57 Hadis
01
Bulughul Maram # 5/650
Abu Hurairah (RA)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ, إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا, فَلْيَصُمْهُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1914 )‏، ومسلم ( 1082 )‏ واللفظ لمسلم.‏
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu - beliau bersabda: Rasulullah - semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian - bersabda: {Jangan mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari, kecuali orang yang berpuasa, maka hendaklah dia berpuasa.} Disepakati 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1914) dan Muslim (1082) dan susunan kata-katanya dibuat oleh Muslim.
02
Bulughul Maram # 5/651
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { مَنْ صَامَ اَلْيَوْمَ اَلَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَدْ عَصَى أَبَا اَلْقَاسِمِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-} وَذَكَرَهُ اَلْبُخَارِيُّ تَعْلِيقًا, وَوَصَلَهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ حِبَّانَ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ علقه البخاري ( 4 / 119 / فتح )‏، ووصله أبو داود ( 2334 )‏، والنسائي ( 4 / 153 )‏، والترمذي ( 686 )‏، وابن ماجه ( 1645 )‏، وابن خزيمة ( 1914 )‏، وابن حبان ( 3577 )‏ من طريق صلة بن زفر قال: كنا عند عمار فأتي بشاة مصلية، فقال: كلوا، فتنحى بعض القوم؛ فقال: إني صائم.‏ فقال عمار: فذكره.‏ وقال الترمذي: " حسن صحيح ".‏ قلت: والحديث لم أجده في " المسند ".‏
Atas wewenang Ammar bin Yasser - radhiyallahu 'anhu - dia berkata: {Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan, dia telah mendurhakai Abu Al-Qasim - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian -} dan dia menyebutkannya. Al-Bukhari mengomentarinya, dan itu diriwayatkan oleh lima orang, dan itu disahkan oleh Ibnu Khuzaymah dan Ibnu Hibban 1.1 - Sahih. Al-Bukhari mengomentarinya (4/119/Fath), dan Abu Dawud meriwayatkannya (2334). ), dan Al-Nasa'i (4/153), Al-Tirmidzi (686), Ibnu Majah (1645), Ibnu Khuzaymah (1914), dan Ibnu Hibban (3577) melalui Silah bin Zufar berkata: Kami bersama Ammar dan dibawakan seekor domba yang berdoa, dan dia berkata: Makanlah, maka sebagian orang menjauh; Dia berkata: Saya sedang berpuasa. Ammar berkata: Jadi dia menyebutkannya. Al-Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih.” Saya berkata: Saya tidak menemukan haditsnya di “Al-Musnad.”
03
Bulughul Maram # 5/652
Abu Hurairah (RA)
وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا [ قَالَ ]: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يَقُولُ: { إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا, وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا, فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏
وَلِمُسْلِمٍ: { فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا [ لَهُ ] 2‏ .‏ ثَلَاثِينَ } 3‏ .‏
وَلِلْبُخَارِيِّ: { فَأَكْمِلُوا اَلْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ } 4‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1900 )‏، ومسلم ( 1080 )‏ ( 8 )‏.‏
‏2 ‏- ساقطة من الأصلين، واستدركها من الصحيح، وهي كذلك موجودة في المطبوع، وفي الشرح.‏‏3 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1080 )‏ ( 4 )‏.‏
‏4 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1907 )‏.‏
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu keduanya, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - mengatakan: {Jika kamu melihatnya, berpuasalah, dan jika kamu melihatnya, berpuasalah. Maka berbukalah puasamu, dan jika cuaca mendung bagimu, maka bersiaplah untuk itu. Yang Disepakati : 1. Dan bagi yang muslim : {Maka jika bagimu mendung, maka bersiaplah untuk itu. 2. Tiga Puluh} 3. Dan menurut Al-Bukhari: {Jadi lengkapi angkanya dengan tiga puluh} 4. 1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1900) dan Muslim (1080) (8). 2 - Dihilangkan dari kedua aslinya, dan dikoreksi dari Sahih, dan ditemukan juga dalam cetakan, dan dalam Penjelasan. 3 - Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1080) (4). 4 - Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1907).
04
Bulughul Maram # 5/653
Abu Hurairah (RA)
وَلَهُ فِي حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- { فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ } 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1909 )‏.‏
Dan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu - {Jadi lengkaplah jumlah Sya`ban sebanyak tiga puluh} 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1909).
05
Bulughul Maram # 5/654
Abu Hurairah (RA)
وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: { تَرَاءَى اَلنَّاسُ اَلْهِلَالَ, فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-أَنِّي رَأَيْتُهُ, فَصَامَ, وَأَمَرَ اَلنَّاسَ بِصِيَامِهِ } رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ, وَالْحَاكِمُ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 2342 )‏، وابن حبان ( 3438 )‏، والحاكم ( 1 / 423 )‏.‏
Dari riwayat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu kepada keduanya, dia berkata: {Orang-orang melihat bulan sabit, maka aku memberitahukan kepada Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - bahwa aku melihatnya, maka dia berpuasa. Dan dia memerintahkan orang-orang untuk berpuasa padanya.} Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan disahkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2342), Ibnu Hibban (3438), dan Al-Hakim (1/). 423).
06
Bulughul Maram # 5/655
Abu Hurairah (RA)
وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ أَعْرَابِيًّا جَاءَ إِلَى اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فَقَالَ: { إِنِّي رَأَيْتُ اَلْهِلَالَ, فَقَالَ: " أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ? " قَالَ: نَعَمْ.‏ قَالَ: " أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اَللَّهِ? " قَالَ: نَعَمْ.‏ قَالَ: " فَأَذِّنْ فِي اَلنَّاسِ يَا بِلَالُ أَنْ يَصُومُوا غَدًا" } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ حِبَّانَ 1‏ وَرَجَّحَ النَّسَائِيُّ إِرْسَالَهُ 2‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه أبو داود ( 2340 )‏، والنسائي ( 4 / 132 )‏، والترمذي ( 691 )‏، وابن ماجه ( 1652 )‏، وابن خزيمة ( 1923 )‏، وابن حبان ( 870 / موارد )‏ من طريق سماك بن حرب، عن عكرمة، عن ابن عباس.‏ وسماك مضطرب في روايته عن عكرمة، وقد اختلف عليه فيه، فمرة موصولا، ومرة مرسلا.‏ قلت: والحديث لم أجده في " المسند ".‏ " تنبيه ": هذا الحديث والذي قبله حجة لبعض المذاهب ‏-كالمذهب الحنبلي مثلا‏- في إثبات دخول الشهر بشاهد واحد، وليس لهم حجة في ذلك، ولقد بينت ذلك في كتاب " الإلمام بآداب وأحكام الصيام " ص ( 15 ‏- 16 )‏ الطبعة الأولى.‏‏2 ‏- نقله الزيلعي في " نصب الراية " ( 2 / 443 )‏، وهو قول الترمذي أيضا في " سننه ".‏
Atas wewenang Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu kepada mereka berdua, bahwa seorang Badui mendatangi Nabi - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - dan berkata: {Sesungguhnya aku melihat bulan sabit. Dia berkata: "Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah? Dia berkata: Ya. Dia berkata: Apakah kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Tuhan? Dia berkata: Ya. Dia berkata: Jadi serukanlah kepada manusia, wahai Bilal. Agar mereka berpuasa besok.” Diriwayatkan oleh Lima, dan disahkan oleh Ibnu Khuzaymah dan Ibnu Hibban 1 dan Al-Nasa'i menganggapnya lebih mungkin untuk dikirim 2. 1 - Lemah. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2340 ), Al-Nasa’i (4/132), Al-Tirmidzi (691), Ibnu Majah (1652), Ibnu Khuzaymah (1923), dan Ibnu Hibban (870/Sumber) melalui Sammak bin Harb, atas wewenang Ikrimah, atas wewenang Ibnu Abbas. Sammak bingung dalam narasinya tentang kewibawaan Ikrimah, dan terjadi perselisihan pendapat mengenai hal itu. Kadang nyambung, kadang mursal. Aku berkata: Dan hadits itu tidak aku temukan di “Al-Musnad”. “Perhatian”: Hadits ini dan hadis sebelumnya menjadi dalil bagi sebagian mazhab – seperti mazhab Hambali misalnya – dalam membuktikan awal bulan dengan satu saksi, dan mereka tidak mempunyai dalil untuk itu. Hal itu saya jelaskan dalam buku “Kenalan Adab dan Hukum Puasa”, hal. (15-16), edisi pertama. 2 - Disampaikan oleh Al-Zayla'i dalam “Nasab”. Al-Raya” (2/443), dan ini juga yang dikatakan Al-Tirmidzi dalam “Sunan”-nya.
