282 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 9/2223
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي إِلَى يومِ القِيامةِ فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا» . رَوَاهُ مُسلم وللبخاري أقصر مِنْهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Setiap nabi mempunyai seruan yang dikabulkan, maka setiap nabi bersegeralah aku memanggilnya, dan aku menyembunyikan seruanku sebagai syafaat bagi umatku hingga hari kiamat, karena akan terkabul insya Allah. Siapa pun yang mati dari umatku, tidak mempersekutukannya. Tidak ada apa-apa di dalam Tuhan. Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari memiliki versi yang lebih pendek
02
Misykatul Mashabih # 9/2224
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ إِنِّي اتَّخَذْتُ عِنْدَكَ عَهْدًا لَنْ تُخْلِفَنِيهِ فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ آذَيْتُهُ شَتَمْتُهُ لَعَنْتُهُ جَلَدْتُهُ فَاجْعَلْهَا لَهُ صَلَاةً وَزَكَاةً وَقُرْبَةً تُقَرِّبُهُ بِهَا إِلَيْكَ يَوْم الْقِيَامَة»
Atas wewenangnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah, aku telah membuat perjanjian denganmu yang tidak akan kamu ingkari, karena aku hanyalah seorang manusia, maka apa yang Engkau celakakan terhadap orang-orang yang beriman, laknatlah dia, laknatlah dia, deralah dia, maka jadikanlah dia sebagai doa, sedekah, dan persembahan yang dengannya kamu akan mendekatkan dia kepada-Mu di hari kiamat.”
03
Misykatul Mashabih # 9/2225
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلَا يقُلْ: اللهُمَّ اغفِرْ لي إِنْ شِئتَ ارْحمْني إِنْ شِئْتَ ارْزُقْنِي إِنْ شِئْتَ وَلِيَعْزِمْ مَسْأَلَتَهُ إِنَّه يفعلُ مَا يَشَاء وَلَا مكره لَهُ ". رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenangnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, janganlah ia mengucapkan: Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, kasihanilah aku jika Engkau menghendaki, rizkilah aku jika Engkau menghendakinya.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
04
Misykatul Mashabih # 9/2226
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلَا يَقُلِ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ وَلَكِنْ لِيَعْزِمْ وَلْيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَتَعَاظَمُهُ شيءٌ أعطاهُ ". رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenangnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, janganlah ia mengucapkan: Ya Allah, ampunilah aku jika engkau menghendakinya, namun hendaklah ia tekun dan besar dalam keinginannya, karena Allah tidak terlalu besar atas sesuatu yang telah Dia berikan.” Diriwayatkan oleh Muslim
05
Misykatul Mashabih # 9/2227
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ» . قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ:
" يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يُسْتَجَابُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعاءَ ". رَوَاهُ مُسلم
Dalam hadisnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Doa seorang hamba akan terkabul selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali silaturahmi, dan kecuali ia sedang terburu-buru.” Dikatakan: Wahai Rasulullah, apakah terburu-buru itu? Beliau berkata: “Dia berkata: Aku telah berdoa, dan aku telah berdoa, namun aku tidak melihat doaku dikabulkan, maka dia menjadi sedih karenanya dan pergi.” Permohonan." Diriwayatkan oleh Muslim
06
Misykatul Mashabih # 9/2228
وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" دعوةُ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ ". رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Abu al-Darda' radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Doa seorang muslim untuk saudaranya di belakang alam ghaib akan dikabulkan. Malaikat yang ditunjuk ada di kepalanya. Setiap kali dia mendoakan kebaikan saudaranya, malaikat yang ditunjuk itu berkata: Amin. Dan kamu juga mendapatkan hal yang sama." Diriwayatkan oleh Muslim
07
Misykatul Mashabih # 9/2229
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تدْعُوا على أَوْلَادكُم لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءً فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari hadis Jabir beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kamu mendoakan dirimu sendiri dan janganlah kamu mendoakan anak-anakmu. Kamu tidak akan mendapat keridhaan dari Tuhan pada saat Dia diminta." Ada memberi di dalamnya, dan Dia akan menanggapi Anda.” Diriwayatkan oleh Muslim
08
Misykatul Mashabih # 9/2230
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ» ثُمَّ قَرَأَ: (وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكم)
رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه
Dari hadis Al-Numan bin Bashir, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Doa adalah ibadah.” Kemudian dia membaca: (Dan Tuhanmu berkata, Panggillah Aku, Aku akan menjawabmu) Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Tirmidzi, Abu Dawud, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah.
