Doa

Shalat sunnah

4 doa
Tentang bab ini

Apa itu shalat nafal?

النفل

Kata Nafal (النفل) berarti kelebihan, kelebihan atau pemberian. Dalam istilah Islam, shalat tambahan yang dilakukan untuk mendapatkan keridhaan Allah selain fardhu, wajib dan sunnah muakkadah disebut dengan shalat nafal. Jika kamu menunaikan shalat nafal, maka kamu akan mendapat pahala pergi; Namun jika tidak bisa membayar karena alasan apapun, maka tidak berdosa. وَمِنَ بِہٖ نَافِلَۃً لَّكَ ٭ٖ عَسٰۤی اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّۡمُوۡدًا Tahajjud akan dibacakan pada sebagian malam, yang merupakan doa tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu memberkatimu Hubungi Mahmud. Dalam Tafsir Tawzihul Qur'an : Ada dua pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan 'ibadah ekstra'. (a) Sebagian ahli tafsir mengatakan, shalat Tahajjud ini merupakan kewajiban tambahan bagi Nabi sallallahu alayhi wasallam. umum Hal ini tidak wajib bagi umat Islam. (b) Menurut sebagian orang, mubazir berarti tidak berguna. Dengan kata lain, Tahajjud adalah ibadah nafl, seperti halnya bagi umat Islam, dan juga bagi Nabi (damai dan berkah Allah besertanya). 'Makame Mahmud' secara harfiah berarti 'terpuji Tempat'. Menurut hadits, 'Makame Mahmud' adalah pangkat khusus Nabi Muhammad SAW. Karena status ini dia akan diberikan hak untuk menengahi.

Baca selengkapnya

Keutamaan Nafal Namaz : Nafal Namaz merupakan salah satu sarana untuk mencapai kedekatan dengan Allah Ta'ala setelah ibadah wajib. Melalui shalat nafal, hamba memperoleh cinta Allah, dosanya diampuni, martabatnya bertambah, dan kekurangan shalat fardhu di hari kiamat terkabul. Oleh karena itu, hendaknya seorang mukmin mengembangkan kebiasaan shalat fardhu dan shalat nafal semaksimal mungkin. 1. Lebih banyak sujud menyebabkan lebih bermartabat. Diriwayatkan oleh Hazrat Ubada Ibn Samit (Radi Allahu Anhu), Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap hamba Allah Ketika seseorang bersujud karena suatu tujuan, maka Allah mencatat balasan kebaikannya, menghapus dosanya, dan menaikkan satu derajat derajatnya. Maka perbanyaklah sujud.'' — Sunan Ibnu Majah**, Hadits: 1424. Dari hadits ini dapat dipahami bahwa setiap nafal adalah sujud Menambah amal shaleh dalam catatan hamba, menghapus dosa dan mengangkat derajat di surga. 2. Hazrat Rabi'a Ibnu Ka'b Al-Aslami (RA) terlibat dalam pengabdian Rasulullah ﷺ sebagai salah satu sarana untuk mencapai Surga. Suatu hari Nabi ﷺ berkata kepadanya, “Kamu Mintalah sesuatu padaku.” Ia meminta pelepasan dari Neraka dan kebersamaan Rasulullah ﷺ di surga. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, “Aku akan melakukannya. Namun kamu lebih banyak bersujud dan bantulah aku dalam urusanmu." - Musnad Ahmad, Hadits: 16579. Hadits ini Membuktikan bahwa Salat Nafal dan lebih banyak lagi Sijdah adalah salah satu amalan terpenting untuk mencapai Jannah dan kedekatan dengan Rasulullah ﷺ. 3. Sholat Nafal Penting : (a) Sholat Ishraq Sangat bermanfaat jika melaksanakan sholat Ishraq sesaat setelah matahari terbit. Banyak sesepuh yang biasa salat empat rakaat secara teratur. Tindakan ini sangat bermanfaat khususnya bagi Talibul Ilam. (b) Sholat Ghalal Banyak ulama menyebut salat nafal empat rakaat segera setelah waktu Zohr dimulai sebagai salat Ghalal. melakukan Ini adalah cara yang baik untuk mencapai kebaikan. (c) Sholat Dhuha biasanya dimulai sejak matahari terbit cukup tinggi hingga sebelum Zuhur. Dua, empat, atau delapan rakaat boleh dibaca. Sekalipun waktunya singkat, hendaknya dilakukan minimal dua rakaat. (D) Salat al-Awabeen disebut Salat al-Awabeen setelah salat wajib dan sunah Maghrib. Ada gambaran enam rakaat. Melakukan hal ini secara teratur merupakan sarana untuk mendapatkan rahmat khusus dari Tuhan. (e) Sholat Tahajjud Tahajjud termasuk di antara sholat Nafal Paling bergengsi. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam (Tahajjud).” — Shahih Muslim, Hadits: 1163. Lebih baik dilakukan pada malam terakhir. Harus dicoba Dengan demikian, shalat nafal menguatkan keimanan, ketakwaan dan hubungan orang mukmin dengan Allah. Melalui mereka, dosa-dosa diampuni, martabat ditingkatkan, jalan menuju surga dibuka dan cinta Allah diperoleh. Jadi selain farz dan sunnah Reguler Ishraq, Chasht, Awabeen, Tahajud dan Sholat Nafal lainnya sangat bermanfaat bagi setiap mukmin. Semoga Allah Ta'ala mengaruniai kita semua taufiq untuk menunaikan Nafal Namaz secara rutin. Amin

