Hadits Tentang Tetangga
233 hadits shahih ditemukan
Al-Adab Al-Mufrad : 141
Abu Hurairah (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا عِصَامُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَرْطَاةُ بْنُ الْمُنْذِرِ قَالَ: سَمِعْتُ، يَعْنِي أَبَا عَامِرٍ الْحِمْصِيَّ، قَالَ: كَانَ ثَوْبَانُ يَقُولُ: مَا مِنْ رَجُلَيْنِ يَتَصَارَمَانِ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ، فَيَهْلِكُ أَحَدُهُمَا، فَمَاتَا وَهُمَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الْمُصَارَمَةِ، إِلاَّ هَلَكَا جَمِيعًا، وَمَا مِنْ جَارٍ يَظْلِمُ جَارَهُ وَيَقْهَرُهُ، حَتَّى يَحْمِلَهُ ذَلِكَ عَلَى أَنْ يَخْرُجَ مِنْ مَنْزِلِهِ، إِلاَّ هَلَكَ.
Issam bin Khaled menceritakan kepada kami, dia berkata: Artat bin Al-Mundhir menceritakan kepada kami, dia berkata: Saya mendengar, maksudnya Abu Amer Al-Homsi, dia berkata: Ada Thawban Dia berkata: Jika dua orang berkelahi lebih dari tiga hari, dan salah satu dari mereka binasa, dan mereka mati dalam keadaan itu akibat konflik, maka keduanya binasa. Semuanya itu, dan tidak ada satupun tetangga yang menganiaya dan menindas sesamanya, hingga ia terpaksa meninggalkan rumahnya, namun ia binasa.
Al-Lu'lu Wal Marjan : 142
Abu Hurairah (RA)
Sahih
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "لا يمنع جار جاره أن يدفن سارية في جداره". فقال أبو هريرة رضي الله عنه: الذي حدث، أرى أنك تهاون بهذا الحديث. والله أنا دائما
Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah ada tetangga yang melarang tetangganya untuk mengubur tiang di temboknya.” Kemudian Abu Hurairah (RA) berkata, “Apa yang terjadi, saya lihat kamu cuek dengan hadis ini.” Demi Tuhan, aku selalu begitu
Bulughul Maram : 143
Abu Jar (RA)
Sahih
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا طبختم طعاماً فزيدوا عليه ماءً وتذكروا جاركم. (أي: تذكروا دائماً وحرصوا على مشاركته مع جاركم). [1575]
Beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: Ketika kalian memasak suatu masakan, tambahkanlah lebih banyak air dan perhatikanlah tetangga kalian. (yaitu, selalu perhatikan dan berhati-hatilah dalam berbagi masakan dengan tetangga kalian.) [1575]
Al-Lu'lu Wal Marjan : 144
Abdullah ibn Az-Zubayr (RA)
Sahih
وقال إن رجلاً من الأنصار تشاجر مع الزبير عند النبي (ص) في ماء نهر هرر الذي كان يسقي به النخل. فقال الأنصاري: اترك ماء القناة حتى يسيل فأبى جبير أن يعطيه. فلما تشاجرا في ذلك عند النبي صلى الله عليه وسلم، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم للزبير: يا زبير! اروي أرضك (أولاً). بعد ذلك أطلق الماء لجارك. فغضب الأنصاري من ذلك وقال: هو ابن عمك. فظهرت علامات السخط على وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم. ثم قال: يا يبير! أنت تسقي أرضك بنفسك ثم تحبس الماء حتى يصل إلى السد. (البخاري جزء 42 باب 6 حديث رقم 2359 ؛ مسلم 43/36 ه 2357)