09
Misykatul Mashabih # 9/2231
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Doa adalah hakikat ibadah.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
10
Misykatul Mashabih # 9/2232
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ مِنَ الدُّعَاءِ»
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah selain doa."
11
Misykatul Mashabih # 9/2233
وَعَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبر» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Salman Al-Farisi beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi penghakiman kecuali do’a, dan tidak ada yang dapat memperpanjang umur seseorang kecuali ketaqwaan.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
12
Misykatul Mashabih # 9/2235
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
وَرَوَاهُ أَحْمَدُ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ. وَقَالَ التِّرْمِذِيّ هَذَا حَدِيث غَرِيب
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya doa mendapat manfaat dari apa yang diturunkan dan dari apa yang belum diturunkan. Maka kalian adalah hamba-hamba Allah dengan berdoa." Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi Hal itu diriwayatkan oleh Ahmad atas wewenang Muadh bin Jabal. Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadis yang aneh
13
Misykatul Mashabih # 9/2236
وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهُ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رحم» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Berdasarkan wewenang Jabir radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada seorang pun yang berdoa dengan do'a kecuali Allah mengabulkan apa yang diminta atau ditahannya." Hal ini sama buruknya baginya selama dia tidak mengaku berdosa atau memutuskan tali silaturahmi.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
14
Misykatul Mashabih # 9/2237
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ يُسْأَلَ وَأَفْضَلُ الْعِبَادَةِ انْتِظَارُ الْفَرَجِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَقَالَ هَذَا حَدِيث غَرِيب
Atas wewenang Ibnu Masoud radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Mintalah kepada Tuhan karunia-Nya, karena Tuhan senang diminta." Ibadah terbaik adalah menunggu keringanan.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan berkata: Ini adalah hadits yang aneh.
15
Misykatul Mashabih # 9/2238
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يغضبْ عَلَيْهِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari hadis Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
16
Misykatul Mashabih # 9/2239
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ فُتِحَ لَهُ مِنْكُمْ بَابُ الدُّعَاءِ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَمَا سُئِلَ اللَّهُ شَيْئًا يَعْنِي أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يُسْأَلَ الْعَافِيَةَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari riwayat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu keduanya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang dibukakan pintu do'a di antara kamu, maka dibukakan pintu do'a untuknya. Rahmat, dan Allah tidak diminta sesuatu yang lebih dicintai-Nya selain diminta kesejahteraan.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
17
Misykatul Mashabih # 9/2240
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيث غَرِيب
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang ridho dengan Allah yang menjawabnya di saat kesusahan, hendaklah dia banyak berdoa di saat rezeki." Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits yang aneh.
18
Misykatul Mashabih # 9/2241
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حديثٌ غَرِيب
Atas wewenangnya, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Berserulah kepada Allah selagi kamu yakin akan jawabannya, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lengah dan lengah.
19
Misykatul Mashabih # 9/2243
وَعَنْ مَالِكِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلَا تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا»
وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «سَلُوا اللَّهَ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلَا تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا فَإِذَا فَرَغْتُمْ فامسحوا بهَا وُجُوهكُم» . رَوَاهُ دَاوُد
Dari hadis Malik bin Yassar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu meminta kepada Tuhan, maka mintalah kepada-Nya dengan isi telapak tanganmu, dan jangan meminta kepada-Nya.” dengan penampilannya.” Dan dalam riwayat Ibnu Abbas beliau berkata: “Mintalah kepada Allah dengan isi telapak tanganmu, dan janganlah kamu meminta kepada-Nya dengan rupanya. Jadi setelah selesai, bersihkan dengan itu.” Wajahmu. Diriwayatkan oleh Daoud
20
Misykatul Mashabih # 9/2244
وَعَن سَلْمَانَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ رَبَّكُمْ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي الدَّعوات الْكَبِير
Dari Salman beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Tuhanmu Maha Hidup lagi Maha Pemurah. Dia merasa malu terhadap hamba-Nya ketika dia mengangkat tangannya kepada-Nya. Dia mengembalikannya ke titik nol. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Al-Bayhaqi dalam Al-Dawa'at Al-Kabir
21
Misykatul Mashabih # 9/2245
وَعَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَحُطَّهُمَا حَتَّى يمسح بهما وَجهه. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Umar radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Setiap kali Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengangkat tangannya untuk berdoa, dia tidak akan menurunkannya sampai dia mengusap wajahnya dengan tangan itu. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
22
Misykatul Mashabih # 9/2246
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنَ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW menganggap wajib menunaikan shalat berjamaah, dan dia meninggalkan yang lainnya. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
23
Misykatul Mashabih # 9/2247
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «إِن أَسْرَعَ الدُّعَاءِ إِجَابَةً دَعْوَةُ غَائِبٍ لِغَائِبٍ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد
Dari hadis Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: Doa yang paling cepat adalah doa orang yang tidak hadir kepada orang yang tidak hadir. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawood
24
Misykatul Mashabih # 9/2248
Umar bin Khattab (RA)
وَعَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعُمْرَةِ فَأَذِنَ لِي وَقَالَ: «أَشْرِكْنَا يَا أُخَيُّ فِي دُعَائِكَ وَلَا تَنْسَنَا» . فَقَالَ كَلِمَةً مَا يَسُرُّنِي أَنَّ لِيَ بِهَا الدُّنْيَا. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَانْتَهَتْ رِوَايَتُهُ عِنْدَ قَوْلِهِ «لَا تنسنا»
Dari hadis Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Aku memohon izin kepada Nabi Muhammad SAW untuk menunaikan umrah, lalu beliau mengijinkanku dan bersabda: "Sertakanlah kami wahai saudaraku dalam Doa untukmu dan jangan lupakan kami. Lalu beliau mengucapkan sebuah kata yang membuatku bahagia memiliki dunia ini. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Tirmidzi dan berakhirlah riwayat beliau ketika beliau bersabda, "Jangan lupa kita.”
25
Misykatul Mashabih # 9/2249
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بعد حِين ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga doa yang tidak terkabul, yaitu orang yang berpuasa ketika berbuka, imam yang adil, dan doa dari Allah mengangkat orang yang tertindas ke atas awan, dan dibukakan pintu surga untuknya, dan Tuhan berfirman: Dengan keperkasaan-Ku, pastilah Aku akan menolongmu, meskipun lamanya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
26
Misykatul Mashabih # 9/2250
He Reported Gods Messenger As
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Atas wewenangnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga doa yang pasti dikabulkan: doa seorang ayah, doa seorang musafir, dan doa orang yang tertindas.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah
27
Misykatul Mashabih # 9/2252
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعله إِذا انْقَطع»
زَادَ فِي رِوَايَةٍ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ مُرْسَلًا «حَتَّى يَسْأَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَهُ إِذَا انْقَطع» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari riwayat Anas radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah salah seorang di antara kalian menanyakan kepada Tuhannya segala kebutuhannya, hingga banyak orang yang memintanya.” Jika sandalnya robek, beliau menambahkan dalam riwayat Thabit al-Bunani, mursal, “sampai garam memintanya, dan sampai luasnya memintanya ketika robek.” Dia meriwayatkannya Al-Tirmidzi
28
Misykatul Mashabih # 9/2253
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ حَتَّى يُرى بياضُ إبطَيْهِ
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW biasa mengangkat tangan berdoa hingga terlihat bagian putih ketiaknya.
29
Misykatul Mashabih # 9/2254
وَعَن سهل بن سَعْدٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كَانَ يَجْعَل أصبعيه حذاء مَنْكِبَيْه وَيَدْعُو
Atas wewenang Sahl bin Saad, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dia berkata: Dia biasa menjadikan jari kakinya sebagai sepatu bahunya dan berdoa.
