41 Hadis
01
40 Hadits An-Nawawi # 1/1
It Is
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: " إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ".
رَوَاهُ إِمَامَا الْمُحَدِّثِينَ أَبُو عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بنُ إِسْمَاعِيل بن إِبْرَاهِيم بن الْمُغِيرَة بن بَرْدِزبَه الْبُخَارِيُّ الْجُعْفِيُّ [رقم:1]، وَأَبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمٌ بنُ الْحَجَّاج بن مُسْلِم الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُورِيُّ [رقم:1907] رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فِي "صَحِيحَيْهِمَا" اللذَينِ هُمَا أَصَحُّ الْكُتُبِ الْمُصَنَّفَةِ.
Atas wewenang Amirul Mukminin, Abu Hafs Omar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Perbuatan itu didasarkan pada niat. Dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, “Hijrahnya adalah demi dunia yang ia peroleh atau demi wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya adalah demi tujuan hijrahnya.” Diriwayatkan oleh imam ulama hadis, Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardzbah Al-Bukhari Al-Jaafi [No. 1], dan Abu Al-Hussein Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qushayri Al-Naysaburi [No.: 1907] radhiyallahu 'anhu, dalam dua Sahihnya, yang merupakan kitab yang paling benar dari kumpulan kitab.
02
40 Hadits An-Nawawi # 1/2
On The Authority Of Abdullah, The Bin Umar Ibn Al-Khattab , Who
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: " بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ".
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ، [وَمُسْلِمٌ].
Dari Abu Abdul Rahman Abdullah bin Omar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu mereka, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Anak-anak Islam Lima hal: bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan dan bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan, mendirikan shalat, membayar zakat, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Dan puasa Ramadhan.” [HR. Al-Bukhari], [dan Muslim].
03
40 Hadits An-Nawawi # 1/3
On The Authority Of Abdullah Ibn Masood , Who
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم -وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ-: "إنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٍّ أَمْ سَعِيدٍ؛ فَوَاَللَّهِ الَّذِي لَا إلَهَ غَيْرُهُ إنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا. وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا".
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ، [وَمُسْلِمٌ]
.
Dari Abu Abdul Rahman Abdullah bin Masoud radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian - dan dia adalah orang yang jujur ​​dan dapat dipercaya - meriwayatkan kepada kita: “Sesungguhnya salah satu dari kalian ciptaan-Nya dikumpulkan dalam rahim ibunya selama empat puluh hari sebagai sperma, kemudian dia menjadi segumpal seperti itu, kemudian dia menjadi segumpal daging seperti itu, lalu dia Diutus malaikat kepadanya, lalu ditiupkan ruh ke dalam dirinya, dan ia diperintahkan melakukan empat hal: menuliskan mata pencahariannya, masa hukumannya, pekerjaannya, dan apakah ia sengsara atau bahagia. Demi Tuhan yang tidak ada tuhan selainnya, salah satu dari kalian akan mengerjakan pekerjaan penghuni surga hingga hanya ada jarak satu lengan antara dia dan surga, dan dia akan menyusulnya. Kitab, maka dia mengerjakan pekerjaan penghuni Neraka dan masuk ke dalamnya. Dan salah seorang di antara kalian akan mengerjakan amalan penghuni neraka sampai hanya tersisa satu hasta antara dia dan itu, kemudian apa yang diwajibkan baginya akan menimpanya, dan dia akan mengerjakan amalan penghuni neraka. Surga dan dia akan memasukinya.” [HR. Al-Bukhari], [dan Muslim].
04
40 Hadits An-Nawawi # 1/4
On The Authority Of The Mother Of The Faithful, Aisha , Who
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللَّهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ،[وَمُسْلِمٌ]
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ".
Atas wewenang Bunda Orang Beriman, Ummu Abdullah Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan kita ini, sesuatu yang bukan darinya, itu adalah tanggapannya. [HR. Al-Bukhari], [dan Muslim] Dan dalam riwayat Muslim: Barangsiapa melakukan amalan yang tidak sesuai dengan perintah kami, maka amalannya tertolak.”
05
40 Hadits An-Nawawi # 1/5
On The Authority Of Al-Nu'man Ibn Basheer , Who
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: "إنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا أُمُورٌ مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ، فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقْد اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ، أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلَا وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ، أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ".
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]، [وَمُسْلِمٌ]
.
Dari hadis Abu Abdullah al-Nu’man bin Bashir radhiyallahu ‘anhu kepada keduanya, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apa yang dibolehkan itu jelas, dan apa yang dilarang itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang ragu-ragu yang tidak diketahui banyak orang, maka barangsiapa menghindari keragu-raguan, maka ia bersih agamanya. Dan musibahnya, dan barangsiapa terjerumus ke dalam keragu-raguan, maka ia masuk ke dalam keharaman, seperti seorang penggembala yang merumput di sekitar daerah demam yang hendak digembalakannya. Sesungguhnya setiap malaikat menderita demam. Semoga Tuhan melindungi hal-hal suci-Nya. Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat embrio yang jika baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Itu adalah hati.” [HR. Al-Bukhari], [dan Muslim].
06
40 Hadits An-Nawawi # 1/6
On The Authority Of Tameem Ibn Aus Al-Daree
عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: "الدِّينُ النَّصِيحَةُ." قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: "لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ."