Dikatakannya bahwa seorang Ansari bertengkar dengan Zubair (RA) di hadapan Nabi (SAW) tentang air saluran Harar yang digunakan untuk mengairi kebun kurma. Ansari berkata, Biarkan air saluran itu, supaya (mengalir) namun Jubair (RA) enggan memberikannya. Ketika keduanya berdebat tentang hal ini di hadapan Nabi (saw), Rasulullah (saw) berkata kepada Zubair (RA), Wahai Zubair! Irigasi tanah Anda (pertama). Setelah itu, buanglah air tersebut ke tetangga Anda. Ansari tidak senang dengan ini dan berkata, dia adalah sepupumu. Hal ini menunjukkan tanda-tanda ketidaksenangan pada wajah Rasulullah (saw). Lalu dia berkata, Wahai Yubair! Anda mengairi lahan Anda sendiri, lalu menahan air agar sampai ke bendungan. (Bukhari Bagian 42 Bab 6 Hadits No. 2359; Muslim 43/36 Hah 2357)
Al-Lu'lu Wal Marjan : 145
Abu Musa Al-Asy'ari (RA)
Sahih
قال: كنت نازلاً مع النبي صلى الله عليه وسلم بالجوار الذي بين مكة والمدينة. وكان معه بلال رضي الله عنه. ثم جاء أعرابي إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: ألم تفي بما وعدتني؟ فقال له: «اقبل البشارة». قال: اقبل البشرى، كما أخبرتني بذلك مراراً. ثم التفت إلى أبي موسى وبلال مغضبا، وقال: لقد رد الرجل البشرى. كلاهما التقطا الوعاء وفعلا حسب التعليمات. ثم اتصلت بوالدتي
Dia berkata: Saya tinggal bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, di lingkungan antara Mekah dan Madinah. Bilal (ra dengan dia) bersamanya. Kemudian seorang Badui mendatangi Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata: Apakah kamu tidak memenuhi apa yang kamu janjikan kepadaku? Dia berkata kepadanya, “Terimalah kabar baik ini.” Dia berkata: Terimalah kabar baik ini, seperti yang telah kamu katakan kepadaku berkali-kali. Kemudian dia menoleh ke arah Abu Musa dan Bilal dengan marah, dan berkata: Pria itu telah menyampaikan kabar baik. Mereka berdua mengambil mangkuk dan melakukan apa yang diinstruksikan. Lalu aku menelepon ibuku
Kompilasi Hadits : 146
Ayesha (RA)
Sahih
وعَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِلَةُ الرَّحِمِ وَحُسْنُ الخُلُقِ وَحُسْنُ الْجِوَارِ يُعَمِّرْنَ الدِّيَارَ وَيَزِدْنَ فِي الأَعْمَارِ
Berdasarkan hadis Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Menjaga tali silaturahmi, budi pekerti, dan bertetangga yang baik membuat rumah menjadi ramai dan memperpanjang umur.”
Kompilasi Hadits : 147
ইবনে উমার ও আয়েশা
Sahih
فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ما زال جبريل يعظني في الجار، حتى إني ظننت أنه سيورثه». (البخاري 6014-6015، مسلم رقم 6854)
Rasulullah SAW bersabda, “Jibril selalu menegurku tentang tetangga. Aku bahkan sempat berpikir bahwa dia akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris.” (Bukhari 6014-6015, Muslim no. 6854)
Kompilasi Hadits : 148
Anas bin Malik (RA)
Sahih
فقال النبي صلى الله عليه وسلم: «والذي نفسي بيده لا يؤمن عبد حتى يعمل لجاره أو لأخيه ما يعمل لنفسه». (مسلم رقم 180) .
