Bulughul Maram — Hadis #53162

Hadis #53162
وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ ‏- رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا { أَنَّهُ طَلَّقَ اِمْرَأَتَهُ ‏- وَهِيَ حَائِضٌ ‏- فِي عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فَسَأَلَ عُمَرُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-عَنْ ذَلِكَ ? فَقَالَ : " مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا , ثُمَّ لْيُمْسِكْهَا حَتَّى تَطْهُرَ , ثُمَّ تَحِيضَ , ثُمَّ تَطْهُرَ , ثُمَّ إِنْ شَاءَ أَمْسَكَ بَعْدُ , وَإِنْ شَاءَ طَلَّقَ بَعْدَ أَنْ يَمَسَّ , فَتِلْكَ اَلْعِدَّةُ اَلَّتِي أَمَرَ اَللَّهُ أَنْ تُطَلَّقَ لَهَا اَلنِّسَاءُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح .‏ رواه البخاري (5251)‏ ، ومسلم ( 1471)‏ (1)‏.‏
Atas wewenang Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu kepada keduanya - bahwa ia menceraikan isterinya - pada waktu isterinya sedang haid - pada masa Rasulullah - semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian - maka ia bertanya kepada Umar Rasulullah - semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian - tentang hal itu? Beliau bersabda: “Suruhlah dia untuk mengambilnya kembali, kemudian menjaganya sampai dia suci, lalu dia haid, lalu dia suci, dan kemudian, jika dia menghendakinya.” Dia boleh menahannya setelah itu, dan jika dia mau, dia boleh menceraikannya setelah dia bersentuhan. Itulah masa penantian yang Allah perintahkan agar perempuan diceraikan. Disepakati. 1.1 - Benar. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5251) dan Muslim (1471) (1).
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Umar (RA)
Sumber
Bulughul Maram # 8/1070
Kategori
Bab 8: Bab 8
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait