Misykatul Mashabih — Hadis #51588
Hadis #51588
وَعَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ تَحَلَّمَ بِحُلْمٍ لَمْ يَرَهُ كُلِّفَ أَنْ يَعْقِدَ بَيْنَ شَعِيرَتَيْنِ وَلَنْ يَفْعَلَ وَمَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ أَوْ يَفِرُّونَ مِنْهُ صُبَّ فِي أُذُنَيْهِ الْآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ صَوَّرَ صُورَةً عُذِّبَ وَكُلِّفَ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا وَلَيْسَ بِنَافِخٍ» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenangnya beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mempunyai mimpi yang belum dilihatnya, maka wajib mengikat simpul di antara dua helai rambut dan ia tidak akan melakukannya.” Dan barangsiapa Dia mendengarkan pembicaraan suatu kaum padahal mereka membencinya atau melarikan diri darinya. Pada hari kiamat, pada hari kiamat, dan siapakah yang menyusunnya? Dia disiksa dan diminta untuk meniupnya, tapi dia bukan seorang peniup.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
Sumber
Misykatul Mashabih # 22/4499
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 22: Bab 22