30
Misykatul Mashabih # 9/2255
وَعَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَعَا فَرفع يَدَيْهِ مَسَحَ وَجْهَهُ بِيَدَيْهِ
رَوَى الْبَيْهَقِيُّ الْأَحَادِيثَ الثَّلَاثَة فِي «الدَّعْوَات الْكَبِير»
Berdasarkan riwayat Al-Sa'ib bin Yazid, berdasarkan riwayat ayahnya, bahwa setiap kali Nabi Muhammad SAW berdoa dan mengangkat tangannya, maka beliau mengusap wajahnya dengan tangannya. Al-Bayhaqi meriwayatkan tiga hadits dalam “Al-Dawa’at Al-Kabir”
31
Misykatul Mashabih # 9/2256
وَعَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: الْمَسْأَلَةُ أَنْ تَرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ أَوْ نَحْوِهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعٍ وَاحِدَةٍ وَالِابْتِهَالُ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيعًا وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ: والابتهالُ هَكَذَا وَرَفَعَ يَدَيْهِ وَجَعَلَ ظُهُورَهُمَا مِمَّا يَلِي وَجْهَهُ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُ
Atas wewenang Ikrimah, atas wewenang Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu keduanya, beliau bersabda: Yang penting kalian angkat tangan setinggi bahu atau sejenisnya dan mohon ampun. Menunjuk dengan satu jari, dan doanya adalah merentangkan seluruh tangan. Dan di dalam riwayatnya, dia berkata: Dan doanya seperti ini, lalu dia mengangkat kedua tangannya dan membelakanginya. Dia memalingkan wajahnya. Diriwayatkan oleh Abu Daw
32
Misykatul Mashabih # 9/2257
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ يَقُولُ: إِنَّ رَفْعَكُمْ أَيْدِيَكُمْ بِدْعَةٌ مَا زَادَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى هَذَا يَعْنِي إِلَى الصَّدْر رَوَاهُ أَحْمد
Dari Ibnu Umar beliau berkata: Mengangkat tangan adalah suatu bid'ah. Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, tidak menambahkan apapun pada ini, artinya pada dada. Hal itu diriwayatkan oleh Ahmed
33
Misykatul Mashabih # 9/2258
وَعَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ذَكَرَ أَحَدًا فَدَعَا لَهُ بَدَأَ بِنَفْسِهِ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ صَحِيح
Dari hadis Ubay bin Ka’b beliau bersabda: Setiap kali Rasulullah SAW menyebut nama seseorang dan mendoakannya, beliau memulainya dari dirinya sendiri. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan beliau berkata Ini adalah hadis yang baik, aneh, dan shahih
34
Misykatul Mashabih # 9/2259
Abu Said Al Khudri (RA)
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عنهُ من السُّوءِ مثلَها " قَالُوا: إِذنْ نُكثرُ قَالَ: «الله أَكثر» . رَوَاهُ أَحْمد
Dari hadis Abu Saeed Al-Khudri, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang menyerukan dakwah yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi kecuali Allah memberinya salah satu dari tiga hal: mempercepat dakwahnya, atau menyimpannya untuknya di akhirat, atau mengalihkan darinya “keburukan itu seperti itu.” Mereka berkata: “Kalau begitu, kami akan menambahnya.” Dia berkata: “Tuhan akan bertambah.” Diriwayatkan oleh Ahmad.
35
Misykatul Mashabih # 9/2260
Ibnu Abbas (RA)
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
" خَمْسُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ حَتَّى يَنْتَصِرَ وَدَعْوَةُ الْحَاجِّ حَتَّى يَصْدُرَ وَدَعْوَةُ الْمُجَاهِدِ حَتَّى يَقْعُدَ وَدَعْوَةُ الْمَرِيضِ حَتَّى يَبْرَأَ وَدَعْوَةُ الْأَخِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ ". ثُمَّ قَالَ: «وَأَسْرَعُ هَذِهِ الدَّعْوَات إِجَابَة دَعْوَة الْأَخ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي الدَّعَوَاتِ الْكَبِيرِ
Atas wewenang Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu keduanya, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: "Lima doa yang terkabul: doa orang yang terzalimi hingga ia menang, dan doa orang yang haji hingga ia selamat, dan doa mujahid hingga ia duduk, dan doa orang yang sakit hingga ia sembuh, dan doa seorang saudara untuk saudaranya." tidak terlihat.” Kemudian Beliau bersabda: “Dan doa yang paling cepat adalah terkabulnya doa seorang saudara terhadap saudaranya, di balik alam ghaib.” Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi dalam Doa Yang Besar
36
Misykatul Mashabih # 9/2261
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فَيْمَنْ عِنْدَهُ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah dan Abu Saeed radhiyallahu 'anhu, mereka berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat, rahmat menyelimuti mereka, dan ketenangan turun atas mereka, dan Allah mengingat mereka di antara orang-orang yang bersama-Nya." Diriwayatkan oleh Muslim
37
Misykatul Mashabih # 9/2262
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيرُ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ فَمَرَّ عَلَى جَبَلٍ يُقَالُ لَهُ: جُمْدَانُ فَقَالَ: «سِيرُوا هَذَا جُمْدَانُ سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ» . قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ؟ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «الذَّاكِرُونَ الله كثيرا وَالذَّاكِرَات» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Abu Hurairah, beliau berkata: Rasulullah SAW, sedang berjalan di jalan menuju Mekkah, dan beliau melewati sebuah gunung bernama: Jamdan, dan beliau bersabda: “Jalanlah Jamdan ini mendahului para lajang.” Mereka bertanya: Apakah Mufraidun itu? Wahai Rasulullah beliau bersabda: “Laki-laki dan perempuan yang sering mengingat Allah.” Diriwayatkan oleh Muslim
38
Misykatul Mashabih # 9/2263
وَعَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ مَثَلُ الْحَيّ وَالْمَيِّت»
Dari Abu Musa beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan orang yang tidak mengingat adalah perumpamaan orang hidup dan orang mati.”