07
Bulughul Maram # 5/656
Bunda Orang-Orang Mukmin, Hafsah
وَعَنْ حَفْصَةَ أُمِّ اَلْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا, عَنِ اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ اَلصِّيَامَ قَبْلَ اَلْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَمَالَ النَّسَائِيُّ وَاَلتِّرْمِذِيُّ إِلَى تَرْجِيحِ وَقْفِهِ, وَصَحَّحَهُ مَرْفُوعًا اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ 1‏ .‏
وَلِلدَّارَقُطْنِيِّ: { لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يَفْرِضْهُ مِنَ اَللَّيْلِ } 2‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 2454 )‏، والنسائي ( 4 / 196 )‏، والترمذي ( 730 )‏، وابن ماجه ( 1700 )‏، وأحمد ( 6 / 287 )‏، وابن خزيمة ( 1933 )‏، واللفظ للنسائي، وعن الباقين ‏-عدا ابن ماجه‏- " يجمع " بدل " يبيت " وهي أيضا رواية للنسائي.‏ وأما ابن ماجه فلفظه كلفظ الدارقطني الآتي، وفي " الأصل " ذكر ما يقوي رفعه، وأيضا ذكر ما صححه مرفوعا.‏
‏2 ‏- صحيح.‏ رواه الدارقطني ( 2 / 172 )‏، وهو لفظ ابن ماجه أيضا كما سبق.‏
Atas wewenang Hafsa, Bunda Orang Beriman radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Nabi - semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya - beliau bersabda: “Barang siapa yang tidak berpuasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa.” {Diriwayatkan oleh mereka yang berlima, dan al-Nasa’i dan al-Tirmidzi cenderung lebih memilih wakaf, dan hal itu dikuatkan oleh Ibnu Khuzaymah dan Ibnu Hibban 1. Dan menurut Al-Daraqutni: {Tidak ada puasa bagi orang yang tidak menjalankannya pada malam hari} 2.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2454), Al-Nasa’i (4/196), Al-Tirmidzi (730), dan Ibnu Majah (1700), Ahmad (6/287), dan Ibnu Khuzaymah (1933), dan susunan kata-katanya adalah oleh Al-Nasa’i, dan atas wewenang yang lain – kecuali Ibnu Majah – “dia menggabungkan” bukannya “dia bermalam” dan itu juga merupakan narasi oleh Al-Nasa'i. Adapun Ibnu Majah, perkataannya seperti perkataan Al-Daraqutni berikutnya, dan dalam “Al-Osul” dia menyebutkan apa yang memperkuat kasus nominatifnya, dan juga Beliau menyebutkan apa yang diotentikasi dengan rantai penularan yang dapat ditelusuri kembali ke Nabi. 2 - Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni (2/172), dan itu juga merupakan sabda Ibnu Majah, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya.
08
Bulughul Maram # 5/657
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { دَخَلَ عَلَيَّ اَلنَّبِيُّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-ذَاتَ يَوْمٍ.‏ فَقَالَ: " هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ? " قُلْنَا: لَا.‏ قَالَ: " فَإِنِّي إِذًا صَائِمٌ " ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ, فَقُلْنَا: أُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ, فَقَالَ: " أَرِينِيهِ, فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا " فَأَكَلَ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1154 )‏ ( 170 )‏.‏
Atas otoritas Aisha, semoga Tuhan meridhoinya, dia berkata: {Nabi – semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian – memasukiku suatu hari nanti. Dia berkata: “Apakah kamu punya sesuatu?” Kami menjawab: Tidak. Dia berkata: “Kalau begitu, saya berpuasa.” Kemudian suatu hari datang kepada kami, dan kami berkata: Hays diberikan kepada kami sebagai hadiah. Dia berkata: “Tunjukkan padaku, karena aku telah berpuasa” dan dia makan.} Diriwayatkan oleh Muslim 1 1 - Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1154) (170).
09
Bulughul Maram # 5/658
Sahl bin Sa'd (RA)
وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا, أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { لَا يَزَالُ اَلنَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا اَلْفِطْرَ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1757 )‏، ومسلم ( 1098 )‏.‏ وانظر ‏-رعاك الله‏- إلى قول النبي صلى الله عليه وسلم هذا، وإلى فعل الناس الآن، فإنهم قد ساروا على الحساب الفلكي وزادوا فيه احتياطا، حتى إن إفطار الناس اليوم لا يكون إلا بعد دخول الوقت الشرعي بحوالي عشر دقائق، وعندما تناقش بعضهم ‏-وإن كان ينتسب إلى العلم‏- تسمع منه ما هو بعيد تماما عن الأدلة، بل وترى التنطع، إذ قد يكون بعضهم في الصحراء ويبصر بعينيه غروب الشمس لكنه لا يفطر إلا على المذياع، فيخالف الشرع مرتين.‏ الأولى: بعصيانه في تأخير الفطر، والثانية: في إفطاره على أذان في غير المكان الذي هو فيه، وأنا أعجب والله من هؤلاء الذين يلزمون ‏-من جملة من يلزمون‏- ذلك البدوي في الصحراء بالإفطار على الحساب الفلكي الذي ربما لم يسمع عنه ذلك البدوي أصلا، ولا يلزمونه بما جاءت به الشريعة وبما يعرفه البدوي وغيره، ألا وهو قوله صلى الله عليه وسلم: " إذا أقبل الليل من هاهنا، وأدبر النهار من هاهنا، وغربت الشمس فقد أفطر الصائم".‏ متفق عليه.‏ وعلى هذا كان فعل النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه والسلف الصالح، ولذلك كانوا في خير عظيم، وأما نحن فيكفي أن تنظر إلى حالنا لتعلم أين نحن.‏ والله المستعان.‏ وانظر " الإلمام بآداب وأحكام الصيام " ص ( 21 و 30 )‏.‏
Atas wewenang Sahl bin Saad radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - bersabda: {Orang akan terus sehat selama mereka bersegera berbuka} Disepakati 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1757) dan Muslim (1098). Dan lihatlah - semoga Tuhan melindungi Anda - pada sabda Nabi SAW ini, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan pada tindakan orang-orang sekarang, karena mereka telah mengikuti perhitungan astronomis. Mereka menambahkan kehati-hatian di dalamnya, sampai-sampai orang-orang saat ini tidak membatalkan puasanya sampai kira-kira sepuluh menit setelah dimulainya waktu sah, dan ketika sebagian dari mereka membahasnya – meskipun mereka berkaitan dengan ilmu – Anda mendengar dari mereka sesuatu yang sama sekali jauh dari dalil, bahkan Anda melihat pemborosan, karena ada di antara mereka yang mungkin berada di gurun pasir dan melihat dengan mata kepala sendiri matahari terbenam, tetapi mereka berbuka hanya di radio, sehingga melanggar hukum sebanyak dua kali. Yang pertama: dengan tidak menaatinya dengan menunda berbuka, dan yang kedua: dengan berbuka puasa di radio. Dia mengumandangkan azan di tempat yang berbeda dari tempatnya berada, dan aku takjub, demi Allah, terhadap orang-orang yang – termasuk orang-orang yang mewajibkan – orang Badui di padang gurun itu untuk berbuka puasa menurut perhitungan astronomis yang mungkin belum pernah didengar oleh orang Badui itu sama sekali, dan mereka tidak mewajibkannya terhadap apa yang dibawa oleh syariat dan apa yang diketahui oleh orang Badui dan orang lain, yaitu ucapannya, semoga doa dan salam Allah besertanya: “Jika malam mendekat dari sini, dan siang mendekat dari sini, dan matahari terbenam, maka orang yang berpuasa telah berbuka.” Sepakat. Dan inilah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat serta para pendahulunya yang shaleh, dan oleh karena itu mereka berada dalam kebaikan yang besar. Bagi kami, cukup melihat situasi kami untuk mengetahui di mana kami berada. Dan Tuhan adalah Penolong. Dan lihat “Keakraban dengan Adab dan Hukum Puasa” halaman (21 dan 30).
