Misykatul Mashabih — Hadis #51419
Hadis #51419
وَعَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ إِلَّا هَكَذَا وَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إصبعيه: الْوُسْطَى والسبابة وضمهما
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: أَنَّهُ خَطَبَ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ إِلَّا مَوْضِعَ إِصْبَعَيْنِ أَوْ ثَلَاث أَو أَربع
Atas wewenang Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Muhammad SAW melarang memakai sutra kecuali dengan cara ini, dan Rasulullah SAW mengangkat kedua jari-Nya: jari tengah dan jari telunjuk dan menyatukannya. Dan dalam riwayat Muslim: Dia melamar seorang wanita yang memakai jabiya dan berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melarang Dia, damai dan berkah besertanya, menjauhkan diri dari memakai sutra kecuali jika cocok untuk dua, tiga, atau empat jari.
Sumber
Misykatul Mashabih # 22/4324
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 22: Bab 22