # 5/1551
وَعَن زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ قَالَ: عَادَنِي النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسلم من وجع كَانَ يُصِيبنِي. رَوَاهُ أَحْمد وَأَبُو دَاوُد
Dari Zaid bin Arqam beliau berkata: Nabi Muhammad SAW menjengukku karena sakit yang menimpaku. Diriwayatkan oleh Ahmed dan Abu Dawood
30
Misykatul Mashabih # 5/1552
وَعَنْ أَنَسٍ: قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ وَعَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مُحْتَسِبًا بُوعِدَ مِنْ جَهَنَّمَ مسيرَة سِتِّينَ خَرِيفًا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Anas: Beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu, maka ia mengerjakannya dengan baik dan kembali kepada saudaranya yang muslim, mencari pahala janji dari Neraka, adalah perjalanan enam puluh musim gugur.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
31
Misykatul Mashabih # 5/1553
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا فَيَقُولُ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ إِلَّا شُفِيَ إِلَّا أَنْ يَكُونَ قَدْ حَضَرَ أَجَلُهُ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالتِّرْمِذِيّ
" مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا فَيَقُولُ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ إِلَّا شُفِيَ إِلَّا أَنْ يَكُونَ قَدْ حَضَرَ أَجَلُهُ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالتِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada seorang muslim pun yang kembali kepada muslim yang lain lalu mengucapkan tujuh kali: Aku memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, Rabb Arsy yang Maha Perkasa, untuk menyembuhkanmu kecuali dia telah sembuh, kecuali dia telah sembuh.” "Waktunya telah tiba." Diriwayatkan oleh Abu Dawood dan Al-Tirmidzi
32
Misykatul Mashabih # 5/1554
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ يعلمهُمْ من الْحمى وم الأوجاع كلهَا أَن يَقُولُوا: «بِسم الله الْكَبِيرِ أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ مِنْ شَرِّ كُلِّ عرق نعار وَمن شَرّ حر النَّارِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا يُعْرَفُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ وَهُوَ يضعف فِي الحَدِيث
Atas wewenang Ibnu Abbas, bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: Beliau biasa mengajari mereka, ketika demam dan segala rasa sakit, untuk mengatakan: “Dengan nama Tuhan Yang Maha Besar, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Besar dari kejahatan setiap ras.” Malu dan dari keburukan panasnya api neraka.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi beliau berkata, “Ini adalah hadits aneh yang hanya diketahui dari hadits Ibrahim bin Ismail dan dia lemah dalam hadits.
33
Misykatul Mashabih # 5/1555
وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
" مَنِ اشْتَكَى مِنْكُمْ شَيْئًا أَوِ اشْتَكَاهُ أَخٌ لَهُ فَلْيَقُلْ: رَبُّنَا اللَّهُ الَّذِي فِي السَّمَاءِ تَقَدَّسَ اسْمُكَ أَمرك فِي السَّمَاء وَالْأَرْض كَمَا أَن رَحْمَتُكَ فِي السَّمَاءِ فَاجْعَلْ رَحْمَتَكَ فِي الْأَرْضِ اغْفِرْ لَنَا حُوبَنَا وَخَطَايَانَا أَنْتَ رَبُّ الطَّيِبِينَ أَنْزِلْ رَحْمَةً مِنْ رَحْمَتِكَ وَشِفَاءً مِنْ شِفَائِكَ عَلَى هَذَا الْوَجَعِ. فَيَبْرَأُ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
" مَنِ اشْتَكَى مِنْكُمْ شَيْئًا أَوِ اشْتَكَاهُ أَخٌ لَهُ فَلْيَقُلْ: رَبُّنَا اللَّهُ الَّذِي فِي السَّمَاءِ تَقَدَّسَ اسْمُكَ أَمرك فِي السَّمَاء وَالْأَرْض كَمَا أَن رَحْمَتُكَ فِي السَّمَاءِ فَاجْعَلْ رَحْمَتَكَ فِي الْأَرْضِ اغْفِرْ لَنَا حُوبَنَا وَخَطَايَانَا أَنْتَ رَبُّ الطَّيِبِينَ أَنْزِلْ رَحْمَةً مِنْ رَحْمَتِكَ وَشِفَاءً مِنْ شِفَائِكَ عَلَى هَذَا الْوَجَعِ. فَيَبْرَأُ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Dari Abu Darda’ beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mengadu tentang sesuatu di antara kamu, atau saudaranya yang mengadu tentang hal itu, hendaklah dia berkata: Ya Tuhan kami, Allah yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu. Perintah-Mu di langit dan di bumi. Sebagaimana rahmat-Mu di surga, maka taruhlah rahmat-Mu di bumi. Ampunilah kami atas kesalahan-kesalahan kami dan dosa-dosa kami, Engkaulah Penguasa alam semesta.” baik. Turunkan rahmat dari rahmat-Mu dan obat dari kesembuhan-Mu atas rasa sakit ini. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
34
Misykatul Mashabih # 5/1556