10
Bulughul Maram # 5/659
Abu Hurairah (RA)
وَلِلتِّرْمِذِيِّ: مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- عَنِ اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { قَالَ اَللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا } 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف: رواه الترمذي ( 700 )‏ وقد بينت علته في " الأصل " وفي " الصيام " للفريابي رقم ( 33 )‏ وبينت هناك ما في كلام الشيخ أحمد شاكر ‏-رحمه الله‏- في تعليقه على " المسند " ( 12 / 232 )‏ من وهم وتساهل.‏
Menurut Al-Tirmidzi: Dari hadits Abu Hurairah - radhiyallahu 'anhu - atas wewenang Nabi - semoga doa dan damai Allah besertanya - dia bersabda: {Tuhan Yang Maha Esa berfirman: Hamba-Ku yang paling aku cintai adalah yang paling cepat di antara mereka. berbuka} 1.1 - Lemah : Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi (700) dan saya jelaskan alasannya dalam “Al-Asl” dan dalam “Puasa” oleh Al-Faryabi No. (33) dan saya jelaskan di sana apa yang ada dalam kata-kata Syekh Ahmed Shaker – semoga Tuhan mengasihaninya – dalam komentarnya tentang “ Al-Musnad” (12/232) dari khayalan dan pemanjaan.
11
Bulughul Maram # 5/660
Anas bin Malik (RA)
وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي اَلسَّحُورِ بَرَكَةً } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1923 )‏، ومسلم ( 1095 )‏.‏
Dari riwayat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu - dia berkata: Rasulullah - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - bersabda: "Makan sahur, karena ada berkah di sahur." Disepakati 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1923) dan Muslim (1095).
12
Bulughul Maram # 5/661
Sulaiman Bin Amir Al-Dabbi
وَعَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ اَلضَّبِّيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- عَنِ اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ, فَإِنَّهُ طَهُورٌ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ وهو مخرج في " الصيام " للفريابي ( 62 )‏، ولكن صح عن أنس رضي الله عنه، أنه قال: ما رأيت النبي صلى الله عليه وسلم قط يصلي حتى يفطر، ولو على شربة ماء.‏ وهو مخرج في نفس المصدر برقم ( 67 )‏.‏
Atas wewenang Salman bin Amer Al-Dhabi - radhiyallahu 'anhu - atas wewenang Nabi - semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya - beliau bersabda: {Jika salah seorang di antara kalian berbuka puasa, hendaklah ia berbuka puasa dengan kurma, tetapi jika ia tidak menemukannya, hendaklah ia berbuka puasa dengan air, karena itu bersuci.” Diriwayatkan oleh Lima, dan disahkan oleh Ibnu Khuzaymah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim 1.1 - Lemah. Hal ini dikutip dalam “ Puasa” yang diriwayatkan oleh Al-Faryabi (62), namun shahih dari riwayat Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bersabda: Aku belum pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat hingga berbuka walaupun dengan minum air putih, diriwayatkan pada sumber yang sama pada nomor (67).
13
Bulughul Maram # 5/662
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { نَهَى رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-عَنِ اَلْوِصَالِ, فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اَلْمُسْلِمِينَ: فَإِنَّكَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ تُوَاصِلُ? قَالَ: " وَأَيُّكُمْ مِثْلِي? إِنِّي أَبِيتُ يُطْعِمُنِي رَبِّي وَيَسْقِينِي ".‏ فَلَمَّا أَبَوْا أَنْ يَنْتَهُوا عَنِ اَلْوِصَالِ وَاصَلَ بِهِمْ يَوْمًا, ثُمَّ يَوْمًا, ثُمَّ رَأَوُا اَلْهِلَالَ, فَقَالَ: " لَوْ تَأَخَّرَ اَلْهِلَالُ لَزِدْتُكُمْ " كَالْمُنَكِّلِ لَهُمْ حِينَ أَبَوْا أَنْ يَنْتَهُوا } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ روه البخاري ( 1965 )‏، ومسلم ( 1103 )‏.‏
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu - dia berkata: {Rasulullah - semoga Allah SWT mengharamkan hubungan intim, maka seorang laki-laki muslim berkata: Sesungguhnya wahai Rasulullah, semoga Allah meneruskannya? Dia berkata: "Dan siapa di antara kamu yang seperti aku? Aku menolak Tuhanku memberiku makan dan minum." Ketika mereka menolak untuk berhenti bergabung dengannya, dia melanjutkan bersama mereka. Sehari, lalu sehari, kemudian mereka melihat bulan sabit, dan dia berkata: “Seandainya bulan sabit itu tertunda, niscaya aku akan memberimu lebih banyak,” sebagai hukuman bagi mereka ketika mereka menolak untuk berhenti.} Disepakati 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1965) dan Muslim (1103).
14
Bulughul Maram # 5/663
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ اَلزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ, وَالْجَهْلَ, فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ } رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ, وَأَبُو دَاوُدَ وَاللَّفْظُ لَهُ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 6057 )‏، وأبو داود ( 2362 )‏، ووهم الحافظ رحمه الله في نسبة هذا اللفظ لأبي داود دون البخاري؛ إذ هو لفظ البخاري حرفا حرفا سوى أنه قال: " حاجة أن يدع " بدون " في " ولا أثر لذلك.‏ وأما أبو داود فليس عنده: " والجهل " وما أظن الحافظ ذكر أبا داود ولا عزه إليه إلا من أجل هذا اللفظ.‏ والله أعلم.‏
Atas wewenangnya, beliau berkata: Rasulullah SAW – semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian – bersabda: {Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan yang tidak benar, dan ketidaktahuan, maka Tuhan tidak perlu dia menyerah. Makanan dan minumannya} Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Abu Dawud, dan pengucapannya adalah 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6057) dan Abu Dawud (2362), dan Al-Hafiz, semoga Tuhan mengasihaninya, salah dalam menghubungkan kata ini dengan Abu Dawud tanpa Bukhari; Karena itu adalah perkataan Al-Bukhari kata demi kata kecuali dia berkata: “Ada kebutuhan untuk meninggalkan “tanpa” di” dan tidak ada jejaknya. Adapun Abu Dawud, dia tidak mempunyai: “dan ketidaktahuan.” Dan menurut saya Al-Hafiz tidak menyebut Abu Dawud atau mengaitkannya dengan dia kecuali kalimat ini. Dan Tuhan tahu yang terbaik.
15
Bulughul Maram # 5/664
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ, وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ, وَلَكِنَّهُ أَمْلَكُكُمْ لِإِرْبِهِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ 1‏ .‏
وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ: { فِي رَمَضَانَ } 2‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1927 )‏، ومسلم ( 1106 )‏، ( 65 )‏.‏
‏2 ‏- مسلم ( 1106 )‏ ( 71 )‏.‏
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: {Rasulullah - semoga Allah SWT - sallallahu alaihi wa sallam - biasa berciuman saat dia berpuasa, dan dia saling menyapa saat dia berpuasa, tapi dia kekuasaanmu adalah untuk Tuhannya. Disepakati, dan kata-katanya adalah Muslim 1. Dia menambahkan dalam sebuah narasi: {Di bulan Ramadhan} 2. 1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1927) dan Muslim (1106), (65). 2 - Muslim (1106) (71) ).
16
Bulughul Maram # 5/665
Abu Hurairah (RA)
وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-اِحْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ, وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ } رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1938 )‏ وتكلم بعضهم في الحديث، لكن كما قال الحافظ في " الفتح " ( 4 / 178 )‏: " الحديث صحيح لا مرية فيه ".‏ وانظر رقم ( 737 )‏.‏
Atas wewenang Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu; {Nabi – semoga doa dan damai Allah besertanya – bekam saat dalam keadaan Muharram, dan dia bekam saat berpuasa.) Diriwayatkan oleh Al-Bukhari 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1938) Ada di antara mereka yang berbicara tentang hadits, namun seperti yang dikatakan Al-Hafiz dalam “Al-Fath” (4/178): “Hadits itu shahih dan tidak ada keraguan tentangnya.” Lihat No. (737).