[رَوَاهُ مُسْلِمٌ]
Berdasarkan riwayat Abu Ruqayyah Tamim bin Aws al-Dari radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Agama adalah nasehat yang tulus.” Kami berkata: Untuk siapa? Beliau bersabda: “Untuk Allah, dan untuk Kitab-Nya, dan untuk Rasul-Nya, dan untuk para imam kaum muslimin dan orang-orang biasa.” [Diriwayatkan oleh Muslim]
07
40 Hadits An-Nawawi # 1/7
On The Authority Of Abdullah Ibn Umar
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ؛ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى" .
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ،[وَمُسْلِمٌ]
Dari riwayat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu kepada mereka berdua, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad Utusan Allah, dan menunaikan shalat dan menunaikan zakat. Jika mereka berbuat demikian maka nyawa dan harta benda mereka terlindungi dariku kecuali Menurut hukum Islam, dan perhitungan mereka ada pada Tuhan Yang Maha Esa.” [HR. Al-Bukhari], [dan Muslim]
08
40 Hadits An-Nawawi # 1/8
On The Authority Of Abu Hurayrah
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: "مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ ".
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ،[وَمُسْلِمٌ]
Dari hadis Abu Hurairah Abd al-Rahman bin Sakhr radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Apapun yang aku larang kepadamu, hindarilah, dan apa yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah semampumu, karena orang-orang sebelum kamu dihancurkan hanya oleh banyaknya pertanyaan dan perbedaan pendapat mereka. Nabi-nabi mereka.” [HR. Al-Bukhari], [dan Muslim]
09
40 Hadits An-Nawawi # 1/9
On The Authority Of Abu Hurayrah
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "إنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ تَعَالَى: "يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا"، وَقَالَ تَعَالَى: "يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ" ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ! يَا رَبِّ! وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ؟".

[رَوَاهُ مُسْلِمٌ]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima apa pun kecuali yang baik, dan Allah memerintahkan orang-orang yang beriman sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya.” Melaluinya ada para rasul, dan Yang Mahakuasa bersabda: “Wahai para utusan, makanlah yang baik-baik dan lakukan yang saleh.” Dan Yang Maha Kuasa berkata: “Wahai kamu Orang-orang yang beriman, makanlah dari makanan-makanan baik yang telah Kami rezeki bagi kamu.” Kemudian beliau menyebutkan tentang seorang laki-laki yang telah lama bepergian, dalam keadaan acak-acakan dan berdebu, sambil mengulurkan tangannya ke langit: Ya Tuhan! Ya Tuhan! Makanannya diharamkan, minumannya diharamkan, pakaiannya diharamkan, dan ia diberi makanan yang diharamkan, lalu bagaimana tanggapannya?” [Diriwayatkan oleh Muslim]
10
40 Hadits An-Nawawi # 1/11
On The Authority Of Abu Hurayrah Who
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "مِنْ حُسْنِ إسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ".
حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم: 2318] ، ابن ماجه [رقم:3976].
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Bagian dari kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak ada gunanya.” Sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi [No.: 2318], Ibnu Majah [No.: 3976].
11
40 Hadits An-Nawawi # 1/12
On the authority of Abu Hamzah Anas bin Malik (may Allah be pleased with him) — the servant of the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) — that the Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) said
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ خَادِمِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ".
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ [رقم:13]، وَمُسْلِمٌ [رقم:45].
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]
، [وَمُسْلِمٌ]
Atas wewenang Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, hamba Rasulullah SAW, atas wewenang Nabi SAW yang bersabda: "Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai dia mencintai saudaranya." Apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari [No.: 13], dan Muslim [No.: 45]. [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari] , [dan seorang Muslim]
12
40 Hadits An-Nawawi # 1/13
On The Authority Of Ibn Masood Who
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ [ يشهد أن لا إله إلا الله، وأني رسول الله] إلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ".
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]
، [وَمُسْلِمٌ]
Atas wewenang Ibnu Masoud radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak boleh menumpahkan darah seorang laki-laki Islam [yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bahwa saya adalah Utusan Allah] kecuali untuk salah satu dari tiga hal: laki-laki yang sudah menikah.” “Orang yang berzina, orang yang bunuh diri demi orang lain, dan orang yang meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari masyarakat.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari] , [dan seorang Muslim]
13
40 Hadits An-Nawawi # 1/14
On The Authority Of Abu Hurayrah
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ".
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]
، [وَمُسْلِمٌ]
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berbicara baik atau diam. Dan barangsiapa yang beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya, dan siapa pun yang beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tamunya." [HR. Al-Bukhari], [dan Muslim]
14
40 Hadits An-Nawawi # 1/15
On The Authority Of Abu Hurayrah
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم أَوْصِنِي. قَالَ: لَا تَغْضَبْ، فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: لَا تَغْضَبْ" .
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ].
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, "Nasihati saya." Dia berkata: Jangan marah. Beliau mengulanginya berulang kali, Beliau berkata: Jangan marah. [HR.Al-Bukhari].
15
40 Hadits An-Nawawi # 1/16
On the authority of Abu Ya’la Shaddad bin Aws (may Allah be pleased with him), that the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) said
عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "إنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ".
