Muwaththa Malik — Hadis #35225
Hadis #35225
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ، كَانَ إِذَا اعْتَمَرَ رُبَّمَا لَمْ يَحْطُطْ عَنْ رَاحِلَتِهِ حَتَّى يَرْجِعَ . قَالَ مَالِكٌ الْعُمْرَةُ سُنَّةٌ وَلاَ نَعْلَمُ أَحَدًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ أَرْخَصَ فِي تَرْكِهَا . قَالَ مَالِكٌ وَلاَ أَرَى لأَحَدٍ أَنْ يَعْتَمِرَ فِي السَّنَةِ مِرَارًا . قَالَ مَالِكٌ فِي الْمُعْتَمِرِ يَقَعُ بِأَهْلِهِ إِنَّ عَلَيْهِ فِي ذَلِكَ الْهَدْىَ وَعُمْرَةً أُخْرَى يَبْتَدِئُ بِهَا بَعْدَ إِتْمَامِهِ الَّتِي أَفْسَدَ وَيُحْرِمُ مِنْ حَيْثُ أَحْرَمَ بِعُمْرَتِهِ الَّتِي أَفْسَدَ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ أَحْرَمَ مِنْ مَكَانٍ أَبْعَدَ مِنْ مِيقَاتِهِ فَلَيْسَ عَلَيْهِ أَنْ يُحْرِمَ إِلاَّ مِنْ مِيقَاتِهِ . قَالَ مَالِكٌ وَمَنْ دَخَلَ مَكَّةَ بِعُمْرَةٍ فَطَافَ بِالْبَيْتِ وَسَعَى بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَهُوَ جُنُبٌ أَوْ عَلَى غَيْرِ وُضُوءٍ ثُمَّ وَقَعَ بِأَهْلِهِ ثُمَّ ذَكَرَ - قَالَ - يَغْتَسِلُ أَوْ يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يَعُودُ فَيَطُوفُ بِالْبَيْتِ وَيَسْعَى بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَيَعْتَمِرُ عُمْرَةً أُخْرَى وَيُهْدِي وَعَلَى الْمَرْأَةِ إِذَا أَصَابَهَا زَوْجُهَا وَهِيَ مُحْرِمَةٌ مِثْلُ ذَلِكَ . قَالَ مَالِكٌ فَأَمَّا الْعُمْرَةُ مِنَ التَّنْعِيمِ فَإِنَّهُ مَنْ شَاءَ أَنْ يَخْرُجَ مِنَ الْحَرَمِ ثُمَّ يُحْرِمَ فَإِنَّ ذَلِكَ مُجْزِئٌ عَنْهُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ وَلَكِنِ الْفَضْلُ أَنْ يُهِلَّ مِنَ الْمِيقَاتِ الَّذِي وَقَّتَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَوْ مَا هُوَ أَبْعَدُ مِنَ التَّنْعِيمِ .
Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik bahwa ia pernah mendengar bahwa Utsman bin Affan terkadang tidak pernah turun dari hewan yang ditungganginya ketika ia sedang umrah, hingga ia kembali. Malik berkata, ''Umrah itu sunnah, dan kami tidak mengetahui satupun muslim yang pernah mengatakan bahwa boleh untuk tidak melakukannya.' Malik berkata, 'Saya kira tidak ada seorang pun yang boleh melakukan umrah lebih dari satu kali dalam satu tahun.' melakukan ihram untuk umrah yang telah ia langgar, kecuali jika ia melakukan ihram di tempat yang lebih jauh dari miqatnya. Hal ini disebabkan karena ia hanya perlu melakukan ihram dari miqatnya. atau wudhu, lalu kembali dan melakukan tawaf keliling rumah dan mengucapkan antara Safa dan Marwa dan melakukan umrah lagi dan menyembelih hewan kurban. Seorang wanita juga harus melakukan hal yang sama jika suaminya menyetubuhinya saat dia sedang ihram. Malik berkata, “Adapun memulai umrah di at-Tanim, (itu bukan satu-satunya alternatif). Boleh jika Allah menghendaki seseorang meninggalkan Masjidil Haram dan melakukan ihram jika ia menghendakinya, namun yang terbaik adalah ia melakukan ihram di miqat yang digunakan oleh Rasulullah SAW (yakni at-Tanim), atau di miqat yang jauh.
Sumber
Muwaththa Malik # 20/770
Tingkat
Mauquf Daif
Kategori
Bab 20: Haji