17
Bulughul Maram # 5/666
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-أَتَى عَلَى رَجُلٍ بِالْبَقِيعِ وَهُوَ يَحْتَجِمُ فِي رَمَضَانَ.‏ فَقَالَ: " أَفْطَرَ اَلْحَاجِمُ [ وَالْمَحْجُومُ ] " } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا اَلتِّرْمِذِيَّ, وَصَحَّحَهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ حِبَّانَ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 2369 )‏، والنسائي في " الكبرى " ( 3144 )‏، وابن ماجه ( 1681 )‏، وأحمد ( 5 / 283 )‏، وابن حبان ( 5 / 218 ‏- 219 )‏ وما بين الحاصرتين سقط من " أ "، وهذا من سهو الناسخ.‏ والله أعلم.‏ وتصحيح أحمد نقله الحاكم في " المستدرك " ( 1 / 430 )‏.‏ وأما عزوه لابن خزيمة فلا أظنه إلا وهما.‏ والله أعلم.‏ " تنبيه ": قال الذهبي في " التنقيح " ( ق / 89 / أ )‏: " قوله: بالبقيع.‏ خطأ فاحش، فإن النبي صلى الله عليه وسلم كان يوم التاريخ المذكور في مكة، اللهم إلا أن يريد بالبقيع السوق ".‏
Atas wewenang Shaddad bin Aws - radhiyallahu 'anhu - {bahwa Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - mendatangi seorang pria di Al-Baqi' ketika dia sedang bekam di bulan Ramadhan. Beliau bersabda: “Orang yang melakukan bekam [dan orang yang dibekam] berbuka.” Diriwayatkan oleh lima orang kecuali Al-Tirmidzi, dan disahkan oleh Ahmad, Ibnu Khuzaymah, dan Ibnu Hibban 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2369), Al-Nasa’i dalam “Al-Kubra” (3144), Ibnu Majah (1681), Ahmad (5/283), dan Ibnu Hibban (5/218-219) dan apa yang ada di antara kedua ayat tersebut dihilangkan dari “a,” dan ini merupakan kekeliruan dari penyalin. Dan Tuhan tahu yang terbaik. Koreksi Ahmad diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam “Al-Mustadrak” (1) / 430). Adapun atribusinya terhadap Ibnu Khuzaymah, menurut saya itu hanyalah ilusi belaka. Dan Tuhan tahu yang terbaik. “Peringatan” : Al-Dhahabi berkata dalam “Al-Tanqih” (Q./89/A): “Perkataannya: dalam Al-Baqi’ adalah kesalahan besar, karena Nabi Muhammad SAW adalah pada hari kiamat. Tanggal tersebut di Mekkah ya Allah, kecuali yang dimaksud adalah pasar di Al-Baqi.”
18
Bulughul Maram # 5/667
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { أَوَّلُ مَا كُرِهَتِ اَلْحِجَامَةُ لِلصَّائِمِ; أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ أَبِي طَالِبٍ اِحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ, فَمَرَّ بِهِ اَلنَّبِيُّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فَقَالَ:
" أَفْطَرَ هَذَانِ ", ثُمَّ رَخَّصَ اَلنَّبِيُّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-بَعْدُ فِي اَلْحِجَامَةِ لِلصَّائِمِ, وَكَانَ أَنَسٌ يَحْتَجِمُ وَهُوَ صَائِمٌ } رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَقَوَّاهُ 1‏ .‏‏1 ‏- منكر.‏ رواه الدارقطني ( 2 / 182 / 7 )‏ وقال: " كلهم ثقات، ولا أعلم له علة ".‏ قلت: وفي الأصل ذكرت جماعة ممن أنكروا الحديث أحدهم الحافظ نفسه.‏
Dari riwayat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu - dia berkata: {Untuk pertama kalinya, bekam tidak disukai oleh orang yang berpuasa; Jafar bin Abi Thalib melakukan bekam saat berpuasa, maka Nabi - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - melewatinya dan berkata: “Keduanya telah berbuka.” Kemudian Nabi – semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian – memberikan izin. -Setelah bekam bagi orang yang berpuasa, dan Anas pun Dia menggunakan bekam saat dia berpuasa. Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni dan Kelebihannya 1.1 - Munkar. Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni (2/182/7) dan dia berkata: “Mereka semua dapat dipercaya, dan saya tidak mengetahui ada kesalahan apa pun padanya.” Saya berkata: Dalam aslinya saya menyebutkan sekelompok orang yang mengingkari hadits, salah satunya adalah Al-Hafiz sendiri.
19
Bulughul Maram # 5/668
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا, { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-اِكْتَحَلَ فِي رَمَضَانَ, وَهُوَ صَائِمٌ } رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهْ بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ 1‏ .‏
قَالَ اَلتِّرْمِذِيُّ: لَا يَصِحُّ فِيهِ شَيْءٌ 2‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه ابن ماجه ( 1678 )‏.‏
‏2 ‏- هكذا في الأصلين، وفي المطبوع من " البلوغ " والشرح: " لا يصح في هذا الباب شيء ".‏ وفي " السنن " ( 3 / 105 )‏ " لا يصح عن النبي صلى الله عليه وسلم شيء ".‏
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, {bahwa Nabi - semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian - menerapkan kohl selama Ramadhan, ketika dia berpuasa} Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan rantai transmisi Lemah 1. Al-Tirmidzi berkata: Tidak ada yang sah di dalamnya. 2. 1 - Lemah. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1678). 2 - Jadi dalam dua versi asli, dan dalam versi cetak “Al-Bulugh” dan Sharh: “Tidak ada yang sah dalam bagian ini.” Dan di “ Al-Sunan (3/105) “Tidak ada sesuatu pun yang shahih dari Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.”
20
Bulughul Maram # 5/669
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ, فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ, فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ, فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اَللَّهُ وَسَقَاهُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1933 )‏، ومسلم ( 1155 )‏، واللفظ لمسلم.‏
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu - dia berkata: Rasulullah - semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya - bersabda: "Barangsiapa yang lupa saat berpuasa dan makan atau minum, maka hendaklah dia menyempurnakan puasanya. Sebab Allah hanya memberinya makan dan memberinya minum." Disepakati 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1933) dan Muslim (1155), dan pengucapannya oleh Muslim.
21
Bulughul Maram # 5/670
Abu Hurairah (RA)
وَلِلْحَاكِمِ: { مَنْ أَفْطَرَ فِي رَمَضَانَ نَاسِيًا فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَلَا كَفَّارَةَ } وَهُوَ صَحِيحٌ 1‏ .‏‏1 ‏- حسن.‏ رواه الحاكم ( 1 / 430 )‏ إذ في سنده محمد بن عمرو بن علقمة، وهو حسن الحديث.‏ وقد فات الحافظ أن ينسب الحديث لمن هو أعلى من الحاكم كابن خزيمة مثلا ( 1990 )‏ وغيره.‏
Dan kepada Al-Hakim: {Barangsiapa berbuka puasa di bulan Ramadhan karena lupa, maka tidak ada qadha dan tidak ada kafaratnya} dan itu shahih. 1. 1 - Hasan. Diriwayatkan oleh Al-Hakim (1/430), yang dalam rantai penularannya adalah Muhammad bin Amr bin Alqamah, dan itu adalah hasan. Hadits. Al-Hafiz tidak mengerti maksudnya mengaitkan hadits tersebut dengan seseorang yang lebih tinggi dari penguasa, seperti Ibnu Khuzaymah misalnya (1990) dan lain-lain.
