Misykatul Mashabih — Hadis #51733
Hadis #51733
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: كُنَّا قُعُودًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْفِتَنَ فَأَكْثَرَ فِي ذِكْرِهَا حَتَّى ذَكَرَ فِتْنَةَ الْأَحْلَاسِ فَقَالَ قَائِلٌ: وَمَا فِتْنَةُ الْأَحْلَاسِ. قَالَ:
" هِيَ هَرَبٌ وَحَرَبٌ ثُمَّ فِتْنَةُ السَّرَّاءِ دَخَنُهَا مِنْ تَحْتِ قَدَمَيْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَزْعُمُ أَنَّهُ مِنِّي وَلَيْسَ مِنِّي إِنَّمَا أَوْلِيَائِي الْمُتَّقُونَ ثُمَّ يَصْطَلِحُ النَّاسُ عَلَى رَجُلٍ كورك على ضلع ثمَّ فتْنَة الدهماء لَا تَدَعُ أَحَدًا مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا لَطْمَتْهُ لَطْمَةً فَإِذَا قِيلَ: انْقَضَتْ تَمَادَتْ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا حَتَّى يَصِيرَ النَّاسُ إِلَى فُسْطَاطَيْنِ: فُسْطَاطِ إِيمَانٍ لَا نِفَاقَ فِيهِ وَفُسْطَاطِ نِفَاقٍ لَا إِيمَانَ فِيهِ. فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَانْتَظِرُوا الدَّجَّالَ مِنْ يَوْمِهِ أَوْ من غده ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari Abdullah bin Omar, dia berkata: Kami sedang duduk bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia menyebutkan godaan, dan dia menyebutkannya berulang kali sampai dia menyebutkan godaan. Ahlas. Ada yang bertanya: Apa godaan kaum Ahlas? Dia berkata: “Ini adalah pelarian dan perang, kemudian godaan kemakmuran, yang dihisap dari bawah kaki manusia Anggota keluargaku mengaku dia dariku, padahal dia bukan dariku, melainkan teman-temanku yang saleh. Kemudian manusia akan berdamai karena laki-laki yang tulang rusuknya retak. Maka perselisihan massa tidak akan meninggalkan siapa pun darinya. suatu bangsa, kecuali jika ia dipukul dengan pukulan, dan ketika dikatakan: Telah berlalu, itu akan terus berlangsung, seseorang akan menjadi beriman dan pada malam harinya akan menjadi kafir, hingga... Manusia akan terjerumus ke dalam dua kubu: kubu keimanan yang tidak ada kemunafikan, dan kubu kemunafikan yang tidak ada keimanan. Jika itu terjadi, tunggulah Dajjal mulai hari ini atau nanti.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Diriwayatkan oleh
Abdullah Ibin Amr (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 27/5403
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 27: Bab 27
Topik:
#Mother