Muwaththa Malik — Hadis #52483
Hadis #52483
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ عَمَّتِهِ، أَنَّهَا حَدَّثَتْهُ عَنْ جَدَّتِهِ، أَنَّهَا كَانَتْ جَعَلَتْ عَلَى نَفْسِهَا مَشْيًا إِلَى مَسْجِدِ قُبَاءٍ فَمَاتَتْ وَلَمْ تَقْضِهِ فَأَفْتَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ ابْنَتَهَا أَنْ تَمْشِيَ عَنْهَا . قَالَ يَحْيَى وَسَمِعْتُ مَالِكًا يَقُولُ لاَ يَمْشِي أَحَدٌ عَنْ أَحَدٍ .
Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik dari
Abdullah bin Abi
Bakr yang diceritakan oleh bibi dari pihak ayah bahwa neneknya telah bersumpah
berjalan ke masjid Quba. Dia meninggal, dan tidak memenuhinya, jadi Abdullah
ibn Abbas meminta putrinya berjalan untuknya.
Yahya mengatakan itu
dia pernah mendengar Malik berkata, "Tidak ada seorang pun yang berjalan untuk orang lain."
Sumber
Muwaththa Malik # 22/1013
Kategori
Bab 22: Nazar dan Sumpah