Misykatul Mashabih — Hadis #50084
Hadis #50084
وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَحْشٍ قَالَ: كُنَّا جُلُوسًا بِفِنَاءِ الْمَسْجِدِ حَيْثُ يُوضَعُ الْجَنَائِز وَرَسُول الله جَالِسٌ بَيْنَ ظَهْرَيْنَا فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَصَره قبل السَّمَاء فَنظر ثُمَّ طَأْطَأَ بَصَرَهُ وَوَضَعَ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ قَالَ: «سُبْحَانَ الله سُبْحَانَ الله مَا نَزَلَ مِنَ التَّشْدِيدِ؟» قَالَ: فَسَكَتْنَا يَوْمَنَا وَلَيْلَتَنَا فَلَمْ نَرَ إِلَّا خَيْرًا حَتَّى أَصْبَحْنَا قَالَ مُحَمَّدٌ: فَسَأَلْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا التَّشْدِيدُ الَّذِي نَزَلَ؟ قَالَ: «فِي الدَّيْنِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلًا قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ عَاشَ ثُمَّ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ عَاشَ ثُمَّ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ عَاشَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى دَيْنُهُ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَفِي شَرْحِ السُّنَّةِ نَحْوَهُ
Dari Muhammad bin Abdullah bin Jahsh, dia berkata: Kami sedang duduk di halaman masjid, tempat jenazah dikuburkan, dan Rasulullah duduk di antara punggung kami, dan Rasulullah meninggikan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memandang ke depan langit dan memandang, lalu menundukkan pandangannya dan meletakkan tangannya di dahinya dan berkata: “Maha Suci Allah.” Alhamdulillah, stres apa yang sudah turun? Dia berkata: Kami diam sepanjang siang dan malam, dan kami tidak melihat apa pun kecuali kebaikan sampai pagi. Muhammad berkata: Maka aku bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: Apa itu ketegasan? Siapa yang turun? Beliau bersabda: “Dalam agama, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, jika seseorang terbunuh di dalamnya
Diriwayatkan oleh
Muhammad b. 'Abdullah b. Jahsh (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 11/2929
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 11: Bab 11
Topik:
#Mother