Hadits Tentang Tetangga
233 hadits shahih ditemukan
Kompilasi Hadits : 161
Abdullah bin Umar (RA)
Sahih
وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم خَيْرُ الأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ وَخَيرُ الجِيرَانِ عِنْدَ الله تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِجَارِهِرواه الترمذي وَقالَ حديث حسن))
Dari hadis Abdullah bin Omar radhiyallahu 'anhu kepada keduanya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: Sahabat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa adalah yang terbaik terhadap temannya dan Tetangga yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa adalah yang terbaik terhadap tetangganya. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi yang mengatakan hadis tersebut shahih.)
Kompilasi Hadits : 162
Abdullah bin Masood (RA)
Sahih
قال رجل لرسول الله صلى الله عليه وسلم: كيف لي أن أعرف هل عملت خيرا أم شرا؟ قال النبي صلى الله عليه وسلم: (إذا سمعت جارك يقول: قد أسأت فقد أسأت، وإذا سمعت من جارك أنك أسأت فقد أسأت). (أحمد 3808، ابن ماجه 4222-4223، الطبراني 10280، صحيح الجامع رقم 610)
Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya), “Bagaimana saya tahu apakah saya telah berbuat baik atau jahat?” Nabi (saw) bersabda, "Jika kamu mendengar tetanggamu mengatakan bahwa kamu telah berbuat baik, maka kamu telah berbuat baik (sebenarnya). Dan jika kamu mendengar dari tetanggamu bahwa kamu telah berbuat jahat, maka kamu (sebenarnya) telah berbuat jahat." (Ahmad 3808, Ibnu Majah 4222-4223, Tabrani 10280, Sahih al-Jameh no. 610)
Kompilasi Hadits : 163
Sa'd bin Abi Akkas (RA)
Sahih
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (للرجل أربع من السعادة والحظ: المرأة الصالحة، والبيت الواسع، والجار الصالح، والمركبة اليسيرة. وأربع من الشقاء والشقاء: جار خائن، وامرأة خائنة، وبيت ضيق، ومركبة سوء). (ابن حبان 4032، بيكبير شعب الإيمان 9556، السلسلة الصحيحة رقم 282)
Rasulullah SAW bersabda, “Bagi seorang laki-laki ada empat hal yang membahagiakan dan rezeki yang baik: istri yang shaleh, rumah yang luas, tetangga yang baik dan perjalanan (mobil) yang lancar. Dan ada empat hal yang membuat sedih dan malang: tetangga yang tidak jujur, istri yang tidak jujur, Rumah yang sempit dan perjalanan yang buruk (mobil).” (Ibnu Hibban 4032, Baihakbir Shuabul Iman 9556, Silsilah Sahih No. 282)
Kompilasi Hadits : 164
Ayesha (RA)
Sahih
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِلَةُ الرَّحِمِ وَحُسْنُ الخُلُقِ وَحُسْنُ الْجِوَارِ يُعَمِّرْنَ الدِّيَارَ وَيَزِدْنَ فِي الأَعْمَارِ
Dari hadis Aisyah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Menjaga tali silaturahmi, budi pekerti, dan bertetangga yang baik membuat rumah menjadi ramai dan memperpanjang umur.”
Kompilasi Hadits : 165
Abdullah bin Masood (RA)
Sahih
عن عَبْدِ اللهِ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللهِ أَىُّ الذَّنْبِ أَكْبَرُ عِنْدَ اللهِ قَالَ أَنْ تَدْعُوَ لِلهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قَالَ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ مَخَافَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قَالَ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ أَنْ تُزَانِىَ حَلِيلَةَ جَارِكَ গ্ধ فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَهَا (وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِى حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَ يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا)
Berdasarkan riwayat Abdullah, seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, dosa manakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda, “Bahwa kamu menyebut diri kamu sebagai tandingan Tuhan, padahal Dialah yang menciptakan kamu.” Dia berkata, “Lalu, apa?” Beliau bersabda, “bahwa kamu membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu. Lalu dia berkata, “Bahwa kamu berzina dengan istri tetanggamu.” Kemudian Allah SWT menurunkan keimanannya (dan orang-orang yang Tidak Mereka menyeru tuhan yang lain di sisi Allah, dan mereka tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dalam kebenaran, dan mereka tidak berzina, dan siapa yang melakukan hal itu maka ia berdosa.)
Kompilasi Hadits : 166
Miqdad Bin Aswad
Sahih
"يزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ"\n"الزنا مع جارية واحدة أعظم من الزنا مع عشر جارات أجنبيات."\nثم قال: "ما تقول في السرقة؟" فقالوا كلهم: حرمه الله ورسوله، فهو حرام. جامع رقم 5043)
يَزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ)\n“Percabulan dengan 1 wanita tetangga lebih buruk daripada berzinah dengan 10 wanita bukan tetangga.”\nLalu dia berkata, “Apa pendapatmu tentang pencurian?” Mereka semua berkata, 'Allah dan Rasul-Nya menjadikannya haram, maka haram.' Jam No.5043)
Kompilasi Hadits : 167
Huzaifa (RA)
Sahih
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رسول الله ُصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم (إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ حَتَّى إِذَا رُئِيَتْ بَهْجَتُهُ عَلَيْهِ وَكَانَ رِدْءاً لِلإِسْلاَمِ انْسَلَخَ مِنْهُ وَنَبَذَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ وَسَعَى عَلَى جَارِهِ بِالسَّيْفِ وَرَمَاهُ بِالشِّرْكِ) قال : قلت : يا نبي الله أيهما أولى بالشرك المرمي أم الرامي ؟ قال : ( بل الرامي)
Dari Hudzaifah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku takuti bagimu adalah orang yang membacakan Al-Qur’an hingga kamu melihat kegembiraannya atasnya.” Itu adalah kemurtadan terhadap Islam. Dia melepaskan diri darinya dan melemparkannya ke belakang. Dia menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik.) Dia berkata: Aku berkata: Wahai Nabi Allah, yang mana? Lebih baik orang musyrik yang melempar atau penembak? Dia berkata: (Sebaliknya, pemanah)
Mishkatul Mashabih : 168
আত্বা ইবনু ইয়াসার
Sahih
وَعَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ مُرْسَلًا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ: «لَا تَحِلُّ الصَّدَقَةُ لِغَنِيٍّ إِلَّا لِخَمْسَةٍ: لِغَازٍ فِىْ سَبِيلِ اللّهِ أَوْ لِعَامِلٍ عَلَيْهَا أَوْ لِغَارِمٍ أَوْ لِرَجُلٍ اشْتَرَاهَا بِمَالِه أَوْ لِرَجُلٍ كَانَ لَه جَارٌ مِسْكِينٌ فَتَصَدَّقَ عَلَى الْمِسْكِينِ فَأَهْدَى الْمِسْكِيْنُ لِلْغَنِيِّ». رَوَاهُ مَالِكٌ وَأَبُوْ دَاوُدَ
Dari hadis Ata’ bin Yassar mursal beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh bersedekah kepada orang kaya kecuali lima hal: orang yang berperang di jalan Allah atau orang yang bekerja.” di atasnya, atau kepada orang yang berhutang, atau kepada orang yang membelinya dengan uangnya sendiri, atau kepada orang yang mempunyai tetangga yang miskin, lalu dia memberi sedekah kepada orang miskin itu, dan orang miskin itu diberi hadiah. “Untuk orang kaya.” Diriwayatkan oleh Malik dan Abu Dawood
Mishkatul Mashabih : 169
Aisyah (RA)
Sahih
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَت: يَا رَسُوُل الله إِن لِي جَارَيْنِ فَإِلَى أَيِّهِمَا أُهْدِىْ؟ قَالَ: «إِلى أَقْرَبِهِمَا مِنْكِ بَابًا» . رَوَاهُ البُخَارِيُّ
Atas izin Aisyah dia berkata: Wahai Rasulullah, aku mempunyai dua orang tetangga, siapa di antara mereka yang harus kuberikan hadiah? Dia berkata: “Kepada orang yang paling dekat denganmu melalui pintu.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
Mishkatul Mashabih : 170
রায়দাহ্
Sahih
وَعَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: شَكَا خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ إِلَى النَّبِىِّ ﷺ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ مَا أَنَامُ مِنَ اللَّيْلَ مِنَ الْأَرَقِ فَقَالَ نَبِىُّ اللّٰهِ ﷺ: «إِذَا أَوَيْتَ إِلٰى فِرَاشِكَ فَقُلْ: اَللّٰهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظَلَّتْ وَرَبَّ الْأَرَضِينَ وَمَا أَقَلَّتْ وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضَلَّتْ كُنْ لِّىْ جَارًا مِّنْ شَرِّ خَلْقِكَ كُلِّهِمْ جَمِيعًا أَنْ يَّفْرُطَ عَلَىَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ أَنْ يَبْغِىَ عَزَّ جَارُكَ وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَلَا إِلٰهَ غَيْرُكَ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ». رَوَاهُ التِّرْمِذِىُّ وَقَالَ هٰذَا حَدِيثٌ لَيْسَ إِسْنَادُه بِالْقَوِىِّ وَالْحَكَمُ بْنُ ظُهَيْرٍ الرَّاوِىْ قَدْ تَرَكَ حَدِيْثَه بَعْضُ أَهْلِ الْحَدِيْثِ
Atas wewenang Buraidah, dia berkata: Khaled bin Al-Walid mengadu kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan berkata, Ya Rasulullah, saya tidak tidur di malam hari karena insomnia. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ketika kamu hendak tidur, katakanlah: Ya Allah, Rabb tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Rabb bumi dan apa yang dikuranginya, dan Rabb setan dan apa yang mereka tetanggaku, telah sesat dari keburukan seluruh ciptaan-Mu, jangan sampai ada di antara mereka yang lalai terhadap salah satu di antara mereka atau meremehkan kehormatan tetanggamu, semoga puji-pujian bagimu ditinggikan, dan tidak ada Tuhan. Selain Engkau, disana tidak ada Tuhan selain Engkau.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan dia berkata: Ini adalah hadits yang rantai narasinya tidak kuat, dan Al-Hakam Ibnu Zuhair, sang perawi, meninggalkannya. Haditsnya diriwayatkan oleh sebagian ahli hadits.