39
Misykatul Mashabih # 9/2264
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَأٍ خير مِنْهُم
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT berfirman: Aku ada ketika hamba-Ku memikirkan Aku, dan Aku bersamanya ketika dia menyebut Aku.” Jika dia menyebut Aku di hadapan dirinya, maka Aku akan menyebut dia di hadapan diriku sendiri, dan jika dia menyebut Aku di suatu pertemuan, maka Aku akan menyebutkan dia di pertemuan yang lebih baik dari mereka.
40
Misykatul Mashabih # 9/2265
وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وأزيد وَمن جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فجزاء سَيِّئَة مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا وَمِنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَمَنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً وَمَنْ لَقِيَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطِيئَةً لَا يُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَقِيتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً ". رَوَاهُ مُسلم
Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan Yang Maha Esa berfirman: Barangsiapa mengerjakan suatu kebaikan maka ia akan mendapat sepuluh suka dan lebih. Dan barangsiapa yang membawa keburukan, maka Aku akan membalas keburukan yang serupa, atau Aku akan mengampuninya. Dan barangsiapa yang mendekat kepada-Ku walau sejengkal pun, maka Aku akan mendekatkan padanya sehasta. Aku akan mendekatinya sejauh satu lengan darinya. Aku, dan barangsiapa datang kepadaku dengan berjalan kaki, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari, dan barangsiapa yang bertemu denganKu dekat dengan tanah karena kesesatan, tanpa mempersekutukan sesuatu pun dengan-Ku, maka Aku akan menemuinya. Diriwayatkan oleh Muslim
41
Misykatul Mashabih # 9/2266
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مُسَاءَتَهُ وَلَا بُدَّ لَهُ مِنْهُ ". رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Abu Hurairah beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT bersabda: Barangsiapa memusuhi wali saya, maka saya nyatakan perang terhadapnya.” Hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih dicintai-Ku dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika dia meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya, dan jika dia mencari Aku, maka Aku akan berlindung padanya. Dan aku tidak ragu-ragu terhadap apa pun yang akan kulakukan. Saya ragu dari jiwa orang beriman yang membenci kematian. Dan saya benci menyinggung perasaannya, dan dia tidak punya pilihan selain melakukan itu.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
42
Misykatul Mashabih # 9/2267
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا: هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ " قَالَ: «فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا» قَالَ: " فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ: مَا يَقُولُ عِبَادِي؟ " قَالَ: " يَقُولُونَ: يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيُحَمِّدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ " قَالَ: " فَيَقُولُ: هَلْ رَأَوْنِي؟ " قَالَ: " فَيَقُولُونَ: لَا وَاللَّهِ مَا رَأَوْكَ " قَالَ فَيَقُولُ: كَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي؟ قَالَ: " فَيَقُولُونَ: لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا " قَالَ: " فَيَقُولُ: فَمَا يَسْأَلُونَ؟ قَالُوا: يسألونكَ الجنَّةَ " قَالَ: " يَقُول: وَهل رأوها؟ " قَالَ: " فَيَقُولُونَ: لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا " قَالَ: " فَيَقُولُ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا؟ " قَالَ: " يقولونَ: لَو أنَّهم رأوها كَانُوا أَشد حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً قَالَ: فممَّ يتعوذون؟ " قَالَ: " يَقُولُونَ: مِنَ النَّارِ " قَالَ: " يَقُولُ: فَهَلْ رَأَوْهَا؟ " قَالَ: يَقُولُونَ: «لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا» قَالَ: " يَقُولُ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا؟ " قَالَ: «يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً» قَالَ: " فَيَقُولُ: فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ " قَالَ: " يَقُولُ مَلَكٌ مِنَ الْمَلَائِكَةِ: فِيهِمْ فُلَانٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ قَالَ: هُمُ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى جَلِيسُهُمْ ". رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
