Misykatul Mashabih — Hadis #39558
Hadis #39558
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَيْتُهُ يُصَلِّي عَلَى حَصِيرٍ يَسْجُدُ عَلَيْهِ. قَالَ: وَرَأَيْتُهُ يُصَلِّي فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ مُتَوَشِّحًا بِهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Abu Huraira meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Hari yang dijanjikan itu adalah hari kebangkitan, hari yang disaksikan adalah hari ‘Arafah, dan saksinya* adalah hari Jum’at, yang tidak ada hari yang lebih utama dari pada hari terbit atau terbenamnya matahari. Di dalamnya terdapat waktu di mana tidak ada seorang mukmin yang berdoa kepada Allah tentang kebaikan tanpa Allah mengabulkannya, atau berlindung dari sesuatu tanpa Allah memberinya perlindungan darinya.”
* Al-Qur'an; 85:2f.
Ahmad dan Tirmidzi menyampaikannya, yang terakhir mengatakan bahwa ini adalah tradisi gharib yang hanya diketahui di antara tradisi Musa b. ‘Ubaida yang dinyatakan lemah.
Diriwayatkan oleh
Abu Hurairah (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 4/768
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 4: Bab 4: Shalat