1

Keutamaan Salatul Tasbih

۞ سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Cara baca

Subhanallahi wal hamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.

Artinya

Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Dialah Yang Maha Besar.

Sunan Abu Dawud, Hadis No: 1299; Sunan Ibnu Majah, Hadis No: 1387; Shahih Ibnu Khuzaimah, Hadis No: 1216
Keutamaan

Rasulullah (ﷺ) berkata kepada pamannya Sayyiduna Abbas (RA): Maukah aku memberitahumu tentang belas kasihan? Bolehkah saya memberi tahu Anda tentang hadiahnya? Bolehkah saya ceritakan tentang penerimaannya? Saya akan bercerita tentang kasih karunia Tuhan? Saya memberkati Anda dengan rahmat dan belas kasihan Tuhan bicara? Ketika Anda berdoa, Allah akan mengampuni semua dosa Anda yang lalu dan yang akan datang, baru dan lama, diketahui dan tidak diketahui, kecil dan besar, dosa-dosa yang tersembunyi dan terungkap. Kemudian Nabi (ﷺ) menunjukkan keseluruhan soal membaca Salatul Tasbih dan menambahkan, jika bisa Namun salat ini didoakan satu kali sehari, atau setiap hari Jum'at, jika tidak bisa, maka sebulan sekali, dan jika tidak memungkinkan, setahun sekali, dan jika tidak memungkinkan, maka sekali seumur hidup. Metode Pelafalan Empat Rakat Salat Tasbih Nafal Namaz dimaksudkan seperti Surah biasa Setelah membaca Surah/Qiraat, bacalah Tasbih 15 kali sambil berdiri, kemudian bacalah Tasbih 10 kali setelah rukuk dan bacalah Tasbih Ruku, lalu berdiri dari ruku dan ucapkan 'Rabbana Lakal Hamdu' dan bacalah Tasbih 10 kali, lalu lanjutkan ke Sajdah dan bacalah Tasbih Sijdar. Setelah mengucapkan tasbih tersebut sebanyak 10 kali, bangun dari sijda dan duduk di antara dua sijda dan membaca sebanyak 10 kali. Kemudian pada sijdah kedua, serupa sebanyak 10 kali, kemudian duduk dari sijdah kedua, membaca sebanyak 10 kali. Ini adalah 75 kali dalam 1 rakaat. Kemudian (tanpa mengucapkan Allahu Akbar) bangunlah rakaat kedua Demikianlah rakaat kedua dibacakan. Saat duduk membaca Attahiyyatu... pada rakaat kedua, pertama-tama membaca tasbih tersebut sebanyak 10 kali, lalu membaca Atyahiyyatu. Kemudian ucapkan Allahu Akbar dan bangun untuk rakaat ketiga. Kemudian pada rakaat ketiga dan rakat keempat juga sesuai aturan Akan membaca Tasbih.