Nabi (saw) bersabda, "Demi Dzat yang hidupku berada di tangan-Nya! Tidak ada seorang hamba pun yang beriman (sepenuhnya) sampai dia melakukan untuk tetangganya atau (siapa pun) saudaranya apa yang dia lakukan untuk dirinya sendiri." (Muslim No.180)
Kompilasi Hadits : 149
Anas bin Malik (RA)
Sahih
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ما آمن بي من بات شبعانًا وجاره جائع إلى جنبه وهو يعلم». (البزار، الطبراني 750، صحيح الجامع رقم 5505)
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah beriman kepadaku orang yang bermalam dengan kenyang, sedangkan tetangganya di sebelahnya lapar, padahal dia mengetahuinya.” (Bazaar, Tabrani 750, Sahihul Jame No. 5505)
Kompilasi Hadits : 150
আব্দুর রহমান বিন আবী কুরাদ
Sahih
قال النبي صلى الله عليه وسلم: "إذا أردت أن يحبك الله ورسوله، رد الأمانة إلى صاحبها، وصدق، وحسن إلى جارك". (الأوسط للطبراني ٦٥١٧،
Nabi SAW bersabda, “Jika kamu ingin Allah dan Rasul-Nya mencintaimu, maka kembalikan amanah kepada pemiliknya, ucapkan kebenaran, dan berbuat baiklah kepada sesamamu.” (Awasat Tabrani 6517,
Kompilasi Hadits : 151
Uqba bin Amer (RA)
Sahih
قال النبي صلى الله عليه وسلم: "يوم القيامة أول جارين يشكون". (أحمد 17372، الطبراني 14252، 14268، صحيح الترغيب رقم 2557)
Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) mengatakan, "Pada hari kiamat, dua tetangga akan menjadi yang pertama mengadu." (Ahmad 17372, Tabrani 14252, 14268, Sahih Targhib no. 2557)
Kompilasi Hadits : 152
Abdullah bin Masood (RA)
Sahih
عن عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللهِ أَىُّ الذَّنْبِ أَكْبَرُ عِنْدَ اللهِ؟ قَالَ أَنْ تَدْعُوَ لِلهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قَالَ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ مَخَافَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قَالَ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ أَنْ تُزَانِىَ حَلِيلَةَ جَارِكَ গ্ধ فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَهَا وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِى حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَ يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
Berdasarkan riwayat Abdullah beliau bersabda: Ada seorang laki-laki bertanya, Wahai Rasulullah, dosa manakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau bersabda: Bahwasanya kamu memanggil saingan Allah pada waktu Dia menciptakan kamu. Dia berkata: Lalu apa? Dia berkata: Bahwa kamu membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu. Dia berkata: Lalu apa? Beliau bersabda: Istri tetanggamu berzina, maka Allah SWT menurunkan keimanannya dan orang-orang yang tidak boleh menyeru tuhan lain di sisi Allah, dan tidak pula membunuh siapa pun yang diharamkan Allah, kecuali dengan cara yang adil, dan tidak pula mereka berzina. Dan barangsiapa melakukan hal itu, ia berdosa.
Kompilasi Hadits : 153
সামুরাহ ইবনে জুনদুব
Sahih
عن عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللهِ أَىُّ الذَّنْبِ أَكْبَرُ عِنْدَ اللهِ؟ قَالَ أَنْ تَدْعُوَ لِلهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قَالَ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ مَخَافَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قَالَ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ أَنْ تُزَانِىَ حَلِيلَةَ جَارِكَ গ্ধ فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَهَا وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِى حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَ يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
Berdasarkan riwayat Abdullah beliau bersabda: Ada seorang laki-laki bertanya, Wahai Rasulullah, dosa manakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau bersabda: Bahwasanya kamu memanggil saingan Allah pada waktu Dia menciptakan kamu. Dia berkata: Lalu apa? Dia berkata: Bahwa kamu membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu. Dia berkata: Lalu apa? Beliau bersabda: Istri tetanggamu berzina dengan istri tetanggamu, maka Allah SWT menurunkan keimanannya dan orang-orang yang tidak boleh menyeru tuhan lain di sisi Allah, dan tidak pula membunuh siapa pun yang diharamkan Allah, kecuali dengan cara yang adil, dan tidak boleh pula mereka berzina. Dan barangsiapa melakukan hal itu, ia berdosa.
Kompilasi Hadits : 154
Abu Jarr (RA)
Sahih
وأمر صلى الله عليه وسلم: (إذا طبخت مرقة فزد عليها الماء، ثم اوصلها إلى بيت جارك على عادتك). (مسلم رقم: 6855-6856)
(Sallallahu Alayhi Wasallam)) berpesan, “Bila kamu memasak kuah (sup), tambahkan air lagi ke dalamnya. Lalu antarkan ke rumah tetanggamu seperti biasa.” (Muslim No. 6855-6856)
Kompilasi Hadits : 155
Anas bin Malik (RA)
Sahih
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «لا يشتد إيمان عبد حتى يشتد قلبه، ولا يشتد قلبه حتى يشتد لسانه، ولا يدخل الجنة من لا يأمن جاره بوائقه». (أحمد 13048، الطبراني رقم 10401)
Rasulullah SAW bersabda, “Iman seorang hamba tidak akan bertambah kuat hingga hatinya menjadi kuat, dan hatinya tidak menjadi kuat hingga lidahnya menjadi kuat. Dan dia tidak akan masuk surga jika tetangganya tidak aman dari kejahatannya.” (Ahmad 13048, Tabrani No. 10401)
Kompilasi Hadits : 156
Abu Hurairah (RA)
Sahih
لا يأمن من الأذى." \nوفي رواية لمسلم: لا يدخل الجنة من لا يأمن جاره بوائقه. (البخاري 6016، مسلم 181)
Dia tidak aman dari bahaya.” Dan dalam riwayat Muslim: Barangsiapa tidak melindungi tetangganya dari bahaya, maka ia tidak akan masuk surga. (Al-Bukhari 6016, Muslim 181)
Kompilasi Hadits : 157
Para Sahabat
Sahih
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يمنع جار جاره أن يبني على جداره خشبا. فقال أبو هريرة رضي الله عنه: ما لي أرسلك إلى الرسول صلى الله عليه وسلم؟
Rasulullah SAW bersabda: Seorang tetangga tidak boleh menghalangi tetangganya untuk membuat kayu di temboknya. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Mengapa saya harus mengutus kamu kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian?