Musnad Ahmad : 171
It Was
Sahih
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي ثَوْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَمْ أَزَلْ حَرِيصًا عَلَى أَنْ أَسْأَلَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ الْمَرْأَتَيْنِ مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّتَيْنِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى {إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا} حَتَّى حَجَّ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَحَجَجْتُ مَعَهُ فَلَمَّا كُنَّا بِبَعْضِ الطَّرِيقِ عَدَلَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَعَدَلْتُ مَعَهُ بِالْإِدَاوَةِ فَتَبَرَّزَ ثُمَّ أَتَانِي فَسَكَبْتُ عَلَى يَدَيْهِ فَتَوَضَّأَ فَقُلْتُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ مَنْ الْمَرْأَتَانِ مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّتَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى {إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا} فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَاعَجَبًا لَكَ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ الزُّهْرِيُّ كَرِهَ وَاللَّهِ مَا سَأَلَهُ عَنْهُ وَلَمْ يَكْتُمْهُ عَنْهُ قَالَ هِيَ حَفْصَةُ وَعَائِشَةُ قَالَ ثُمَّ أَخَذَ يَسُوقُ الْحَدِيثَ قَالَ كُنَّا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ قَوْمًا نَغْلِبُ النِّسَاءَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَجَدْنَا قَوْمًا تَغْلِبُهُمْ نِسَاؤُهُمْ فَطَفِقَ نِسَاؤُنَا يَتَعَلَّمْنَ مِنْ نِسَائِهِمْ قَالَ وَكَانَ مَنْزِلِي فِي بَنِي أُمَيَّةَ بْنِ زَيْدٍ بِالْعَوَالِي قَالَ فَتَغَضَّبْتُ يَوْمًا عَلَى امْرَأَتِي فَإِذَا هِيَ تُرَاجِعُنِي فَأَنْكَرْتُ أَنْ تُرَاجِعَنِي فَقَالَتْ مَا تُنْكِرُ أَنْ أُرَاجِعَكَ فَوَاللَّهِ إِنَّ أَزْوَاجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُرَاجِعْنَهُ وَتَهْجُرُهُ إِحْدَاهُنَّ الْيَوْمَ إِلَى اللَّيْلِ قَالَ فَانْطَلَقْتُ فَدَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ فَقُلْتُ أَتُرَاجِعِينَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ نَعَمْ قُلْتُ وَتَهْجُرُهُ إِحْدَاكُنَّ الْيَوْمَ إِلَى اللَّيْلِ قَالَتْ نَعَمْ قُلْتُ قَدْ خَابَ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ مِنْكُنَّ وَخَسِرَ أَفَتَأْمَنُ إِحْدَاكُنَّ أَنْ يَغْضَبَ اللَّهُ عَلَيْهَا لِغَضَبِ رَسُولِهِ فَإِذَا هِيَ قَدْ هَلَكَتْ لَا تُرَاجِعِي رَسُولَ اللَّهِ وَلَا تَسْأَلِيهِ شَيْئًا وَسَلِينِي مَا بَدَا لَكِ وَلَا يَغُرَّنَّكِ إِنْ كَانَتْ جَارَتُكِ هِيَ أَوْسَمَ وَأَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ مِنْكِ يُرِيدُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَ وَكَانَ لِي جَارٌ مِنْ الْأَنْصَارِ وَكُنَّا نَتَنَاوَبُ النُّزُولَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَنْزِلُ يَوْمًا وَأَنْزِلُ يَوْمًا فَيَأْتِينِي بِخَبَرِ الْوَحْيِ وَغَيْرِهِ وَآتِيهِ بِمِثْلِ ذَلِكَ قَالَ وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّ غَسَّانَ تُنْعِلُ الْخَيْلَ لِتَغْزُوَنَا فَنَزَلَ صَاحِبِي يَوْمًا ثُمَّ أَتَانِي عِشَاءً فَضَرَبَ بَابِي ثُمَّ نَادَانِي فَخَرَجْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ حَدَثَ أَمْرٌ عَظِيمٌ قُلْتُ وَمَاذَا أَجَاءَتْ غَسَّانُ قَالَ لَا بَلْ أَعْظَمُ مِنْ ذَلِكَ وَأَطْوَلُ طَلَّقَ الرَّسُولُ نِسَاءَهُ فَقُلْتُ قَدْ خَابَتْ حَفْصَةُ وَخَسِرَتْ قَدْ كُنْتُ أَظُنُّ هَذَا كَائِنًا حَتَّى إِذَا صَلَّيْتُ الصُّبْحَ شَدَدْتُ عَلَيَّ ثِيَابِي ثُمَّ نَزَلْتُ فَدَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ وَهِيَ تَبْكِي فَقُلْتُ أَطَلَّقَكُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ لَا أَدْرِي هُوَ هَذَا مُعْتَزِلٌ فِي هَذِهِ الْمَشْرُبَةِ فَأَتَيْتُ غُلَامًا لَهُ أَسْوَدَ فَقُلْتُ اسْتَأْذِنْ لِعُمَرَ فَدَخَلَ الْغُلَامُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَيَّ فَقَالَ قَدْ ذَكَرْتُكَ لَهُ فَصَمَتَ فَانْطَلَقْتُ حَتَّى أَتَيْتُ الْمِنْبَرَ فَإِذَا عِنْدَهُ رَهْطٌ جُلُوسٌ يَبْكِي بَعْضُهُمْ فَجَلَسْتُ قَلِيلًا ثُمَّ غَلَبَنِي مَا أَجِدُ فَأَتَيْتُ الْغُلَامَ فَقُلْتُ اسْتَأْذِنْ لِعُمَرَ فَدَخَلَ الْغُلَامُ ثُمَّ خَرَجَ عَلَيَّ فَقَالَ قَدْ ذَكَرْتُكَ لَهُ فَصَمَتَ فَخَرَجْتُ فَجَلَسْتُ إِلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ غَلَبَنِي مَا أَجِدُ فَأَتَيْتُ الْغُلَامَ فَقُلْتُ اسْتَأْذِنْ لِعُمَرَ فَدَخَلَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَيَّ فَقَالَ قَدْ ذَكَرْتُكَ لَهُ فَصَمَتَ فَوَلَّيْتُ مُدْبِرًا فَإِذَا الْغُلَامُ يَدْعُونِي فَقَالَ ادْخُلْ فَقَدْ أَذِنَ لَكَ فَدَخَلْتُ فَسَلَّمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هُوَ مُتَّكِئٌ عَلَى رَمْلِ حَصِيرٍ ح و حَدَّثَنَاه يَعْقُوبُ فِي حَدِيثِ صَالِحٍ قَالَ رُمَالِ حَصِيرٍ قَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ فَقُلْتُ أَطَلَّقْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ نِسَاءَكَ فَرَفَعَ رَأْسَهُ إِلَيَّ وَقَالَ لَا فَقُلْتُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَوْ رَأَيْتَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكُنَّا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ قَوْمًا نَغْلِبُ النِّسَاءَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَجَدْنَا قَوْمًا تَغْلِبُهُمْ نِسَاؤُهُمْ فَطَفِقَ نِسَاؤُنَا يَتَعَلَّمْنَ مِنْ نِسَائِهِمْ فَتَغَضَّبْتُ عَلَى امْرَأَتِي يَوْمًا فَإِذَا هِيَ تُرَاجِعُنِي فَأَنْكَرْتُ أَنْ تُرَاجِعَنِي فَقَالَتْ مَا تُنْكِرُ أَنْ أُرَاجِعَكَ فَوَاللَّهِ إِنَّ أَزْوَاجَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُرَاجِعْنَهُ وَتَهْجُرُهُ إِحْدَاهُنَّ الْيَوْمَ إِلَى اللَّيْلِ فَقُلْتُ قَدْ خَابَ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ مِنْهُنَّ وَخَسِرَ أَفَتَأْمَنُ إِحْدَاهُنَّ أَنْ يَغْضَبَ اللَّهُ عَلَيْهَا لِغَضَبِ رَسُولِهِ فَإِذَا هِيَ قَدْ هَلَكَتْ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَدَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ فَقُلْتُ لَا يَغُرُّكِ إِنْ كَانَتْ جَارَتُكِ هِيَ أَوْسَمَ وَأَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْكِ فَتَبَسَّمَ أُخْرَى فَقُلْتُ أَسْتَأْنِسُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ فَجَلَسْتُ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فِي الْبَيْتِ فَوَاللَّهِ مَا رَأَيْتُ فِيهِ شَيْئًا يَرُدُّ الْبَصَرَ إِلَّا أَهَبَةً ثَلَاثَةً فَقُلْتُ ادْعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ يُوَسِّعَ عَلَى أُمَّتِكَ فَقَدْ وُسِّعَ عَلَى فَارِسَ وَالرُّومِ وَهُمْ لَا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاسْتَوَى جَالِسًا ثُمَّ قَالَ أَفِي شَكٍّ أَنْتَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ أُولَئِكَ قَوْمٌ عُجِّلَتْ لَهُمْ طَيِّبَاتُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَقُلْتُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَانَ أَقْسَمَ أَنْ لَا يَدْخُلَ عَلَيْهِنَّ شَهْرًا مِنْ شِدَّةِ مَوْجِدَتِهِ عَلَيْهِنَّ حَتَّى عَاتَبَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ.
Abdul Razzaq menceritakan kepada kami, Muammar menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Ubayd Allah bin Abdullah bin Abi Thawr, atas wewenang Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu. Tentang mereka, dia berkata: Saya masih ingin bertanya kepada Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu tentang dua wanita dari istri Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. atasnya dan berilah dia kedamaian, yang mana Tuhan Yang Maha Kuasa berfirman {Jika kamu bertaubat kepada Tuhan, sesungguhnya hatimu telah menghendaki} sampai Umar menunaikan haji radhiyallahu 'anhu dan aku menunaikan haji bersamanya. Ketika entah bagaimana Omar radhiyallahu 'anhu berdamai dengannya, dan saya memperlakukannya dengan baik, dan dia buang air besar, lalu dia mendatangi saya, dan saya menuangkan air ke atasnya. Tangannya, dan dia berwudhu, dan aku berkata, Wahai Amirul Mukminin, yang mana di antara dua wanita dari istri Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, kepada siapa Tuhan Yang Maha Esa bersabda {Jika kamu bertaubat Kepada Tuhan, sesungguhnya hatimu telah rela.} Lalu Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Dan kamu takjub wahai Ibnu Abbas." Al-Zuhri mengatakan dia membenci Demi Allah, dia tidak bertanya kepadanya tentang hal itu dan tidak menyembunyikannya darinya. Dia berkata, “Itu adalah Hafsa dan Aisha.” Kemudian dia mulai meriwayatkan hadis tersebut. Dia berkata, “Kami adalah sekelompok Quraisy.” Kita adalah bangsa yang didominasi oleh perempuan. Ketika kami datang ke Madinah, kami menemukan suatu kaum yang didominasi oleh kaum wanita. Jadi para wanita kami mulai belajar dari wanita mereka. Katanya, dan itu Rumahku di Bani Umayyah bin Zayd di Al-Awali. Dia berkata, "Suatu hari aku menjadi marah kepada istriku dan dia menanyakan kepadaku. Dia menolak menanyakan kepadaku, jadi dia berkata, 'Apa? Kamu menyangkal bahwa aku harus menerimamu kembali. Demi Tuhan, istri-istri Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, akan mengambil kembali istrinya, dan salah satu dari mereka akan meninggalkannya sampai hari ini. Malam hari, katanya, maka aku berangkat dan menemui Hafsa dan berkata, “Maukah salah satu dari kalian kembali kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian?” Dia berkata, “Ya.” Aku berkata, “Apakah salah seorang di antara kalian akan meninggalkannya?” Mulai hari ini hingga malam hari, dia berkata, “Ya.” Aku berkata, "Siapakah di antara kamu yang melakukan hal itu, dia kecewa dan rugi. Apakah ada di antara kamu yang selamat dari murka Allah?" terhadapnya karena murka Rasulnya. Jika dia terbunuh, jangan kembali kepada Rasulullah, dan jangan bertanya kepadanya apa pun, dan tanyakan padaku apa pun yang kamu inginkan, dan dia tidak akan menipumu jika itu benar. Tetanggamu lebih tampan dan dicintai Rasulullah daripada kamu. Dia menginginkan Aisha, semoga Tuhan meridhoinya. Beliau bersabda, “Saya mempunyai seorang tetangga dari kaum Ansar, dan kami bergiliran turun menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan dia turun pada suatu hari, dan saya turun pada hari yang lain, dan dia membawakan saya berita tentang wahyu dan hal-hal lain, dan saya datang kepadanya. Demikian pula, dia berkata, dan kami berbicara, bahwa Ghassan sedang memasang sepatu kuda untuk menyerang kami, jadi teman saya turun suatu hari, lalu dia datang kepada saya di malam hari, dan dia mengetuk pintu saya, lalu Dia memanggilku, maka aku pergi menemuinya dan berkata, “Suatu hal yang besar telah terjadi.” Saya berkata, “Apa yang dia bawakan untuk saya?” Ghassan berkata, “Tidak, bahkan lebih besar dari itu dan lebih lama.” Rasulullah menceraikan istri-istrinya. Maka saya katakan, Hafsa telah kecewa dan tersesat. saya dulu mengira hal ini akan terjadi hingga ketika aku salat Subuh, aku menarik pakaianku, lalu aku turun dan masuk. atas Hafsa sambil menangis, lalu aku berkata, “Haruskah Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menceraikanmu?” Dia berkata, "Saya tidak tahu. Apakah orang ini mengasingkan diri di tempat ini?" Maka aku mendatangi seorang anak laki-laki berkulit hitam, dan aku berkata, Minta izin kepada Umar, dan anak laki-laki itu masuk lalu keluar kepadaku dan berkata, Aku menyebutkanmu kepadanya, maka dia tetap diam dan aku pergi. Hingga saya sampai di mimbar, dan tiba-tiba sekelompok orang sedang duduk disana, ada yang menangis. Aku duduk beberapa saat, lalu aku dikuasai oleh apa yang kurasakan, jadi aku mendatangi anak itu dan berkata, “Mintalah izin.” Kepada Umar, lalu anak laki-laki itu masuk, lalu dia keluar kepadaku dan berkata, “Aku menyebutkan kamu kepadanya,” maka dia tetap diam, jadi aku keluar dan duduk di mimbar, dan kemudian apa yang kutemukan membuatku kewalahan. Maka aku mendatangi anak itu dan berkata, Minta izin pada Omar. Dia masuk dan kemudian keluar kepadaku dan berkata, “Aku menyebutkan kamu kepadanya.” Maka dia tetap diam, maka aku berpaling, dan lihatlah, anak laki-laki itu memanggilku. Dia berkata Masuk, dia telah memberimu izin, jadi aku masuk dan menyapa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan lihatlah, dia sedang berbaring di atas tikar pasir. Ya`qub menceritakan kepada kita dalam sebuah hadis Shalih. Beliau berkata, “Pasir Hasir mengenai lambungnya, maka aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah kamu sudah menceraikan istrimu?’” Dia mengangkat kepalanya ke arahku dan berkata, “Tidak.” Maka aku berkata, “Allah Maha Besar, jika engkau melihat kami wahai Rasulullah, dan kami sekelompok Quraisy adalah kaum yang mengalahkan wanita." Ketika Kami sampai di Madinah, Kami mendapati suatu kaum yang wanita-wanitanya lebih unggul dari mereka, maka wanita-wanita kami mulai belajar dari wanita-wanita mereka. Lalu suatu hari aku menjadi marah terhadap istriku, dan lihatlah, dia mencari-cari alasan untukku. Dia menolak untuk berkonsultasi dengan saya, jadi dia berkata, “Mengapa kamu menyangkal bahwa saya harus berkonsultasi dengan kamu? Demi Tuhan, istri-istri Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, akan meninjaunya.” Dan salah seorang di antara mereka meninggalkannya pada hari ini hingga malam tiba, maka aku berkata: Barangsiapa di antara mereka yang melakukan hal itu, maka dia kecewa dan tersesat. Apakah salah satu dari mereka selamat dari murka Allah? terhadapnya karena kemarahan Utusannya, dan ketika dia meninggal, Utusan Allah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tersenyum, dan aku berkata, Wahai Rasulullah, jadi aku masuk ke Hafsa. Maka aku berkata, “Jangan tertipu jika tetanggamu lebih tampan dan lebih dicintai Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dibandingkan kamu.” Kemudian wanita lain tersenyum, jadi saya berkata, “Saya akan santai saja.” Ya Rasulullah, dia berkata, ya, maka aku duduk dan mengangkat kepalaku di dalam rumah, dan demi Tuhan, aku tidak melihat apa pun di dalamnya yang dapat memulihkan penglihatan kecuali rasa tumpul. Tiga kali, maka aku berkata, “Doakan ya Rasulullah, agar hal itu meluas ke bangsamu, sebagaimana telah meluas ke Persia dan Romawi, dan mereka tidak menyembah Tuhan.” Maka dia duduk dan duduk, lalu berkata Apakah kamu mempunyai keraguan, wahai Ibnu Al-Khattab? Mereka itulah kaum yang disegerakan amal shalehnya dalam kehidupan dunia. Maka aku berkata, “Mohon ampun kepadaku wahai Rasulullah.” Demi Tuhan, dia bersumpah tidak akan menghabiskan satu bulan pun bersama mereka karena parahnya perasaannya terhadap mereka, hingga Allah SWT menegurnya.