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا جَاءَ الرجل يعود مَرِيضا فَلْيقل ك اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوًّا أَوْ يَمْشِي لَكَ إِلَى جِنَازَةٍ» رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Dari hadis Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika seseorang datang menjenguk orang sakit, hendaklah dia berkata: Ya Tuhan, sembuhkanlah hambamu ini, niscaya dia akan mentraktirmu dengan senang hati.” Ada musuh yang mengantarmu ke pemakaman.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
35
Misykatul Mashabih # 5/1557
عَن عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أُمَيَّةَ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَة عَن قَول الله تبَارك وَتَعَالَى: (إِن تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ الله)
وَعَنْ قَوْلِهِ: (مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ)
فَقَالَتْ: مَا سَأَلَنِي عَنْهَا أَحَدٌ مُنْذُ سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «هَذِه معاتبة الله العَبْد فِيمَا يُصِيبُهُ مِنَ الْحُمَّى وَالنَّكْبَةِ حَتَّى الْبِضَاعَةِ يَضَعُهَا فِي يَدِ قَمِيصِهِ فَيَفْقِدُهَا فَيَفْزَعُ لَهَا حَتَّى إِنَّ الْعَبْدَ لَيَخْرُجُ مِنْ ذُنُوبِهِ كَمَا يَخْرُجُ التبر الْأَحْمَر من الْكِير» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
وَعَنْ قَوْلِهِ: (مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ)
فَقَالَتْ: مَا سَأَلَنِي عَنْهَا أَحَدٌ مُنْذُ سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «هَذِه معاتبة الله العَبْد فِيمَا يُصِيبُهُ مِنَ الْحُمَّى وَالنَّكْبَةِ حَتَّى الْبِضَاعَةِ يَضَعُهَا فِي يَدِ قَمِيصِهِ فَيَفْقِدُهَا فَيَفْزَعُ لَهَا حَتَّى إِنَّ الْعَبْدَ لَيَخْرُجُ مِنْ ذُنُوبِهِ كَمَا يَخْرُجُ التبر الْأَحْمَر من الْكِير» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Ali bin Zayd, dari Umayyah, bahwa dia bertanya kepada Aisyah tentang firman Allah SWT: (Apakah kamu menampakkan apa yang ada di dalam dirimu atau menyembunyikannya, Allah akan memanggilmu untuk mempertanggungjawabkannya) dan tentang firman-Nya: (Barangsiapa yang melakukan kejahatan akan mendapat balasannya) dan dia berkata: Tidak ada seorang pun yang bertanya kepadaku tentang hal itu sejak aku bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: “Ini milik Allah tegurlah hamba itu atas apa saja yang menimpanya, demam dan musibah, bahkan atas barang yang ia taruh di tangan bajunya, lalu ia kehilangan benda itu dan ketakutan karenanya, sehingga hamba itu akan terbebas dari dosa-dosanya seperti tanah liat merah yang keluar dari tempat pembakaran.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
36
Misykatul Mashabih # 5/1558
وَعَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " لَا يُصِيبُ عَبْدًا نَكْبَةٌ فَمَا فَوْقَهَا أَوْ دُونَهَا إِلَّا بِذَنَبٍ وَمَا يَعْفُو اللَّهُ عَنْهُ أَكْثَرُ وَقَرَأَ: (وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كثير)
رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari hadis Abu Musa, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada musibah yang menimpa seorang hamba, sedikit atau banyak, kecuali dia berbuat dosa dan tidak mengampuni.” Semoga Tuhan memberkatinya dan membacakan: (Dan musibah apa pun yang menimpamu, itu karena usaha tanganmu. Dan Dia banyak memaafkannya.)
Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
37
Misykatul Mashabih # 5/1559
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم:
" إِن الْعَبْدَ إِذَا كَانَ عَلَى طَرِيقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ الْعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ قِيلَ لِلْمَلَكِ الْمُوَكَّلِ بِهِ: اكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ إِذَا كَانَ طَلِيقًا حَتَّى أطلقهُ أَو أكفته إِلَيّ "
" إِن الْعَبْدَ إِذَا كَانَ عَلَى طَرِيقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ الْعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ قِيلَ لِلْمَلَكِ الْمُوَكَّلِ بِهِ: اكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ إِذَا كَانَ طَلِيقًا حَتَّى أطلقهُ أَو أكفته إِلَيّ "
Dari Abdullah bin Amr, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
“Jika seorang hamba yang menjalankan ibadah yang baik kemudian jatuh sakit, maka malaikat yang dititipkan kepadanya diberitahu: Tuliskan untuknya suatu amalan seperti yang dia lakukan ketika dia dalam pelarian. Hingga aku melepaskannya atau menyerahkannya kepadaku.”
