Misykatul Mashabih — Hadis #50330
Hadis #50330
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَيُّمَا رَجُلٍ نَكَحَ امْرَأَةً فَدَخَلَ بهَا فَلَا يَحِلُّ لَهُ نِكَاحُ ابْنَتِهَا وَإِنْ لَمْ يَدْخُلْ بِهَا فَلْيَنْكِحِ ابْنَتَهَا وَأَيُّمَا رَجُلٍ نَكَحَ امْرَأَةً فَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَنْكِحَ أُمَّهَا دَخَلَ أَوْ لَمْ يَدْخُلْ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ لَا يَصِحُّ مِنْ قِبَلِ إِسْنَادِهِ إِنَّمَا رَوَاهُ ابْنُ لَهِيعَةَ وَالْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ وَهُمَا يُضَعَّفَانِ فِي الْحَدِيثِ
Dari Amr bin Shuaib, dari bapaknya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Laki-laki yang menyetubuhi seorang wanita dan tidak boleh menyetubuhinya.” Ia berhak mengawini anak perempuannya, tetapi jika ia tidak menyetubuhinya, maka ia boleh mengawini anak perempuannya. Dan barangsiapa laki-laki yang mengawini seorang wanita, maka tidak boleh baginya mengawini ibunya. Apakah dia masuk atau tidak. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan dia berkata: Hadits ini tidak shahih berdasarkan rantai penularannya. Melainkan diriwayatkan oleh Ibnu Lahi’ah dan Al-Muthanna Ibnu Al-Sabbah dari Amr Ibnu Shuaib dan keduanya sama-sama lemah dalam hadits.
Sumber
Misykatul Mashabih # 13/3182
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 13: Bab 13
Topik:
#Mother