Musnad Ahmad : 172
It Was
Sahih
حَدَّثَنَا يَزِيدُ، أَنْبَأَنَا أَصْبَغُ، عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ الشَّامِيِّ، قَالَ لَبِسَ أَبُو أُمَامَةَ ثَوْبًا جَدِيدًا فَلَمَّا بَلَغَ تَرْقُوَتَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اسْتَجَدَّ ثَوْبًا فَلَبِسَهُ فَقَالَ حِينَ يَبْلُغُ تَرْقُوَتَهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ثُمَّ عَمَدَ إِلَى الثَّوْبِ الَّذِي أَخْلَقَ أَوْ قَالَ أَلْقَى فَتَصَدَّقَ بِهِ كَانَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ تَعَالَى وَفِي جِوَارِ اللَّهِ وَفِي كَنَفِ اللَّهِ حَيًّا وَمَيِّتًا حَيًّا وَمَيِّتًا حَيًّا وَمَيِّتًا .
Yazid menceritakan kepada kami, Asbagh menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Al-Ala’ Al-Shami, dia berkata: Abu Umamah mengenakan baju baru, dan ketika sudah mencapai tulang selangkanya, dia berkata, “Alhamdulillah.” Dia yang telah mendandaniku dengan apa yang dapat aku gunakan untuk menutupi auratku dan mempercantik diriku dalam hidupku. Lalu dia berkata, Aku mendengar Omar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu berkata. Dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, siapa pun yang meminta pakaian dan mengenakannya dan berkata ketika sudah mencapai tulang selangkanya, Segala puji bagi Tuhan yang memberiku pakaian yang menutupi auratku. Dan aku menghiasi diriku dengannya semasa hidupku, kemudian dia pergi ke pakaian yang telah dia ciptakan, atau dia berkata bahwa dia telah mengenakannya, dan dia menyedekahkannya. Ia berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Dan di lingkungan Tuhan dan dalam naungan Tuhan, hidup dan mati, hidup dan mati, hidup dan mati.
Musnad Ahmad : 173
It Was
Sahih
حَدَّثَنَا يَزِيدُ، أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، أَنْبَأَنَا الزُّبَيْرُ بْنُ الْخِرِّيتِ، عَنْ أَبِي لَبِيدٍ، قَالَ خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ طَاحِيَةَ مُهَاجِرًا يُقَالُ لَهُ بَيْرَحُ بْنُ أَسَدٍ فَقَدِمَ الْمَدِينَةَ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَيَّامٍ فَرَآهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَعَلِمَ أَنَّهُ غَرِيبٌ فَقَالَ لَهُ مَنْ أَنْتَ قَالَ مِنْ أَهْلِ عُمَانَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَأَدْخَلَهُ عَلَى أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ هَذَا مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ الَّتِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَرْضًا يُقَالُ لَهَا عُمَانُ يَنْضَحُ بِنَاحِيَتِهَا الْبَحْرُ بِهَا حَيٌّ مِنْ الْعَرَبِ لَوْ أَتَاهُمْ رَسُولِي مَا رَمَوْهُ بِسَهْمٍ وَلَا حَجَرٍ .
Yazid memberi tahu kami, Jarir memberi tahu kami, Al-Zubayr bin Al-Kharit memberi tahu kami, atas wewenang Abu Labid, dia berkata: Seorang pria keluar dari Tahiyah, seorang imigran, bernama Bayrah bin Seekor singa datang ke Madinah beberapa hari setelah kematian Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan Umar, semoga Tuhan meridhoinya, melihatnya dan mengetahui bahwa Dia adalah orang asing. Dia berkata kepadanya, “Siapa kamu?” Dia berkata, “Dari masyarakat Oman.” Dia berkata, “Ya,” katanya. Maka dia mengambil tangannya dan membawanya kepada Abu Bakar radhiyallahu 'anhu, dan dia berkata. Ini adalah salah satu penduduk negeri yang saya dengar Rasulullah SAW bersabda: Saya mengetahui sebuah negeri bernama Oman yang sedang mengalami kekeringan. Di dekatnya ada laut, dan ada lingkungan orang Arab. Seandainya utusanku datang kepada mereka, mereka tidak akan menembaknya dengan panah atau batu.
Musnad Ahmad : 174
It Was
Sahih
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ، قَالَ بَلَغَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ سَعْدًا لَمَّا بَنَى الْقَصْرَ قَالَ انْقَطَعَ الصُّوَيْتُ فَبَعَثَ إِلَيْهِ مُحَمَّدَ بْنَ مَسْلَمَةَ فَلَمَّا قَدِمَ أَخْرَجَ زَنْدَهُ وَأَوْرَى نَارَهُ وَابْتَاعَ حَطَبًا بِدِرْهَمٍ وَقِيلَ لِسَعْدٍ إِنَّ رَجُلًا فَعَلَ كَذَا وَكَذَا فَقَالَ ذَاكَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ فَخَرَجَ إِلَيْهِ فَحَلَفَ بِاللَّهِ مَا قَالَهُ فَقَالَ نُؤَدِّي عَنْكَ الَّذِي تَقُولُهُ وَنَفْعَلُ مَا أُمِرْنَا بِهِ فَأَحْرَقَ الْبَابَ ثُمَّ أَقْبَلَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ أَنْ يُزَوِّدَهُ فَأَبَى فَخَرَجَ فَقَدِمَ عَلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَهَجَّرَ إِلَيْهِ فَسَارَ ذَهَابَهُ وَرُجُوعَهُ تِسْعَ عَشْرَةَ فَقَالَ لَوْلَا حُسْنُ الظَّنِّ بِكَ لَرَأَيْنَا أَنَّكَ لَمْ تُؤَدِّ عَنَّا قَالَ بَلَى أَرْسَلَ يَقْرَأُ السَّلَامَ وَيَعْتَذِرُ وَيَحْلِفُ بِاللَّهِ مَا قَالَهُ قَالَ فَهَلْ زَوَّدَكَ شَيْئًا قَالَ لَا قَالَ فَمَا مَنَعَكَ أَنْ تُزَوِّدَنِي أَنْتَ قَالَ إِنِّي كَرِهْتُ أَنْ آمُرَ لَكَ فَيَكُونَ لَكَ الْبَارِدُ وَيَكُونَ لِي الْحَارُّ وَحَوْلِي أَهْلُ الْمَدِينَةِ قَدْ قَتَلَهُمْ الْجُوعُ وَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَشْبَعُ الرَّجُلُ دُونَ جَارِهِ
Abdul Rahman meriwayatkan kepada kami, Sufyan meriwayatkan kepada kami, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abaya bin Rifa'ah, dia berkata, Umar radhiyallahu 'anhu, meriwayatkan bahwa Sa'd telah membangun Istana berkata, "Suaranya telah berhenti," maka Muhammad ibn Maslamah mengirim kepadanya. Sesampainya di sana, dia mengeluarkan tombaknya, mematikan apinya, dan membeli kayu bakar seharga satu dirham. Dan diceritakan kepada Saad bahwa ada seorang laki-laki yang melakukan ini dan itu, dan orang itu, Muhammad bin Maslamah, berkata, maka dia pergi menemuinya, dan dia bersumpah demi Allah apa yang dia katakan, dan dia berkata, “Kami akan membayar untukmu apa yang dia katakan.” Anda mengatakan itu, dan kami akan melakukan apa yang diperintahkan kepada kami. Jadi dia membakar pintunya, lalu dia mendekat dan menawarkan untuk memberinya makanan, tapi dia menolak, jadi dia keluar dan mendatangi Omar Radhi. Tuhan memberkati dia, maka dia berhijrah kepadanya, dan perjalanan dan kepulangannya memakan waktu sembilan belas hari, maka dia berkata, “Jika bukan karena pendapat baik dari Anda, kami akan memastikan bahwa Anda tidak mengampuni kami.” Dia berkata, “Ya.” Dia mengirim untuk menyapa dan meminta maaf dan bersumpah kepada Tuhan. Dia tidak mengatakan apa yang dia katakan. Dia berkata, “Apakah dia memberimu sesuatu?” Dia berkata, “Tidak.” Dia berkata, “Apa yang menghalangimu untuk memberikannya kepadaku?” Beliau bersabda, “Aku benci menyuruhmu agar cuaca menjadi dingin bagimu dan aku menjadi panas, dan di sekitarku penduduk Madinah telah terbunuh karena kelaparan, dan aku mendengar Rasulullah.” Semoga doa dan damai sejahtera Allah SWT menyertainya, beliau bersabda: Manusia tidak akan puas tanpa sesamanya.