22
Bulughul Maram # 5/671
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ مَنْ ذَرَعَهُ اَلْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ, وَمَنْ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ اَلْقَضَاءُ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ 1‏ .‏
وَأَعَلَّهُ أَحْمَدُ 2‏ .‏
وَقَوَّاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ 3‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 2380 )‏، والنسائي في " الكبرى " ( 2 / 215 )‏، والترمذي ( 720 )‏، وابن ماجه ( 1676 )‏، وأحمد ( 2 / 498 )‏.‏
‏2 ‏- قال البيهقي في " السنن الكبرى " ( 4 / 219 )‏: " قال أبو داود: سمعت أحمد بن حنبل يقول: ليس من ذا شيء ".‏ فقال الخطابي: " قلت: يريد أن الحديث غير محفوظ ".‏ قلت: وأعله أيضا غير الإمام أحمد وما ذلك إلا لظنهم تفرد أحد رواته وليس كذلك كما هو مبين بالأصل.‏
‏3 ‏- إذا قال في " السنن " ( 2 / 184 )‏: " رواته كلهم ثقات ".‏
Dari Abu Hurairah beliau bersabda: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam - bersabda: “Barangsiapa terkena muntah, maka ia harus menggantinya, dan siapa yang muntah, maka ia harus menggantinya.” Diriwayatkan Lima 1. Yang paling menonjol adalah Ahmad 2. Kekuatannya adalah al-Daraqutni 3. 1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2380), Al-Nasa’i dalam “Al-Kubra” (2/215), Al-Tirmidzi (720), dan Ibnu Majah (1676 ), dan Ahmad (2/498). 2 - Al-Bayhaqi berkata dalam “Al-Sunan Al-Kubra” (4/219): “Abu Dawud berkata: Aku mendengar Ahmad bin Hanbal berkata: Tidak ada apa-apa dari ini.” Al-Khattabi berkata: “Saya berkata: Maksudnya hadis tersebut tidak dilestarikan.” Saya berkata: Dan ada juga selain Imam Ahmad yang mengaitkannya, dan itu hanya karena mereka menganggap salah satu perawinya unik, dan tidak seperti yang ditunjukkan dalam aslinya. 3 - Jika beliau berkata dalam “Al-Sunan” (2/184): “Semua perawinya dapat dipercaya.”
23
Bulughul Maram # 5/672
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; { أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-خَرَجَ عَامَ اَلْفَتْحِ إِلَى مَكَّةَ فِي رَمَضَانَ, فَصَامَ حَتَّى بَلَغَ كُرَاعَ الْغَمِيمِ, فَصَامَ اَلنَّاسُ, ثُمَّ دَعَا بِقَدَحٍ مِنْ مَاءٍ فَرَفَعَهُ, حَتَّى نَظَرَ اَلنَّاسُ إِلَيْهِ, ثُمَّ شَرِبَ, فَقِيلَ لَهُ بَعْدَ ذَلِكَ: إِنَّ بَعْضَ اَلنَّاسِ قَدْ صَامَ.‏ قَالَ:
"أُولَئِكَ اَلْعُصَاةُ, أُولَئِكَ اَلْعُصَاةُ" } 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1114 )‏ ( 90 )‏.‏
Atas wewenang Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu keduanya; {Rasulullah – semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian – keluar pada tahun penaklukan Mekkah di bulan Ramadhan, dan berpuasa sampai dia mencapai kedalaman awan, maka orang-orang berpuasa, lalu dia memanggil Dengan secangkir air, dia mengangkatnya sampai orang-orang melihatnya, lalu dia minum, dan hal itu diucapkan kepadanya setelahnya Artinya: Ada orang yang telah berpuasa. Beliau bersabda: “Mereka itulah orang-orang durhaka, itulah orang-orang durhaka.”} 1 .1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1114) (90).
24
Bulughul Maram # 5/673
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَمْرٍو الْأَسْلَمِيِّ رِضَى اَللَّهُ عَنْهُ; أَنَّهُ قَالَ: { يَا رَسُولَ اَللَّهِ! أَجِدُ بِي قُوَّةً عَلَى اَلصِّيَامِ فِي اَلسَّفَرِ, فَهَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ? فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-
" هِيَ رُخْصَةٌ مِنَ اَللَّهِ, فَمَنْ أَخَذَ بِهَا فَحَسَنٌ, وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَصُومَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ " } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1121 )‏ ( 107 )‏.‏
Atas wewenang Hamzah bin Amr Al-Aslami radhiyallahu 'anhu; Dia berkata: {Wahai Rasulullah! Saya menemukan bahwa saya memiliki kekuatan untuk berpuasa saat bepergian, jadi apakah ada kesalahan pada saya? Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam - bersabda, “Itu adalah keringanan dari Tuhan, maka siapa yang mengambilnya maka ia akan mendapat kebaikan, dan siapa yang gemar berpuasa, maka ia tidak berdosa.” } Diriwayatkan Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1121) (107).
25
Bulughul Maram # 5/674
Abu Hurairah (RA)
وَأَصْلُهُ فِي
" اَلْمُتَّفَقِِ " مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ; { أَنَّ حَمْزَةَ بْنَ عَمْرٍو سَأَلَ } 1‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 4 / 179 / فتح )‏، ومسلم ( 2 / 789 )‏ وتمامه: رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الصيام في السفر، فقال: " إن شئت فصم، وإن شئت فافطر ".‏
Asal usulnya ada di “Al-Mutaffaq” dari hadits Aisha; {Itu yang ditanyakan Hamzah bin Amr} 11 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4/179/Fath), dan Muslim (2/789) dan Lengkapnya: Rasulullah SAW, tentang puasa di perjalanan, dan beliau bersabda: “Jika kamu mau, maka puasalah, dan jika kamu mau, maka berbukalah.”
26
Bulughul Maram # 5/675
Abu Hurairah (RA)
وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ ‏-رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا‏- قَالَ: { رُخِّصَ لِلشَّيْخِ اَلْكَبِيرِ أَنْ يُفْطِرَ, وَيُطْعِمَ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا, وَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ } رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ, وَالْحَاكِمُ, وَصَحَّحَاهُ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه الدارقطني ( 2 / 205 / 6 )‏، والحاكم ( 1 / 440 )‏، وقال الدارقطني: وهذا الإسناد صحيح.‏ وقال الحاكم: حديث صحيح على شرط البخاري.‏
Atas wewenang Ibnu Abbas – semoga Allah meridhoi mereka berdua – dia berkata: {Syekh tua itu diberi izin untuk berbuka puasa, dan memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari, dan Dia tidak menghilangkannya. Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni dan Al-Hakim yang membenarkannya 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni (2/205/6) dan Al-Hakim (1/440), dan Al-Daraqutni berkata: Rantai penularan ini shahih. Al-Hakim berkata: Sebuah hadits shahih. Menurut kondisi Al-Bukhari...
27
Bulughul Maram # 5/676
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { جَاءَ رَجُلٌ إِلَى اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فَقَالَ: هَلَكْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ.‏ قَالَ: " وَمَا أَهْلَكَكَ ? " قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى اِمْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ، فَقَالَ: " هَلْ تَجِدُ مَا تَعْتِقُ رَقَبَةً? " قَالَ: لَا.‏ قَالَ: " فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ? " قَالَ: لَا.‏ قَالَ: " فَهَلْ تَجِدُ مَا تُطْعِمُ سِتِّينَ مِسْكِينًا? " قَالَ: لَا, ثُمَّ جَلَسَ, فَأُتِي اَلنَّبِيُّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ.‏ فَقَالَ: " تَصَدَّقْ بِهَذَا ", فَقَالَ: أَعَلَى أَفْقَرَ مِنَّا? فَمَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا, فَضَحِكَ اَلنَّبِيُّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ، ثُمَّ قَالَ: "اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ " } رَوَاهُ اَلسَّبْعَةُ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1936 )‏، ومسلم ( 1111 )‏، وأبو داود ( 2390 )‏، والنسائي في " الكبرى " ( 2 / 212 ‏- 213 )‏، والترمذي ( 724 )‏، وابن ماجه ( 1671 )‏، وأحمد ( 2 / 208 و 241 و 281 و 516 )‏.‏
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu - dia berkata: {Seseorang mendatangi Nabi - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - dan berkata: Kamu telah binasa, wahai Rasulullah. Dia berkata: “Dan apa yang menghancurkanmu?” Dia berkata: Saya menyetubuhi istri saya pada bulan Ramadhan, dan dia berkata: “Dapatkah kamu menemukan sesuatu yang dapat membebaskan seorang budak?” Dia berkata: Tidak. Dia berkata: “Bolehkah kamu berpuasa selama dua bulan?” berturut-turut? Dia berkata: Tidak. Dia berkata: Apakah kamu mempunyai cukup uang untuk memberi makan enam puluh orang miskin? Dia berkata: Tidak, lalu dia duduk, dan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam - dibawakan keranjang berisi kurma. Beliau bersabda, “Sedekahkanlah ini.” Lalu dia berkata: Apakah kamu lebih miskin dari kami? Jadi apa yang ada di antara keduanya? Dia ingin dia menjadi keluarga yang lebih membutuhkan dia daripada kita. Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, tertawa. Dan saw - sampai taringnya terlihat, lalu dia berkata: "Pergi dan beri makan keluargamu." Diriwayatkan oleh Tujuh, dan susunan kata dari Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1936), Muslim (1111), Abu Dawud (2390), Al-Nasa’i dalam “Al-Kubra” (2/212-213), Al-Tirmidzi (724), Ibnu Majah (1671), dan Ahmad (2/208, 241, 281, 516).