[رَوَاهُ مُسْلِمٌ].
Atas wewenang Abu Ya`la Shaddad ibn Aws radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Rasulullah SAW, semoga Allah merahmatinya dan memberinya kedamaian, yang bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan atas segala sesuatu, jadi jika kamu membunuh Maka bunuhlah dengan baik, dan ketika kamu menyembelih, sembelihlah dengan baik, dan hendaklah kamu masing-masing mengasah pedangnya, dan biarkan hewan yang disembelihnya beristirahat." [HR.Muslim].
16
40 Hadits An-Nawawi # 1/17
On the authority of Abu Dharr Jundub ibn Junadah, and Abu Abdur-Rahman Muadh bin Jabal (may Allah be pleased with him), that the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) said
عَنْ أَبِي ذَرٍّ جُنْدَبِ بْنِ جُنَادَةَ، وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْت، وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقْ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ" .
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:1987] وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ، وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ: حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Atas wewenang Abu Dzar Jundub bin Junada, dan Abu Abd al-Rahman Muadh bin Jabal radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, beliau bersabda: “Takutlah kepada Tuhan Dimanapun kamu berada, ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka itu akan menghapusnya, dan perlakukan orang dengan akhlak yang baik.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi [No.: 1987] dan berkata: Sebuah hadits yang baik. Dan dalam beberapa versi: Hasan Sahih.
17
40 Hadits An-Nawawi # 1/18
On the authority of Abu Abbas Abdullah bin Abbas (may Allah be pleased with him) who said
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: "كُنْت خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَوْمًا، فَقَالَ: يَا غُلَامِ! إنِّي أُعَلِّمُك كَلِمَاتٍ: احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْك، احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَك، إذَا سَأَلْت فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْت فَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوك بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوك إلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَك، وَإِنْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوك بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوك إلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْك؛ رُفِعَتْ الْأَقْلَامُ، وَجَفَّتْ الصُّحُفُ" . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:2516] وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ: "احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ أمامك، تَعَرَّفْ إلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفُك فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَك لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَك، وَمَا أَصَابَك لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَك، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنْ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا".
Dari hadis Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu keduanya, dia berkata: "Aku berada di belakang Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, suatu hari, dan dia berkata: Wahai anakku! Aku mengajarimu beberapa kata: hafalkan Semoga Tuhan melindungimu, melindungi Tuhan dan kamu akan menemukan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Tuhan, dan jika kamu mencari pertolongan, maka carilah pertolongan dari Tuhan, dan ketahuilah bahwa Sekiranya suatu bangsa berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu. Kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu; Penanya dilepas, dan gulungannya dikeringkan.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi [No. 2516] dan berkata: Sebuah hadis yang baik dan shahih. Dan dalam riwayat selain At-Tirmidzi: “Jagalah Allah niscaya kamu akan menemukan-Nya sebelum kamu.Kenalilah Allah dalam keadaan senang, niscaya Dia akan mengetahui kamu pada saat kesusahan, dan ketahuilah bahwa apa yang menzalimi kamu tidak akan menimpa kamu, dan apa pun yang menimpa kamu tidak akan meleset dari kamu, dan ketahuilah bahwa kemenangan datang dengan kesabaran, dan kemudahan datang dengan kesusahan, dan itu dengan kesulitan. "Kemudahan."
18
40 Hadits An-Nawawi # 1/19
On the authority of Abu Masood Uqbah bin ’Amr al-Ansaree al-Badree (may Allah be pleased with him) who said
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيِّ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "إنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى: إذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْت" .
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ].
Atas wewenang Abu Masoud Uqba bin Amr Al-Ansari Al-Badri radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda, “Sesungguhnya di antara kata-kata yang dipelajari manusia Nubuatan pertama: Jika kamu tidak malu, lakukanlah sesukamu. [HR.Al-Bukhari].
19
40 Hadits An-Nawawi # 1/20
On The Authority Of Abu Amr
عَنْ أَبِي عَمْرٍو وَقِيلَ: أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: "قُلْت: يَا رَسُولَ اللَّهِ! قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَك؛ قَالَ: قُلْ: آمَنْت بِاَللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ" .
[رَوَاهُ مُسْلِمٌ].
Dari Abu Amr, dan dikatakan: Abu Amra Sufyan bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Aku berkata: Wahai Rasulullah! Ceritakan padaku tentang Islam. Tanyakan kepada orang lain selain dirimu sendiri tentang dia. Dia berkata: Katakan: Aku beriman kepada Tuhan, maka jadilah orang yang jujur." [HR.Muslim].
20
40 Hadits An-Nawawi # 1/21
On the authority of Abu Abdullah Jabir bin Abdullah al-Ansaree (may Allah be pleased with him) that
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: "أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ: أَرَأَيْت إذَا صَلَّيْت الْمَكْتُوبَاتِ، وَصُمْت رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْت الْحَلَالَ، وَحَرَّمْت الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئًا؛ أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ".
[رَوَاهُ مُسْلِمٌ].
