Misykatul Mashabih — Hadis #37556
Hadis #37556
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يتَوَضَّأ»
Abu Sa'id al-Khudri berkata bahwa ketika Rasulullah mengangkat kepalanya setelah rukuk ia berkata, “Ya Tuhan, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji di seluruh langit dan seluruh bumi, dan segala yang Engkau kehendaki untuk diciptakan setelahnya, ya Engkau yang layak dipuji dan dimuliakan, paling layak menerima apa yang diucapkan seorang hamba, dan kami semua adalah hamba-hamba-Mu, tidak ada seorang pun yang dapat menahan apa yang Engkau berikan atau memberikan apa yang Engkau tahan, dan kekayaan tidak dapat memberi manfaat kepada orang kaya. Engkau.”*
* Hal ini dijelaskan dengan arti bahwa hanya ketaatan kepada Tuhan yang akan bermanfaat baginya, atau melindunginya dari hukuman Tuhan. Jadd (kekayaan) juga dipahami dalam pengertian nenek moyang (lit. kakek), sehingga frasa ini dapat diartikan bahwa pahala seseorang di akhirat tidak bergantung pada leluhurnya.
Muslim menyebarkannya.
Diriwayatkan oleh
Abu al-Darda' (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 3/300
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 3: Bab 3: Shalat