33 Hadis
01
Musnad Ahmad # 7/1405
It Was
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَاطِبٍ، عَنِ ابْنِ الزُّبَيْرِ، عَنِ الزُّبَيْرِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ ‏{‏ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ‏}‏ قَالَ الزُّبَيْرُ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ مَعَ خُصُومَتِنَا فِي الدُّنْيَا قَالَ نَعَمْ وَلَمَّا نَزَلَتْ ‏{‏ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنْ النَّعِيمِ‏}‏ قَالَ الزُّبَيْرُ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ نَعِيمٍ نُسْأَلُ عَنْهُ وَإِنَّمَا يَعْنِي هُمَا الْأَسْوَدَانِ التَّمْرُ وَالْمَاءُ قَالَ أَمَا إِنَّ ذَلِكَ سَيَكُونُ‏.‏
Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Amr, atas wewenang Yahya bin Abdul Rahman bin Hatib, atas wewenang Ibnu al-Zubayr, atas wewenang al-Zubayr radhiyallahu 'anhu Dia bersabda ketika diturunkan {Kemudian pada hari kiamat kamu akan berselisih dengan Tuhanmu} Al-Zubayr artinya Rasulullah berkata, “Dengan lawan-lawan kita di dunia ini, dia berkata, ya, dan ketika itu turun {Maka kamu akan ditanya hari itu tentang kebahagiaan} Al-Zubair artinya Rasulullah, bersabda: Kebahagiaan apakah yang akan kita tanyakan, padahal yang dimaksud hanyalah dua singa, kurma dan air.
02
Musnad Ahmad # 7/1406
Malik bin Aws (RA)
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسٍ، سَمِعْتُ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ وَطَلْحَةَ وَالزُّبَيْرِ وَسَعْدٍ نَشَدْتُكُمْ بِاللَّهِ الَّذِي تَقُومُ بِهِ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً الَّذِي بِإِذْنِهِ تَقُومُ أَعَلِمْتُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّا لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ قَالَ قَالُوا اللَّهُمَّ نَعَمْ‏.‏
Sufyan meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Amr, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Malik bin Aws, aku mendengar Umar radhiyallahu 'anhu berkata kepada Abd al-Rahman dan Talha Al-Zubayr dan Saad: Aku memohon kepadamu demi Allah yang menjadi tempat didirikannya langit dan bumi. Dan Sufyan pernah berkata, “Demi Dzat yang dengan izin-Nya mereka muncul, tahukah kamu bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kami tidak mewarisi apa pun yang kami tinggalkan sebagai sedekah.” Mereka berkata, “Ya Tuhan, ya.”
03
Musnad Ahmad # 7/1407
It Was
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ يَحْمِلَ الرَّجُلُ حَبْلًا فَيَحْتَطِبَ بِهِ ثُمَّ يَجِيءَ فَيَضَعَهُ فِي السُّوقِ فَيَبِيعَهُ ثُمَّ يَسْتَغْنِيَ بِهِ فَيُنْفِقَهُ عَلَى نَفْسِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ‏.‏
Hafs bin Ghayath menceritakan kepada kami, atas wewenang Hisyam, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Al-Zubayr bin Al-Awwam, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: Seseorang mengumpulkan seikat kayu bakar dengannya, kemudian datang dan menaruhnya di pasar dan menjualnya, kemudian dia mencukupi kebutuhannya sendiri dan membelanjakannya untuk dirinya sendiri. Itu lebih baik baginya daripada bertanya kepada manusia apakah mereka memberinya sesuatu atau menahan sesuatu darinya.
04
Musnad Ahmad # 7/1408
It Was
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنِ الزُّبَيْرِ، قَالَ جَمَعَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَوَيْهِ يَوْمَ أُحُدٍ‏.‏
Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abdullah bin Al-Zubayr, atas wewenang Al-Zubayr, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mengumpulkan untukku Dia menyapa orang tuanya pada hari Uhud
05
Musnad Ahmad # 7/1409
It Was
حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، أَنْبَأَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ الْخَنْدَقِ كُنْتُ أَنَا وَعُمَرُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ فِي الْأُطُمِ الَّذِي فِيهِ نِسَاءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُطُمِ حَسَّانَ فَكَانَ يَرْفَعُنِي وَأَرْفَعُهُ فَإِذَا رَفَعَنِي عَرَفْتُ أَبِي حِينَ يَمُرُّ إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ وَكَانَ يُقَاتِلُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ فَقَالَ مَنْ يَأْتِي بَنِي قُرَيْظَةَ فَيُقَاتِلَهُمْ فَقُلْتُ لَهُ حِينَ رَجَعَ يَا أَبَتِ تَاللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَعْرِفُكَ حِينَ تَمُرُّ ذَاهِبًا إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ فَقَالَ يَا بُنَيَّ أَمَا وَاللَّهِ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَجْمَعُ لِي أَبَوَيْهِ جَمِيعًا يُفَدِّينِي بِهِمَا يَقُولُ فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي‏.‏
Abu Usama menceritakan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Abdullah bin Al-Zubayr, dia berkata, pada Hari Parit, aku dan Omar bin Abu Salamah berada di atam yang di dalamnya istri-istri Rasulullah SAW, adalah atam Hassan, dan dia biasa mengangkatku dan aku membesarkannya, dan ketika dia mengangkatku, aku mengenal ayahku ketika dia sedang lewat ke Banu Qurayza, dan dia adalah berperang dengan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, pada hari Parit. Dia berkata, “Siapa yang akan pergi ke Banu Qurayza?” Maka dia memerangi mereka, dan aku berkata kepadanya ketika dia kembali, Ya Ayah, demi Tuhan, jika aku mengenalmu ketika kamu lewat, pergi ke Banu Qurayza, dan dia berkata, Wahai anakku, demi Tuhan, jika Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengumpulkan semua orang tuanya untukku dan menebusku bersama mereka, dia akan berkata, “Semoga ayah dan ibuku dikorbankan untukmu.”
