Bulughul Maram — Hadis #52957
Hadis #52957
وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم -قَالَ: { مَنِ اِبْتَاعَ نَخْلًا بَعْدَ أَنْ تُؤَبَّرَ, فَثَمَرَتُهَا لِلْبَائِعِ اَلَّذِي بَاعَهَا, إِلَّا أَنْ يَشْتَرِطَ اَلْمُبْتَاعُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1 .1 - صحيح. رواه البخاري ( 2379 )، ومسلم ( 1543 ) ( 80 ) وزادا: ومن ابتاع عبدا وله مال فماله للذي باعه إلا أن يشترط المبتاع والتأبير: هو التشقيق والتلقيح.
Dari riwayat Ibnu Umar – radhiyallahu ‘anhu kepada keduanya – dari riwayat Rasulullah – semoga Allah sholawat dan saw – beliau bersabda: {Barangsiapa membeli pohon kurma setelah diserbuki, maka buahnya menjadi milik penjual yang menjualnya, kecuali pembeli menghendakinya.” Disepakati 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2379) dan Muslim (1543) (80) dan mereka menambahkan: Dan siapa yang membeli seorang budak dan dia mempunyai uang, maka uangnya adalah milik orang yang Dia jual. Kecuali syarat pembelian dan pengambilannya adalah ketentuan: pembelahan dan penyerbukan
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Umar (RA)
Sumber
Bulughul Maram # 7/853
Kategori
Bab 7: Bab 7