Musnad Ahmad — Hadis #52554
Hadis #52554
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ، حَدَّثَنِي شَيْبَانُ أَبُو مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ، أَنْبَأَنَا حَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ، عَنِ الْحَكَمِ بنِ عُتَيْبَةَ، عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْهُذَلِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ أَنْ يُسَوِّيَ كُلَّ قَبْرٍ وَأَنْ يُلَطِّخَ كُلَّ صَنَمٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَكْرَهُ أَنْ أَدْخُلَ بُيُوتَ قَوْمِي قَالَ فَأَرْسَلَنِي فَلَمَّا جِئْتُ قَالَ يَا عَلِيُّ لَا تَكُونَنَّ فَتَّانًا وَلَا مُخْتَالًا وَلَا تَاجِرًا إِلَّا تَاجِرَ خَيْرٍ فَإِنَّ أُولَئِكَ مُسَوِّفُونَ أَوْ مَسْبُوقُونَ فِي الْعَمَلِ.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ قَالَ وَأَهْلُ الْبَصْرَةِ يُكَنُّونَهُ أَبَا مُوَرِّعٍ قَالَ وَكَانَ أَهْلُ الْكُوفَةِ يُكَنُّونَهُ بِأَبِي مُحَمَّدٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنَازَةٍ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ أَبِي دَاوُدَ عَنْ أَبِي شِهَابٍ.
Abdullah menceritakan kepada kami, Shayban Abu Muhammad menceritakan kepadaku, Hammad, artinya Ibnu Salamah, menceritakan kepada kami, Hajjaj bin Artat menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Hakam bin Utaiba, Atas wewenang Abu Muhammad al-Hudhali, atas wewenang Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW mengutus Seorang laki-laki dari kaum Ansar diharuskan meratakan setiap kuburan dan mencoreng setiap berhala. Dia berkata, Wahai Rasulullah, aku benci memasuki rumah umatku. Katanya Maka dia mengutus aku, dan ketika aku datang, dia berkata, “Wahai Ali, janganlah kamu menjadi seorang penggoda, atau sombong, atau menjadi pedagang, kecuali pedagang yang baik, karena mereka itu adalah orang-orang yang suka menunda-nunda atau Mereka berada di depan pekerjaan. Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami tentang Al-Hakam, atas riwayat seorang laki-laki dari masyarakat Basra yang berkata, “Dan orang-orang Basra mengenalnya sebagai Abu Mawri’.” Dia berkata: Orang-orang Kufah biasa memanggilnya Abu Muhammad. Dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berada di pemakaman. Beliau menyebutkan hal serupa dengan hadis Abu Dawud dari Abu Shihab.
Diriwayatkan oleh
Abu Muhammad al-Hudhali, dari 'Ali bin Abi Thalib (RA)
Sumber
Musnad Ahmad # 5/1176
Kategori
Bab 5: Bab 5