06
Musnad Ahmad # 7/1410
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنْبَأَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي التَّيْمِيَّ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ، أَنَّ رَجُلًا، حَمَلَ عَلَى فَرَسٍ يُقَالُ لَهَا غَمْرَةُ أَوْ غَمْرَاءُ وَقَالَ فَوَجَدَ فَرَسًا أَوْ مُهْرًا يُبَاعُ فَنُسِبَتْ إِلَى تِلْكَ الْفَرَسِ فَنُهِيَ عَنْهَا‏.‏
Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Sulaiman, artinya Al-Taymi, menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Utsman, atas wewenang Abdullah bin Amir, atas wewenang Al-Zubayr bin Al-Awwam, Bahwa seseorang menaiki seekor kuda betina bernama Ghumrah atau Ghumrah dan mendapati seekor kuda betina atau anak kuda sedang dijual dan hal itu dikaitkan dengan kuda betina itu, maka ia dilarang. Tentang dia...
07
Musnad Ahmad # 7/1411
It Was
حَدَّثَنَا يَزِيدُ، أَنْبَأَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ جُنْدُبٍ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجُمُعَةَ ثُمَّ نَنْصَرِفُ فَنَبْتَدِرُ الْآجَامَ فَلَا نَجِدُ إِلَّا قَدْرَ مَوْضِعِ أَقْدَامِنَا قَالَ يَزِيدُ الْآجَامُ هِيَ الْآطَامُ‏.‏
Yazid menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Dhib menceritakan kepada kami, atas wewenang Muslim bin Jundub, atas wewenang Al-Zubayr bin Al-Awwam radhiyallahu 'anhu. Katanya, “Kami biasa berdoa bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, katanya pada hari Jumat, lalu kami akan berangkat dan menuju ke kamp, ​​​​tetapi kami tidak akan menemukan apa pun selain tempat kaki kami. Kata Yazid. Tumpukan adalah tumpukan
08
Musnad Ahmad # 7/1412
It Was
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنْبَأَنَا هِشَامٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ يَعِيشَ بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ هِشَامٍ، وَأَبُو مُعَاوِيَةَ شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ يَعِيشَ بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ هِشَامٍ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ الْحَسَدُ وَالْبَغْضَاءُ وَالْبَغْضَاءُ هِيَ الْحَالِقَةُ حَالِقَةُ الدِّينِ لَا حَالِقَةُ الشَّعَرِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَفَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِشَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ‏.‏
Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Abi Katsir, atas wewenang Ya’ish bin Al-Walid bin Hisyam, dan Abu Muawiyah Shayban, atas wewenang Yahya bin Abi Katsir, atas wewenang Ya’ish bin al-Walid bin Hisyam, atas wewenang al-Zubayr bin al-Awwam, ra dengan dia, Rasulullah bersabda, Tuhan memberkati Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Telah terjangkit penyakit bangsa-bangsa sebelum kamu: iri hati dan kebencian, dan yang membenci adalah orang yang mencukur agamanya, bukan orang yang mencukur rambutnya. Jiwa Muhammad ada di tangan-Nya. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku memberitahumu sesuatu? Jika Anda melakukannya, Anda saling mencintai. Sebarkan kedamaian Anda. Di antara kamu...
09
Musnad Ahmad # 7/1413
Amir bin Abdullah bin al-Zubair (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قُلْتُ لِلزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا لِي لَا أَسْمَعُكَ تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا أَسْمَعُ ابْنَ مَسْعُودٍ وَفُلَانًا وَفُلَانًا قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أُفَارِقْهُ مُنْذُ أَسْلَمْتُ وَلَكِنِّي سَمِعْتُ مِنْهُ كَلِمَةً مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ‏.‏
Muhammad bin Ja`far menceritakan kepada kami, Shu`bah menceritakan kepada kami, atas otoritas Jami` bin Shaddad, atas otoritas Amir bin Abdullah bin al-Zubayr, atas otoritas ayahnya, dia berkata: Demi Al-Zubayr, semoga Tuhan meridhoinya: Ada apa denganku sehingga aku tidak mendengarmu berbicara atas otoritas Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, seperti yang aku dengar dari Ibnu Masoud dan ini-dan-itu? Dan si fulan berkata, “Aku tidak meninggalkannya sejak aku masuk Islam, tapi aku mendengar dia berkata, ‘Barangsiapa yang sengaja membohongiku, biarlah dia duduk di Neraka.’”
10
Musnad Ahmad # 7/1414
It Was
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ، مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا شَدَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا غَيْلَانُ بْنُ جَرِيرٍ، عَنْ مُطَرِّفٍ، قَالَ قُلْنَا لِلزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ مَا جَاءَ بِكُمْ ضَيَّعْتُمْ الْخَلِيفَةَ حَتَّى قُتِلَ ثُمَّ جِئْتُمْ تَطْلُبُونَ بِدَمِهِ قَالَ الزُّبَيْرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّا قَرَأْنَاهَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ ‏{‏وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً‏}‏ لَمْ نَكُنْ نَحْسَبُ أَنَّا أَهْلُهَا حَتَّى وَقَعَتْ مِنَّا حَيْثُ وَقَعَتْ‏.‏
Abu Sa`id, klien Bani Hasyim, meriwayatkan kepada kami. Shaddad, artinya Ibnu Sa`id, meriwayatkan kepada kami. Ghaylan bin Jarir meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Mutarrif, beliau berkata kepada Al-Zubayr. Semoga Allah meridhoi dia wahai Abu Abdullah, apa yang telah membawamu, kamu telah menghancurkan Khalifah sampai terbunuh, lalu kamu datang meminta darahnya. Al-Zubair, semoga Tuhan meridhoi dia, berkata Demi Tuhan, atas otoritasnya, kami membacanya pada masa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan Abu Bakar, Umar, dan Utsman, semoga Tuhan meridhoi mereka {Dan takutlah akan cobaan yang tidak menimpa terutama bagi kalian yang berbuat zalim. {Kami tidak mengira bahwa kami termasuk golongannya sampai ia jatuh dari tengah-tengah kami dimanapun ia jatuh.}
11
Musnad Ahmad # 7/1415
It Was
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كُنَاسَةَ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ الزُّبَيْرِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيِّرُوا الشَّيْبَ وَلَا تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ‏.‏
Muhammad bin Kanasa menceritakan kepada kami, Hisyam bin Urwa menceritakan kepada kami, atas wewenang Utsman bin Urwa, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Al-Zubayr radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda, Rasulullah SAW, semoga Allah merahmatinya dan memberinya kedamaian, ubahlah ubanmu dan jangan menyerupai orang Yahudi.