Kompilasi Hadits : 158
আবূ শুরায়হ খুযায়ী
Sahih
قال النبي صلى الله عليه وسلم: «من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليحسن إلى جاره، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليحسن إلى ضيفه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليحسن إلى ضيفه». من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت». (مسلم رقم 185، بعض كلام البخاري)
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir hendaknya berbuat baik kepada sesamanya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya berbuat baik kepada tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir hendaknya berbuat baik kepada tamunya.” Barangsiapa yang beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir, hendaklah ia berbicara baik atau diam.” (Muslim No. 185, sebagian sabda Bukhari)
Kompilasi Hadits : 159
Abu Hurairah (RA)
Sahih
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "اجتنب الحرام والحرام تكن أعظم الناس عبادة، وارض بما آتاك الله تكن أعظم الناس". ستكون غنياً وأحسن إلى جارك تكن مؤمناً. أحب للناس ما تحبه لنفسك تكن مسلما. ولا تكثر الضحك، فإن كثرة الضحك تميت القلب» (أحمد).
Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) bersabda, “Hindarilah apa yang dilarang dan dilarang, maka kamu akan menjadi orang yang paling hebat dalam beribadah. akan menjadi kaya Bersikaplah baik kepada sesamamu, maka kamu akan dianggap sebagai orang yang beriman (sejati). Misal bagi orang apa yang kamu sukai pada dirimu sendiri, maka kamu akan dianggap sebagai seorang muslim (sejati). Dan jangan terlalu banyak tertawa, karena terlalu banyak tertawa membunuh hati.” (Ahmed
Kompilasi Hadits : 160
Abu Hurairah (RA)
Sahih
فقال رجل: يا رسول الله! ويقال إن مثل هذه المرأة تكثر من الصلاة والصيام والتصدق؛ ولكنه يؤذي جاره بلسانه (بالفحش أو البذاءة). (ما رأيك فيه؟) قال: "هو في النار". سوف اذهب." فقال الرجل مرة أخرى: يا رسول الله! ويقال إن مثل هذه المرأة قليلة الصلاة والصوم والصدقة. ولكن لا يؤذي جاره بلسانه (بالفحش أو البذاءة). (ما رأيك فيه؟) قال: يدخل الجنة. (أحمد 9675، ابن حبان 5764، الحكيم 7305، صحيح الترغيب رقم 2560)
Seseorang berkata, 'Ya Rasulullah! Wanita seperti itu dikatakan lebih banyak berdoa (nafal), berpuasa dan bersedekah; Namun dia menyakiti tetangganya dengan lidahnya (dengan berkata kasar atau mencaci). (Apa pendapatmu tentang dia?)' Dia berkata, "Dia di Neraka." akan pergi.” Laki-laki itu berkata lagi, 'Wahai Rasulullah! Wanita seperti itu dikatakan melakukan sedikit shalat (nafal), puasa dan sedekah; Namun dia tidak menyakiti sesamanya dengan lidahnya (dengan berkata kasar atau mencaci). (Apa pendapatmu tentang dia?)' Dia berkata, "Dia pergi ke surga." (Ahmad 9675, Ibnu Hibban 5764, Hakeem 7305, Sahih Targhib no. 2560)