Musnad Ahmad : 175
Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى الطَّبَّاعُ، حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ، أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ رَجَعَ إِلَى رَحْلِهِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَكُنْتُ أُقْرِئُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ فَوَجَدَنِي وَأَنَا أَنْتَظِرُهُ، وَذَلِكَ، بِمِنًى فِي آخِرِ حَجَّةٍ حَجَّهَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ إِنَّ رَجُلًا أَتَى عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ إِنَّ فُلَانًا يَقُولُ لَوْ قَدْ مَاتَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَايَعْتُ فُلَانًا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنِّي قَائِمٌ الْعَشِيَّةَ فِي النَّاسِ فَمُحَذِّرُهُمْ هَؤُلَاءِ الرَّهْطَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَغْصِبُوهُمْ أَمْرَهُمْ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَقُلْتُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ لَا تَفْعَلْ فَإِنَّ الْمَوْسِمَ يَجْمَعُ رَعَاعَ النَّاسِ وَغَوْغَاءَهُمْ وَإِنَّهُمْ الَّذِينَ يَغْلِبُونَ عَلَى مَجْلِسِكَ إِذَا قُمْتَ فِي النَّاسِ فَأَخْشَى أَنْ تَقُولَ مَقَالَةً يَطِيرُ بِهَا أُولَئِكَ فَلَا يَعُوهَا وَلَا يَضَعُوهَا عَلَى مَوَاضِعِهَا وَلَكِنْ حَتَّى تَقْدَمَ الْمَدِينَةَ فَإِنَّهَا دَارُ الْهِجْرَةِ وَالسُّنَّةِ وَتَخْلُصَ بِعُلَمَاءِ النَّاسِ وَأَشْرَافِهِمْ فَتَقُولَ مَا قُلْتَ مُتَمَكِّنًا فَيَعُونَ مَقَالَتَكَ وَيَضَعُونَهَا مَوَاضِعَهَا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَئِنْ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ سَالِمًا صَالِحًا لَأُكَلِّمَنَّ بِهَا النَّاسَ فِي أَوَّلِ مَقَامٍ أَقُومُهُ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فِي عَقِبِ ذِي الْحِجَّةِ وَكَانَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَجَّلْتُ الرَّوَاحَ صَكَّةَ الْأَعْمَى فَقُلْتُ لِمَالِكٍ وَمَا صَكَّةُ الْأَعْمَى قَالَ إِنَّهُ لَا يُبَالِي أَيَّ سَاعَةٍ خَرَجَ لَا يَعْرِفُ الْحَرَّ وَالْبَرْدَ وَنَحْوَ هَذَا فَوَجَدْتُ سَعِيدَ بْنَ زَيْدٍ عِنْدَ رُكْنِ الْمِنْبَرِ الْأَيْمَنِ قَدْ سَبَقَنِي فَجَلَسْتُ حِذَاءَهُ تَحُكُّ رُكْبَتِي رُكْبَتَهُ فَلَمْ أَنْشَبْ أَنْ طَلَعَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَلَمَّا رَأَيْتُهُ قُلْتُ لَيَقُولَنَّ الْعَشِيَّةَ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ مَقَالَةً مَا قَالَهَا عَلَيْهِ أَحَدٌ قَبْلَهُ قَالَ فَأَنْكَرَ سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ ذَلِكَ فَقَالَ مَا عَسَيْتَ أَنْ يَقُولَ مَا لَمْ يَقُلْ أَحَدٌ فَجَلَسَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ فَلَمَّا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ قَامَ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا النَّاسُ فَإِنِّي قَائِلٌ مَقَالَةً قَدْ قُدِّرَ لِي أَنْ أَقُولَهَا لَا أَدْرِي لَعَلَّهَا بَيْنَ يَدَيْ أَجَلِي فَمَنْ وَعَاهَا وَعَقَلَهَا فَلْيُحَدِّثْ بِهَا حَيْثُ انْتَهَتْ بِهِ رَاحِلَتُهُ وَمَنْ لَمْ يَعِهَا فَلَا أُحِلُّ لَهُ أَنْ يَكْذِبَ عَلَيَّ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ وَكَانَ مِمَّا أَنْزَلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَقَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا وَرَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ فَأَخْشَى إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ أَنْ يَقُولَ قَائِلٌ لَا نَجِدُ آيَةَ الرَّجْمِ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيَضِلُّوا بِتَرْكِ فَرِيضَةٍ قَدْ أَنْزَلَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالرَّجْمُ فِي كِتَابِ اللَّهِ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى إِذَا أُحْصِنَ مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ إِذَا قَامَتْ الْبَيِّنَةُ أَوْ الْحَبَلُ أَوْ الِاعْتِرَافُ أَلَا وَإِنَّا قَدْ كُنَّا نَقْرَأُ لَا تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ فَإِنَّ كُفْرًا بِكُمْ أَنْ تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ أَلَا وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُطْرُونِي كَمَا أُطْرِيَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُ اللَّهِ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَقَدْ بَلَغَنِي أَنَّ قَائِلًا مِنْكُمْ يَقُولُ لَوْ قَدْ مَاتَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَايَعْتُ فُلَانًا فَلَا يَغْتَرَّنَّ امْرُؤٌ أَنْ يَقُولَ إِنَّ بَيْعَةَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَتْ فَلْتَةً أَلَا وَإِنَّهَا كَانَتْ كَذَلِكَ أَلَا وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَقَى شَرَّهَا وَلَيْسَ فِيكُمْ الْيَوْمَ مَنْ تُقْطَعُ إِلَيْهِ الْأَعْنَاقُ مِثْلُ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَلَا وَإِنَّهُ كَانَ مِنْ خَبَرِنَا حِينَ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ عَلِيًّا وَالزُّبَيْرَ وَمَنْ كَانَ مَعَهُمَا تَخَلَّفُوا فِي بَيْتِ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَخَلَّفَتْ عَنَّا الْأَنْصَارُ بِأَجْمَعِهَا فِي سَقِيفَةِ بَنِي سَاعِدَةَ وَاجْتَمَعَ الْمُهَاجِرُونَ إِلَى أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا بَكْرٍ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى إِخْوَانِنَا مِنْ الْأَنْصَارِ فَانْطَلَقْنَا نَؤُمُّهُمْ حَتَّى لَقِيَنَا رَجُلَانِ صَالِحَانِ فَذَكَرَا لَنَا الَّذِي صَنَعَ الْقَوْمُ فَقَالَا أَيْنَ تُرِيدُونَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ فَقُلْتُ نُرِيدُ إِخْوَانَنَا هَؤُلَاءِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَا لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَقْرَبُوهُمْ وَاقْضُوا أَمْرَكُمْ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ فَقُلْتُ وَاللَّهِ لَنَأْتِيَنَّهُمْ فَانْطَلَقْنَا حَتَّى جِئْنَاهُمْ فِي سَقِيفَةِ بَنِي سَاعِدَةَ فَإِذَا هُمْ مُجْتَمِعُونَ وَإِذَا بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ رَجُلٌ مُزَمَّلٌ فَقُلْتُ مَنْ هَذَا فَقَالُوا سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ فَقُلْتُ مَا لَهُ قَالُوا وَجِعٌ فَلَمَّا جَلَسْنَا قَامَ خَطِيبُهُمْ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ وَقَالَ أَمَّا بَعْدُ فَنَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَكَتِيبَةُ الْإِسْلَامِ وَأَنْتُمْ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ رَهْطٌ مِنَّا وَقَدْ دَفَّتْ دَافَّةٌ مِنْكُمْ يُرِيدُونَ أَنْ يَخْزِلُونَا مِنْ أَصْلِنَا وَيَحْضُنُونَا مِنْ الْأَمْرِ فَلَمَّا سَكَتَ أَرَدْتُ أَنْ أَتَكَلَّمَ وَكُنْتُ قَدْ زَوَّرْتُ مَقَالَةً أَعْجَبَتْنِي أَرَدْتُ أَنْ أَقُولَهَا بَيْنَ يَدَيْ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَدْ كُنْتُ أُدَارِي مِنْهُ بَعْضَ الْحَدِّ وَهُوَ كَانَ أَحْلَمَ مِنِّي وَأَوْقَرَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى رِسْلِكَ فَكَرِهْتُ أَنْ أُغْضِبَهُ وَكَانَ أَعْلَمَ مِنِّي وَأَوْقَرَ وَاللَّهِ مَا تَرَكَ مِنْ كَلِمَةٍ أَعْجَبَتْنِي فِي تَزْوِيرِي إِلَّا قَالَهَا فِي بَدِيهَتِهِ وَأَفْضَلَ حَتَّى سَكَتَ فَقَالَ أَمَّا بَعْدُ فَمَا ذَكَرْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَأَنْتُمْ أَهْلُهُ وَلَمْ تَعْرِفْ الْعَرَبُ هَذَا الْأَمْرَ إِلَّا لِهَذَا الْحَيِّ مِنْ قُرَيْشٍ هُمْ أَوْسَطُ الْعَرَبِ نَسَبًا وَدَارًا وَقَدْ رَضِيتُ لَكُمْ أَحَدَ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ أَيَّهُمَا شِئْتُمْ وَأَخَذَ بِيَدِي وَبِيَدِ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ فَلَمْ أَكْرَهْ مِمَّا قَالَ غَيْرَهَا وَكَانَ وَاللَّهِ أَنْ أُقَدَّمَ فَتُضْرَبَ عُنُقِي لَا يُقَرِّبُنِي ذَلِكَ إِلَى إِثْمٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَتَأَمَّرَ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَّا أَنْ تَغَيَّرَ نَفْسِي عِنْدَ الْمَوْتِ فَقَالَ قَائِلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ أَنَا جُذَيْلُهَا الْمُحَكَّكُ وَعُذَيْقُهَا الْمُرَجَّبُ مِنَّا أَمِيرٌ وَمِنْكُمْ أَمِيرٌ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ فَقُلْتُ لِمَالِكٍ مَا مَعْنَى أَنَا جُذَيْلُهَا الْمُحَكَّكُ وَعُذَيْقُهَا الْمُرَجَّبُ قَالَ كَأَنَّهُ يَقُولُ أَنَا دَاهِيَتُهَا قَالَ وَكَثُرَ اللَّغَطُ وَارْتَفَعَتْ الْأَصْوَاتُ حَتَّى خَشِيتُ الِاخْتِلَافَ فَقُلْتُ ابْسُطْ يَدَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ فَبَسَطَ يَدَهُ فَبَايَعْتُهُ وَبَايَعَهُ الْمُهَاجِرُونَ ثُمَّ بَايَعَهُ الْأَنْصَارُ وَنَزَوْنَا عَلَى سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ فَقَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ قَتَلْتُمْ سَعْدًا فَقُلْتُ قَتَلَ اللَّهُ سَعْدًا وَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَمَا وَاللَّهِ مَا وَجَدْنَا فِيمَا حَضَرْنَا أَمْرًا هُوَ أَقْوَى مِنْ مُبَايَعَةِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَشِينَا إِنْ فَارَقْنَا الْقَوْمَ وَلَمْ تَكُنْ بَيْعَةٌ أَنْ يُحْدِثُوا بَعْدَنَا بَيْعَةً فَإِمَّا أَنْ نُتَابِعَهُمْ عَلَى مَا لَا نَرْضَى وَإِمَّا أَنْ نُخَالِفَهُمْ فَيَكُونَ فِيهِ فَسَادٌ فَمَنْ بَايَعَ أَمِيرًا عَنْ غَيْرِ مَشُورَةِ الْمُسْلِمِينَ فَلَا بَيْعَةَ لَهُ وَلَا بَيْعَةَ لِلَّذِي بَايَعَهُ تَغِرَّةً أَنْ يُقْتَلَا قَالَ مَالِكٌ وَأَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ الرَّجُلَيْنِ اللَّذَيْنِ لَقِيَاهُمَا عُوَيْمِرُ بْنُ سَاعِدَةَ وَمَعْنُ بْنُ عَدِيٍّ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَأَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ الَّذِي قَالَ أَنَا جُذَيْلُهَا الْمُحَكَّكُ وَعُذَيْقُهَا الْمُرَجَّبُ الْحُبَابُ بْنُ الْمُنْذِرِ.
Ishaq bin Isa al-Tabbaa menceritakan kepada kami, Malik bin Anas menceritakan kepada kami, Ibnu Shihab menceritakan kepadaku, atas wewenang Ubayd Allah bin Abdullah bin Utba bin Masoud, bahwa Ibnu Abbas menceritakan kepadanya bahwa Abd al-Rahman ibn Awf telah kembali ke perjalanannya. Ibnu Abbas berkata, dan aku sedang membacakan untuk Abd al-Rahman. Ben Awf menemukanku menunggunya, di Mina, pada saat haji terakhir yang dilakukan Umar ibn al-Khattab radhiyallahu 'anhu. Abdul Rahman bin Auf: Seorang laki-laki mendatangi Umar bin al-Khattab radhiyallahu 'anhu dan berkata: Si anu berkata, Jika Omar meninggal radhiyallahu 'anhu, saya pasti telah berbaiat kepada si anu. Kemudian Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku akan berdiri pada malam hari di antara orang-orang dan memperingatkan mereka tentang orang-orang yang ingin merebut kekuasaan mereka. Mereka harus melakukannya." kata Abdul. Yang Maha Pemurah, maka aku berkata, Wahai Amirul Mukminin, jangan lakukan itu, karena musim menyatukan rakyat jelata dan gerombolan orang, dan merekalah yang mendominasi pertemuanmu. Jika kamu muncul di antara orang-orang, aku khawatir kamu akan mengatakan sesuatu yang akan membuat orang-orang itu terbang, tetapi mereka tidak memahaminya dan tidak menempatkannya pada tempatnya. Namun sampai Anda mendekati Madinah, yang merupakan rumah hijrah dan Sunnah, dan Anda akan menemukan ulama-ulama dan para bangsawannya, sehingga Anda dapat mengucapkan apa yang Anda katakan dengan penuh wibawa. Jadi mereka membantu kata-kata Anda dan menempatkannya pada tempatnya. Umar radhiyallahu 'anhu berkata: Jika saya membawa Madinah dengan selamat, saya akan membicarakannya dengan orang-orang sejak awal. Tempat untukku tinggal. Ketika kami tiba di Madinah setelah Dzulhijjah, dan saat itu hari Jumat, roh-roh mempercepat kematian orang buta itu, dan aku berkata: Demi Malik, apa yang dikatakan orang buta itu sehingga dia tidak peduli? jam berapa dia keluar? Dia tidak mengenal panas, dingin dan sejenisnya. Aku menemukan Saeed bin Zaid di sudut kanan mimbar telah mendahuluiku, maka aku duduk, sepatunya menggesekkan lututku ke lututnya, namun aku tidak berdiri sampai Umar radhiyallahu 'anhu muncul, maka ketika aku melihatnya berkata, "Biarlah mereka mengatakan pada malam di mimbar ini sesuatu yang belum pernah dikatakan oleh siapa pun tentang dia sebelum dia." Sa’id bin Zaid menyangkal hal itu dan berkata, “Tidak mungkin dia mengatakan apa yang belum pernah dikatakan orang lain. Kemudian Umar radhiyallahu 'anhu duduk di mimbar, dan ketika muazin tetap diam, dia bangkit dan memuji Tuhan. Karena itu layak untuk itu. Lalu beliau bersabda, "Sekarang, hai sekalian manusia, aku mengatakan sesuatu yang telah ditakdirkan untuk aku ucapkan. Aku tidak tahu. Barangkali itu ada di tanganku demi aku. Siapakah yang Dia mengetahui hal itu dan pikirannya, hendaklah dia membicarakannya di mana saja tunggangannya berakhir, dan siapa pun yang tidak mengetahuinya, maka tidak boleh baginya berbohong kepadaku, karena Allah SWT mengutus Muhammad SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dengan kebenaran dan diturunkan kepadanya Kitab, dan di antara yang ayat rajam yang diwahyukan kepadanya adalah ayat rajam, maka kami membacanya dan memahaminya. Rasulullah SAW, melempari kami dengan batu, dan kami melemparinya dengan batu setelahnya. Saya khawatir jika orang hidup lama, ada yang mengatakan tidak. Ayat tentang rajam itu kita temukan dalam Kitab Allah SWT, sehingga mereka tersesat dengan meninggalkan kewajiban yang diturunkan Allah SWT zina. Jika laki-laki dan perempuan itu suci, padahal ada bukti, atau tali, atau pengakuan, maka sesungguhnya kami mempergunakannya. membaca: Jangan Menyimpang dari nenek moyangmu, karena menyimpang dari nenek moyangmu adalah penghujatan. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Jangan menyanjungku sebagaimana aku tersanjung.” Yesus, putra Maryam, saw. Aku hanyalah hamba Allah, maka katakanlah, “Abdullah dan Rasul-Nya.” Telah sampai padaku bahwa ada seorang di antara kalian yang berkata: Seandainya Umar radhiyallahu 'anhu meninggal dunia, niscaya aku akan berbaiat kepada si fulan, maka janganlah ada orang yang tertipu ketika ia mengatakan bahwa baiat kepada Abu Bakar radhiyallahu 'anhu itu hanyalah perkara sederhana. Sesungguhnya seperti itu, kecuali Allah SWT yang menjaganya dari kejahatannya, dan tidak ada di antara kalian saat ini yang terpenggal lehernya seperti Abu Bakar radhiyallahu 'anhu, dan menjadi kabar kami ketika Rasulullah radhiyallahu 'anhu meninggal dunia, bahwa Ali, Zubayr, dan siapa pun yang bersama mereka, mereka tertinggal di rumah Fathimah radhiyallahu 'anhu, putri Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia pergi di belakang kami. Kaum Ansar semuanya ada di Saqifat Bani Sa`idah, dan para muhajirin berkumpul di Abu Bakar radhiyallahu 'anhu, maka aku berkata kepadanya, Wahai Abu Bakar Bawalah kami menemui saudara-saudara kami dari kaum Ansar, dan kami berangkat mengikuti mereka sampai kami bertemu dengan dua orang shaleh yang menceritakan kepada kami apa yang telah dilakukan terhadap orang-orang tersebut, maka mereka berkata: Mau ke mana wahai kelompok muhajirin? Saya berkata, “Kami menginginkan saudara-saudara kami dari Ansar.” Mereka berkata, “Tidak, kamu tidak boleh mendekati mereka dan menyelesaikan urusanmu.” Wahai komunitas emigran, saya berkata, “Demi Tuhan, kami akan sampai mereka." Maka kami berangkat sampai kami tiba kepada mereka di Saqifah Bani Sa’idah, dan lihatlah, mereka sedang berkumpul, dan lihatlah, di antara punggung mereka ada seorang laki-laki yang membawa sisir, dan aku bertanya, “Siapakah ini?” Mereka berkata, “Saad bin Ubadah.” Saya berkata, “Ada apa dengan dia?” Mereka berkata, “Sakit.” Saat kami duduk, dia bangun. Pengkhotbah mereka memuji Tuhan Yang Maha Kuasa atas apa yang pantas diterimanya dan berkata, “Setelah itu, kami adalah pendukung Tuhan Yang Maha Esa dan Batalyon Islam.” Dan Anda, hai komunitas emigran, adalah sekelompok dari kami, dan sekelompok dari Anda telah berangkat, ingin mempermalukan kami dari asal usul kami dan mengisolasi kami dari masalah tersebut. Lalu saat aku tetap diam. Saya ingin berbicara, dan saya telah memalsukan artikel yang saya sukai. Saya ingin mengucapkannya di tangan Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. Dulu aku memperlakukannya dengan agak kasar, tapi dia lebih pemaaf dan lebih bermartabat daripada aku, maka Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata, "Lihatlah utusanmu," maka aku benci membuatnya marah. Dia lebih berilmu dariku dan lebih terhormat, dan demi Allah, dia tidak meninggalkan sepatah kata pun yang aku sukai dalam pemalsuanku kecuali dia mengatakannya dalam intuisinya dan lebih baik, hingga dia tetap diam dan berkata: Setelah itu, kebaikan apa pun yang kamu sebutkan, kamulah yang termasuk di dalamnya, dan orang-orang Arab tidak mengetahui hal ini kecuali lingkungan Quraisy ini, yang merupakan keturunan Arab tengah. Dia berbalik, dan aku telah menerima untukmu salah satu dari dua orang ini, siapa pun yang kamu inginkan, dan dia menggandengku dan tangan Abu Ubaidah bin al-Jarrah. Saya tidak membenci semua itu. Dia mengatakan sesuatu yang berbeda, tapi demi Tuhan, jika saya Aku akan maju ke depan dan memenggal leherku, hal itu tidak akan membawaku lebih dekat kepada dosa yang lebih aku cintai daripada bersekongkol melawan suatu kaum di antaranya adalah Abu A perawan radhiyallahu 'anhu, kecuali jiwaku berubah pada saat kematian, dan salah satu kaum Ansar berkata, "Akulah akar gatalnya dan akar-akarnya." Yang diharapkan dari kami adalah seorang pangeran, dan darimu seorang pangeran, hai kaum Quraisy. Maka aku bertanya kepada Malik, “Apa maksudnya ‘Aku adalah akar yang bertekstur dan akar yang disambut?’” Ia berkata seolah-olah mengatakan, “Aku menyadarinya,” katanya, dan kebingungan bertambah dan suara-suara meninggi hingga aku takut akan perselisihan, maka aku berkata, “Ulurkan tanganmu, wahai Abu Bakar.” Lalu dia mengulurkan tangannya, dan aku berjanji setia padanya, dan para muhajirin berjanji setia padanya, kemudian kaum Ansar berjanji setia padanya, dan kami berbaris melawan Saad bin Ubadah, dan salah satu di antara mereka berkata, “Kamu telah membunuh Sa’d, maka aku berkata, “Semoga Tuhan membunuh Sa’d,” dan Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Demi Tuhan, kami tidak menemukan, di antara kami yang hadir, sesuatu yang lebih kuat daripada berjanji setia kepada ayahku.” Bakr, semoga Tuhan meridhoi dia. Kami takut jika kami berpisah dari masyarakat dan tidak ada baiat, sehingga mereka akan mengucapkan baiat setelah kami, maka kami akan mengikuti mereka dengan cara yang tidak kami setujui. Atau kita tidak sependapat dengan mereka, sehingga berujung pada korupsi. Barangsiapa yang berjanji setia kepada seorang pangeran tanpa berkonsultasi dengan kaum muslimin, maka tidak ada janji setia kepadanya, dan tidak ada janji setia kepada orang yang Dia berikrar setia kepadanya dengan resiko dirugikan. dibunuh. Malik berkata, Ibnu Shihab menceritakan kepadaku atas wewenang Urwah bin al-Zubayr bahwa dua orang itu yaitu Uwaymir bin Sa’idah dan Ma’an bin Adiy. Ibnu Shihab berkata, dan Sa’id bin Al-Musayyab menceritakan kepadaku bahwa orang yang berkata: “Akulah batangnya yang gatal dan tangkainya.” Al-Murjab Al-Hubab bin Al-Mundhir.
Musnad Ahmad : 176
Lt Was
Sahih
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ وَأَخْبَرَنِي الْأَوْزَاعِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَرْوَانَ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ مَحْصُورٌ فَقَالَ إِنَّكَ إِمَامُ الْعَامَّةِ وَقَدْ نَزَلَ بِكَ مَا تَرَى وَإِنِّي أَعْرِضُ عَلَيْكَ خِصَالًا ثَلَاثًا اخْتَرْ إِحْدَاهُنَّ إِمَّا أَنْ تَخْرُجَ فَتُقَاتِلَهُمْ فَإِنَّ مَعَكَ عَدَدًا وَقُوَّةً وَأَنْتَ عَلَى الْحَقِّ وَهُمْ عَلَى الْبَاطِلِ وَإِمَّا أَنْ نَخْرِقَ لَكَ بَابًا سِوَى الْبَابِ الَّذِي هُمْ عَلَيْهِ فَتَقْعُدَ عَلَى رَوَاحِلِكَ فَتَلْحَقَ بِمَكَّةَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْتَحِلُّوكَ وَأَنْتَ بِهَا وَإِمَّا أَنْ تَلْحَقَ بِالشَّامِ فَإِنَّهُمْ أَهْلُ الشَّامِ وَفِيهِمْ مُعَاوِيَةُ فَقَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَمَّا أَنْ أَخْرُجَ فَأُقَاتِلَ فَلَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ خَلَفَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أُمَّتِهِ بِسَفْكِ الدِّمَاءِ وَأَمَّا أَنْ أَخْرُجَ إِلَى مَكَّةَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْتَحِلُّونِي بِهَا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُلْحِدُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ بِمَكَّةَ يَكُونُ عَلَيْهِ نِصْفُ عَذَابِ الْعَالَمِ فَلَنْ أَكُونَ أَنَا إِيَّاهُ وَأَمَّا أَنْ أَلْحَقَ بِالشَّامِ فَإِنَّهُمْ أَهْلُ الشَّامِ وَفِيهِمْ مُعَاوِيَةُ فَلَنْ أُفَارِقَ دَارَ هِجْرَتِي وَمُجَاوَرَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَاه عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ عَنِ ابْنِ الْمُبَارَكِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَقَالَ يُلْحِدُ.