12
Musnad Ahmad # 7/1416
It Was
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ، مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ مَخْزُومِيٌّ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِنْسَانَ، قَالَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ خَيْرًا عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنِ الزُّبَيْرِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَقْبَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ لَيْلَةٍ حَتَّى إِذَا كُنَّا عِنْدَ السِّدْرَةِ وَقَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَرَفِ الْقَرْنِ الْأَسْوَدِ حَذْوَهَا فَاسْتَقْبَلَ نَخِبًا بِبَصَرِهِ يَعْنِي وَادِيًا وَقَفَ حَتَّى اتَّفَقَ النَّاسُ كُلُّهُمْ ثُمَّ قَالَ إِنَّ صَيْدَ وَجٍّ وَعِضَاهَهُ حَرَمٌ مُحَرَّمٌ لِلَّهِ وَذَلِكَ قَبْلَ نُزُولِهِ الطَّائِفَ وَحِصَارِهِ ثَقِيفَ‏.‏
Abdullah bin Al-Harits, dari masyarakat Mekah, Makhzoumi, meriwayatkan kepada kami. Muhammad bin Abdullah bin Insan meriwayatkan kepadaku, dia berkata dan memujinya dengan baik tentang ayah-Nya, atas wewenang Urwah bin al-Zubayr, atas wewenang al-Zubayr radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Kami datang bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dari Suatu malam, ketika kami berada di Sidra, Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berdiri di ujung Tanduk Hitam, mengikuti teladannya, dan dia menerima a bersulang dengan tatapannya. Yang dia maksud adalah lembah yang terhenti sampai seluruh umat sepakat, kemudian dia mengatakan bahwa permainan Wajj dan mangsanya adalah suci dan suci di sisi Allah, dan itu terjadi sebelum kampanye-Nya di Taif dan pengepungannya di Thaqif.
13
Musnad Ahmad # 7/1417
It Was
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنِ الزُّبَيْرِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَوْمَئِذٍ أَوْجَبَ طَلْحَةُ حِينَ صَنَعَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا صَنَعَ يَعْنِي حِينَ بَرَكَ لَهُ طَلْحَةُ فَصَعِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ظَهْرِهِ‏.‏
Ya'qub menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, atas wewenang Ibnu Ishaq, Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Al-Zubayr menceritakan kepadaku, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abdullah bin al-Zubayr, atas wewenang al-Zubayr radhiyallahu 'anhu, yang berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan bahwa pada hari itu Thalhah dijadikan wajib ketika Dia melakukan kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, apa yang dia lakukan, artinya ketika Thalhah memberkati dia, maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, naik ke punggungnya.
14
Musnad Ahmad # 7/1418
It Was
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ، أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ عُرْوَةَ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي الزُّبَيْرُ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ لَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ أَقْبَلَتْ امْرَأَةٌ تَسْعَى حَتَّى إِذَا كَادَتْ أَنْ تُشْرِفَ عَلَى الْقَتْلَى قَالَ فَكَرِهَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَرَاهُمْ فَقَالَ الْمَرْأَةَ الْمَرْأَةَ قَالَ الزُّبَيْرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَتَوَسَّمْتُ أَنَّهَا أُمِّي صَفِيَّةُ قَالَ فَخَرَجْتُ أَسْعَى إِلَيْهَا فَأَدْرَكْتُهَا قَبْلَ أَنْ تَنْتَهِيَ إِلَى الْقَتْلَى قَالَ فَلَدَمَتْ فِي صَدْرِي وَكَانَتْ امْرَأَةً جَلْدَةً قَالَتْ إِلَيْكَ لَا أَرْضَ لَكَ قَالَ فَقُلْتُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَزَمَ عَلَيْكِ قَالَ فَوَقَفَتْ وَأَخْرَجَتْ ثَوْبَيْنِ مَعَهَا فَقَالَتْ هَذَانِ ثَوْبَانِ جِئْتُ بِهِمَا لِأَخِي حَمْزَةَ فَقَدْ بَلَغَنِي مَقْتَلُهُ فَكَفِّنُوهُ فِيهِمَا قَالَ فَجِئْنَا بِالثَّوْبَيْنِ لِنُكَفِّنَ فِيهِمَا حَمْزَةَ فَإِذَا إِلَى جَنْبِهِ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ قَتِيلٌ قَدْ فُعِلَ بِهِ كَمَا فُعِلَ بِحَمْزَةَ قَالَ فَوَجَدْنَا غَضَاضَةً وَحَيَاءً أَنْ نُكَفِّنَ حَمْزَةَ فِي ثَوْبَيْنِ وَالْأَنْصَارِيُّ لَا كَفَنَ لَهُ فَقُلْنَا لِحَمْزَةَ ثَوْبٌ وَلِلْأَنْصَارِيِّ ثَوْبٌ فَقَدَرْنَاهُمَا فَكَانَ أَحَدُهُمَا أَكْبَرَ مِنْ الْآخَرِ فَأَقْرَعْنَا بَيْنَهُمَا فَكَفَّنَّا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا فِي الثَّوْبِ الَّذِي صَارَ لَهُ‏.‏
Suleiman bin Daoud Al-Hashimi menceritakan kepada kami, Abd al-Rahman, artinya Ibnu Abi al-Zannad, menceritakan kepada kami, atas wewenang Hisham, atas wewenang Urwa, dia berkata: Ayahku memberitahuku Al-Zubair, ra dengan dia, mengatakan bahwa ketika hari Uhud, seorang wanita datang berlari, dan dia akan mengawasi orang mati. Dia berkata bahwa menurutnya Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, ingin bertemu dengan mereka. Dia berkata, “Wanita itu.” Al-Zubayr radhiyallahu 'anhu berkata, "Saya berasumsi bahwa dia adalah ibu saya Safiyya." Dia berkata, Jadi aku keluar untuk mengejarnya, dan aku menangkapnya sebelum dia akhirnya terbunuh. Dia menikam dadaku, dan dia adalah wanita yang ketakutan. Bagimu, tidak ada tanah untukmu. Dia berkata, jadi aku berkata, “Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, telah memutuskan untuk pergi menemuimu.” Maka dia berdiri dan mengeluarkan dua baju, lalu berkata: Ini adalah dua baju yang aku bawa untuk saudaraku Hamzah. Saya diberitahu tentang kematiannya, jadi kami menyembunyikannya di dalamnya. Beliau bersabda, “Kami membawa kedua pakaian itu untuk dikafani.” Hamzah, maka lihatlah, di sampingnya ada seorang laki-laki dari Ansar yang telah terbunuh, dan apa yang telah dilakukan padanya telah dilakukan padanya seperti yang dilakukan terhadap Hamzah. Beliau bersabda, "Kami merasa hina dan hina jika kafan Hamzah dalam dua pakaian, dan Al-Ansari tidak memiliki kafan. Maka kami katakan: Hamzah memiliki pakaian dan kaum Ansari memiliki pakaian. Maka kami perkirakan mereka, dan salah satu dari mereka lebih besar dari yang lain. Maka Kami membuang undi di antara mereka dan membungkus mereka masing-masing dengan pakaian yang menjadi miliknya.
