Muwaththa Malik — Hadis #35924
Hadis #35924
وَحَدَّثَنِي مَالِكٌ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، أَتَتْهُ وَلِيدَةٌ قَدْ ضَرَبَهَا سَيِّدُهَا بِنَارٍ أَوْ أَصَابَهَا بِهَا فَأَعْتَقَهَا . قَالَ مَالِكٌ الأَمْرُ الْمُجْتَمَعُ عَلَيْهِ عِنْدَنَا أَنَّهُ لاَ تَجُوزُ عَتَاقَةُ رَجُلٍ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ يُحِيطُ بِمَالِهِ وَأَنَّهُ لاَ تَجُوزُ عَتَاقَةُ الْغُلاَمِ حَتَّى يَحْتَلِمَ أَوْ يَبْلُغَ مَبْلَغَ الْمُحْتَلِمِ وَأَنَّهُ لاَ تَجُوزُ عَتَاقَةُ الْمُوَلَّى عَلَيْهِ فِي مَالِهِ وَإِنْ بَلَغَ الْحُلُمَ حَتَّى يَلِيَ مَالَهُ .
Malik meriwayatkan padaku bahwa dia mendengar ada seorang budak perempuan mendatangi Umar ibn al-Khattab (yang telah dipukuli oleh majikannya dengan besi panas membara) dan dia membebaskannya. Malik berkata, “Cara berbuat yang disepakati bersama di antara kita adalah bahwa seorang laki-laki tidak boleh dibebaskan, sedang dia mempunyai hutang yang melebihi hartanya. Seorang anak laki-laki tidak boleh dibebaskan sampai dia baligh.
Sumber
Muwaththa Malik # 38/1469
Tingkat
Mauquf Daif
Kategori
Bab 38: Memerdekakan dan Wala
Topik:
#Mother