Misykatul Mashabih — Hadis #48254
Hadis #48254
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَتَحَرَّى أَحَدُكُمْ فَيُصَلِّيَ عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَلَا عِنْدَ غُرُوبِهَا»
وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ: «إِذَا طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فدعوا الصَّلَاة حَتَّى تبرز. فَإِذا غَابَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَدَعُوا الصَّلَاةَ حَتَّى تَغِيبَ وَلَا تَحَيَّنُوا بِصَلَاتِكُمْ طُلُوعَ الشَّمْسِ وَلَا غُرُوبَهَا فَإِنَّهَا تطلع بَين قَرْني الشَّيْطَان»
Dari Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorang pun di antara kalian yang harus berhati-hati dan berdoa saat matahari terbit atau terbenam.” Dan dalam sebuah riwayat dikatakan: “Jika tabir matahari terbit, maka batalkan shalat hingga terbit. Kemudian, jika tabir matahari terbenam, mereka membatalkan shalat hingga terbenam dan tidak ada Berhati-hatilah dalam shalatmu antara terbitnya matahari dan tenggelamnya matahari, karena ia terbit di antara tanduk setan.”
Sumber
Misykatul Mashabih # 4/1039
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 4: Bab 4