15
Musnad Ahmad # 7/1419
It Was
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ الزُّبَيْرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّهُ خَاصَمَ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ قَدْ شَهِدَ بَدْرًا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شِرَاجِ الْحَرَّةِ كَانَا يَسْتَقِيَانِ بِهَا كِلَاهُمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْقِ ثُمَّ أَرْسِلْ إِلَى جَارِكَ فَغَضِبَ الْأَنْصَارِيُّ وَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ كَانَ ابْنَ عَمَّتِكَ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ لِلزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْقِ ثُمَّ احْبِسْ الْمَاءَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى الْجَدْرِ فَاسْتَوْعَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَئِذٍ لِلزُّبَيْرِ حَقَّهُ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ ذَلِكَ أَشَارَ عَلَى الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِرَأْيٍ أَرَادَ فِيهِ سَعَةً لَهُ وَلِلْأَنْصَارِيِّ فَلَمَّا أَحْفَظَ الْأَنْصَارِيُّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَوْعَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلزُّبَيْرِ حَقَّهُ فِي صَرِيحِ الْحُكْمِ قَالَ عُرْوَةُ فَقَالَ الزُّبَيْرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَاللَّهِ مَا أَحْسِبُ هَذِهِ الْآيَةَ أُنْزِلَتْ إِلَّا فِي ذَلِكَ ‏{‏فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا‏}‏‏.‏
Abu al-Yaman memberi tahu kami, Shuaib memberi tahu kami, atas otoritas al-Zuhri, dia berkata: Urwa ibn al-Zubayr menceritakan kepadaku bahwa al-Zubayr, ra dengan dia, biasa meriwayatkan Dia bertengkar dengan seorang pria dari Ansar yang telah menyaksikan Badar di hadapan Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, di dalam anus seorang wanita merdeka. Mereka muntah air. Dengan keduanya, Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata kepada Al-Zubayr, semoga Tuhan meridhoi dia, Air lalu kirimkan ke tetanggamu. Orang Ansari itu marah dan berkata, “Rasulullah, jika dia adalah sepupumu.” Kemudian wajah Rasulullah SAW diwarnai. Kemudian dia berkata kepada Al-Zubayr, semoga Allah meridhoi dia. Siram atas namanya, kemudian tahan airnya sampai kembali ke dinding, dan Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam mengabulkannya. Saat itu, Al-Zubayr telah mendapatkan haknya, dan Nabi Muhammad SAW pun merasa puas. Sebelumnya, beliau menasihati Al-Zubayr radhiyallahu 'anhu dengan pendapat bahwa dia ingin menyenangkan dirinya dan kaum Ansari. Ketika Al-Ansari melindungi Rasulullah SAW, Rasulullah SAW memberikan Al-Zubayr haknya untuk menyampaikan penilaian. Katanya Urwa, dan Al-Zubair radhiyallahu 'anhu, berkata, Demi Tuhan, aku kira ayat ini tidak diturunkan kecuali untuk itu {Tapi tidak, demi Tuhanmu Mereka tidak akan beriman sampai mereka menjadikanmu hakim atas apa yang mereka pertengkarkan di antara mereka sendiri, kemudian mereka tidak merasa malu dalam diri mereka atas apa yang telah kamu putuskan, dan mereka tunduk sepenuhnya.
16
Musnad Ahmad # 7/1420
It Was
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ، حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنِي جُبَيْرُ بْنُ عَمْرٍو الْقُرَشِيُّ، حَدَّثَنِي أَبُو سَعْدٍ الْأَنْصَارِيُّ، عَنْ أَبِي يَحْيَى، مَوْلَى آلِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبِلَادُ بِلَادُ اللَّهِ وَالْعِبَادُ عِبَادُ اللَّهِ فَحَيْثُمَا أَصَبْتَ خَيْرًا فَأَقِمْ‏.‏
Yazid bin Abdul Rabbo memberitahu kami, Baqiyya bin Al-Walid memberitahu kami, Jubayr bin Amr Al-Qurashi memberitahuku, Abu Saad Al-Ansari memberitahuku, Atas wewenang Abu Yahya, klien keluarga Al-Zubayr bin Al-Awwam, atas wewenang Al-Zubayr bin Al-Awwam, radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW, berkata May Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Negara adalah negara Tuhan dan hambanya adalah hamba Tuhan. Di mana pun Anda berbuat baik, tetaplah baik.
17
Musnad Ahmad # 7/1421
It Was
حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنِي جُبَيْرُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَعْدٍ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِي يَحْيَى، مَوْلَى آلِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِعَرَفَةَ يَقْرَأُ هَذِهِ الْآيَةَ ‏{‏شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ‏}‏ وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنْ الشَّاهِدِينَ يَا رَبِّ‏.‏
Yazid meriwayatkan kepada kami, Baqiyya bin Al-Walid meriwayatkan kepada kami, Jubayr bin Amr meriwayatkan kepada saya, atas wewenang Abu Saad Al-Ansari, atas wewenang Abu Yahya, klien keluarga Al-Zubayr bin Al-Awwam, atas wewenang Al-Zubayr bin Al-Awwam, semoga Tuhan meridhoi dia, berkata: Saya mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, sedangkan dia berada di Arafat. Beliau membacakan ayat ini: "Allah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan para malaikat dan orang-orang yang berilmu, berdiri tegak dengan keadilan. Tidak ada Tuhan selain Dia." Yang Maha Perkasa lagi Bijaksana} Dan aku termasuk salah satu saksinya, ya Tuhan.