Dari Abu Abdullah Jabir bin Abdullah Al-Anshari radhiyallahu 'anhu kepada keduanya: "Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: Apa yang kamu pikirkan ketika saya shalat? Hal-hal yang diwajibkan, dan saya berpuasa Ramadhan, dan saya melakukan apa yang halal, dan melarang apa yang haram, dan saya tidak menambahkan apa pun padanya. Apakah saya akan masuk surga? Dia berkata: Ya." [HR.Muslim].
21
40 Hadits An-Nawawi # 1/22
On the authority of Abu Malik al-Harith bin Asim al-Asharee (may Allah be pleased with him) who said
عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْحَارِثِ بْنِ عَاصِمٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "الطَّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ -أَوْ: تَمْلَأُ- مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَك أَوْ عَلَيْك، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو، فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا".
[رَوَاهُ مُسْلِمٌ].
Dari Abu Malik Al-Harits bin Asim Al-Ash'ari radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, "Kesucian itu separuh dari iman, dan segala puji bagi Allah." Memenuhi timbangan, dan Maha Suci Allah dan puji bagi Allah memenuhi - atau: memenuhi - apa yang ada di antara langit dan bumi, dan doa adalah cahaya. Sedekah adalah hujjah, kesabaran adalah pancaran cahaya, dan Al-Quran adalah hujjah yang memihakmu atau melawanmu. Setiap orang menjadi orang yang menjual jiwanya, entah ia membebaskannya atau melepaskannya.” [HR.Muslim].
22
40 Hadits An-Nawawi # 1/23
On the authority of Abu Dharr al-Ghifaree (may Allah be pleased with him) from the Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) from his Lord, that He said
عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فِيمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَنَّهُ قَالَ: "يَا عِبَادِي: إنِّي حَرَّمْت الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْته بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا؛ فَلَا تَظَالَمُوا. يَا عِبَادِي! كُلُّكُمْ ضَالٌّ إلَّا مَنْ هَدَيْته، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي! كُلُّكُمْ جَائِعٌ إلَّا مَنْ أَطْعَمْته، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي! كُلُّكُمْ عَارٍ إلَّا مَنْ كَسَوْته، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِي! إنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا؛ فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ. يَا عِبَادِي! إنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّونِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي. يَا عِبَادِي! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ، مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا. يَا عِبَادِي! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا. يَا عِبَادِي! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ، فَسَأَلُونِي، فَأَعْطَيْت كُلَّ وَاحِدٍ مَسْأَلَته، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ. يَا عِبَادِي! إنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ، ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إيَّاهَا؛ فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَن إلَّا نَفْسَهُ".
[رَوَاهُ مُسْلِمٌ].
Atas wewenang Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Rasulullah SAW, atas izin Allah SWT, atas izin Nabi Muhammad SAW, dan atas izin Allah SWT, beliau bersabda: "Wahai hamba-Ku: Aku mengharamkan kezaliman terhadap diri-Ku, dan Aku mengharamkannya di antara kamu, maka janganlah kamu menganiaya aku wahai hamba-Ku. Kalian semua sesat kecuali orang-orang yang telah Aku beri petunjuk, maka carilah petunjuk-Ku. Saya membimbing Anda. Wahai hamba-Ku! Kalian semua lapar kecuali mereka yang telah Aku beri makan, maka mintalah makanan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian makan. Wahai hamba-Ku! Kalian semua telanjang, kecuali mereka yang aku beri pakaian, maka kenakanlah pakaian kepadaku, maka aku akan memberi pakaian kepadamu. Wahai hamba-Ku! Kamu berdosa siang dan malam, dan Aku mengampuni segala dosa. Maka mintalah maaf padaku dan aku akan memaafkanmu. Wahai hamba-Ku! Kamu tidak akan pernah mencelakai-Ku dengan mencelakakan-Ku, dan kamu tidak akan mendapatkan kemaslahatan-Ku dengan memberi kemaslahatan kepada-Ku. Wahai hamba-Ku! Sekiranya orang pertama di antara kamu dan orang terakhir di antara kamu, manusia di antara kamu dan jin di antara kamu, sama bertakwanya dengan orang yang paling bertakwa di antara kalian, maka hal itu tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikit pun. Wahai hamba-Ku! Sekiranya yang pertama di antara kamu dan yang terakhir di antara kamu, manusia di antara kamu dan jin di antara kamu Mereka sama fasiknya dengan orang yang paling fasik hatinya di antara kamu. Hal itu tidak mengurangi sedikit pun kerajaan-Ku. Wahai hamba-Ku! Seandainya kamu yang pertama dan yang terakhir dari kamu, manusia dan jin di antara kamu berdiri di satu tempat dan meminta kepada-Ku, dan Aku memberikan masing-masing apa yang dia minta, maka itu tidak akan kurang dari apa yang Aku miliki, seperti sehelai benang yang berkurang ketika dimasukkan. laut. Wahai hamba-Ku! Hanya amalmu yang aku pertanggungjawabkan kepadamu, maka aku akan membalasnya kepadamu. Maka barangsiapa menemukan kebaikan, maka hendaklah dia memuji Allah, dan barangsiapa menemukan selain itu, janganlah dia menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri.” [HR.Muslim].
23
40 Hadits An-Nawawi # 1/24
Also
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا، "أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالُوا لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ؛ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ: أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِمَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ، وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ، كَانَ لَهُ أَجْرٌ".