وَفِي رِوَايَةِ مُسْلِمٍ قَالَ: " إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّارَةً فُضْلًا يَبْتَغُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا معَهُم وحفَّ بعضُهم بَعْضًا بأجنحتِهم حَتَّى يملأوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ قَالَ: فَيَسْأَلُهُمُ اللَّهُ وَهُوَ أَعْلَمُ: مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ؟ فَيَقُولُونَ: جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادِكَ فِي الْأَرْضِ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيُهَلِّلُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيَسْأَلُونَكَ قَالَ: وَمَاذَا يَسْأَلُونِي؟ قَالُوا: يَسْأَلُونَكَ جَنَّتَكَ قَالَ: وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِي؟ قَالُوا: لَا أَيْ رَبِّ قَالَ: وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِي؟ قَالُوا: وَيَسْتَجِيرُونَكَ قَالَ: وَمِمَّ يَسْتَجِيرُونِي؟ قَالُوا: مِنْ نَارِكَ قَالَ: وَهَلْ رَأَوْا نَارِي؟ قَالُوا: لَا. قَالَ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِي؟ قَالُوا: يَسْتَغْفِرُونَكَ " قَالَ: " فَيَقُولُ: قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا " قَالَ: " يَقُولُونَ: رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ وَإِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ " قَالَ: «فَيَقُولُ وَلَهُ غَفَرْتُ هم الْقَوْم لَا يشقى بهم جليسهم»
Atas wewenangnya, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat-malaikat yang berkeliaran di jalan-jalan mencari orang-orang yang menyampaikan pesan, dan ketika mereka menemukan suatu kaum, mereka mengingat Allah dan berseru: “Ayo, urus apa yang kamu perlukan.” Beliau bersabda: “Kemudian mereka akan memutarnya dengan sayapnya hingga ke langit yang paling bawah.” Beliau bersabda: “Kemudian Tuhan mereka bertanya kepada mereka, dan Dialah yang lebih mengetahui tentang mereka: Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku? Beliau menjawab: Mereka berkata: Mereka memuliakan Engkau, memuliakan Engkau, memuji Engkau, dan memuliakan Engkau. Dia berkata: Mereka bertanya: Pernahkah mereka melihatku? Dia berkata: “Dan mereka berkata: Tidak, demi Tuhan, mereka belum melihatmu.” Dia berkata: “Bagaimana jika mereka melihatku?” Beliau bersabda: “Dan mereka berkata: Seandainya mereka melihatmu, niscaya mereka akan lebih parah.” Aku lebih memuja-Mu, lebih memuliakan-Mu, dan lebih memuliakan-Mu.” Beliau bersabda: “Maka Dia berfirman: Lalu apa yang mereka tanyakan? Mereka berkata: Mereka meminta surga kepadamu. Dia berkata: Dia bertanya: Pernahkah mereka melihatnya? Dia berkata: “Dan mereka berkata: Tidak, demi Tuhan, ya Tuhan, mereka tidak melihatnya.” Dia berkata: “Jadi bagaimana jika mereka melihatnya?” Beliau bersabda: “Mereka berkata: Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka akan lebih tertarik dan bergairah padanya.” Dengan hasrat dan keinginan yang besar terhadapnya, beliau berkata: Kepada apa mereka berlindung? Beliau menjawab: Mereka menjawab: Dari Neraka. Dia berkata: Dia bertanya: Apakah mereka melihatnya? Dia berkata: Mereka berkata: Tidak, demi Tuhan, ya Tuhan, mereka tidak melihatnya. Dia berkata: Lalu bagaimana jika mereka melihatnya? Dia berkata: “Mereka mengatakan bahwa jika mereka melihatnya, mereka akan melarikan diri lebih kuat darinya dan lebih takut padanya.” Dia berkata: Dia berkata: “Aku menjadikanmu sebagai saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.” Beliau bersabda: “Seorang malaikat dari para malaikat berkata: Di antara mereka ada si fulan yang bukan salah satu dari mereka. Dia datang hanya karena suatu keperluan.” Dia berkata: “Mereka” Mereka yang duduk bersama mereka tidak merasa sengsara.