38
Misykatul Mashabih # 5/1560
وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" إِذَا ابْتُلِيَ الْمُسْلِمُ بِبَلَاءٍ فِي جَسَدِهِ قِيلَ لِلْمَلَكِ: اكْتُبْ لَهُ صَالِحَ عَمَلِهِ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُ فَإِنْ شَفَاهُ غَسَّلَهُ وَطَهَّرَهُ وَإِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ وَرَحِمَهُ ". رَوَاهُمَا فِي شرح السّنة
" إِذَا ابْتُلِيَ الْمُسْلِمُ بِبَلَاءٍ فِي جَسَدِهِ قِيلَ لِلْمَلَكِ: اكْتُبْ لَهُ صَالِحَ عَمَلِهِ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُ فَإِنْ شَفَاهُ غَسَّلَهُ وَطَهَّرَهُ وَإِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ وَرَحِمَهُ ". رَوَاهُمَا فِي شرح السّنة
Atas wewenang Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Jika seorang muslim tertimpa penyakit pada tubuhnya, maka dikatakan kepada malaikat: Catatlah baginya amal-amal shaleh yang biasa ia kerjakan, dan jika ia menyembuhkannya, maka ia akan dimandikan dan disucikan, ia menangkapnya, memaafkannya, dan mengasihaninya.” Beliau meriwayatkannya dalam penjelasan Sunnah
39
Misykatul Mashabih # 5/1561
وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَتِيكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ ". رَوَاهُ مَالك وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
" الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ ". رَوَاهُ مَالك وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Dari hadis Jabir bin Atik beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Kemartiran ada tujuh hal, selain pembunuhan di jalan Allah: orang yang ditikam adalah syahid.” Orang yang tenggelam adalah syahid, orang yang menderita radang selaput dada adalah syahid, orang yang mati dalam api adalah syahid, orang yang terbakar adalah syahid, dan orang yang mati dalam pembongkaran adalah syahid. Dan perempuan itu meninggal sebagai syahid.” Diriwayatkan oleh Malik, Abu Dawud dan Al-Nasa’i.
40
Misykatul Mashabih # 5/1562
وَعَنْ سَعْدٍ قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً؟ قَالَ: «الْأَنْبِيَاء ثمَّ الْمثل فَالْأَمْثَلُ يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ صلبا فِي دينه اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ هُوِّنَ عَلَيْهِ فَمَا زَالَ كَذَلِكَ حَتَّى يَمْشِيَ على الأَرْض مَال ذَنْبٌ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حسن صَحِيح
Berdasarkan otoritas Saad, dia berkata: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, ditanya: Orang manakah yang paling menderita? Beliau bersabda: "Para nabi, lalu perumpamaannya. Perumpamaannya adalah: Seseorang diuji menurut agamanya. Jika dia kokoh dalam agamanya, maka cobaannya akan berat, dan jika dia lembut dalam agamanya, maka akan mudah baginya." Dia terus seperti itu sampai dia berjalan di atas “Tanah adalah harta yang penuh dosa.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Darimi, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang baik dan shahih.
41
Misykatul Mashabih # 5/1563
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا أَغْبِطُ أَحَدًا بِهَوْنِ مَوْتٍ بَعْدَ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ شِدَّةِ مَوْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ
Atas otoritas Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Saya tidak senang dengan kematian mudah seseorang setelah saya melihat betapa parahnya kematian Rasulullah, semoga doa dan damai Allah besertanya. Dia menyapa. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Nasa'i
42
Misykatul Mashabih # 5/1564
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِالْمَوْتِ وَعِنْدَهُ قَدَحٌ فِيهِ مَاءٌ وَهُوَ يُدْخِلُ يَدَهُ فِي الْقَدَحِ ثُمَّ يَمْسَحُ وَجْهَهُ ثُمَّ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى مُنْكَرَاتِ الْمَوْتِ أَوْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku melihat Nabi Muhammad SAW, ketika dia sekarat, dan dia memasukkan secangkir air ke dalamnya, dan dia memasukkan tangannya ke dalamnya. Di cawan itu, lalu dia mengusap wajahnya, lalu berkata: “Ya Allah, tolonglah aku dengan kekejian maut atau derita maut.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi Dan Ibnu Majah
43
Misykatul Mashabih # 5/1565
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَرَادَ اللَّهُ تَعَالَى بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَهُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan terhadap hamba-Nya, maka Dia akan mempercepat siksanya di dunia. Jika Allah menghendaki keburukan terhadap hamba-Nya, maka Dia akan menahan dosanya hingga Dia membalasnya di Hari Kebangkitan.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
44
Misykatul Mashabih # 5/1566
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَه
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Besarnya pahala datang bersama besarnya musibah, dan ketika Allah SWT mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka, maka siapa yang merasa puas akan mendapat kepuasan, dan siapa yang tidak senang akan mendapat murka.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah
45
Misykatul Mashabih # 5/1567
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ أَوِ الْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ تَعَالَى وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَرَوَى مَالِكٌ نَحْوَهُ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيح
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Musibah itu tidak akan henti-hentinya menimpa baik laki-laki atau perempuan mukmin, dirinya sendiri, hartanya, dan anak-anaknya sampai ia bertemu dengan Tuhan Yang Maha Esa, bebas dari dosa apa pun atas dirinya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, dan Malik meriwayatkan hal serupa, lalu dia berkata Al-Tirmidzi: Ini adalah hadits yang hasan dan shahih.
46
Misykatul Mashabih # 5/1568
وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ خَالِدٍ السُّلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنَ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابتلاه الله فِي جسده أَفِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ عَلَى ذَلِكَ يُبَلِّغُهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنَ الله» . رَوَاهُ أَحْمد وَأَبُو دَاوُد
Dari Muhammad bin Khalid Al-Sulami, dari bapaknya, dari kakeknya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba mendahuluinya dari Allah, suatu kedudukan yang tidak diperolehnya melalui usahanya, Allah mengujinya pada tubuhnya, baik pada hartanya maupun pada anak-anaknya. Diriwayatkan oleh Ahmed dan Abu Dawood
47
Misykatul Mashabih # 5/1569
وَعَن عبد الله بن شخير قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مُثِّلَ ابْنُ آدَمَ وَإِلَى جَنْبِهِ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ مَنِيَّةً إِنْ أَخْطَأَتْهُ الْمَنَايَا وَقَعَ فِي الْهَرَمِ حَتَّى يَمُوتَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ
Dari riwayat Abdullah bin Shakhir, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan anak Adam, dan sembilan puluh sembilan kematian di sisinya, jika kamu merindukannya.” Al-Manaiya terjatuh ke dalam piramida hingga meninggal. Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits yang aneh.
48
Misykatul Mashabih # 5/1570
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يُعْطَى أَهْلُ الْبَلَاءِ الثَّوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُودَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِي الدُّنْيَا بِالْمَقَارِيضِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari hadis Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang sehat pada hari kiamat ingin orang-orang yang kesusahan diberi pahala, seandainya kulit mereka terpotong dengan pisau bedah di dunia ini.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
49
Misykatul Mashabih # 5/1571
وَعَن عَامر الرام قَالَ: ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَسْقَامَ فَقَالَ: «إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَصَابَهُ السقم ثمَّ أَعْفَاهُ الله مِنْهُ كَانَ كَفَّارَةً لِمَا مَضَى مِنْ ذُنُوبِهِ وَمَوْعِظَةً لَهُ فِيمَا يَسْتَقْبِلُ. وَإِنَّ الْمُنَافِقَ إِذَا مرض ثمَّ أعفي كَانَ كالبعير عَقَلَهُ أَهْلُهُ ثُمَّ أَرْسَلُوهُ فَلَمْ يَدْرِ لِمَ عقلوه وَلم يدر لم أَرْسَلُوهُ» . فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْأَسْقَامُ؟ وَاللَّهِ مَا مَرِضْتُ قَطُّ فَقَالَ: «قُمْ عَنَّا فلست منا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari hadis Amer Al-Ram beliau bersabda: Rasulullah SAW menyebutkan penyakit dan bersabda: “Jika seorang mukmin tertimpa suatu penyakit lalu Allah melegakannya, maka itu adalah kafir.” Untuk dosa-dosanya yang lalu dan peringatan kepadanya tentang apa yang akan dia lakukan di masa depan. Dan ketika seorang munafik sakit lalu sembuh, dia seperti unta yang dibebastugaskan oleh keluarganya, lalu Mereka mengutus dia, namun dia tidak mengetahui mengapa mereka menangkapnya, dan dia tidak mengetahui mengapa mereka mengutusnya.” Lalu ada seorang laki-laki bertanya: Wahai Rasulullah, penyakit apa sajakah itu? Demi Tuhan, saya tidak pernah sakit. Kemudian dia berkata: “Menjauhlah dari kami, karena kamu bukan salah satu dari kami.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
50
Misykatul Mashabih # 5/1572
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا دَخَلْتُمْ عَلَى الْمَرِيضِ فَنَفِّسُوا لَهُ فِي أَجَلِهِ فَإِنَّ ذَلِكَ لَا يَرُدُّ شَيْئًا وَيُطَيِّبُ بِنَفْسِهِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ
Dari Abu Saeed beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu memasuki orang yang sakit dan menghiburnya selama sakitnya, maka hal itu tidak akan ditolak.” “Sesuatu dan menjadikannya baik dengan sendirinya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang aneh.