[رَوَاهُ مُسْلِمٌ].
Dari Abu Dharr radhiyallahu 'anhu, “Beberapa sahabat Rasulullah SAW, berkata kepada Nabi SAW, wahai Rasulullah, penduduk negeri itu telah pergi. Dengan upah, mereka shalat sebagaimana kita shalat, dan mereka berpuasa seperti kita berpuasa, dan mereka bersedekah kelebihan hartanya. Beliau bersabda: Bukankah Dia telah melakukan? Demi Tuhan, apa yang kamu sedekahkan? Sesungguhnya setiap tasbihah adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap pujian adalah sedekah, setiap tahlila adalah sedekah, memerintahkan yang shaleh adalah sedekah, dan melarang kemunkaran. Perbuatan yang buruk adalah sedekah, dan sedekah itu diberikan dalam sebagian urusanmu. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami akan mengabulkan keinginannya dan mendapatkannya? Apakah ada imbalannya? Beliau bertanya: Apakah menurutmu jika dia melakukan hal yang haram itu, apakah dia berdosa? Demikian pula jika dia menaruhnya di tempat yang halal, maka dia akan mendapat pahala.” [HR.Muslim].
24
40 Hadits An-Nawawi # 1/25
On The Authority Of Abu Hurayrah Who
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيهَا إلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ، وَتُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ".
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]
، [وَمُسْلِمٌ].
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Setiap orang di antara para sahabatku berhutang sedekah. Setiap hari matahari terbit, menyamakan kedudukan antara keduanya adalah sedekah, dan membantu seseorang dengan hewannya dengan menggendongnya atau mengangkat barang-barangnya ke atasnya adalah sedekah, dan firman Berbuat baik adalah sedekah, setiap langkah yang diambil dalam shalat adalah sedekah, dan menghilangkan hal-hal yang merugikan di jalan adalah sedekah.” [HR. Al-Bukhari], [dan Muslim].
25
40 Hadits An-Nawawi # 1/26
On The Authority Of Al-Nawas Bin Saman
عَنْ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِك، وَكَرِهْت أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ" رَوَاهُ مُسْلِمٌ [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]. وَعَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: أَتَيْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ: "جِئْتَ تَسْأَلُ عَنْ الْبِرِّ؟ قُلْت: نَعَمْ. فقَالَ: استفت قلبك، الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إلَيْهِ النَّفْسُ، وَاطْمَأَنَّ إلَيْهِ الْقَلْبُ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ، وَإِنْ أَفْتَاك النَّاسُ وَأَفْتَوْك" .
حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَيْنَاهُ في مُسْنَدَي الْإِمَامَيْنِ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ [رقم:4/227]، وَالدَّارِمِيّ [2/246] بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ.
Atas wewenang Al-Nawwas bin Samaan radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Nabi SAW, beliau bersabda: "Kesalehan adalah akhlak yang baik, dan dosalah yang bersemayam dalam hatimu dan kamu benci jika hal itu muncul." Orang-orang mengejarnya.” Diriwayatkan oleh Muslim [Diriwayatkan oleh Muslim]. Atas wewenang Wabisa bin Ma'abad radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Saya datang menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beliau bersabda: "Engkau datang untuk bertanya tentang kebenaran? Aku menjawab: Ya. Dia berkata: Selidikilah hatimu. Kebenaran itulah yang membuat jiwa menjadi tenteram, dan yang membuat hati tenteram, dan dosalah yang membuat ia bimbang." Jiwa dan keragu-raguan di dada, padahal orang-orang memberimu fatwa dan memberimu fatwa.” Sebuah hadis shaleh yang kami riwayatkan dalam Musnad kedua Imam Ahmad bin Hanbal. [No.: 4/227], dan Al-Darimi [2/246] dengan rantai penularan yang baik.
26
40 Hadits An-Nawawi # 1/27
On the authority of Abu Najeeh al-’Irbaad ibn Saariyah (may Allah be pleased with him) who said
عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: "وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ! كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا، قَالَ: أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ؛ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ".

[رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ]، وَاَلتِّرْمِذِيُّ [رقم:266] وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Atas wewenang Abu Najih al-Irbad bin Sariyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menyampaikan kepada kami sebuah khotbah yang membuat hati terguncang dan tergerak." Diantaranya adalah mata, maka kami berkata: Wahai Rasulullah! Seolah-olah itu adalah khotbah perpisahan, maka nasehatkanlah kami. Beliau bersabda: Saya menasihati kamu agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan menaatinya. Dan jika seorang hamba memberontak terhadap Anda, siapa pun di antara Anda yang masih hidup akan melihat banyak perselisihan, maka Anda harus berpegang pada Sunnah saya dan Sunnah Para Khalifah yang Terbimbing, Sang Mahdi. Gigitlah dengan gigimu, dan waspadalah terhadap urusan baru; Karena setiap inovasi adalah kesesatan.” [HR. Abu Dawud], dan Al-Tirmidzi [No.: 266] Beliau menjawab: Hadits yang baik dan shahih.