2

​​Istikharah

۞ اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَاۤ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَاۤ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ، اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهٖ
Cara baca

Allahumma innee astakhiruka bi'ilmika wa astakdiruka bikudratika wa asaluka min fadlikal azeem. Fa innaka takdiru wala akdiru, wa ta'lamu wala a'lamu, wa anta 'allamool guyoob. Allahumma in kunta ta'lamu anna haazal amra (ble, mne mne pryojn ullekh krun) khairun lee fee deeni wa ma'ashee wa 'aakibati amree, fakdirhu lee, wa yassirhu lee, summa barik lee feehi. Wa in kunta ta'lamu anna haazal amra (ble, mne mne pryojn ullekh krun) sharrun lee fee deenee wa ma'aashee wa 'aakibati amree, fasrifhu 'annee wasrifnee 'anhu, wakdur liyal-khair. Haisu kaana, summa ardinee bih.

Artinya

Ya Allah! Aku doakan kebaikanmu dengan ilmumu dan aku doakan kekuatanmu dengan kekuatanmu dan aku doakan rahmat yang besar. Karena kamu kuat dan aku tidak berdaya dan kamu mahatahu dan aku bodoh dan kamu Sadar akan semua rahasia. Ya Allah! Jika menurut pengetahuan-Mu amalan ini bermanfaat bagiku dari segi agama dan duniaku dan pada akhirnya, maka tentukanlah bagiku dan mudahkanlah bagiku. Kalau begitu berkati aku sementara itu. Dan jika milikmu Menurut ilmu pengetahuan, amalan ini tidak baik bagiku dari segi agama dan duniaku dan pada akhirnya, namun jauhkanlah amalan ini dariku dan tunjuklah untukku di mana pun yang ada kebaikannya bagiku dan ridholah aku dengan itu.

Shahih Bukhari, Hadis No: 6382; Sunan Tirmidzi, Hadis No: 480 Diriwayatkan oleh Hazrat Jabir (RA). Dia berkata, Nabi (ﷺ) biasa mengajari kita Istikharah untuk semua amal kita, sama seperti beliau biasa mengajarkan surat-surat Al-Qur'an. (Dan dia sering berkata) ketika beberapa di antara Anda mempunyai pekerjaan khusus Jika dia ingin melakukannya, maka dia harus shalat dua rakaat, dan membaca doa berikut.
Keutamaan

Cara Istikhara Sholat dua rakaat pertama akan dibaca dengan niat Istikhara. (Niat - Ya Allah! Beri aku taufiq untuk mengerjakan pekerjaan itu sedemikian rupa sehingga jika aku melakukannya, itu akan baik bagiku di dunia dan di akhirat.) Setelah selesai sholat, bacalah doa di atas, dimana doanya adalah "Hazal Amr". Kata itu akan datang, disana dalam pikirannya dia akan mengucapkan tindakan yang ingin dia putuskan dalam bahasa Arab atau dia akan memikirkannya dalam pikirannya. Setelah selesai shalat, dia akan menghadap kiblat dan tidur tanpa berbicara dengan siapapun. Setelah bangun tidur, pikiran akan berkata iya atau dimana saja Menjadi tertarik, itulah hasilnya.

Rujukan: Tuhfatul Almai, 2/338

3

Doa Pendek Istikharah

ইস্তিখারার উল্লেখিত পদ্ধতি কিছুটা দীর্ঘ। অনেক সময় মানুষ সিদ্ধান্ত পৌঁছার জন্য এত দীর্ঘ সময় নাও পেতে পারে। তাই রাসূলুল্লাহ (ﷺ) একটি সংক্ষিপ্ত দু‘আ আমাদেরকে শিক্ষা দিয়েছেন। দু‘আটি এই-

۞ اَللّٰهُمَّ خِرْ لِيْ وَاخْتَرْلِيْ

অর্থ: হে আল্লাহ! আপনিই ঠিক করে দিন যে, আমাকে কোনটি অবলম্বন করতে হবে।’(সুনানে তিরমিযী, হাদীস নং: ৩৫১৬; মুসনাদুল বাযযার, হাদীস নং: ৫৯; মুসনাদে আবু ইয়া'লা, হাদীস নং: ৪৪)

