Misykatul Mashabih — Hadis #37545
Hadis #37545
وَعَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَحَدٍ أَشْبَهَ صَلَاةً بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ فلَان. قَالَ سُلَيْمَان: صَلَّيْتُ خَلْفَهُ فَكَانَ يُطِيلُ الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنَ الظّهْر ويخفف الْأُخْرَيَيْنِ ويخفف الْعَصْر وَيَقْرَأُ فِي الْمَغْرِبِ بِقِصَارِ الْمُفَصَّلِ وَيَقْرَأُ فِي الْعِشَاءِ بِوَسَطِ الْمُفَصَّلِ وَيَقْرَأُ فِي الصُّبْحِ بِطِوَالِ الْمُفَصَّلِ. رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَرَوَى ابْنُ مَاجَهْ إِلَى ويخفف الْعَصْر
Sulaiman b. Yasar mengutip perkataan Abu Huraira, “Aku tidak pernah shalat di belakang seseorang yang shalatnya lebih mirip dengan doa Rasulullah daripada doa fulan.” Sulaiman mengatakan bahwa ia shalat dibelakangnya, yaitu ia memanjangkan dua rakaat pertama shalat zuhur, memperpendek dua rakaat terakhir, memperpendek shalat zuhur, membaca surah pendek dari al-Mufassal* pada salat magrib, membaca surah menengah dari al-Mufassal pada salat magrib, dan membaca surah panjang dari al-Mufassal pada salat subuh.
* Nama yang digunakan pada bagian akhir Al-Qur'an karena terdapat banyak pembagian, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai awal mulanya. Lane menyebutkan perbedaan pandangan tersebut dalam Lexicon-nya, hal 2407 f., dengan mengatakan pendapat yang paling benar adalah diawali dengan surah 49.
Nasa’i meriwayatkannya, dan Ibnu Majah meriwayatkan hingga “mempersingkat salat Ashar”.
Diriwayatkan oleh
Jabir (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 2/277
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 2: Bab 2: Shalat