27
40 Hadits An-Nawawi # 1/28
On The Authority Of Muadh Bin Jabal Who
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْت يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدْنِي مِنْ النَّارِ، قَالَ: "لَقَدْ سَأَلْت عَنْ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ: تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكْ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصُومُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ: أَلَا أَدُلُّك عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ تَلَا: " تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ " حَتَّى بَلَغَ "يَعْمَلُونَ"،[ 32 سورة السجدة / الأيتان : 16 و 17 ] ثُمَّ قَالَ: أَلَا أُخْبِرُك بِرَأْسِ الْأَمْرِ وَعَمُودِهِ وَذُرْوَةِ سَنَامِهِ؟ قُلْت: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذُرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ، ثُمَّ قَالَ: أَلَا أُخْبِرُك بِمَلَاكِ ذَلِكَ كُلِّهِ؟ فقُلْت: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ! فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالَ: كُفَّ عَلَيْك هَذَا. قُلْت: يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ؟ فَقَالَ: ثَكِلَتْك أُمُّك وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ عَلَى وُجُوهِهِمْ -أَوْ قَالَ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ- إلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟!" .
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:2616] وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Atas wewenang Muadh bin Jabal radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku berkata, wahai Rasulullah! Ceritakan padaku tentang suatu amalan yang akan membawaku ke surga dan menjauhkanku dari neraka. Beliau bersabda: “Kamu telah meminta suatu amal yang besar, dan hal itu mudah bagi siapa saja yang Allah mudahkan baginya: Kamu beribadah kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya, menunaikan shalat, dan memberi. Zakat, puasa Ramadhan, dan menunaikan haji ke Rumah. Lalu dia berkata: Maukah aku membimbingmu menuju pintu kebaikan? Puasa itu perisai, dan sedekah itu memadamkan dosa seperti air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam, lalu dia membaca: “Bagian samping mereka akan terlindungi dari “tempat tidur” sampai mencapai “mereka bekerja”, [32 Surah Al-Sajdah / Ayat: 16 dan 17] Kemudian dia berkata: Maukah aku beritahukan kepadamu tentang pokok masalah, tiangnya, dan puncaknya? Aku berkata: Ya, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Pokok permasalahannya adalah Islam, rukunnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad. Lalu beliau berkata: Maukah aku beritahukan kepadamu maksud semua itu? Aku berkata: Ya, wahai Rasulullah! Jadi dia mengambilnya dengan lidahnya dan berkata: Hentikan ini untukmu. Aku berkata: Wahai Nabi Allah, apakah kami akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kami ucapkan? Beliau bersabda: "Semoga ibumu berduka atas dirimu. Apakah ada sesuatu yang bisa menjatuhkan muka seseorang - atau katanya di hidung mereka - selain hasil panen lidahnya?" Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi [No. 2616] Dia berkata: Itu adalah hadis yang baik dan shahih.
28
40 Hadits An-Nawawi # 1/29
On the authority of Abu Tha’labah al-Kushanee — Jurthoom bin Nashir (may Allah be pleased with him) — that the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) said
عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ جُرْثُومِ بن نَاشِر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَال: "إنَّ اللَّهَ تَعَالَى فَرَضَ فَرَائِضَ فَلَا تُضَيِّعُوهَا، وَحَدَّ حُدُودًا فَلَا تَعْتَدُوهَا، وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلَا تَنْتَهِكُوهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رَحْمَةً لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ فَلَا تَبْحَثُوا عَنْهَا".
حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيّ ْ"في سننه" [4/184]، وَغَيْرُهُ.
Atas wewenang Abu Tha’labah al-Khushani Jurthum bin Nashir radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Rasulullah SAW yang bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan kewajiban, maka janganlah kamu melalaikannya. Dia menetapkan batas-batas tertentu, maka jangan melanggarnya, dan Dia melarang hal-hal tertentu, maka janganlah kamu melanggarnya, dan Dia diam terhadap hal-hal tertentu karena rahmat kepadamu, bukan karena kelupaan, jadi jangan mencari. “Atas otoritasnya.” Sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Al-Daraqutni “dalam Sunannya” [4/184], dan lain-lain.
29
40 Hadits An-Nawawi # 1/30
On the authority of Abu al-’Abbas Sahl bin Sa’ad as-Sa’idee (may Allah be pleased with him) who said
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ! دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ؛ فَقَالَ: "ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّك اللهُ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّك النَّاسُ" .
حديث حسن، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ [رقم:4102]، وَغَيْرُهُ بِأَسَانِيدَ حَسَنَةٍ.
Atas wewenang Abu Abbas Sahl bin Saad Al-Saadi radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Seorang pria mendatangi Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan berkata: Wahai Rasulullah! Tunjukkan pada saya sebuah pekerjaan yang jika saya melakukannya, Tuhan akan mencintai saya dan orang-orang akan mencintai saya. Beliau bersabda: “Hindarilah dunia maka Allah akan mencintaimu, dan tinggalkanlah apa yang dimiliki manusia maka manusia akan mencintaimu.” Sebuah hadits yang baik, diriwayatkan oleh Ibnu Majah [No. 4102], dan lain-lain dengan rangkaian narasi yang baik.
30
40 Hadits An-Nawawi # 1/31
On The Authority Of Abu Saeed Al-Khudree
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْخُدْرِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: " لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ" .
حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ [راجع رقم:2341]، وَالدَّارَقُطْنِيّ [رقم:4/228]، وَغَيْرُهُمَا مُسْنَدًا. وَرَوَاهُ مَالِكٌ [2/746] فِي "الْمُوَطَّإِ" عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم مُرْسَلًا، فَأَسْقَطَ أَبَا سَعِيدٍ، وَلَهُ طُرُقٌ يُقَوِّي بَعْضُهَا بَعْضًا.
Atas wewenang Abu Saeed Saad bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: "Tidak ada salahnya atau bahaya." Sebuah hadis hasan riwayat Ibnu Majah [lihat No.: 2341], al-Daraqutni [No.: 4/228], dan lain-lain yang memiliki mata rantai riwayat. Diriwayatkan oleh Malik [2/746] dalam “Al-Muwatta’” dari Amr bin Yahya dari ayahnya Atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, sebagai seorang rasul, dia menghilangkan Abu Sa'id, dan dia memiliki metode, beberapa di antaranya memperkuat yang lain.
31
40 Hadits An-Nawawi # 1/32
On The Authority Of Ibn Abbas
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ لَادَّعَى رِجَالٌ أَمْوَالَ قَوْمٍ وَدِمَاءَهُمْ، لَكِنَّ الْبَيِّنَةَ عَلَى الْمُدَّعِي، وَالْيَمِينَ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ" .
حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ الْبَيْهَقِيّ [في"السنن" 10/252]، وَغَيْرُهُ هَكَذَا، وَبَعْضُهُ فِي "الصَّحِيحَيْنِ".
Dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu kepada keduanya, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya seseorang diberi sesuai dengan tuntutannya, maka akan ada laki-laki yang menuntut harta umat tersebut.” Dan darah mereka, tetapi bukti ada pada penuduh dan sumpah ada pada orang yang mengingkari.” Sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi [dalam Al-Sunan 10/252], dan lain-lain yang seperti ini, Sebagiannya ada dalam dua Shahih.
32
40 Hadits An-Nawawi # 1/33
On the authority of Abu Sa`eed al-Khudree (may Allah be pleased with him) who said
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: "مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ" .
[رَوَاهُ مُسْلِمٌ].
Dari riwayat Abu Saeed Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa di antara kamu melihat keburukan, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika dia mampu, maka dengan lidahnya, dan jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah yang paling lemah imannya." [HR.Muslim].
33
40 Hadits An-Nawawi # 1/34
On The Authority Of Abu Hurayrah Who
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم " لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إخْوَانًا، الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَكْذِبُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَاهُنَا، وَيُشِيرُ إلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ" .
[رَوَاهُ مُسْلِمٌ].
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kamu saling iri hati, jangan saling bertengkar, jangan saling membenci, jangan saling berpaling, dan jangan berjualan. Di antara kalian ada yang saling menjual, dan jadilah hamba Allah sebagai saudara. Seorang muslim adalah saudara seorang muslim, ia tidak menindasnya, tidak mengecewakannya, dan tidak menipunya. Dan janganlah kamu memandang rendah dia, ketakwaan di sini, dan dia menunjuk dadanya tiga kali, cukuplah jahatnya seseorang menghina saudaranya yang muslim, setiap muslim adalah “Bagi seorang muslim, darahnya, hartanya, dan kehormatannya diharamkan.” [HR.Muslim].
34
40 Hadits An-Nawawi # 1/35
On The Authority Of Abu Hurayrah
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِما سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ فِيمَا بَيْنَهُمْ؛ إلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ، وَ حَفَّتهُمُ المَلاَئِكَة، وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ أَبَطْأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ".
[رَوَاهُ مُسْلِمٌ] بهذا اللفظ.
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa meringankan kesusahan dunia bagi seorang mukmin, maka Allah akan meringankannya dari kesusahan dunia.” Pada hari kiamat, barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang kesusahan, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat, dan barangsiapa yang memudahkan urusan seorang muslim, maka Allah akan memudahkan urusannya di akhirat. Dunia dan akhirat, dan Allah membantu hamba selama hamba membantu saudaranya, dan siapa pun yang menempuh jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkannya. Ini adalah jalan menuju surga, dan tidak ada satu pun umat yang berkumpul di salah satu rumah Tuhan, membaca Kitab Tuhan, dan mendiskusikannya di antara mereka sendiri. Kecuali jika itu turun Salam bagi mereka, rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah mengingat mereka di antara orang-orang yang bersama-Nya, dan siapa yang memperlambat pekerjaannya, tidak akan mempercepat. Berdasarkan garis keturunannya.” [Diriwayatkan oleh Muslim] dengan kalimat ini.
35
40 Hadits An-Nawawi # 1/36
On the authority of Ibn Abbas (may Allah be pleased with him), from the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him), from what he has related from his Lord
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم فِيمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، قَالَ: "إنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً".
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]
، [وَمُسْلِمٌ]، في "صحيحيهما" بهذه الحروف.
