Misykatul Mashabih — Hadis #51597
Hadis #51597
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: لَمَّا اشْتَكَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ بَعْضُ نِسَائِهِ كَنِيسَةً يُقَالُ لَهَا: مَارِيَّةُ وَكَانَتْ أُمُّ سَلمَة وَأم حَبِيبَة أتتا أرضَ الْحَبَشَة فَذَكرنَا مِنْ حُسْنِهَا وَتَصَاوِيرَ فِيهَا فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: «أُولَئِكَ إِذَا مَاتَ فِيهِمُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا ثُمَّ صَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّور أُولَئِكَ شرار خلق الله»
Atas otoritas Aisha, dia berkata: Ketika Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengeluh, dia menyebutkan beberapa istrinya, sebuah gereja bernama: Maria. Dialah Ummu Salama dan Ummu Habibah datang ke negeri Abyssinia dan menyebutkan keindahan serta gambaran yang ada di dalamnya. Kemudian dia mengangkat kepalanya dan berkata: “Itulah saat orang shaleh mati di antara mereka.” Mereka membangun sebuah masjid di atas makamnya dan kemudian membuat gambar-gambar di dalamnya. Itu adalah ciptaan Tuhan yang paling buruk.”
Sumber
Misykatul Mashabih # 22/4508
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 22: Bab 22