28
Bulughul Maram # 5/678
Abu Hurairah (RA)
677 678‏- وَعَنْ عَائِشَةَ وَأُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ, ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏
زَادَ مُسْلِمٌ فِي حَدِيثِ أُمِّ سَلَمَةَ: [ وَ ] لَا يَقْضِي 2‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 4 / 143 / فتح )‏، ومسلم ( 1109 )‏، ولقد ساق الحافظ الحديث بالمعنى، وإلا: فلفظ البخاري؛ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يدركه الفجر وهو جنب من أهله، ثم يغتسل ويصوم.‏ وأما لفظ مسلم: كان النبي صلى الله عليه وسلم يصبح جنبا من غير حلم، ثم يصوم.‏
‏2 ‏- مسلم ( 2 / 780 / 77 )‏.‏ والزيادة سقطت من " أ ".‏
677 678 - Atas wewenang Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu 'anhu, {bahwa Nabi - semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian - biasa bangun di pagi hari sambil melakukan hubungan intim, kemudian dia akan mandi. Dan dia berpuasa} Setuju. 1. Muslim menambahkan dalam hadits Ummu Salamah: [Dan] dia tidak mengqadha. 2. 1 - Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4/143/Fath), dan Muslim (1109), dan Al-Hafiz meriwayatkan hadits. Artinya, sebaliknya: Al-Bukhari berkata: Rasulullah SAW biasa subuh ketika dia sedang dalam keadaan najis bersama keluarganya, kemudian dia mandi dan berpuasa. Adapun sabda Muslim: Nabi Muhammad SAW akan bangun dalam keadaan najis tanpa bermimpi, lalu berpuasa. 2 - Muslim (2/780/77). Penambahan tersebut dihilangkan dari “a.”
29
Bulughul Maram # 5/679
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1952 )‏ ومسلم ( 1147 )‏.‏ " تنبيه ": الصوم الذي في هذا الحديث هو صوم النذر فقط، كما كنت بينت ذلك في كتابي " الإلمام بآداب وأحكام الصيام " الطبعة الأولى ص ( 65 ‏- 66 )‏.‏
Atas otoritas Aisha, semoga Tuhan meridhoi dia; Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - bersabda: “Barangsiapa meninggal dunia dan wajib berpuasa, maka walinya akan berpuasa atas namanya.” Disepakati 1. 1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1952) dan Muslim (1147). “Peringatan”: Puasa yang disebutkan dalam hadits ini hanyalah puasa sunnah saja, sebagaimana telah saya jelaskan dalam buku saya “Keakraban dengan Adab dan Hukum Puasa,” edisi pertama, hal. 65-66.
30
Bulughul Maram # 5/680
Abu Hurairah (RA)
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ اَلْأَنْصَارِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ.‏ قَالَ: " يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ", وَسُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ.‏ قَالَ: " يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ " وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ اَلِاثْنَيْنِ, قَالَ: " ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ " } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1162 )‏ ( 197 )‏، وساقه الحافظ بتقديم وتأخير.‏
Atas wewenang Abu Qatada Al-Ansari - radhiyallahu 'anhu - {bahwa Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - ditanya tentang puasa pada hari Arafah. Beliau menjawab: “Ini menghapuskan Sunnah.” “Ini menghapuskan setahun yang lalu,” dan beliau ditanya tentang puasa pada hari Senin. Dia berkata: “ Pada hari itulah aku dilahirkan, dan pada hari itulah aku diutus, atau pada hari itulah diturunkan kepadaku.” Diriwayatkan oleh Muslim 1. 1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1162) (197), dan Al-Hafiz meriwayatkannya dengan pendahuluan dan penundaan.
31
Bulughul Maram # 5/681
Abu Ayyub Al-Ansari (RA)
وَعَنْ أَبِي أَيُّوبَ اَلْأَنْصَارِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { مَنْ صَامَ رَمَضَانَ, ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1164 )‏.‏
Dari hadis Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah - semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian - bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari Syawal, maka seperti puasa abadi. Diriwayatkan oleh Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1164).
32
Bulughul Maram # 5/682
Abu Said Al Khudri (RA)
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اَللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اَللَّهُ بِذَلِكَ اَلْيَوْمِ عَنْ وَجْهِهِ 1‏ اَلنَّارَ سَبْعِينَ خَرِيفًا } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ 2‏ .‏‏1 ‏- في مسلم وأيضا البخاري: " وجهه عنه ".‏‏2 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2840 )‏، ومسلم ( 1153 )‏.‏
Atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri radhiyallahu 'anhu - dia berkata: Rasulullah - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - bersabda: {Tidak ada hamba yang berpuasa sehari di jalan Allah tanpa pergi jauh. Pada hari itu dari wajah-Nya. 1 - Api selama tujuh puluh hari. Disepakati, dan perkataannya dari Muslim 2. 1 - Dalam Muslim dan juga Al-Bukhari: “Wajahnya dari Dia.” 2 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2840) dan Muslim (1153).
33
Bulughul Maram # 5/683
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ, وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ, وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ, وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1969 )‏، ومسلم ( 1156 )‏ ( 175 )‏.‏
Atas wewenang Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: {Rasulullah - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - biasa berpuasa sampai kami mengatakan dia tidak akan membatalkan puasanya, dan dia akan membatalkan puasanya sampai kami mengatakan tidak. Dia berpuasa, dan aku belum pernah melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam - menyelesaikan puasanya di bulan apa pun kecuali Ramadhan, dan aku belum pernah melihatnya berpuasa lebih dari sebulan selain Ramadhan. Sya`ban} Disepakati, dan pengucapannya untuk Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1969) dan Muslim (1156) (175).
34
Bulughul Maram # 5/684
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { أَمَرَنَا رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-أَنْ نَصُومَ مِنْ اَلشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ: ثَلَاثَ عَشْرَةَ, وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ } رَوَاهُ النَّسَائِيُّ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ 1‏ .‏‏1 ‏- حسن.‏ رواه النسائي ( 4 / 222 )‏، والترمذي ( 761 )‏، وابن حبان ( 3647 و 3648 )‏، وقال الترمذي: " هذا حديث حسن ".‏
Atas wewenang Abu Dzar - semoga Tuhan meridhoi dia - dia berkata: {Utusan Tuhan - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - memerintahkan kita untuk berpuasa tiga hari dalam sebulan: tiga belas, empat Sepuluh dan lima belas} Diriwayatkan oleh Al-Nasa'i dan Al-Tirmidzi, dan disahkan oleh Ibnu Hibban 1.1 - Hassan. Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i (4/222), Al-Tirmidzi (761), dan Ibnu Hibban (3647 dan 3648), dan beliau berkata Al-Tirmidzi: “Ini adalah hadis yang baik.”
35
Bulughul Maram # 5/685
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ 1‏ .‏
وَزَادَ أَبُو دَاوُدَ: { غَيْرَ رَمَضَانَ } 2‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 5195 )‏، ومسلم ( 1026 )‏، وزاد البخاري: " ولا تأذن في بيته إلا بإذنه، وما أنفقت من نفقة عن غير أمره، فإنه يؤدى إليه شطره ".‏ ومثله لمسلم إلا أنه قال: " … من كسبه من غير أمره فإن نصف أجره له ".‏
‏2 ‏- السنن ( 2458 )‏ وإسنادها صحيح.‏
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah - semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian - bersabda: "Tidak boleh bagi seorang wanita untuk berpuasa sementara suaminya menjadi saksi kecuali dengan izin-Nya. Disetujui, dan kata-katanya oleh Al-Bukhari 1. Abu Dawud menambahkan: {selain Ramadhan} 2. 1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5195) dan Muslim (1026). Al-Bukhari menambahkan: “Janganlah mengumandangkan azan di rumahnya Kecuali dengan izinnya, dan berapapun biaya yang kamu keluarkan tanpa perintahnya, setengahnya akan dikembalikan kepadanya.” Hal yang sama juga diriwayatkan oleh Muslim, hanya saja beliau bersabda: “...barang siapa yang memperolehnya tanpa perintahnya, maka separuh pahalanya menjadi miliknya.” 2 - Al-Sunan (2458) dan rantai penularannya shahih.