18
Musnad Ahmad # 7/1422
Abdullah Bin Ata, Bin Ibrahim
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَطَاءِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، مَوْلَى الزُّبَيْرِ عَنْ أُمِّهِ، وَجَدَّتِهِ أُمِّ عَطَاءٍ، قَالَتَا وَاللَّهِ لَكَأَنَّنَا نَنْظُرُ إِلَى الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حِينَ أَتَانَا عَلَى بَغْلَةٍ لَهُ بَيْضَاءَ فَقَالَ يَا أُمَّ عَطَاءٍ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نَهَى الْمُسْلِمِينَ أَنْ يَأْكُلُوا مِنْ لُحُومِ نُسُكِهِمْ فَوْقَ ثَلَاثٍ قَالَ فَقُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ فَكَيْفَ نَصْنَعُ بِمَا أُهْدِيَ لَنَا فَقَالَ أَمَّا مَا أُهْدِيَ لَكُنَّ فَشَأْنَكُنَّ بِهِ‏.‏
Yaqoub menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Ishaq, Abdullah bin Ata bin Ibrahim, hamba Al-Zubayr atas nama ibunya, menceritakan kepadaku, Ummu Ata’ menemukannya dan berkata, “Demi Tuhan, seolah-olah kami sedang melihat Al-Zubair bin Al-Awwam, semoga Tuhan meridhoi dia, ketika dia datang kepada kami dengan seekor bagal miliknya.” White, maka dia berkata, wahai Ummu Ata’, bahwa Rasulullah SAW, melarang umat Islam memakan lebih dari tiga jenis daging kurbannya. Dia berkata, Maka aku berkata, “Semoga ayahku dikorbankan untukmu, lalu apa yang harus kami lakukan dengan apa yang diberikan kepada kami?” Beliau bersabda, “Adapun apa yang diberikan kepadamu, maka urusanmulah yang mengerjakannya.”
19
Musnad Ahmad # 7/1423
It Was
حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ، أَنْبَأَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ يَوْمَ الْأَحْزَابِ جُعِلْتُ أَنَا وَعُمَرُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ مَعَ النِّسَاءِ فَنَظَرْتُ فَإِذَا أَنَا بِالزُّبَيْرِ عَلَى فَرَسِهِ يَخْتَلِفُ إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً فَلَمَّا رَجَعَ قُلْتُ يَا أَبَتِ رَأَيْتُكَ تَخْتَلِفُ قَالَ وَهَلْ رَأَيْتَنِي يَا بُنَيَّ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يَأْتِي بَنِي قُرَيْظَةَ فَيَأْتِيَنِي بِخَبَرِهِمْ فَانْطَلَقْتُ فَلَمَّا رَجَعْتُ جَمَعَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَوَيْهِ فَقَالَ فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي‏.‏
Attab bin Ziyad menceritakan kepada kami, Abdullah yang berarti Ibnu Al-Mubarak, menceritakan kepada kami, Hisham bin Urwa menceritakan kepada kami, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abdullah bin Al-Zubayr radhiyallahu 'anhu, berkata: Pada hari peperangan, aku dan Umar bin Abi Salamah bersama para wanita, dan aku melihat dan melihat bahwa aku bersama Al-Zubayr. Dengan menunggang kudanya, dia pergi menemui Bani Qurayza dua atau tiga kali. Ketika dia kembali, aku berkata, “Wahai ayah, aku melihat ayah pergi.” Dia berkata, “Apakah kamu melihatku, anakku?” Saya berkata, “Ya.” Dia berkata, “Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, ‘Siapa yang akan pergi ke Bani Qurayzah dan membawakanku berita mereka?’ Maka aku pun berangkat.” Ketika aku kembali, Rasulullah SAW mengumpulkan orang tuanya untukku dan berkata, Semoga ayah dan ibuku dikorbankan untukmu.
20
Musnad Ahmad # 7/1424
Sufyan bin Wahb Al Khawlani (RA)
حَدَّثَنَا عَتَّابٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُقْبَةَ، وَهُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ لَهِيعَةَ بْنِ عُقْبَةَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ، عَمَّنْ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ، يَقُولُ سَمِعْتُ سُفْيَانَ بْنَ وَهْبٍ الْخَوْلَانِيَّ، يَقُولُ لَمَّا افْتَتَحْنَا مِصْرَ بِغَيْرِ عَهْدٍ قَامَ الزُّبَيْرُ بْنُ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ يَا عَمْرُو بْنَ الْعَاصِ اقْسِمْهَا فَقَالَ عَمْرٌو لَا أَقْسِمُهَا فَقَالَ الزُّبَيْرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَاللَّهِ لَتَقْسِمَنَّهَا كَمَا قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ قَالَ عَمْرٌو وَاللَّهِ لَا أَقْسِمُهَا حَتَّى أَكْتُبَ إِلَى أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ فَكَتَبَ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَكَتَبَ إِلَيْهِ عُمَرُ أَنْ أَقِرَّهَا حَتَّى يَغْزُوَ مِنْهَا حَبَلُ الْحَبَلَةِ‏.‏
Attab memberitahu kami, Abdullah memberitahu kami, dia berkata: Abdullah bin Uqba memberitahu kami, dan dia adalah Abdullah bin Lahi'ah bin Uqba, Yazid memberitahuku. Ibnu Abi Habib, atas riwayat seseorang yang mendengar Abdullah Ibn Al-Mughirah Ibnu Abi Burdah, berkata: Aku mendengar Sufyan Ibnu Wahb Al-Khawlani, berkata ketika Kami menaklukkan Mesir tanpa perjanjian. Al-Zubair bin Al-Awwam radhiyallahu 'anhu berdiri dan berkata, "Wahai Amr bin Al-Aas, bagilah." Amr berkata, “Saya tidak akan membaginya.” Al-Zubayr radhiyallahu 'anhu berkata, "Demi Tuhan, kamu akan membaginya sebagai Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, membagi Khaybar." kata Amr. Demi Tuhan, saya tidak akan membaginya sampai saya menulis kepada Amirul Mukminin, maka dia menulis kepada Umar radhiyallahu 'anhu, dan Omar menulis kepadanya untuk memberikannya sampai dia menyerbu. Diantaranya adalah tali habal
21
Musnad Ahmad # 7/1425
حَدَّثَنَا عَتَّابٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْمُنْذِرِ بْنِ الزُّبَيْرِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَى الزُّبَيْرَ سَهْمًا وَأُمَّهُ سَهْمًا وَفَرَسَهُ سَهْمَيْنِ‏.‏
Attab meriwayatkan kepada kami, Abdullah meriwayatkan kepada kami, Fulayh bin Muhammad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Mundhir bin Al-Zubayr radhiyallahu 'anhu, atas wewenang ayahnya, bahwa Nabi Muhammad SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian. Beliau, damai dan berkah besertanya, memberi Al-Zubayr satu bagian, satu bagian untuk ibunya, dan dua bagian untuk kudanya.
