Bulughul Maram — Hadis #52976
Hadis #52976
عَنْ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ اَلْمُزَنِيِّ - رضى الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -قَالَ: { اَلصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ اَلْمُسْلِمِينَ, إِلَّا صُلْحاً حَرَّمَ حَلَالاً وَ 1 أَحَلَّ حَرَاماً، وَالْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ, إِلَّا شَرْطاً حَرَّمَ حَلَالاً وَ 2 أَحَلَّ حَرَاماً } رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ 3 . وَأَنْكَرُوا عَلَيْهِ; 4 . لِأَنَّ رَاوِيَهُ كَثِيرَ بْنَ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرِوِ بْنِ عَوْفٍ ضَعِيفٌ 5 .
وَكَأَنَّهُ اِعْتَبَرَهُ بِكَثْرَةِ طُرُقِهِ 6 .
وَقَدْ صَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ 7 .1 - كذا " بالأصلين "، وفي " السنن ": " أو ".2 - كذا " بالأصلين "، وفي " السنن ": " أو ".3 - السنن رقم ( 1352 )، وقال: " هذا حديث حسن صحيح ".
4 - كقول الذهبي في " الميزان " ( 3 / 407 ): " وأما الترمذي فروى من حديثه: الصلح جائز بين المسلمين. وصححه؛ فلهذا لا يعتمد العلماء على تصحيح الترمذي.5 - بل قال الشافعي وأبو داود: هو ركن من أركان الكذب.
6 - لعله يريد " كثرة شواهده " إذ يروى عن أبي هريرة، وأنس بن مالك، وابن عمر، وعائشة، وغيرهم، وكلها مذكورة في " الأصل ".
7 - حسن. رواه ابن حبان ( 1199 )، ورواه ابن الجارود، والحاكم، ومن قبلهما رواه أبو داود ( 3594 ). وقال الحافظ في " التغليق " ( 3 / 281 ). حديث: المسلمون عند شروطهم روي من حديث أبي هريرة، وعمرو بن عوف، وأنس بن مالك، ورافع بن خديج، وعبد الله بن عمر، وغيرهم، وكلها فيها مقال، لكن حديث أبي هريرة أمثلها ".
Dari hadis Amr bin Awf Al-Muzani radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah - semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian - bersabda: {Perdamaian diperbolehkan di antara umat Islam, kecuali perdamaian yang dilarang dan diperbolehkan Dan 1 Dia menghalalkan apa yang dilarang, dan kaum Muslimin berpegang pada syarat-syarat mereka, kecuali syarat yang menjadikan apa yang dilarang itu diperbolehkan, dan 2 Dia menghalalkan apa yang dilarang. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan disahkan olehnya3. Dan mereka tidak menyetujuinya. 4. Karena perawinya, Katheer bin Abdullah bin Amr bin Awf, lemah. 5. Seolah-olah dia menganggapnya terlalu berlebihan. 6. Ibnu Hibban membenarkannya dari hadits Abu Hurairah 7. 1 - Anu “dengan dua aslinya”, dan dalam “Al-Sunan”: “atau”. 2 - Ini dan itu “dengan dua asal”, dan dalam “Al-Sunan”: “atau”. 3 - Al-Sunan No. (1352), dan dia berkata: “ Ini Hadits Hasan Sahih.” 4 - Sebagaimana dikatakan Al-Dhahabi dalam “Al-Mizan” (3/407): “Adapun Al-Tirmidzi, beliau meriwayatkan dari haditsnya: Dibolehkan rujuk antar umat Islam. Dia mengesahkannya; Itu sebabnya para ulama tidak mengandalkan kesahihan Al-Tirmidzi. 5. Sebaliknya Syafi’i dan Abu Dawud berkata: Itu adalah salah satu rukun kebohongan. 6 - Mungkin maksudnya adalah “banyaknya dalil-dalilnya”, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, Anas bin Malik, Ibnu Omar, Aisha, dan lain-lain, yang kesemuanya disebutkan dalam “Al-Osul”. 7 - Hasan. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (1199), Diriwayatkan oleh Ibnu al-Jaroud dan al-Hakim, dan oleh orang-orang sebelum mereka diriwayatkan oleh Abu Dawud (3594). Al-Hafiz berkata dalam “Al-Taghleeq” (3/281): Hadits: Umat Islam berpegang pada syarat-syaratnya. Diriwayatkan dari hadits Abu Hurairah, Amr bin Awf, Anas bin Malik, Rafi’ bin Khadij, Abdullah bin Omar, dan lain-lain, dan semuanya ada artikelnya, namun hadits Abu Hurairah yang paling mewakili di antaranya.
Diriwayatkan oleh
Amr Bin Auf Al-Muzani
Sumber
Bulughul Maram # 7/872
Kategori
Bab 7: Bab 7