36
Bulughul Maram # 5/686
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ: يَوْمِ اَلْفِطْرِ وَيَوْمِ اَلنَّحْرِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1991 )‏، ومسلم ( 2 / 800 / 141 )‏ واللفظ لمسلم.‏
Atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri - radhiyallahu 'anhu - {bahwa Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - melarang puasa pada dua hari: hari berbuka dan hari kurban} Disepakati 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1991) dan Muslim (2/800/141) dan susunan kata-katanya dibuat oleh Muslim.
37
Bulughul Maram # 5/687
Nubaisyah Al-Hudhali
وَعَنْ نُبَيْشَةَ اَلْهُذَلِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ أَيَّامُ اَلتَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ, وَذِكْرٍ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1141 )‏، وليس فيه لفظ: " عز وجل ".‏
Atas otoritas Nabesha Al-Hudhali - radhiyallahu 'anhu - dia berkata: Rasulullah - semoga doa dan damai Allah besertanya - bersabda: "Hari-hari Tashreeq adalah hari makan dan minum, dan mengingat Tuhan." Maha Suci Dia.} Diriwayatkan oleh Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1141), dan tidak ada kata di dalamnya: “Maha Suci Allah.”
38
Bulughul Maram # 5/688
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ وَابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا: { لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ اَلتَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدِ اَلْهَدْيَ } رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 4 / 242 / فتح )‏.‏
Atas wewenang Aisyah dan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, mereka berkata: "Pada hari Tashreeq, tidak diperbolehkan berpuasa kecuali bagi orang yang tidak dapat menemukan hewan kurban." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4/242/Fath).
39
Bulughul Maram # 5/689
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- عَنِ اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { لَا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ اَلْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اَللَّيَالِي, وَلَا تَخْتَصُّوا يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اَلْأَيَّامِ, إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1144 )‏ ووقع هكذا بالأصل في الموضعين " تختصوا ".‏ وفي " أ ": " تختصوا " في الموضعين بدون التاء، والذي في " مسلم " بإثبات التاء في الأول، وحذفها في الثاني.‏
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu atas wewenang Nabi SAW - radhiyallahu 'anhu - beliau bersabda: {Janganlah kamu mengkhususkan malam jumat sebagai malam shalat di antara malam-malam, dan janganlah kamu mengkhususkan malam jumat dengan puasa pada hari-harinya, kecuali pada saat puasa salah seorang di antara kalian berpuasa} Diriwayatkan oleh Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1144) Awalnya terjadi seperti ini di dua tempat: “mereka berspesialisasi.” Dan pada “A”: “mereka mengkhususkan” pada dua tempat tanpa ta’, yaitu pada “Muslim” dengan menegaskan ta’ pada tempat pertama, dan menghapusnya pada tempat kedua.
40
Bulughul Maram # 5/690
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ, إِلَّا أَنْ يَصُومَ يَوْمًا قَبْلَهُ, أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1985 )‏، ومسلم ( 1144 )‏ ( 147 )‏، وتصرف الحافظ في بعض ألفاظه.‏
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu - dia berkata: Rasulullah - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - bersabda: {Tidak seorang pun di antara kalian boleh berpuasa pada hari Jumat, kecuali dia berpuasa pada hari sebelumnya, atau sehari setelahnya} Disepakati 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1985) dan Muslim (1144) (147), dan Al-Hafiz menafsirkan sebagian perkataannya.
41
Bulughul Maram # 5/691
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَانَ فَلَا تَصُومُوا } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَاسْتَنْكَرَهُ أَحْمَدُ 1‏ .‏‏1 ‏- حسن.‏ رواه أبو داود ( 2337 )‏، والنسائي في " الكبرى " ( 2 / 172 )‏، والترمذي ( 738 )‏، وابن ماجه ( 1651 )‏، وأحمد ( 2 / 442 )‏، واللفظ لأبي داود.‏ وقال الترمذي: حسن صحيح ".‏
Atas wewenang Abu Hurairah - radhiyallahu 'anhu - bahwa Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - bersabda: {Ketika pertengahan Sya`ban tiba, jangan berpuasa} Diriwayatkan oleh Lima, Ahmad mencelanya 1.1 - Hassan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2337), Al-Nasa’i dalam “Al-Kubra” (2/172), Al-Tirmidzi (738), Ibnu Majah (1651), dan Ahmad (2/442), dan susunan katanya oleh Abu Dawud. Dia berkata Al-Tirmidzi: Hassan Sahih
42
Bulughul Maram # 5/692
Samma' Binti Busr
وَعَنِ اَلصَّمَّاءِ بِنْتِ بُسْرٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { لَا تَصُومُوا يَوْمَ اَلسَّبْتِ, إِلَّا فِيمَا اِفْتُرِضَ عَلَيْكُمْ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلَّا لِحَاءَ عِنَبٍ, أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهَا } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ, إِلَّا أَنَّهُ مُضْطَرِبٌ 1‏ .‏
وَقَدْ أَنْكَرَهُ مَالِكٌ 2‏ .‏
وَقَالَ أَبُو دَاوُدَ: هُوَ مَنْسُوخٌ 3‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 2421 )‏، والنسائي في " الكبرى " ( 2 / 143 )‏، والترمذي ( 744 )‏، وابن ماجه ( 1726 )‏، وأحمد ( 6 / 368 )‏.‏ وقال الترمذي: " حديث حسن ".‏ قلت: وأما إعلاله بالاضطراب فلا يسلم به؛ لأنه: " الاضطراب عند أهل العلم على نوعين.‏ أحدهما: الذي يأتي على وجوه مختلفة متساوية القوة، لا يمكن بسبب التساوي ترجيح وجه على وجه.‏ والآخر: وهو ما كانت وجوه الاضطراب فيه متباينة بحيث يمكن الترجيح بينها، فالنوع الأول هو الذي يعل به الحديث.‏ وأما الآخر فينظر للراجح من تلك الوجوه، ثم يحكم عليه بما يستحقه من نقد، وحديثنا من هذا النوع ".‏ قاله شيخي ‏-حفظه الله‏- في " الإرواء " ( 4 / 119 )‏ وهو كلام إمام راسخ القدم.‏ وانظر تمام البحث هناك.‏
‏2 ‏- قال أبو داود في " السنن " ( 2 / 321 )‏: قال مالك: " هذا كذب ".‏
‏3 ‏- قوله في " السنن " عقب الحديث.‏ وقال الحافظ في " التلخيص " ( 2 / 216 ‏- 217 )‏: " وادعى أبو داود أن هذا منسوخ، ولا يتبين وجه النسخ فيه، ويمكن أن يكون أخذه من كونه صلى الله عليه وسلم كان يحب موافقة أهل الكتاب في أول الأمر، ثم في آخر أمره قال: " خالفوهم " فالنهي عن صوم يوم السبت يوافق الحالة الأولى، وصيامه إياه يوافق الحالة الثانية، وهذه صورة النسخ.‏ والله أعلم ".‏
Atas wewenang wanita tuli, Bint Busr, radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - bersabda: "Jangan berpuasa pada hari Sabat, kecuali pada apa yang wajib." Bagimu, jika ada di antara kamu yang tidak menemukan apa-apa selain kulit buah anggur atau batang pohon, maka hendaklah dia mengunyahnya.” Diriwayatkan oleh Lima, dan orang-orangnya dapat dipercaya, hanya saja memang demikian Terganggu 1. Malik mengingkarinya 2. Abu Dawud berkata : Dibatalkan 3. 1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2421), dan Al-Nasa’i dalam “Al-Kubra” (2/143). ), Al-Tirmidzi (744), Ibnu Majah (1726), dan Ahmad (6/368). Al-Tirmidzi berkata: “Hadits yang baik.” Aku berkata: Adapun hal itu dianggap sebagai kekacauan, maka hal itu tidak diterima; Sebab : “Gangguan menurut para ulama itu ada dua jenis, salah satunya adalah gangguan yang datangnya dalam bentuk yang berbeda-beda yang kekuatannya sama. Karena kesetaraan, dimungkinkan untuk memberikan preferensi pada satu aspek dibandingkan aspek lainnya. Yang lainnya: yaitu aspek-aspek kelainannya berbeda-beda sehingga memungkinkan untuk memberi bobot di antara aspek-aspek tersebut. Tipe pertama adalah tipe yang mendasari hadis tersebut. Adapun yang lain, melihat mana yang lebih benar dari aspek-aspek tersebut, lalu menilainya dengan kritik yang pantas, dan hadis kami termasuk yang seperti ini. Hal ini dikatakan oleh syekh saya – semoga Tuhan melindunginya – dalam “Al-Irwa” (4/119), dan ini adalah perkataan seorang imam yang mapan. Lihat keseluruhan pembahasannya. Di sana. 2 - Abu Dawud berkata dalam “ Al-Sunan” (2/321): Malik berkata: “Ini bohong.” 3 - Pernyataannya dalam “Al-Sunan” setelah hadits. Al-Hafiz berkata dalam “Al-Talkhees” (2/216-217): “Abu Dawud menyatakan bahwa hal ini telah dibatalkan, dan alasan pencabutan di dalamnya tidak jelas, dan boleh jadi dia mengambilnya dari kenyataan bahwa dia, damai dan berkah Allah besertanya, senang sependapat dengan Ahli Kitab pada awal masalah, dan kemudian di akhir masalah dia berkata: “Tidak setuju dengan mereka.” Larangan puasa pada hari Sabtu sesuai dengan kasus pertama, dan puasa pada hari Sabtu sesuai dengan kasus kedua, dan ini Salin salinan. Dan Tuhan tahu yang terbaik