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, dan dalam riwayat Muslim, beliau berkata: “Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat-malaikat yang baik sekali yang mencari majelis.” Laki-laki, dan ketika mereka menemukan suatu kumpulan yang di dalamnya terdapat laki-laki, mereka duduk bersama mereka dan melingkari satu sama lain dengan sayap mereka sampai memenuhi apa yang ada di antara mereka dan langit yang paling rendah. Kemudian ketika mereka berpencar, Mereka naik dan naik ke surga. Dia berkata: Kemudian Allah akan bertanya kepada mereka, dan Dia lebih mengetahui: Dari mana asalmu? Mereka berkata: Kami datang dari hamba-hambamu di bumi memuliakanmu, memuliakanmu, memujimu, memuliakanmu, memujimu, dan memintamu. Dia berkata: Apa yang mereka tanyakan padaku? Mereka berkata: Mereka bertanya kepadamu tentang surgamu. Dia berkata: Pernahkah mereka melihat surgaku? Mereka berkata: Tidak, Tuhan. Beliau bertanya: Bagaimana jika mereka melihat Surga-Ku? Mereka berkata: Dan mereka meminta perlindungan kepadamu. Beliau bertanya: Mengapa mereka meminta perlindungan kepadaku? Mereka berkata: Dari apimu. Dia berkata: Dan apakah mereka melihat apiku? Mereka berkata: Tidak. Dia berkata: Bagaimana jika mereka melihat apiku? Mereka berkata: Mereka memohon ampun kepadamu. Dia berkata: Maka Dia berfirman: Aku telah mengampuni mereka dan memberi mereka apa yang mereka minta dan memberi balasan kepada mereka atas apa yang mereka minta. Di antara mereka ada si anu, seorang hamba yang berdosa. Dia hanya lewat dan duduk bersama mereka. Beliau bersabda: “Dan dia akan berkata, ‘Dan kepadanya, Aku telah mengampuni kekhawatiran orang-orang, sehingga sahabat-sahabat mereka tidak akan merasa sedih karenanya.’”
43
Misykatul Mashabih # 9/2268
Hanzala b. al-Rabi al-Usaidi (RA)
وَعَن حَنْظَلَة بن الرّبيع الأسيدي قَالَ: لَقِيَنِي أَبُو بكر فَقَالَ: كَيْفَ أَنْتَ يَا حَنْظَلَةُ؟ قُلْتُ: نَافَقَ حَنْظَلَةُ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ مَا تَقُولُ؟ قُلْتُ: نَكُونُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ كَأَنَّا رَأْيُ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَافَسْنَا الْأَزْوَاجَ وَالْأَوْلَادَ وَالضَّيْعَاتِ نَسِينَا كثيرا قَالَ أَبُو بكر: فو الله إِنَّا لَنَلْقَى مِثْلَ هَذَا فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: نَافَقَ حَنْظَلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَمَا ذَاكَ؟» قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ نَكُونُ عِنْدَكَ تُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ كَأَنَّا رَأْيَ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ عَافَسْنَا الْأَزْوَاجَ وَالْأَوْلَادَ وَالضَّيْعَاتِ نَسِينَا كَثِيرًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي وَفِي الذِّكْرِ لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلَائِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِي طُرُقِكُمْ وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةٌ وَسَاعَةٌ» ثَلَاث مَرَّات. رَوَاهُ مُسلم
Dari Hanzala bin Al-Rabi’ Al-Asidi beliau berkata: Abu Bakar menemuiku dan berkata: Apa kabarmu Hanzala? Aku berkata: Hanzalah dengan munafik berkata: Maha Suci Allah, apa yang kamu katakan? Aku berkata: Ketika kita bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dia mengingatkan kita tentang Neraka dan Surga seolah-olah kita telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Ketika kita meninggalkan kehadiran Rasulullah, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya. Kita menjadi acuh tak acuh terhadap istri, anak-anak, dan tanah pertanian kita. Banyak hal yang sudah kita lupakan. Abu Bakar berkata: Demi Allah, kita akan menemui hal seperti ini. Jadi saya berangkat. Abu Bakar dan aku sampai kami memasuki Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan aku berkata: Hanzalah telah melakukan kemunafikan, ya Rasulullah. Dia berkata kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: “Dan apakah itu?” Aku berkata: Wahai Rasulullah, ketika kami bersamamu, engkau mengingatkan kami akan Neraka dan Surga seolah-olah kami melihatnya dengan mata kepala sendiri. Ketika kami meninggalkan kehadiran Anda, kami akan melakukan hubungan pribadi dengan istri kami. Kita telah banyak melupakan tentang anak-anak dan peternakan, dan Rasulullah SAW bersabda: Dan dia berkata: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika kamu terus bersamaku dan mengingatnya, para malaikat akan berjabat tangan denganmu di tempat tidurmu dan di jalanmu, tapi oh “Handzala, satu jam satu jam,” tiga kali.
