Riyadhus Shalihin — Hadis #46151
Hadis #46151
وعن أبي جعفر عبد الله بن جعفر، رضي الله عنهما، قال: أردفني رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ذات يوم خلفه، وأسر إلي حديثاً لا أحدث به أحداً من الناس وكان أحب ما أستتر به رسول الله صلى الله عليه وسلم لحاجته هدف أو حائش نخل. يعنى: حائط نخل" ((رواه هكذا مختصراً)).
وزاد فيه البرقاني بإسناد مسلم بعد قوله: حائش نخل: فدخل حائطاً لرجل من الأنصار، فإذا فيه جمل، فلما رأي رسول الله صلى الله عليه وسلم جرجر وذرفت عيناه، فأتاه النبي صلى الله عليه وسلمى الله عليه وسلم الله عليه وسلم ، فمسح سراته -أى: سنامه- وذفراه فسكن؛ فقال: من رب هذا الجمل، لمن هذا الجمل؟ فجاء فتى من الأنصار، فقال: هذا لي يا رسول الله، فقال: أفلا تتقي الله في هذه البهيمة التي ملكك الله إياها؟ فإنه يشكو إلي أنك تجيعه وتدئبه ((رواه أبو داود كرواية البرقاني)).
قوله: ذفراه وهو بكسر الذال المعجمة وإسكان الفاء، وهو لفظ مفرد مؤنث. قال أهل اللغة: الذفري: الموضع الذي يعرق من البعير خلف الأذن، وقوله: تذئبه أي: تتعبه.
Atas wewenang Abu Jaafar Abdullah bin Jaafar radhiyallahu 'anhu kepada mereka berdua, dia berkata: Rasulullah SAW membawaku kembali suatu hari di belakangnya, dan dia menceritakan kepadaku sebuah percakapan yang tidak akan aku ceritakan kepada siapa pun di antara orang-orang. Hal yang paling dicintai Rasulullah SAW untuk menutupi kebutuhannya adalah sebuah gawang atau sebatang pohon palem. Artinya, dinding pohon palem. ((Dia meriwayatkan seperti ini secara singkat)). Al-Barqani menambahkannya dengan rantai penularan umat Islam setelah dia berkata: Sebatang pohon kurma: Kemudian dia memasuki tembok seorang laki-laki. Dari Ansar, dan ada seekor unta di dalamnya, dan ketika Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melihat lecet dan matanya meneteskan air mata, maka Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mendatanginya, menyeka pusarnya - yaitu punuknya - dan punggungnya, dan dia menjadi tenang. Beliau bertanya: Siapakah pemilik unta ini? Untuk siapa unta ini? Kemudian datanglah seorang pemuda dari kaum Ansar dan berkata: Ini untukku wahai Rasulullah. Dia berkata: Apakah kamu tidak takut kepada Allah mengenai hewan yang diberikan Allah kepadamu ini? Karena dia mengeluh kepadaku bahwa kamu membuatnya kelaparan dan melelahkannya ((HR. Abu Dawud sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Barqani)). Ucapannya: “Dhafarah” adalah dengan memecahkan kamus dhaal dan menempatkan fa’, dan itu adalah kata tunggal yang feminin. Para ahli bahasa berkata: Al-Dhafari: tempat unta mengeluarkan keringat di belakang telinga, dan pepatahnya: Kamu serigala dia, artinya: kamu membuat dia lelah
Diriwayatkan oleh
Abu Ja'far 'Abdullah bin Ja'far (RA)
Sumber
Riyadhus Shalihin # 7/967
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 7: Bab 7