Atas wewenang Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu keduanya, atas wewenang Rasulullah SAW, semoga Allah SWT sholawat dan saw, dalam apa yang meriwayatkan atas wewenang Tuhannya Yang Maha Esa dan Maha Tinggi, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menulis amal shaleh.” Dan amalan buruknya, maka beliau menjelaskan bahwa, maka barangsiapa berniat mengerjakan suatu amalan namun tidak mengerjakannya, maka Allah mencatatnya di sisi-Nya sebagai amalan baik yang utuh, dan jika ia berniat mengerjakannya. Maka jika dia melakukannya, maka Allah mencatatnya di sisi-Nya sepuluh kebaikan, sampai tujuh ratus kali lipat, atau berkali-kali lipat, dan jika dia bermaksud jahat namun tidak melakukannya, Dia menuliskannya. “Allah mempunyai di sisi-Nya satu amal baik yang utuh, dan jika Dia berniat mengerjakannya dan mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal buruk.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari], [dan Muslim], dalam “Sahih” mereka dengan surat-surat ini.
36
40 Hadits An-Nawawi # 1/37
On The Authority Of Abu Hurayrah Who
عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّهِ صلى الله عليه و سلم إنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ: "مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقْد آذَنْتهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْت سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ".
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ].
Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, bahwa Allah Ta'ala bersabda: "Barangsiapa memusuhi wali saya, saya telah menyatakan perang terhadapnya, dan dia tidak mendekati saya." Hamba-Ku datang kepada-Ku dengan membawa sesuatu yang lebih dicintai-Ku daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika dia meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya, dan jika dia mencari Aku, maka Aku akan berlindung kepadanya.” [HR.Al-Bukhari].
37
40 Hadits An-Nawawi # 1/38
On The Authority Of Ibn Abbas
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "إنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ" .
حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ [رقم:2045]، وَالْبَيْهَقِيّ ["السنن" 7 ].
Dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu kepada mereka berdua, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah telah mengampuniku atas kesalahan dan kelupaan bangsaku serta apa yang tidak mereka sukai.” "Pada dia." Sebuah hadits yang baik, diriwayatkan oleh Ibnu Majah [No. 2045], dan Al-Bayhaqi [Al-Sunan 7].
38
40 Hadits An-Nawawi # 1/39
On the authority of Abdullah ibn Umar (may Allah be pleased with him), who said
عَنْ ابْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم بِمَنْكِبِي، وَقَالَ: "كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّك غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ". وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ: إذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِك لِمَرَضِك، وَمِنْ حَيَاتِك لِمَوْتِك.
[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ].
Dari Ibnu Omar radhiyallahu 'anhu keduanya, beliau bersabda: Rasulullah SAW memegang bahuku seraya bersabda: "Jadilah kamu di dunia ini seolah-olah kamu orang asing atau musafir." Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu kepada mereka berdua pernah berkata: Jika kamu datang pada sore hari, jangan menunggu pagi, dan ketika kamu bangun, jangan menunggu sore, dan ambillah Kesehatan Anda untuk penyakit Anda, dan hidup Anda untuk kematian Anda. [HR.Al-Bukhari].
39
40 Hadits An-Nawawi # 1/40
On the authority of Abu Muhammad Abdullah bin ’Amr bin al-’Aas (may Allah be pleased with him) who said
عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ".
حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، رَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ "الْحُجَّةِ" بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ.
Dari riwayat Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Al-Aas radhiyallahu 'anhu dengan keduanya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada seorang pun di antara kalian yang beriman sampai dia sesuai dengan apa yang saya bawa." Sebuah hadits yang baik dan shahih, yang kami riwayatkan dalam kitab “Al-Hujjah” dengan rantai penularan yang shahih.
40
40 Hadits An-Nawawi # 1/41
On The Authority Of Anas Who
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: "يَا ابْنَ آدَمَ! إِنَّكَ مَا دَعَوْتنِي وَرَجَوْتنِي غَفَرْتُ لَك عَلَى مَا كَانَ مِنْك وَلَا أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ! لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُك عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتنِي غَفَرْتُ لَك، يَا ابْنَ آدَمَ! إنَّك لَوْ أتَيْتنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُك بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً" .
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:3540]، وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Atas wewenang Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tuhan Yang Maha Esa bersabda: "Wahai anak Adam! Kamu belum pernah berseru atau memohon kepada-Ku." Telah Aku maafkan kamu atas apa yang telah kamu lakukan, dan Aku tidak perduli wahai anak Adam, jika dosamu sampai setinggi awan di langit lalu kamu memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kamu wahai anak Adam! adam! Sesungguhnya sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan penuh dosa, lalu kamu bertemu dengan-Ku tanpa menyekutukan-Ku dengan apa pun, niscaya Aku akan memberikan ampunan yang hampir sempurna kepadamu.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi [No.: 3540], dan dia berkata: Hadits yang baik, benar adanya.
01
40 Hadits An-Nawawi # 1/10
Abu Muhammad Al-Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib
عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: حَفِظْت مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "دَعْ مَا يُرِيبُك إلَى مَا لَا يُرِيبُك".
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:2520]،
[وَالنَّسَائِيّ]
وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Atas wewenang Abu Muhammad al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan rayhanahnya, semoga Tuhan meridhoi mereka, dia berkata: Saya belajar dari Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, “Tinggalkan apa yang meragukanmu untuk apa yang tidak meragukanmu.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi [No. 2520]. [Dan Al-Nasa'i] Al-Tirmidzi berkata: Itu adalah hadis yang baik dan shahih.