22
Musnad Ahmad # 7/1427
Hasan (RA)
حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا مُبَارَكٌ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ، قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ فَقَالَ أَقْتُلُ لَكَ عَلِيًّا قَالَ لَا وَكَيْفَ تَقْتُلُهُ وَمَعَهُ الْجُنُودُ قَالَ أَلْحَقُ بِهِ فَأَفْتِكُ بِهِ قَالَ لَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْإِيمَانَ قَيْدُ الْفَتْكِ لَا يَفْتِكُ مُؤْمِنٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا مُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ قَالَ أَتَى رَجُلٌ الزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ فَقَالَ أَلَا أَقْتُلُ لَكَ عَلِيًّا قَالَ وَكَيْفَ تَسْتَطِيعُ قَتْلَهُ وَمَعَهُ النَّاسُ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ‏.‏
Affan memberitahu kami, Mubarak memberitahu kami, Al-Hasan memberitahu kami, dia berkata: Seorang pria datang kepada Al-Zubayr bin Al-Awwam dan berkata: Saya akan membunuh Ali untukmu. Dia berkata: Tidak, dan bagaimana caranya? Anda membunuhnya saat tentara bersamanya. Dia berkata, “Kejar dia dan bunuh dia.” Ia berkata, “Tidak, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda bahwa keimanan itu dibatasi.” Kematian tidak membunuh orang beriman. Yazid bin Harun memberitahu kami. Mubarak bin Fadalah memberitahu kami. Al-Hasan memberitahu kami. Dia berkata: Seorang pria datang ke Al-Zubayr bin Al-Awwam. Lalu dia berkata: Apakah sebaiknya aku tidak membunuh Ali untukmu? Beliau bertanya: Bagaimana kamu dapat membunuhnya sedangkan orang-orang bersamanya? Jadi dia menyebutkan maknanya.
23
Musnad Ahmad # 7/1428
It Was
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قُلْتُ لِأَبِي الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا لَكَ لَا تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا فَارَقْتُهُ مُنْذُ أَسْلَمْتُ وَلَكِنِّي سَمِعْتُ مِنْهُ كَلِمَةً سَمِعْتُهُ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ‏.‏
Abd al-Rahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Syu`bah menceritakan kepada kami, atas wewenang Jami` bin Shaddad, atas wewenang Aamir bin Abdullah bin al-Zubayr, atas wewenang ayahnya, dia berkata, Aku berkata kepada Abu Al-Zubayr bin Al-Awwam, radhiyallahu 'anhu: Mengapa kamu tidak berbicara tentang Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian? Dia berkata, “Aku tidak meninggalkannya.” Sejak saya masuk Islam, namun saya mendengar sepatah kata pun darinya. Saya mendengar dia berkata, “Siapa pun yang berbohong kepada saya, biarlah dia duduk di Neraka.”
24
Musnad Ahmad # 7/1429
Hisham bin Urwah (RA)
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، وَابْنُ، نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ ابْنُ نُمَيْرٍ عَنِ الزُّبَيْرِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ أَحْبُلَهُ فَيَأْتِيَ الْجَبَلَ فَيَجِيءَ بِحُزْمَةٍ مِنْ حَطَبٍ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا فَيَسْتَغْنِيَ بِثَمَنِهَا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ‏.‏
Waki` dan Ibnu Numayr meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Hisyam bin Urwa meriwayatkan kepada kami, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, Ibnu Numayr berkata, atas wewenang al-Zubayr, semoga Tuhan meridhoi dia. Dari hadis tersebut beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian membawa wanita hamilnya dan datang ke gunung, ia membawa seikat kayu bakar. Lebih baik dia menjualnya dan menjadi kaya dengan harganya daripada bertanya kepada orang-orang apakah mereka memberinya sesuatu atau menahan sesuatu darinya.
25
Musnad Ahmad # 7/1432
Ya'eesh bin al-Waleed (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا حَرْبُ بْنُ شَدَّادٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، أَنَّ يَعِيشَ بْنَ الْوَلِيدِ، حَدَّثَهُ أَنَّ مَوْلًى لِآلِ الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّ الزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ الْحَسَدُ وَالْبَغْضَاءُ وَالْبَغْضَاءُ هِيَ الْحَالِقَةُ لَا أَقُولُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّينَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ أَوْ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَفَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِمَا يُثَبِّتُ ذَلِكَ لَكُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ يَعِيشَ بْنِ الْوَلِيدِ أَنَّ مَوْلًى لِآلِ الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّ الزُّبَيْرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَبَّ إِلَيْكُمْ فَذَكَرَهُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا رَبَاحٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ يَعِيشَ بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ مَوْلًى لِآلِ الزُّبَيْرِ أَنَّ الزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَبَّ إِلَيْكُمْ فَذَكَرَهُ‏.‏
Abdul Rahman meriwayatkan kepada kami, Harb bin Shaddad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Abi Katsir, bahwa Ya'ish bin Al-Walid meriwayatkan kepadanya bahwa dia adalah seorang pelayan keluarga Al-Zubayr. Dia menceritakan kepadanya bahwa Al-Zubayr bin Al-Awwam radhiyallahu 'anhu mengatakan kepadanya bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ada penyakit yang menimpamu." Bangsa-bangsa sebelum kamu dengki dan benci, dan kebencian itulah yang mencukur. Aku tidak mengatakan mencukur rambut, tapi mencukur hutang, dan demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya atau… Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Tidakkah saya beritahukan kepada Anda apa yang membuktikan hal itu? Bagimu, sebarkan kedamaian di antara kamu sendiri. Abu Amer meriwayatkan kepada kami, Ali bin Al-Mubarak meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Abi Katsir, atas wewenang Ya'ish bin Al-Walid, bahwa Seorang hamba dari keluarga Al-Zubayr meriwayatkan kepadanya bahwa Al-Zubair radhiyallahu 'anhu, meriwayatkan kepadanya bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, "Seekor beruang akan datang kepadamu." Beliau menyebutkannya, Ibrahim bin Khalid menceritakan kepada kami, Rabah menceritakan kepada kami, atas otoritas Muammar, atas otoritas Yahya bin Abi Katsir, atas otoritas Ya'ish bin Al-Walid bin Hisyam, atas otoritas Seorang hamba dari keluarga Al-Zubayr bahwa Al-Zubayr bin Al-Awwam radhiyallahu 'anhu mengatakan kepadanya bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seekor beruang telah datang kepadamu.” Jadi dia menyebutkannya
26
Musnad Ahmad # 7/1433
It Was
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنِ الْحَسَنِ، قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِلزُّبَيْرِ أَلَا أَقْتُلُ لَكَ عَلِيًّا قَالَ كَيْفَ تَقْتُلُهُ قَالَ أَفْتِكُ بِهِ قَالَ لَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِيمَانُ قَيْدُ الْفَتْكِ لَا يَفْتِكُ مُؤْمِنٌ‏.‏
Ismail memberi tahu kami, Ayyub memberi tahu kami, berdasarkan otoritas Al-Hasan, dia berkata: Seorang pria berkata kepada Al-Zubayr, “Apakah saya tidak akan membunuh Ali demi kamu?” Dia berkata: “Bagaimana kamu bisa membunuhnya?” Dia berkata: “Haruskah saya membunuhnya?” Beliau berkata: Tidak, Rasulullah SAW bersabda, “Iman itu bisa mematikan, dan tidak bisa membunuh seorang mukmin.”