44
Misykatul Mashabih # 9/2269
وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ؟ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ؟ وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذهبِ والوَرِقِ؟ وخيرٍ لكم مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ؟» قَالُوا: بَلَى قَالَ: «ذِكْرُ اللَّهِ» . رَوَاهُ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ إِلَّا أَنَّ مَالِكًا وَقفه على أبي الدَّرْدَاء
Dari hadis Abu Darda radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Maukah aku kabarkan kepadamu amal-amalmu yang paling baik dan paling suci ketika menjadi rajamu? Dan angkatlah itu dalam barisanmu? Apakah itu lebih baik bagimu dari pada menafkahkan emas dan kertas? Lebih baik bagimu dari pada menemui musuhmu lalu memukul leher mereka dan memukul lehermu? Mereka berkata: Ya. Dia berkata: "Ingatlah Tuhan.” Diriwayatkan oleh Malik, Ahmad, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, hanya saja Malik menghubungkannya dengan Abu al-Darda’.
45
Misykatul Mashabih # 9/2270
وَعَن عبد الله بن يسر قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ؟ فَقَالَ: «طُوبَى لِمَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ» قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: ( «ن تُفَارِقَ الدُّنْيَا وَلِسَانُكَ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ» رَوَاهُ أَحْمد وَالتِّرْمِذِيّ
Dari Abdullah bin Yusr, dia berkata: Seorang Badui mendatangi Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan berkata: Orang manakah yang terbaik? Kata: «طُوبَى لِمَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ» قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: ( «ن تُفَارِقَ الدُّنْيَا وَلِسَانُكَ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ» رَوَاهُ أَحْمد Dan Al-Tirmidzi
46
Misykatul Mashabih # 9/2271
وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا» قَالُوا: وَمَا رِيَاضُ الْجِنّ؟ قَالَ: «حلق الذّكر» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Ketika kamu melewati taman surga, jadilah segar." Mereka bertanya: Apakah taman itu? Jin? Dia berkata: “Cukurlah penisnya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
47
Misykatul Mashabih # 9/2272
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ فِيهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللَّهِ تِرَةٌ وَمَنِ اضْطَجَعَ مَضْجَعًا لَا يذكر الله فِيهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اللَّهِ تِرَةٌ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Dari hadis Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang duduk di tempat duduk dan tidak mengingat Allah di dalamnya, maka baginya akan mendapat celaan dari Allah, dan darinya Dia berbaring di tempat yang tidak disebutkan Allahnya. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
48
Misykatul Mashabih # 9/2273
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُومُونَ مِنْ مَجْلِسٍ لَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ فِيهِ إِلَّا قَامُوا عَنْ مِثْلِ جِيفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ عَلَيْهِمْ حَسرَةً» . رَوَاهُ أحمدُ وَأَبُو دَاوُد
Dari hadis beliau beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu kaum yang bangkit dari suatu perkumpulan yang tidak mengingat Allah kecuali mereka bangkit dari sesuatu seperti… Bangkai keledai, dan itu menjadi beban bagi mereka.” Diriwayatkan oleh Ahmed dan Abu Dawood
49
Misykatul Mashabih # 9/2274
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
Mengenai hadisnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Belum pernah suatu kaum duduk dalam suatu majelis yang di dalamnya mereka tidak menyebut nama Tuhan dan tidak mendoakan Nabi mereka, melainkan agar hal itu menimpa mereka.” Suatu saat, jika Dia menghendaki, Dia akan menghukum mereka, dan jika Dia menghendaki, Dia akan mengampuni mereka.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
50
Misykatul Mashabih # 9/2275
وَعَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كُلُّ كَلَامِ ابْنِ آدَمَ عَلَيْهِ لَا لَهُ إِلَّا أَمْرٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ أَوْ ذِكْرُ اللَّهِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيث غَرِيب
Dari hadis Ummu Habibah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Setiap perkataan anak Adam yang menentangnya tidak ada gunanya kecuali menyuruh yang benar atau melarangnya.” Perbuatan yang tidak pantas atau mengingat Allah. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang aneh.