Musnad Ahmad — Hadis #45222
Hadis #45222
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِأَرْبَعٍ حَتَّى يَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ بَعَثَنِي بِالْحَقِّ وَحَتَّى يُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَحَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ.
Muhammad ibn Ja`far meriwayatkan kepada kami, Syu`bah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Mansour, atas wewenang Rab`i ibn Harash, atas wewenang Ali radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Nabi Muhammad SAW. Dan dia mengakui bahwa dia berkata, “Tidak ada seorang hamba pun yang beriman sampai dia beriman pada empat hal, sampai dia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa akulah Utusan Allah yang mengutus aku.” Dengan kebenaran, sampai dia percaya akan kebangkitan setelah mati, dan sampai dia percaya pada takdir.
Diriwayatkan oleh
It Was
Sumber
Musnad Ahmad # 5/758
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 5: Bab 5