27
Musnad Ahmad # 7/1434
It Was
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَاطِبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ، قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ السُّورَةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏{‏إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ ‏.‏ ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ‏}‏ قَالَ الزُّبَيْرُ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُكَرَّرُ عَلَيْنَا مَا كَانَ بَيْنَنَا فِي الدُّنْيَا مَعَ خَوَاصِّ الذُّنُوبِ قَالَ نَعَمْ لَيُكَرَّرَنَّ عَلَيْكُمْ حَتَّى يُؤَدَّى إِلَى كُلِّ ذِي حَقٍّ حَقُّهُ فَقَالَ الزُّبَيْرُ وَاللَّهِ إِنَّ الْأَمْرَ لَشَدِيدٌ‏.‏
Ibn Numayr memberi tahu kami, Muhammad, artinya Ibn Amr, memberi tahu kami, atas otoritas Yahya bin Abdul Rahman bin Hatib, atas otoritas Abdullah bin Al-Zubayr, atas otoritas Al-Zubayr bin Al-Awwam berkata, ketika Surat ini diturunkan kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, {Sesungguhnya kamu sudah mati dan mereka sudah mati. Kemudian pada hari kiamat kamu akan berselisih di hadapan Tuhanmu. Al-Zubayr berkata, artinya Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, apakah yang terjadi di antara kita akan terulang kembali pada kita? Di dunia ini, dengan dosa-dosa tertentu. Beliau bersabda, “Ya, agar hal-hal tersebut diulangi kepadamu sampai masing-masing orang mendapat haknya.” Katanya Al-Zubair, demi Tuhan, masalahnya parah.
28
Musnad Ahmad # 7/1435
Urwah (RA)
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ عَمْرٌو وَسَمِعْتُ عِكْرِمَةَ، ‏{‏وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ‏}‏ وَقُرِئَ عَلَى سُفْيَانَ عَنِ الزُّبَيْرِ نَفَرًا مِنْ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ قَالَ بِنَخْلَةَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا قَالَ سُفْيَانُ كَانَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ كَاللِّبَدِ بَعْضُهُ عَلَى بَعْضٍ‏.‏
Sufyan menceritakan kepada kami, kata Amr, dan aku mendengar Ikrimah, {Dan ketika Kami berpaling kepadamu} dan dibacakan kepada Sufyan atas wewenang al-Zubayr, sekelompok jin. Mereka sedang mendengarkan Al-Qur'an. Dia berkata, “Demi Nakhlah, dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, sedang shalat malam tadi.” Mereka hampir menjadi kekacauan baginya. Dia berkata Sufyan: Mereka satu sama lain seperti pasir, satu sama lain.
29
Musnad Ahmad # 7/1436
Muslim bin Jundub (RA)
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ جُنْدُبٍ، حَدَّثَنِي مَنْ، سَمِعَ الزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجُمُعَةَ ثُمَّ نُبَادِرُ فَمَا نَجِدُ مِنْ الظِّلِّ إِلَّا مَوْضِعَ أَقْدَامِنَا أَوْ قَالَ فَلَا نَجِدُ مِنْ الظِّلِّ مَوْضِعَ أَقْدَامِنَا‏.‏
Yahya bin Adam meriwayatkan kepada kami, Ibnu Abi Dhib meriwayatkan kepada kami, Muslim bin Jundub meriwayatkan kepada kami, siapa pun yang mendengar Al-Zubayr bin Al-Awwam radhiyallahu 'anhu, meriwayatkan kepada kami. Mengenai otoritasnya, dia berkata, “Kami biasa salat Jumat bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, lalu kami bergegas keluar, tapi kami tidak menemukan tempat berteduh kecuali tempat.” Kaki kita, atau katanya, jadi kita tidak dapat menemukan tempat untuk kaki kita dalam bayang-bayang.
30
Musnad Ahmad # 7/1437
It Was
حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلِمَةَ، أَوْ مَسْلَمَةَ قَالَ كَثِيرٌ وَحِفْظِي سَلِمَةَ عَنْ عَلِيٍّ أَوْ عَنِ الزُّبَيْرِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُنَا فَيُذَكِّرُنَا بِأَيَّامِ اللَّهِ حَتَّى نَعْرِفَ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ وَكَأَنَّهُ نَذِيرُ قَوْمٍ يُصَبِّحُهُمْ الْأَمْرُ غُدْوَةً وَكَانَ إِذَا كَانَ حَدِيثَ عَهْدٍ بِجِبْرِيلَ لَمْ يَتَبَسَّمْ ضَاحِكًا حَتَّى يَرْتَفِعَ عَنْهُ‏.‏
Katsir bin Hisham meriwayatkan kepada kami, Hisham meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu al-Zubayr, atas wewenang Abdullah bin Salamah, atau Maslamah. Kata Kathir, dan waliku selamat. Atas wewenang Ali atau atas wewenang Al-Zubayr, beliau bersabda: Rasulullah SAW, biasa menyapa kami dan mengingatkan kami akan hari-hari Tuhan sampai kami mengetahui bahwa di wajah-Nya seolah-olah dia adalah pemberi peringatan suatu kaum yang akan datang pada pagi hari, dan setiap kali ada percakapan dengan Jibril, dia tidak tersenyum dan tertawa sampai dia bangun. Tentang dia.