Ali bin Ayyash menceritakan kepada kami, Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, katanya, dan Al-Awza'i menceritakan kepadaku, atas wewenang Muhammad bin Abdul-Malik bin Marwan, bahwa Dia memberitahunya atas wewenang Al-Mughirah bin Shu'bah, bahwa dia memasuki Utsman radhiyallahu 'anhu, ketika dia sedang dikepung, dan berkata, "Kamu adalah imam umat, dan kamu telah turun." Seperti yang Anda lihat, saya menyajikan kepada Anda tiga karakteristik. Pilih salah satu di antara mereka: Pergilah keluar dan lawan mereka, karena kamu mempunyai jumlah dan kekuatan, dan kamu berada di kebenaran. Dan mereka itu batil, atau Kami akan merobohkan bagimu sebuah pintu selain pintu yang ada di atasnya, dan kamu akan duduk di atas untamu dan bergabung dengan Mekah, karena mereka tidak akan mengizinkannya bagimu selama kamu berada di sana. Entah Anda bergabung dengan Syam, karena mereka adalah kaum Syam dan di antara mereka ada Muawiyah. Utsman radhiyallahu 'anhu berkata: Entah aku akan keluar dan berperang, karena aku tidak akan menjadi orang pertama di antara umatnya yang menggantikan Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dengan menumpahkan darah. Aku akan pergi ke Mekah, karena mereka tidak mengizinkanku melakukan hal itu, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Seorang laki-laki Quraisy di Mekah adalah seorang atheis. Dia akan menderita separuh siksaan dunia, dan aku tidak akan sama lagi. Adapun saya yang bergabung dengan Syam, mereka adalah orang-orang Syam, dan di antaranya adalah Muawiyah, saya tidak akan pernah meninggalkan tempat hijrah dan lingkungan saya dengan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Ali bin Ishaq meriwayatkan kepada kami berdasarkan otoritas Ibnu Al-Mubarak, dan dia menyebutkan Hadits dan dia berkata bahwa dia adalah seorang ateis.
Musnad Ahmad : 177
Zaid bin Ali bin al-Husain (RA)
Sahih
حَدَّثَنَا أَبُو يُوسُفَ الْمُؤَدِّبُ، يَعْقُوبُ جَارُنَا حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ الْمُطَّلِبِ، عَنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ.
Abu Yusuf Al-Muaddeeb meriwayatkan kepada kami, Yaqoub tetangga kami, Ibrahim bin Saad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abd Al-Aziz bin Al-Muttalib, atas wewenang Abd Al-Rahman bin Al-Harits, atas wewenang Zayd bin Ali bin Al-Hussein, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: Barang siapa yang terbunuh tanpa ada apa-apa pada dirinya, maka dialah syahid
Musnad Ahmad : 178
It Was
Sahih
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْمُبَارَكِيُّ، سُلَيْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ جَارُ خَلَفٍ الْبَزَّارِ حَدَّثَنَا أَبُو شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ نَهَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ خَاتَمِ الذَّهَبِ وَعَنْ لُبْسِ الْحُمْرَةِ وَعَنْ الْقِرَاءَةِ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ.
Abdullah meriwayatkan kepada kami, Abu Dawud Al-Mubaraki meriwayatkan kepada kami, Suleiman bin Muhammad, tetangga di belakang Al-Bazzar, meriwayatkan kepada kami Abu Shihab, atas wewenang Ibnu Abi Laila, Atas wewenang Abdul Karim, atas wewenang Abdullah bin Al-Harits bin Naufal, atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Ali, radhiyallahu 'anhu. Rasulullah melarangku, katanya. Shalawat dan salam semoga Allah SWT melimpahkannya, tentang cincin emas, tentang memakai jubah merah, dan tentang bacaan-bacaan sambil rukuk dan sujud.
Musnad Ahmad : 179
It Was
Sahih
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ، أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ رِبْعِيٍّ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُنَاسٌ مِنْ قُرَيْشٍ فَقَالُوا يَا مُحَمَّدُ إِنَّا جِيرَانُكَ وَحُلَفَاؤُكَ وَإِنَّ نَاسًا مِنْ عَبِيدِنَا قَدْ أَتَوْكَ لَيْسَ بِهِمْ رَغْبَةٌ فِي الدِّينِ وَلَا رَغْبَةٌ فِي الْفِقْهِ إِنَّمَا فَرُّوا مِنْ ضِيَاعِنَا وَأَمْوَالِنَا فَارْدُدْهُمْ إِلَيْنَا فَقَالَ لِأَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا تَقُولُ قَالَ صَدَقُوا إِنَّهُمْ جِيرَانُكَ قَالَ فَتَغَيَّرَ وَجْهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا تَقُولُ قَالَ صَدَقُوا إِنَّهُمْ لَجِيرَانُكَ وَحُلَفَاؤُكَ فَتَغَيَّرَ وَجْهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Aswad bin Amir memberi tahu kami, Sharik memberi tahu kami, atas otoritas Mansour, atas otoritas Rabi'i, atas otoritas Ali radhiyallahu 'anhu, yang berkata, "Nabi, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya, datang." Beberapa orang Quraisy saling menyapa dan berkata, "Wahai Muhammad, kami adalah tetangga dan sekutu Anda, dan beberapa budak kami datang kepada Anda tanpa keinginan untuk Agama dan tidak ada keinginan untuk yurisprudensi. Sebaliknya, mereka melarikan diri dari harta dan harta kami, maka kembalikan mereka kepada kami. Dia berkata kepada Abu Bakar, semoga Tuhan meridhoi dia, "Apa yang Anda katakan?" Dia berkata, Mereka benar. Mereka adalah tetangga Anda. Dia berkata, dan wajah Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berubah. Kemudian dia berkata kepada Umar, radhiyallahu 'anhu, "Bagaimana pendapatmu?" katanya. Mereka percaya bahwa mereka adalah tetangga dan sekutu Anda, sehingga wajah Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berubah.
Musnad Ahmad : 180
It Was
Sahih
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ الزُّبَيْرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّهُ خَاصَمَ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ قَدْ شَهِدَ بَدْرًا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شِرَاجِ الْحَرَّةِ كَانَا يَسْتَقِيَانِ بِهَا كِلَاهُمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْقِ ثُمَّ أَرْسِلْ إِلَى جَارِكَ فَغَضِبَ الْأَنْصَارِيُّ وَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ كَانَ ابْنَ عَمَّتِكَ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ لِلزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْقِ ثُمَّ احْبِسْ الْمَاءَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى الْجَدْرِ فَاسْتَوْعَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَئِذٍ لِلزُّبَيْرِ حَقَّهُ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ ذَلِكَ أَشَارَ عَلَى الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِرَأْيٍ أَرَادَ فِيهِ سَعَةً لَهُ وَلِلْأَنْصَارِيِّ فَلَمَّا أَحْفَظَ الْأَنْصَارِيُّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَوْعَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلزُّبَيْرِ حَقَّهُ فِي صَرِيحِ الْحُكْمِ قَالَ عُرْوَةُ فَقَالَ الزُّبَيْرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَاللَّهِ مَا أَحْسِبُ هَذِهِ الْآيَةَ أُنْزِلَتْ إِلَّا فِي ذَلِكَ {فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا}.
Abu al-Yaman memberi tahu kami, Shuaib memberi tahu kami, atas otoritas al-Zuhri, dia berkata: Urwa ibn al-Zubayr menceritakan kepadaku bahwa al-Zubayr, ra dengan dia, biasa meriwayatkan Dia bertengkar dengan seorang pria dari Ansar yang telah menyaksikan Badar di hadapan Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, di dalam anus seorang wanita merdeka. Mereka muntah air. Dengan keduanya, Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata kepada Al-Zubayr, semoga Tuhan meridhoi dia, Air lalu kirimkan ke tetanggamu. Orang Ansari itu marah dan berkata, “Rasulullah, jika dia adalah sepupumu.” Kemudian wajah Rasulullah SAW diwarnai. Kemudian dia berkata kepada Al-Zubayr, semoga Allah meridhoi dia. Siram atas namanya, kemudian tahan airnya sampai kembali ke dinding, dan Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam mengabulkannya. Saat itu, Al-Zubayr telah mendapatkan haknya, dan Nabi Muhammad SAW pun merasa puas. Sebelumnya, beliau menasihati Al-Zubayr radhiyallahu 'anhu dengan pendapat bahwa dia ingin menyenangkan dirinya dan kaum Ansari. Ketika Al-Ansari melindungi Rasulullah SAW, Rasulullah SAW memberikan Al-Zubayr haknya untuk menyampaikan penilaian. Katanya Urwa, dan Al-Zubair radhiyallahu 'anhu, berkata, Demi Tuhan, aku kira ayat ini tidak diturunkan kecuali untuk itu {Tapi tidak, demi Tuhanmu Mereka tidak akan beriman sampai mereka menjadikanmu hakim atas apa yang mereka pertengkarkan di antara mereka sendiri, kemudian mereka tidak merasa malu dalam diri mereka atas apa yang telah kamu putuskan, dan mereka tunduk sepenuhnya.