এছাড়া আরেকটি দু‘আ হাদীস শরীফে রয়েছে-

۞ اَللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ، وَسَدِّدْنِيْ

অর্থ: হে আল্লাহ! তুমি আমাকে সহজ-সরল ও সোজা পথ দেখাও (সহীহ মুসলিম, হাদীস নং: ২৭২৫)

অনুরূপভাবে এ দু‘আটিও হাদীস শরীফে এসেছে-

۞ اَللّٰهُمَّ أَلْهِمْنِيْ رُشْدِيْ

অর্থ: হে আল্লাহ! যে পথটি সঠিক তা আমার অন্তরে ঢেলে দিন। (সুনানে তিরমিযী, হাদীস নং: ৩৪৮৩)

যদি আরবীতে সম্ভব না হয় তাহলে কমপক্ষে নিজের ভাষায় এ দু‘আগুলো করা যেতে পারে। অনুরূপভাবে যদি মুখে উচ্চারণ সম্ভব না হয় তাহলে কমপক্ষে মনে মনে হলেও এ দু‘আগুলো করা।
4

Salatul Hajat

বিশেষ কোন হালাল চাহিদা পূরণের উদ্দেশ্যে আল্লাহ’র জন্য দুই রাকাত নফল সালাত আদায় করাকে সালাতুল হাজত বলা হয়।(সুনানে ইবনে মাজা, হাদীস নং: ১৩৮৪) সংগত কোন প্রয়োজন পূরণের জন্য বান্দা নিজ প্রভুর নিকটে ছবর ও সালাতের মাধ্যমে সাহায্য প্রার্থনা করবে। (সূরা বাকারাহ, আয়াত নং: ১৫৩)
আল্লাহর নিকট বান্দার বিশেষ কোন প্রয়োজন হলে কিংবা শারীরিক মানসিক যে কোন পেরেশানি দেখা দিলে উত্তমভাবে উযূ করে দুই রাকাত নফল নামায পড়বে। অতঃপর আল্লাহর হামদ ও ছানা (প্রশংসা) এবং দরূদ শরীফ পাঠ করে আল্লাহর নিকট দু‘আ করবে।

۞ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ، سُبْحَانَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَاۤ تَدَعْ لِي ْذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهٗ ، وَ لَاۤ هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهٗ، وَلَاۤ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Cara baca

La ilaha illallahul halimul kareem. Subhanallahi rbbil arshil azeem. Alhamdulillahi rbbil alamin. Asaluka mu'jibati rhmatika wa azaaima magfiratika wal g'nimata min kulli birriu was salamata min kulli ismin, la tada'li zamban illa gafartahu wala hamman illa farrajtahu wala hajatan hiya laka rijan illa kdaitaha ya ar hamar rahimeen.

Artinya

Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Penyayang. Tuhan adalah Penguasa Singgasana Agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah! Akulah belas kasihanmu yang tiada habisnya, pengampunanmu yang tak terbatas, gudang segala kebajikan dan semua orang Saya berdoa memohon perlindungan dari kejahatan. Aku juga berdoa kepadamu agar Engkau mengampuni segala dosaku, menghilangkan kekhawatiranku, memenuhi setiap kebutuhan hingga kepuasan-Mu.

Keutamaan

Diriwayatkan oleh Hazrat Abdullah Ibnu Abu Awfa Al-Aslami (RA). Beliau bersabda, Rasulullah (ﷺ) mendatangi kami dan bersabda, “Barangsiapa mempunyai kebutuhan dari Allah atau makhluk-Nya, hendaknya ia berwudhu dan shalat dua rakaat, kemudian membaca doa di atas.” dengan berbuat maka dia akan mendoakan apa yang diinginkannya untuk dunia dan akhirat. Karena itu ditentukan oleh Allah.

Rujukan: Sunan Ibnu Majah, Hadis No: 1384; Sunan Tirmidzi, Hadis No: 479