43
Bulughul Maram # 5/693
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; { أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-كَانَ أَكْثَرَ مَا يَصُومُ مِنَ اَلْأَيَّامِ يَوْمُ اَلسَّبْتِ, وَيَوْمُ اَلْأَحَدِ, وَكَانَ يَقُولُ:
" إِنَّهُمَا يَوْمَا عِيدٍ لِلْمُشْرِكِينَ, وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَهُمْ " } أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَهَذَا لَفْظُهُ 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه النسائي في " الكبرى " ( 2 / 146 )‏، وابن خزيمة ( 2167 )‏ وفي سنده مجهولان.‏
Atas wewenang Ummu Salamah radhiyallahu 'anhu; {Utusan Allah – semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian – biasa berpuasa hampir sepanjang hari pada hari Sabtu dan Minggu, dan dia biasa mengatakan: “Itu adalah hari libur bagi orang-orang musyrik, dan saya ingin berbeda dari mereka.” Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i, dan disahkan oleh Ibnu Khuzaymah. Kata-kata ini lemah. Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dalam “Al-Kubra” (2/146) dan oleh Ibnu Khuzaymah (2167) dan rantai penularannya tidak diketahui.
44
Bulughul Maram # 5/694
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ نَهَى عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَةَ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَالْحَاكِمُ, وَاسْتَنْكَرَهُ الْعُقَيْلِيُّ 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه أبو داود ( 2440 )‏، والنسائي ( 3 / 252 )‏، وابن ماجه ( 1732 )‏، وأحمد ( 2 / 304 و 446 )‏، وابن خزيمة ( 2101 )‏، والحاكم ( 1 / 434 )‏.‏ وقال العقيلي في " الضعفاء الكبير " ( 1 / 298 )‏ في ترجمة حوشب بن عقيل أحد رواه الحديث: " لا يتابع عليه، وقد روي عن النبي صلى الله عليه وسلم بأسانيد جياد أنه لم يصم يوم عرفة، ولا يصح عنه أنه نهى عن صومه ".‏
Atas wewenang Abu Hurairah – radhiyallahu ‘anhu – bahwa Nabi – sallallahu ‘alaihi wa sallam – {melarang puasa pada hari Arafah, pada hari Arafah.} Diriwayatkan oleh lima orang selain Al-Tirmidzi, Disahkan oleh Ibnu Khuzaymah dan Al-Hakim, dan Al-Uqaili mencelanya 1.1 - Lemah. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2440), Al-Nasa’i (3/252), Ibnu Majah (1732), dan Ahmad (2/). 304 dan 446), dan Ibnu Khuzaymah (2101), dan Al-Hakim (1/434). Al-Uqaili berkata dalam “Al-Du’fa’ al-Kabir” (1/298) dalam biografi Hawshab bin Aqeel, salah satu perawi hadits: “Tidak boleh ditindaklanjuti terhadapnya, dan diriwayatkan atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dengan rantai transmisi Jiyad, bahwa dia tidak berpuasa pada hari Arafah, dan tidak sah bahwa dia melarangnya. puasa.”
45
Bulughul Maram # 5/695
Abdullah bin Umar (RA)
وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرِوٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ لَا صَامَ مَنْ صَامَ اَلْأَبَدَ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1977 )‏، ومسلم ( 1159 )‏ ( 186 و 187 )‏.‏
Atas wewenang Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhu keduanya, dia berkata: Rasulullah - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - bersabda: {Tidak ada seorang pun yang berpuasa selamanya.} Disepakati. 1.1 - Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1977) dan Muslim (1159) (186 dan 187).
46
Bulughul Maram # 5/696
Abu Hurairah (RA)
وَلِمُسْلِمٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ بِلَفْظِ: { لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ } 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1162 )‏ وهو إحدى روايات الحديث السابق.‏
Dan Muslim, atas wewenang Abu Qatada, berkata: {Dia tidak berpuasa dan tidak membatalkan puasanya} 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1162) dan merupakan salah satu riwayat hadits sebelumnya.
47
Bulughul Maram # 5/697
Abu Hurairah (RA)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا, غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2009 )‏، ومسلم ( 759 )‏.‏
Dari hadis Abu Hurairah – radhiyallahu ‘anhu – bahwa Rasulullah – semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian – bersabda: {Barangsiapa menjalankan Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dosanya} Disepakati 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2009) dan Muslim (759).
48
Bulughul Maram # 5/698
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ ‏-أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ‏- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2024 )‏، ومسلم ( 1174 )‏، وزاد مسلم: " وجد ".‏ قلت: أي: في العبادة.‏ وقوله: " أي: العشر الأخيرة من رمضان ".‏ فهي من قول الحافظ رحمه الله.‏
Atas wewenang Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: {Ketika Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan - Dia mengencangkan celemeknya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya} Setuju 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2024) dan Muslim (1174), dan Muslim menambahkan: “Dia menemukan.” Aku berkata: maksudnya: dalam ibadah. Dan dia berkata: “Yaitu: “Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” Itu dari perkataan Al-Hafiz, semoga Allah merahmatinya
49
Bulughul Maram # 5/699
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْهَا: { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2025 )‏، ومسلم ( 1172 )‏ ( 5 )‏.‏
Dan berdasarkan otoritasnya: {Nabi – semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian – biasa mengasingkan diri selama sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sampai Tuhan mengambil nyawanya. Kemudian istri-istrinya mengasingkan diri dari Setelah dia} Setuju 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2025) dan Muslim (1172) (5).
50
Bulughul Maram # 5/700
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْهَا قَالَتْ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى اَلْفَجْرَ, ثُمَّ دَخَلَ مُعْتَكَفَهُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2033 )‏، ومسلم ( 1173 )‏ واللفظ لمسلم، وأما لفظ البخاري فهو: " كان النبي صلى الله عليه وسلم يعتكف في العشر الأواخر من رمضان، فكنت أضرب له خباء، فيصلي الصبح، ثم يدخله ".‏
Atas wewenangnya, dia berkata: “Setiap kali Rasulullah – semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian – ingin mengasingkan diri, dia akan melaksanakan shalat subuh, lalu memasuki tempat terpencilnya.” Disepakati 1.1 - Benar. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2033) dan Muslim (1173) dan susunan kata-katanya dibuat oleh Muslim. Adapun perkataan Al-Bukhari adalah: “Nabi Muhammad SAW, biasa mengasingkan diri pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan aku biasa mendirikan tenda untuknya, agar dia salat subuh, lalu dia masuk ke dalamnya.”