Muwaththa Malik — Hadis #35230
Hadis #35230
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ، وَسَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، وَسُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍ، سُئِلُوا عَنْ نِكَاحِ الْمُحْرِمِ، فَقَالُوا لاَ يَنْكِحِ الْمُحْرِمُ وَلاَ يُنْكِحْ . قَالَ مَالِكٌ فِي الرَّجُلِ الْمُحْرِمِ إِنَّهُ يُرَاجِعُ امْرَأَتَهُ إِنْ شَاءَ إِذَا كَانَتْ فِي عِدَّةٍ مِنْهُ .
Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik bahwa dia telah mendengar bahwa Said ibn al-Musayyab, Salim ibn Abdullah dan Sulaiman ibn Yasar ditanya tentang apakah seseorang yang ihram boleh menikah, dan mereka menjawab, “Seseorang yang ihram tidak boleh menikah atau mengawinkan seseorang.” Malik mengatakan bahwa laki-laki yang ihram boleh kembali kepada istrinya jika dia mau, jika istrinya masih dalam masa iddah setelah dia bercerai darinya.
Sumber
Muwaththa Malik # 20/775
Tingkat
Maqtu Daif
Kategori
Bab 20: Haji