Riyadhus Shalihin — Hadis #40639
Hadis #40639
وعنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
"صِنفان من أهل النار لم أرهما: قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات، رءوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة، ولا يجدن ريحها، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا" ((رواه مسلم)). معنى ((كاسيات)) اي من نعمة الله ((عاريات)) من شكرها ، وقيل معناه: تستر بعض بدنها ، وتكشف بعضه إظهارا بحالها ونحوه ، وقيل : معناه تلبس ثوبا رقيقا يصف لون بدنها .
وأما ( مائلات ) فقيل : معناه عن طاعة الله ، وما يلزمهن حفظه . ( مميلات ) أي يعلمن غيرهن فعلهن المذموم ، وقيل : مائلات يمشين متبخترات ، مميلات لأكتافهن . وقيل : مائلات يمشطن المشطة المائلة ، وهي مشطة البغايا . مميلات يمشطن غيرهن تلك المشطة . ومعنى ( رءوسهن كأسنمة البخت ) أن يكبرنها ويعظمنها بلف عمامة أو عصابة أو نحوهما .
Dari hadis tersebut beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu orang yang cambuknya seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang, dan wanita yang berpakaian dan telanjang, badannya condong ke depan, kepalanya seperti punuk unta yang mencondongkan badannya ke depan, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mereka mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian.” ((HR. Muslim). Arti ((berpakaian)) adalah nikmat Allah ((telanjang)) bagi orang-orang yang mensyukurinya, dan dikatakan Artinya: Dia menutup sebagian tubuhnya, dan menampakkan sebagiannya untuk memperlihatkan keadaannya dan sejenisnya. Dikatakan: Maknanya adalah dia memakai baju tipis yang menggambarkan warna tubuhnya. Adapun (yang dicetak miring) dikatakan: Artinya ketaatan kepada Allah, dan apa yang wajib mereka pelihara. (Miring) artinya mereka mengajari orang lain perbuatan-perbuatan tercela mereka, dan dikatakan: Mereka berjalan mencondongkan tubuh, melangkah, dan menyandarkan bahunya. Dikatakan: Wanita yang miring menyisir sisir yang miring, itulah sisir pelacur. Wanita cenderung menyisir orang lain dengan sisir itu. Artinya (kepalanya seperti punuk unta) Untuk memperbesar dan memperbesarnya dengan melilitkan sorban atau ikat kepala atau sejenisnya.
Diriwayatkan oleh
আবূ ত্বালহা যায়েদ ইবনে সাহ্ল (রাঃ)
Sumber
Riyadhus Shalihin # 17/1633
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 17: Bab 18