Musnad Ahmad — Hadis #45155
Hadis #45155
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ حَنَشٍ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَقَدَّمَ إِلَيْكَ خَصْمَانِ فَلَا تَسْمَعْ كَلَامَ الْأَوَّلِ حَتَّى تَسْمَعَ كَلَامَ الْآخَرِ فَسَوْفَ تَرَى كَيْفَ تَقْضِي قَالَ فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَمَا زِلْتُ بَعْدَ ذَلِكَ قَاضِيًا.
Hussein bin Ali menceritakan kepada kami, atas wewenang Zaida, atas wewenang Simak, atas wewenang Hanash, atas wewenang Ali, radhiyallahu 'anhu, yang bersabda: Nabi Muhammad SAW bersabda kepadaku: Dua orang penentang datang kepadamu, maka jangan dengarkan perkataan orang pertama sampai kamu mendengar perkataan orang yang lain. Kemudian Anda akan melihat bagaimana Anda menilai. Dia berkata, dan Ali radhiyallahu 'anhu berkata. Demi Tuhan, saya masih menjadi hakim setelah itu.
Diriwayatkan oleh
Ali bin Abi Thalib (RA)
Sumber
Musnad Ahmad # 5/690
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 5: Bab 5