31
Musnad Ahmad # 7/1438
Zubair Bin Al-Awwam (RA)
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، قَالَ سَمِعْتُ الْحَسَنَ، قَالَ قَالَ الزُّبَيْرُ بْنُ الْعَوَّامِ نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ وَنَحْنُ مُتَوَافِرُونَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏{‏وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً‏}‏ فَجَعَلْنَا نَقُولُ مَا هَذِهِ الْفِتْنَةُ وَمَا نَشْعُرُ أَنَّهَا تَقَعُ حَيْثُ وَقَعَتْ‏.‏
Aswad bin Amir menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami, dia berkata: Saya mendengar Al-Hasan, dia berkata: Al-Zubayr bin Al-Awwam berkata: Ayat ini diturunkan saat kami hadir bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, {Dan takutlah terhadap cobaan yang tidak akan menimpa orang-orang di antara kamu yang berbuat zalim secara khusus} Maka Kami jadikan untuk mengatakan apa Ini godaan, dan kami tidak merasakan bahwa itu terjadi di tempat terjadinya.
32
Musnad Ahmad # 7/1426
Hasan (RA)
حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا مُبَارَكٌ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ، قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ فَقَالَ أَقْتُلُ لَكَ عَلِيًّا قَالَ لَا وَكَيْفَ تَقْتُلُهُ وَمَعَهُ الْجُنُودُ قَالَ أَلْحَقُ بِهِ فَأَفْتِكُ بِهِ قَالَ لَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْإِيمَانَ قَيْدُ الْفَتْكِ لَا يَفْتِكُ مُؤْمِنٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا مُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ قَالَ أَتَى رَجُلٌ الزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ فَقَالَ أَلَا أَقْتُلُ لَكَ عَلِيًّا قَالَ وَكَيْفَ تَسْتَطِيعُ قَتْلَهُ وَمَعَهُ النَّاسُ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ‏.‏
Affan memberitahu kami, Mubarak memberitahu kami, Al-Hasan memberitahu kami, dia berkata: Seorang pria datang kepada Al-Zubayr bin Al-Awwam dan berkata: Saya akan membunuh Ali untukmu. Dia berkata: Tidak, dan bagaimana caranya? Anda membunuhnya saat tentara bersamanya. Dia berkata, “Kejar dia dan bunuh dia.” Ia berkata, “Tidak, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda bahwa keimanan itu dibatasi.” Kematian tidak membunuh orang beriman. Yazid bin Harun memberitahu kami. Mubarak bin Fadalah memberitahu kami. Al-Hasan memberitahu kami. Dia berkata: Seorang pria datang ke Al-Zubayr bin Al-Awwam. Lalu dia berkata: Apakah sebaiknya aku tidak membunuh Ali untukmu? Beliau bertanya: Bagaimana kamu dapat membunuhnya sedangkan orang-orang bersamanya? Jadi dia menyebutkan maknanya.
33
Musnad Ahmad # 7/1430
Ya'eesh bin al-Waleed (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا حَرْبُ بْنُ شَدَّادٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، أَنَّ يَعِيشَ بْنَ الْوَلِيدِ، حَدَّثَهُ أَنَّ مَوْلًى لِآلِ الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّ الزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ الْحَسَدُ وَالْبَغْضَاءُ وَالْبَغْضَاءُ هِيَ الْحَالِقَةُ لَا أَقُولُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّينَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ أَوْ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَفَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِمَا يُثَبِّتُ ذَلِكَ لَكُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ يَعِيشَ بْنِ الْوَلِيدِ أَنَّ مَوْلًى لِآلِ الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّ الزُّبَيْرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَبَّ إِلَيْكُمْ فَذَكَرَهُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا رَبَاحٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ يَعِيشَ بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ مَوْلًى لِآلِ الزُّبَيْرِ أَنَّ الزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَبَّ إِلَيْكُمْ فَذَكَرَهُ‏.‏
Abdul Rahman meriwayatkan kepada kami, Harb bin Shaddad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Abi Katsir, bahwa Ya'ish bin Al-Walid meriwayatkan kepadanya bahwa dia adalah seorang pelayan keluarga Al-Zubayr. Dia menceritakan kepadanya bahwa Al-Zubayr bin Al-Awwam radhiyallahu 'anhu mengatakan kepadanya bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ada penyakit yang menimpamu." Bangsa-bangsa sebelum kamu dengki dan benci, dan kebencian itulah yang mencukur. Aku tidak mengatakan mencukur rambut, tapi mencukur hutang, dan demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya atau… Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Tidakkah saya beritahukan kepada Anda apa yang membuktikan hal itu? Bagimu, sebarkan kedamaian di antara kamu sendiri. Abu Amer meriwayatkan kepada kami, Ali bin Al-Mubarak meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Abi Katsir, atas wewenang Ya'ish bin Al-Walid, bahwa Seorang hamba dari keluarga Al-Zubayr meriwayatkan kepadanya bahwa Al-Zubair radhiyallahu 'anhu, meriwayatkan kepadanya bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, "Seekor beruang akan datang kepadamu." Beliau menyebutkannya, Ibrahim bin Khalid menceritakan kepada kami, Rabah menceritakan kepada kami, atas otoritas Muammar, atas otoritas Yahya bin Abi Katsir, atas otoritas Ya'ish bin Al-Walid bin Hisyam, atas otoritas Seorang hamba dari keluarga Al-Zubayr bahwa Al-Zubayr bin Al-Awwam radhiyallahu 'anhu mengatakan kepadanya bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seekor beruang telah datang kepadamu.” Jadi dia menyebutkannya